Tanah Hindia Nederland.

716  Download (0)

Hele tekst

(1)

KITAB DARI HAK-HAKNJA, PERMISTIAN-PERMISTI- ANNJA DAN PEMBIKINAN PERDJANDJIAN-PER-

DJANDJIAN ROEPA-ROEPA SATOE PADA LAJIN BOEWAT ORANG OLANDA DAN

SIAPA-SIAPA JANG DI BERSAMA- SAMAKEN PADA ORANG

OLANDA

Dl DALEM

Tanah Hindia Nederland.

Tpakaa kadoewa.

BETAWI,

ALBRECHT & Co., 1898.

(2)

0093 1954

v* °\ z \

(3)
(4)
(5)

e/

KITAP DARI HAK-HAKNJA, PERMI STIA-PERMISTI- ANNJA DAN PEMBIKINAN PERDJANDJAN-PER-

DJANDJIAN ROEPA-ROEPA SATOE PADA LAJIN BOEWAT ORANG OLANDA DAN

SIAPA-SIAPA JANG DI BERSAMA- SAMAKEN PADA ORANG

OLANDA

DI PALEM

Tanah Hindia Nederland.

Tjitakac kedoewa.

I *

S?»

B A T A "W I -,

A L B R E C H T & Co.

1 9 0 0.

VT\* • T s i " - T « «"T" --[ . .-t-J -^--j i-T^i ~-T^Ü t^i\, J-T^ ' „TN, i>f>, "Tir^ /

(6)
(7)

KITAB DARI HAK-HAKNJA, PERMISTIAN-PERMISTI- ANNJA DAN PEMBIKINAN PERDJANDJIAN-PER-

DJANDJIAN ROEPA-ROEPA SATOE PADA LAJIN BOEWAT ORANG OLANDA DAN

SIAPA-SIAPA JANG DI BERSAMA- SAMAKEN PADA ORANG

OLANDA

Dl DALEM

Tanah Hindia Nederland,

Tjitakan kadoewa.

*eZsss$fss&»

BETAWI,

ALBRECHT & Co., 1898.

(8)
(9)

Dari Hadirat orang-orang Pendoedoeknja negeri.

BAB JANG PERTAMA.

DARI PEROLEHANNJA DAN KAHILANGANNJA HAK-HAKNJA NEGERI.

FATSAL 1.

Itoe hak-haknja negeri oetawa hak-haknja orang mardika lajin dari hak-haknja pemarentahannja negri (1).

FATSAL 2.

Kaloe satoe perampoewan boenting itoe anaknja jang belom terlahir di hitoengken saperti soedah terlahir, sahan- denja ada pergoenaännja itoe anak (2).

Tetapi sahandenja ija sawaktoenja iboenja beranak itoe anak soedah mati, itoe anak tida di menghitoengken, rnen- djadi saperti iboenja tida tahoe boenting.

FATSAL 3.

Siapa-siapa tida boleh di menghoekoemken sasampehnja hak-haknja orang mardika hilang samoeanja (3).

1) Itoe hak-haknja negeri menajadi hak-haknja orang mardika saperti : boleh kawin, bedagang, membeli dan djoewal, mendjadi ahliwaris, wali, boleh bikin testament; — Hak-haknja pemarentahan negeri saperti: pilihannja kapala dessa, sabagimana adatnja anak-anak negeri di mana poelo Djawa. Lajin-lajin hak- hakuja pemarentahannja negeri tida ada dimana tanah Hindia-Nederland.

2) Sahandenja bapanja bolehnja mal i, itoe anak misti toeroet mendapetpem- bahagian warissan.

3) Siapa-siapa jang di hoekoemken hoekoeman siksa boleh hilangken hak- haknja jang di seboeti di bawah ini :

(10)

BAB JANG KADOEWA

Dari boekoe-boekoenja Peranakan, kawinan, Pertjerejan (Thalak) dan kamatian.

BAHAGIAN JANG PERTAMA

DARI ITOE BOEKOE-BOEKOENJA SENDIRIAN.

FATSAL 4.

Salajinnja apa jang bolehnja di menantoekan di dalam fatsal 10 dari pengatoeran dari hal mendjadikan hoekoem oendang-oendang, misti di sediaken di dalem sa anteronja poelo-poelo Hindia Nederland boewat orang-orang Olanda dan boewat siapa-siapa jang di bersama-sainaken pada orang Olanda boekoe-boekoenja peranakan, pembritaboeannja sia- pa-siapa jang mengharep kawin, oendang-oendang pengaha- baran satoe-satoe kawinan, kawinan dan pertjerejan dan ka- matian.

Pendjabat-pendjabat jang memegangkan itoe boekoe-boe- koe di namaiken pendjabat-pendjabat dari kaädaännja orang- orang mardika negeri. (1)

FATSAL 5.

Sasoedahnja di mendengarken timbang-menimbangannja

a) tida boleh mendjadi saksi dengan soempah di hadepannja hakim oetawa akan hal membikinken soerat notaris oetawa lajin-lajin soeratjangdi memboewati oleh satoe penggawê,

b) tida boleh mendjadi wali dan

i) tida boleh memegangken pendjawatan negeri. Lajin-lajin hak-haknja tida boleh kena hilangan.

(1) Mendjadi itoe boekoe-boekoe ada lima.

1 — dari anak-anak jang terlahir,

2 — dari siapa-siapa jang mengharep kawin.

3 — oendang-oendang pembritahoean dari satoe-satoe kawinan.

4 — dari kawinan dan pertjerejan, dan 6 — dari kamatian.

(11)

Hoekoem besar, Sripadoeka Jang di Pertoewan besar Goe- bernoer Djendral dari tanah Hindia Niderland menetepken satoe pengatoeran, jang saperti pengatoerannja di mana karadjaän Nederland, dan di dalam itoe pengatoeran di tetepken tampat-tampat jang di mana dan penggawe-peng- gawe oleh siapa itoe boekoe-boekoe misti di memegangken, apa lagi sabagimana itoe soerat-soerat nanti misti di men- daftarken. Di dalem itoe pengatoeran misti di menentoeken djoega hoekoeman-hoekoemannja itoe pendjabat-pendjabat dari perkaranja pelanggarannja itoe pengatoeran, jang tida di seboeti di dalam kitab hoekoem siksa boewat orang Olanda dan jang di bersama-samaken pada orang Olanda. (f)

BAHAGIAN KADOEWA

DARI PENGGANTIANNJA NAMA TOEROENAN DAN NAMA KETJIL.

FATSAL 6.

Siapa-siapa tida boleh mengobahken namanja atsal oetawa toeroenan, dan tida boleh menambahken lajin nama atsal bersama-sama namanja sendiri, sahandenja tida di memberi- ken idin oleh Sripadoeka Jang di Pertoewan Besar Goe- bernoer Djendral dari Tanah Hindia Nederland.

FATSAL 7.

Siapa-siapa jang memoelioenken idin aken pengantiannja namanja atsal oetawa penambahannja lajin-lajin nama atsal, itoe permoehoenan tida boleh di loeloesken sabeloomnja kaliwatan satoe tahoen dan tiga boelan, memoelainja dari pada waktoenja itoe permoehoenan di mendaftarken di da- lem soerat Chabarnja kangdjeng Goebernemen (Javasche

(t) Itoe pengatoeran soedah di inenentoekan di dalem Staatsblad 1849 No. 25.

Djoega boewat bal memegangken boekoe-boekoe sabagitoe roepa boewat anak- anak negeri jang memegangken agama natsarani ada pengatoerannjn di dalem staatsblad 1864 No. 142.

(12)

Courant). Sasoedahnja itoe permoehoenan soedali di seboeti di dalem itoe soerat chabar, lantas Sripadoeka Jang di Pertoewan Besar Goebernoer Djendral misti memperseinbah- ken salinannja itoe soerat permoehoenan kapada mantri boemi dari tanah-tanah Hindia Nederland di negeri Olanda, soepaja di sitoe boleh di melakoeken dari perkaranja itoe permoehoenan sabagimana di menantoeken dimana kara- djaän Nederland di dalem oendang-oendang dari penggan- tiannya nama-nama atsal oetawa penambahannja lajin-lajin nama atsal.

FATSAL 8.

Di dalem itoe waktoe satoe tahoen dan tiga boelan jang di seboeti di dalem fatsal 7, siapa-siapa jang tida menari- maken, jang itoe permoehoenan di loeloesken, boleh mem- persembahken soerat permoehoenan kapada Sripadoeka Jang di Pertoewan Besar Goebernoer Djendral, biarlah itoe per- moehoenan akan pengantiannja oetawa penambahannja nama djanganlah di moeafakati, dan di dalem itoe soerat per- moehoenan misti seboeti apa sebabnja itoe permoehoenan patoetlah djangan di loeloesken.

FATSAL 9.

Sahandenja permoehoenannja siapa-siapa jang mengharep mengobahken oetawa menambahken namanja atsal di moea- fakati, itoe flrmannja nanti di pesrahken kapada toewan pendjabat dari kaädaännja orang-orang Olanda, jang di seboeti di dalem fatsal 4, di mana tainpat peranakannja itoe toewan jang permoehoenannja di moeafakati, dan itoe pendjabat

misti mendaftarken salimmnja itoe firman di dalem boekoe- nja anak-anak jang terlahir pada tahoennja jang masih ber- djalan dan menandaiken itoe di dalem boekoe peranakan dari tahoennja sawaktoe kapan itoe toewan bolehnja di

(13)

beranaki, sabetoelnja di pinggirnja itoe toewan poenja soe- rat peranakan. (1)

FATSAL 10.

Siapa-siapa jang di idinken akan pengobahannja oetawa penambahannja namanja atsal tida boleh menjeboetken itoe nama baharoe mendjadi penoendjoekan jang ija mendjadi sanak soedaranja lajin-lajin orang jang namanja sama saperti itoe nama baharoe.

FATSAL 11.

Siapa-siapa jang mengharep mengobahken oetawa menam- bahken nama-namanja ketjil misti memoehoenkan idin lebih dahoeloe dari Rad van Joestisi dan Rad van Joestisi boleh moeafakati itoe permoehoenan sasoedahnja di timbamg-me- nimbang pikirannja toewan fiskal. (2)

FATSAL 12.

Sahandenja Rad van Joestisi moeafakati itoe permoehoe- nan jang di seboeti di dalem fatsal 11, itoe soerat idjazat nanti di pesrahken kapada toewan pendjabat, jang di se- boeti di dalem fatsal 4, di mana tampat peranakannja sia- pa-siapa jang poenja permoehoenan di moeafakati dan itoe pendjabat misti mendaftarken itoe soerat idjazat di mana boekoe-boekoenja peranakan itoe tahoen jang berdjalan dan itoe soerat idjazat di menandaiken di pinggirnja soerat

(1) Mendjadi sahandenja itoe permoehoenan boleh di moefakati di dalem tahoen 1897, dan siapa jang poenja itoe permoehoenan di beranaki sewaktoenja tahoen 1860, itoe firman misti di mendaftarken di dalem boekoe peranakan tahoen 1897 dan di menandaiken di mana pinggirnja soerat peranakannja waktoe tahoen 1860.

(2) Itoe orang Olanda poenja nama ada doewa roepa, namanja atsal oetawa nama toeroenannja dari bapanja dan namanja ketjil soepaja djangan kliroe sama soedaranja.

(14)

peranakannja siapa-siapa jang permoehoenannja bolehnja di moeafakati.

BAHAGIAN KATIGA.

Dari hal kabetoelken dan penambakannja soerat-soeratnja peranakan, kawinan, pertjerejan dan kamatian.

FATSAL 13.

Sahandenja itoe boekoe-boekoe sabagitoe roepa tiada ada sama sekali, mendjadi beloom di mendaitarken oetawa djika- loe itoe boekoe-boekoe bolehnja hilang, oetawa bolehnja di melantjoengken, oetawa di mengobahken, oetawa di soweki, oetawa di meniadaken, oetawa di mengelamken, oetawa di karoesaken; sahandenja di dalem itoe boekoe-boekoe ada soerat-soerat jang tida di massoeki, oetawa sahandenja di dalem itoe soerat-soerat ada kasalakan apa-apa, siapa-siapa jang tertarik di dalem itoe perkara boleh memoehoenken

biarlah itoe boekoe-boekoe bolehnja di betoelken oetawa di menambahken.

FATSAL 14.

Permoehoenannja misti di mempersembahken kapada Rad van Jostitie jang di bawah hoekoematnja sapa itoe boekoe- boekoenja misti di memegangken, dan itoe hakim nanti memoetoesken itoe tjideranja sasoedahnja di timbang-me- nirnbangken pikirannja fiskaal, dan kaloe perloe sasoedah- nja di menenggarken siapa-siapa jang bolehnja tertarik di dalem itoe tjidera ; dari kapoetoesannja Kad Justitie boleh memoehoenken kapoetoesannja Hoekoem besar.

FATSAL 15.

Itoe kapoetoesan tjoemah lakoe sadja boewat siapa-siapa jang memoehoenken itoe kapoetoesan oetawa jang bolehnja di menenggarken oleh hakim sawaktoenja itoe tjidera bo- lehnja di papriksaken.

(15)

FATSAL 16.

Segala poetoesannja hakim jang ai seboeti di dalem fatsal 14 dan 15, sasoedahnja di tetep tida boleh di mengo- bahken lagi misti di mendaftarken oleh pendjabat, jang di seboeti di dalem fatsal 4, di dalem boekoe-boekoenja di dalem satahoennja jang berdjalan, sawaktoenja kapan itoe kapoetoesannja hakim bolehnja di menarimaken oleh itoe pendjabat, dan dari kapoetoesannja hakim dari perkaranja hal membetoelken soerat-soerat jang memang soedah ada, itoe kapoetoesan misti di menandaiken djoega di pinggirnja itoe soerat-soerat jang bolehnja di membetoelken, sabagi- mana bolehnja di menantoekan di dalem pengatoeran dari hal memegangken dan mendaftarken boekoe-boekoenja pe- ranakan, kawinan pertjerejan dan kamatian. (*)

EAB JANG KATIGA

P A D A H A L M E N J A T A K E N T E M P A T K A D O E D O E K A N O R A N G .

FATSAL 17.

Masing-masing orang di pandang ada tempat kadoedoe- kannja, di tempat jang ija beroemah (dengan tetap).

Djikaloe tiada ada roemah tempat kadoedoekannja, maka tempat kediamannjalah kabilangan.

FATSAL 18.

Orang jang mengalih, dengan niatan aken doedoek dengan tetap pada negri lain, maka ija itoe di kataken berpindah tempat kadoedoekannja.

FATSAL 19.

Barang siapa berniat aken berpindah, wadjib membri tahoeken itoe kapada kapala negri jang di tinggalken itoe dan kapada kapala negri di mana ija datang doedoek.

(*) Melihat fatsal 5.

(16)

Sahandenja ija tida melakoeken itoe pernberitahoean, nijat- nja aken berpindah misti di menarangken dari ija poenja kalakoean (1).

FATSAL 20.

Barang siapa mamegang pangkat dalam pekerdjaän negri maka tempat jang mana ija mendjalanken pekerdjaän itoelah djadi tempat kadoedoekannja,

FATSAL 21.

Saörang prampoeän jang telah bersoewami maka tiada lain tempat kadoedoekannja melainken di tempat soewami- nja djoega. Anak-anak jang belom sampei oemoer toeroet tempat kadoedoekan iboe bapanja atau walinja (voogd).

Orang-orang jang soedah di taroh di bawah prentah wali (kurateel) toeroet tempat kadoedoekan walinja.

FATSAL 22.

Boedjang-boedjang atau toekang-toekang, maka tempat kadoedoekannja di roemah toeannja, tempat jang marika bekerdja, itoepoen djikaloe marika tinggal bersama-sama dengan toeannja.

FATSAL 23.

Roemah kamatian orang jang meninggal doeuia ija itoe di tempat kadoedoekannja jang achir (2).

FATSAL 24.

Djikaloe membikin perdjandjian (kontrak) maka kadoewa pihak, atau salah soewatoe pihak sahadja, boleh pilih lain tempat kadoedoekan, boleh djoega di loewar tempat kadoe-

(1) Siapa-siapa jang pindah misti memberi tahoe kapada kaiiala negeri oetawa kampong lama dan baharoe; kaloe tida dihoekoemken denda lima belas roepijah (pengatoeran poelisi).

(2) Artinja djikaloe saorang ada dalam perdjalanan ataa pergi-pergian laloe mati di mana-mana maka pcrksranja di selesihken di tempat kadoedoekannja.

(17)

doekannja jang betoel, boewat perkara kontrak itoe, maka di pilibnja dengan soerat acte (1).

Manakala tiada di perhinggaken maka segala perkara jang terdjadi boleb di djalanken di tempat jang terpilih itoe, hingga eksekusi, tetapi boleh di perhinggaken oleh kadoewa pihak sebagitnana soekanja sendiri. Dalam hal jang demikian itoe maka segala soerat panggilan dan soerat .

sita dan lain-lain di djalanken pada tempat kadoedoekan jang terpilih dan perkaranja di preksa dan di hoekoemken oleh hakim di tempat itoe djoega.

FATSAL 25.

Djikaloe tiada soedah di djandjiken lain roepa, dengan kontrak, maka sembarang pihak jang bikin kontrak boleh djoega berpindah dari pada tampat kadoedoekannja, asal djangan lebih djaoeh dari sapoeloeh paal dari pada tampat kadoedoekannja jang lama, tetapi dari hal berpindah itoe misti di memberi bertahoeken dengan soeratnja djoeroe sita kapada pihak jang lajin.

BAB JANG KA-AMPAT

DAKI NIKAHH

Atoeran jang moethlak.

FATSAL 26.

Di dalem kitab negeri itoe nikahh tjoemah di timbang- menimbangken dari peroeboengannja orang-orang marda- hika satoe pada lajin (2).

BAHAGIAN JANG PERTAMA

Dari kaädaän dan sjarth-sjarth jang perloe akan hal memboewatken Nikahh.

(1) Orang-orang jang bikin, kontrak selamanja tentoeken tempat kadoedoe- kannja, di mana toleh tjahri aken dia, kaloe ada perkara atau stori.

(2)—Dari perkara agama oetawa bangsanja kitab negeri tida nijatlab, orang nazarani boleh kawin sama orang Islam oetawa Jahoedi, orang Olanda boleh kawin sama orang Djawa oetawa Tjina oetawa lajia-lajin bangsa.

(18)

FATSAL 27.

Satoe orang lelaki tjoemah boleh kawinken satoe peram- poewan, dan satoe perampoewan tjoemah boleh mendjadi bininja satoe orang lelaki (I).

FATSAL 28.

Siapa-siapa lelaki bini jang mengharep kawin satoe pada lajin mesti mengharep dengan sasoekanja sendiri, ija orang tida boleh di paksa.

FATSAL 29.

Satoe orang lelaki jang beloom tetep oemoernja delapan belas tahoen dan satoe orang perampoewan jang beloom tetep oemoernja lima belas tahoen beloom boleh kawin Tetapi maski lelakinja beloom sampeh oemoernja dela- pan belas tahoen oetawa perampoewannja beloom sampeh oemoernja lima belas tahoen, sahandenja ada sebabnjajang perloe, Sripadoeka Jang di Pertoewan besar Goebernoer Djendral boleh idinken biarlah ija orang di kawinken (2).

FATSAL 30.

Siapa-siapa jang mendjadi sanak-soedaranja toeroen me- noeroen saperti anak, tjoetjoe dan lajin-lajin, ma bapa, neneh mojang, apa lagi soedara-soedara betoel, mendjadi anak- anaknja satoe ma bapa, oetawa satoe ma, oetawa satoe bapa, maski ija orang mendjadi sanak soedara dari nikah oetawa di loewar nikah, apa lagi ma oetawa bapa tiri dan anak

(1) — Djikaloe satoenja lelaki oetawa bini soedah bolehnja mati jang djanda boleh kawin kombali, djikaloe laki bini soedah bertjerei doewa-doewanja boleh kawin kombali pada lajin-lajin orang ; siapa-siapa lelaki bini jang ada doewa bini oetawa doewa lelaki sama sekali, mendjadi siapa-siapa jang melanggarken katantoeannja fatsal 27 di hoekoemken pakerdjaän paksa dari lima sesampelnya lima belas tahoen (kitah hoekoeman siksa fatsal 256).

(2) Itoe sebab-sebabnja j a n g perloe sabagimana timbangannja Sripadoeka Jang di Pertoewan besar Goebernoer Djendral.

(19)

kwalon, dan mertoewa dan memantoe, itoe samoeanja tida boleh kawin satoe pada lajin.

FATSAL 31.

Apalagi siapa-siapa jang di seboeti di bawah ini tida boleh kawin satoe pada lajin:

1 — Ipar-ipar, maski anak kawin, maski anak goendik.

2 — Soedaranja oetawa pamannja oetawa bibinja siapa- siapa sama ija poenja anak, maski toeroenannja bini kawin, maski toeroenannja goendik.

Tetapi sahandenja ada sebabnja jang perloe, Sripadoeka Jang di Pertoewan besar Goebernoer Djendral boleh idin- ken biarlah itoe sanak-soedara jang di seboeti di dalem fatsal ini boleh kawin satoe pada lajin (*).

FATSAL 32.

Siapa-siapa jang sabagimana kapoetoesannja terang soe- dah berkendak, salamanja tida boleh kawin sama temannja berkendakannja.

FATSAL 33.

Siapa-siapa jang soedah bertjerej satoe pada lajin ken- dati sebabnja apa tida boleh kawin kombali satoe pada lajin.

# FATSYL 34.

Perampoewan jang lakinja bolebnja maninggalken doe- nijah oetawa jang soedah bertjerej tida boleh kawin kom- bali sabeloomnja kaliwatannja tiga ratoes hari, terhitoeng dari waktoenja ija poenja laki bolehnja mati, oetawa hari- nja kapoetoesannja hakim dari pertjerejannja.

(*) Sripadoeka Jang di Pertoewan besar Goebernoer Djendral tjoemab meme- gangken itoe koewasa boeft'at itoe sanak soedara jang di seboeti di dalem fatsal 31, tetapi siapa-siapa jang di seboeti di dalem fatsal 30 tida boleh sekali kawin satoe pada lajin.

(20)

FATSAL 35.

Anak-anak jang halal, sabeloomnja sasampehnja oemoer- nja doewa poeloeh tiga tahoen, tida boleh kawin, nielajin- ken dengan kaïdinannja ajah bondanja, oetawa bapanja sendiri, djikaloe manja tida membri beitahoeken pikirannja oetawa pikirannja tida tjotjok bersarna-sama pikirannja ba- panja.

Sahandenja tjoemah bapanja jang memberikan idinnja, dari sebabnja mamanja tida hendak memberiken idinnja bapanja mesti njataken di dalem soerat idjazat oetawa di hadepannja pendjabat jang melakoeken nikahhnja. jang idin- nja manja soedah di memoehoenken.

Sahandenja bapanja soedah meninggalken doenijah oetawa tida bisa njataken kahendaknja, itoe anak-anak tida boleh kawin, melajinken dengan idinnja iboenja (*).

FATSAL 36.

Sahandenja bapa iboenja doewa-doewa soedah mati oeta- wa tida bisa njataken kahendaknja, itoe anak-anak jang di seboeti di dalem fatsal 35 misti memoehoenken idinnja nenandanja, bapanja ija orang poenja bapa

Sahandenja bapanja ija orang poenja bapa tida ada, ija orang mesti memoehoenken idinnja bapanja ija orang poenja iboe.

FATSAL 37. .

Djikaloe nenandanja doewa-doewa tida ada, ija orang mesti memoehoenken idinnja iboenja ija orang poenja bapa, oetawa djika itoe tida ada, iboenja ija orang poenja iboe.

(*) AnakTank jang beloom tjoekoep oemoernja doewa poeloeh tiga tahoen masi meudjadi apa orang Olanda berkata minderjarig; itoe mengartinja beloom akal baligh; beloom boleh memegangken dirinja sendiri. Ajah bondanja doewa-doewa mesti memberiken idin, tetapi idinnja bapanja sendiri tjoekoep, sebab koewasanja bapanja lebih besar dari koewasanja iboenja; tetapi kaloe bapanja soedah tida ada, oetawa mendjadi gila oetawa pigi tida koeroewan di mana, idinnja iboenja perloe sekali.

(21)

FATSAL 38.

Sahandenja ajah bondanja daD nenandanja dan memek- nja, sabagimana di seboeti di dalem fatsal 35, 36 dan 37, samoewa soedah tida ada oetawa tida bissa njataken ka- hendaknja, itoe anak-anak jang beloom tjoekoep oemoernja doewa poeloeb tiga taboen tida boleh kawin melajinken dengan idinnja walinja dan Weeskamer.

Djikaloe walinja dan Weeskamer doewa doewanja oetawa salah satoenja tida memberiken idinnja, itoe anak-anak boleh mempersembahken soerat permoehoenan kapada Rad van Justisi, dan itoe hakim boleh memberiken idinnja, sasoedahnja walinja di menenggarken timbangannja dan Weeskamer soedah mendaftarken pikirannja.

Sahandenja tampat kadoedoekannja walinja ada djaoeh dari tampat kadoedoekannja hakim, hakim boleh wakilken satoe pendjabat akan hal menenggarken itoe wali.

Sanak soedaranja itoe anak-anak misti djoega di meneng- garken oetawa di shaken di hadepannja hakim oetawa pen- djabat jang wakilken (*).

FATSAL 39.

Itoe kapoetoesannja hakim di atas permoehoenannja, jang di seboeti di dalem fatsal 38, kendati permoehoenannja di menarimaken kendati tida, di memoetoesken dengan firman, sasoedahnja di timbang-menimbangken timbangannja toewan

(*) Siapa-siapa jang membatjaken ini katantoeanuj a mesti ingatken baik-baik kamahoeannja hoekoem.

Djikaloe bapanja oetawa iboenja oetawa nenandanja oetawa memeknja tida memberikan idinnja, sabagimana di menantoeken di dalem fatsal 35, 36 dan 37 itoe anak-anak tida boleh, sekali kawin, ija orang mesti toenggoe sasampehnja tjoekoep oemoernja doewa poeloeli tiga tahoen.

Tetapi djikaloe ija orang soedab tida poenja ajali bondanja oetawa nenek mo- jangnja, oetawa itoe ajab bondanja dan nenek mojangnja tida bisa njataken

kamahoeannja, ija orang mesti memoehoenken idinnja walinja dan weeskamer, oetawa, boleh memoehoenken idinnja hakim, dan hakim nanti timbang-menimbang apa hal enggannja itoe wali oetawa weeskamer boleh di bilangi patoet apa tida.

(22)

fiskal; dan itoe kapoetoesan tida boleh di membawaken di hadepannja hakim jang lebih tinggi.

FATSAL 40.

Anak-anak kendak, jang soedah di diakoenja anaknja oleh bapanja, sabelomnja tjoekoep oemoernja doewa poeloeh tiga tahoen, tida boleh kawin melajinken dengan idinnja bapanja.

Djikaloe bapanja tida ada, idinnja iboenja perloe.

Sahandenja iboenja bangsa anak negeri oetawa dari bang- sanja jang bersama-sama bangsa anak negeri, itoe anak-anak, sahandenja bapanja tida ada, mesti memoehoenken idinnja Rad van Justisi dan kapoetoesannja itoe hakim tetep sabagi- mana di menantoeken di dalem fatsal 39 (*).

FATSAL 41.

Anak-anak kendati jang tida di akoenja oleh iboe ba- panja, apalagi anak-anak jang soedah di akoenja oleh iboe bapanja, tetapi jang poenjanja ajab bondanja soedah me- ninggalken doenijah oetawa tida bisa njataken kamahoean- nja, sabeloomnja tjoekoep oemoer doewa poeloeh tiga tahoen, tida boleh kawin melajinken dengan idinnja walinja dan Weeskamer. Sahandenja doewa-doewa oetawa salah satoenja tida memberiken idinnja, itoe anak-anak boleh memoehoen- ken idinnja Rad van Joestisi dan itoe permoehoenan nanti di memoetoesken sabagimana di menantoeken di dalem fatsal 38 dan 39.

(*) Anak-anak kendak, sahandenja iboenja anak negeri, oetawa Arab, kodja, Tjina oetawa lajin-lajin bangsa, jang bersama-sama bangsanja anak negri kendati bapanja orang Olanda, kaloe beloom diakoenja anaknja oleb bapanja djadi sama bangsanja saperti iboenja, tetapi sahandenja bapanja orang Olanda dan soedah diakoenja anaknja oleh bapanja mendjadi bangsa orang Ollanda Melihat Staats- blad Melajoe Bagian II, katjitakan katiga, Lembar 47, katrangannja.

(23)

FATSAL 42.

Anak-anak halal, kendati soedali tjoekoep oemoer doewa poeloeh tiga tahoen mendjadi soedah akal baligh, tetapi jang oemoernja beloona tjoekoep tiga poeloeh tahoen, sa-

handenja ija orang mengharep kawin, mesti memoehoenken idinnja ajali bondanja lebih dahoeloe. Sahandenja ajah bon- danja tida memberiken idinnja, ija orang boleh mamoehoen- ken pertoeloengannja Rad van Justisi, jang di dalem hoe- koematnja sapa bapanja oetawa iboenja bolehnja beroemah, dan dengan hal menoeroetken katantoeannja fatsal 43, 44, 45, dan 46 (*).

FATSAL 43.

Di dalem tiga minggon oetawa lajin waktoe sabagimana hakim nanti tetepken sasoedahnja permoehoenannja anaknja soedah di menarimaken oleh hakim, nanti hakim menjoeroeh bapanja oetawa iboenja dan anaknja menghadep di ha- depannja hakim, dan di mana itoe koempoelan siapa-siapa jang tida toeroet hoekoem tida boleh menghadap meneng-

garken itoe perkara, mendjadi pintoenja tertoetoep ; dan nanti hakim njataken pikirannja, timbang menimbang kebajik- annja bapanja oetawa iboenja dan anaknja. Sahandenja bapanja oetawa iboenja dan anaknja doewa-doewa mengha- dep, nanti di mendafiarken satoe procesverbal, tetapi di dalem itoe soerat hal ahwal perkaranja tida boleh di seboeti

(*) Orang Olanda jang soedali tjoekoep oemoernja doewa poeloeh tiga tahoen itoe mendjadi meerderjarig, mendjadi sampeh oemoernja boleh memeliharaken kakajaiinnja sendiri

Orang Arah, kodja, Tjiua dan lajiu-lajin bangsa jang hersama-samaken bang- sanja anak negeri rnesti djoega tjoekoep oemoernja doewa poeloeh tiga tahoeu boewat mendjadi meerderjarig (akal baligh). Staatsblad 18B5 No. 79.

Di dalem agama Islam itoe waktoenja akal baligh boewat anak-anak lelaki tida boleh koerang oemoernja doewa belas sasampehnja delapan belas tahoeu, boewat anak-anak perampoewan tida boleh koerang oemoer sembilan sesampehiija oemoer toedjoeh belas tahoen.

Burgelijk Wetboek 2

t^Êm

(24)

penoendjoekannja bapanja oetawa iboenja dan anaknja dan pembitjaraännja hakim (*).

FATSAL 44.

Sahandenja bapanja oetawa iboenja soedah di sita tetapi tida menghadep di liadepannja hakin, sabagimana di me- nantoeken di dalem fatsal 43, itoe anak lantas boleh kawin, dengan hal mempersambahken kapada pendjabat itoe soerat procesverbaal jang terang bapanja oetawa iboenja tida meng- hadep.

FATSAL 45.

Sahandenja anaknja soedah di sita tetapi tida menghadep, ija tida boleh kawin melajinken mesti mempersembahken soerat permoehoenan baroe kapada hakim

FATSAL 46.

Sahandenja bapanja oetawa iboenja dan anaknja doewa- doewa menghadep di hadepannja hakim tetapi bapanja oe- tawa iboenja tetep tida soeka memberiken idin kapada anak aken ija bolehnja kawin, Hoe anak tida lantas boleh kawin tetapi mesti menantiken tiga boelan, saliwatnja harinja

(*) Sahandenja ajab. bondanja doewa doewa maai hidoep, dan bapanja jang tida memberiken idin pada anaknja akan nikah, bapanja jang di sitaken di hadepannja hakim; tetapi sahandenja bapanja soedah meninggalken doemjah oetawa tida bissa njatakea kamahoeannja, ija iboenja jang di sitaken di hadepan- nja hakim.

Djikaloe pikirannja hakim jang bapanja oetawa iboenja poenja dalil apa sebabnja ija tida memberiken idzin kapada anaknja boewat kawin ada betoel, nanti tentoe hakim membri natsihat kapada anaknja biarlah ija djangan kawin; tetapi sahandenja pikirannja hakim jang penoendjoekannja bapanja oetawa iboenja tida betoel, tentoe hakim nanti mengadjaken bapanja oetawa iboenja biarlah ija memberiken idinnja kapada anaknja biarlah itoe anak teroes boleh kawin —die dalem itoe daftar oetawa procesverbal tjoemah di seboeti aadjajang bapanja oetawa iboenja soedah menghadep ; pembitjaraännja tida bole di seboeti.

(25)

waktoenja doewa-doewa bolelinja menghadep di hadepannja hakim (1).

FATSAL 47.

Anak-anak kendak jang soedah di akoenja oleh bapanja, jang soedah tetep oemoernja doewa poeloeh tiga tahoen, tetapi beloont oemoernja tjoekoep tiga poeloeh tahoen, mesti djoega akan nikah memoehoenken idinnja bapanja, oetawa, kaloe bapanja soedah meninggalken doeniah oetawa tida bissa njataken kamahoeannja, idinnja iboenja, djikaloe iboe- nja asal orang Olanda, dan kaloe bapanja oetawa iboenja tida memberiken idinnja, itoe anak-anak mesti menoeroeti djoega katantoeannja fatsal 42, 43, 44, 45 dan 46 (2).

FATSAL 48.

Djikaloe bapanja oetawa iboenja tida ada di mana tanah Hindia Nederland, Sripadoeka Jang di Pertoewan Besar G-oebernoer Djendral boleh memberiken i din, biarlah ka- tantoeannja fatsal 42, 43, 44, 45, 46 dan 47 tida oesah di menoeroeti.

FATSAL 49.

Dari perkaranja anak-anak jang beloom sampek oemoer doewa poeloeh tiga tahoen dan jang mengharep nikah,

(1) Siapa-siapa jang soedah tjoekoep oemoernja doewa poeloeh tiga tahoen tida boleh s kali di larangken akan beristeriken oetawa berlakiken; itoe penga- toerannja fatsal 4'î, 44, 45, dan 46 mengertinja kahormatannja anak-anak boewat ajah bondanja; sasoedahuja itoe anak soedah holehnja menghadep di hadepannja hakim, kendati ajah bondanja salah satoenja memberiken idin oetawa tida, itoe anak teroes boleh kawin sasoekanja sendiri; Ijoeinah kaloe bapanja oetawa iboenja teroes tida mengharep memberiken idinnja itoe anak mesti ineuautiken tiga boelan.

(3) Anak-anak kendak jang tida di akoenja oleh bapanja dan iboenja sahan- denja ija orang soedah tjoekoep oemoer doewa poeloeh tiga tahoen, kendati be- loom sampeh oemoer tiga poeloeh tahoen, boleh beristerikan oetawa berlakikan sasotdcanja sendiri, tida oesah memoehoenken idinnja sapa-sapa.

Sabagitoe djoega siapa-siapa anak halal oetawa anak kendak, kaloe soedah sampeh oemoernja doewa poeloeh tiga tahoen. dan bapanja dan iboenja doewa doewa soedah meninggalken doenijah oetawa tida bissa njataken kamahoeannja, boleh nikah, tiada oesah meinotdioenken idinnja sapa-sapa.

(26)

kendati bapanja oetawa iboenja. oetawa nenek mojangnja tida ada di mana tanah Hindia Nederland, ija orang mesti memoehoenken idinnja bapanja oetawa iboenja oetawa salah satoenja nenek mojangnja, sebagimana dimenantoekan di dalem fatsal 35, 36, 37 dan 41 (1).

PEMBAHAGIAN KADOEWA.

Dari roepa-roepa adat istiri adat oetawa permistiannja siapa-siapa jang mengbarep beristeriken dan berlakiken.

FATSAL 50.

Siapa-siapa jang mengharep nikah mesti memberiken per- njataännja kapada penggawe jang di seboeti di dalem fatsal 4, jang memegangken itoe pendjabatan di mana tampat ka- doedoekannja lelakinja oetawa perampoewannja salah sa- toenja (2).

FATSAL 51.

Itoe pernjataän boleh di melakoeken dengan lidah oleh doewa-doewanja laki perampoewannja oetawa dengan soerat jang menerangkan bajik-bajik kamahoeannja, dan nanti itoe pendjabat mendaftarken satoe soerat di dalem boekoenja jang di seboeti di dalem fatsal 4 (3).

FATSAL 52.

Sabelomnja nikabnja di menjoenggoehkan itoe pendjabat misti mendaftarken doewa pemberitahoean di dalem doewa

(1) Itoe idinnja bapanja oetawa iboenja oetawa salah satoenja nenek mojangnja boleh di memberiken dengan lidah di hadepannja pendjabat jang mesti mendaf- tarken soerat nikah, tetapi boleh di memberiken djoega dengan soerat notaris.

(2) Siapa-siapa jang mengharep nikah boleh kawin di mana tampat kadoe- doekannja lakinja oetawa perampoewannja sabagimana soekanja sendiri.

(3) Itoe soerat penjataiinnja dari pengharepan mahoe nikah tida misti di mendaftarken di atas kartss tjap — Melihat staatsblad Melajoe, Bagian I, katjita- kan ka-empat, lembar 53 § 4,6.

(27)

hari minggoe Jang pertama kali wat harinja itoe penggawe menarïmaken soerat pernjataännja oetawa jang waktoenja kapan siapa-siapa jang mengharep kawin soedah boleknja lneinberiken bertahoeannja dengan lidah jang ija orang meng- harep nikah, sabagimana katantoeannja fatsal 51, dan itoe soerat pemberitahoean misti di menempelken di hadepannja itoe penggawe poenja kantor.

Di dalem itoe pemberitahoean dan di dalem soeratnja jang di mendaftarken di dalem boekoenja, jang di seboeti

di dalem fatsal 4, misti di mengataken:

1. namanja ketjil dan namanja assal, oemoernja, djawatan oetawa pakerdjaänja dan tempat kadoedoekannja siapa-siapa jang mengharep nikah, doewa-doewanja, lakinja dan peram-

poewannja; apa lagi sahandenja ija orang dahoeloe soedah nikah pada lajin orang, namanja lakinja oetawa isterinja jang dahoeloe ;

2.) namanja ketjil dan assal, pendjawatannja oetawa paker- djaännja dan tempat kadoedoekannja ija orang ampoenja ajah bonda;

3.) harinja dan djamnja waktoenja kapan, dan tempatnja di mana itoe pemberitahoean bolehnja di melakoekan, apa lagi apa itoe pemberitahoean jang pertama oetawa jang kadoewa.

FATSAL 53.

Sahandenja doewa-doewanja laki dan perampoewannja tida berdoedoek di mana pegangannja satoe penggawe, tetapi di mana pegangannja docwa penggawe, itoe pem- beritahoean misti di melakoeken di mana itoe doewa peng- gawe, tetep sabagimana katantoeannja fatsal 52.

FATSAL 54.

Sahandenja doewa-doewanja laki perampoewannja oetawa salah satoenja dahoeloe berdoedoedoek di dalem pegangan-

(28)

nja lajin pendjabat tetapi belom anam boelan bolehnja men- galih, itoe pemberitahoean mesti djoega di melakoeken di mana pegangannja itoe penggawe jaag dahoeloe.

Tetapi Sripadoeka jang di pertoewan besar Goebernoer Djendral boleh memberiken idin biarlah katantoeannja fafsal ini djanganlah di menoeroeti.

FATSAL 55.

Di dalem itoe delapan hari dari hari minggoe jang per- tama sampek- hari minggoe jang kadoewa satoe salinannja itoe 'soerat pemberitahoean misti tinggal di menempelken di hadepannja kantornja itoe penggawe, sabagimana di me- nantoeken di dalem fatsal 52.

FATSAL 56.

Sripadoeka Jang di Pertoewan besar Goebernoer Djen- dral oetawa lajin-lajin penggawe, jang di mengoewasaken oleh Goebernoer Djendral, boleh karoeniaken biarlah itoe pemberitahoean jang kadoewa djanganlah di mendaftarken sahandenja ada sebabnja jang perloe (*).

FATSAL 57.

Sahandenja satoe tab oen soedah kali wat, terhitoeng dari waktoenja pemberitahoean jang kadoewa, nikahnja belom di menjoedahken, itoe pemberitahoean tida ada bergoenanja

(*) Itoe penggawe-penggawe jang di mengoewasaken oleh Sripadoeka jang di Pertoewan Besar Goebernoer Djendral ij a itoe residen-residen, Goebernoer Goebernoer dan lajin-lajin pernangkoe jang koewasanja tetap saperti koewasauja residen, itoe pemangkce-pemangkoe di dalem poeloe Djawa dan Madoera di dalem- delapan hari dan di mana lajin-lajin poelo salekas bolehnja misti mempersam- bahken kapada Sripadoeka Jang di Pertoewan besar Goebernoer Djendral dan kapada Prokoeroer Djendral satoe salinan dari itoe soerat idin dan mesti me- ncendjoeken sebabnja apa jang perloe (Staatsblad 1849 No. 25).

(29)

apa-apa lagi, dan itoe peniberitahoean mesti di melakoeken lagi sabagimana katantoeannja fatsal 52 (f).

FATSAL 58.

Sahandenja doewa orang lelaki perampoewan soedah ber- djandji satoe pada lajin aken nikah, tetapi salah satoenja moendoer, tida mahoe memegangken oetawa menjampekan djandjinja, itoe satoenja jang di oendoerken tida boleh si- taken lajinnja di hadapennja hakim aken bolehnja menjam- peken djandjiannja oetawa membajarken karoegiannja; se- gala perdjandjian jang bolehnja di memboewati, jang siapa- siapa jang tida mengharep menjampeken djandjinja kawin misti membajarken oewang karoegiannja kapada jang di oendoerken tida ada bergoenanja, tida boleh di menarimaken oleh hakim.

Tetapi sahandenja doewa-doewa soedah bolehnja menja- taken kapada penggawe jang ija orang mengharep nikah satoe pada lajin, dan pemberitahoeannja jang pertama soe- dah di mendaftarken oleh itoe penggawe, dan salah satoenja bolehnja moendoer, dan jang di oendoerken soedah kena- karoegiannja betoel-betoel dari sebab salah satoenja tida mengharep menjampeken djandjinja kawin, siapa jang di oendoerken boleh sitahken lajinnja di hadepannja hakim, aken pembajarannja itoe karoegiannja, boekan aken peng- gantiannya ija ampoenja kakoerangan laba.

Saliwatnja delapan belas boelan terhitoeng dari waktoenja kapan itoe pemberitahoeannja jang pertama bo lelmja di mendaftarken, itoe penagian tida boleh di memba waken lagi di hadepannja hakim, soedah hilang haknja.

(t) Sahandenja itoe penggawe poenja pikiran jang siapa-siapa jahg mengharep kawin ada sehabnja jang ija orang tida boleh kawin satoe pada lajin itoe pengga- we tida melakoeken itoe pemberitahoeati, tetapi ija misti mendaftarken satoe soerat dengan peuoendjoekanuja apa sehabnja itoe doewa orang sabagimana pi- kirannja itoe penggewe tida boleh kawin satoe pada lajin, dan satoe salinantija itoe soerat di menarimaken kapada siapa jang mengharep kawin (Staatsblad 1849 No. 25 fatsal 74).

(30)

PEMBAHGIAN JANG KATIGA.

DARI PENEGAHANNJA NIKAH.

FATSAL 59.

Siapa-siapa jang boleh menegahken djanganlah nikahnja di soedahken ija lali siapa-siapa jang diseboeti di dalem fatsal-fatsal 60 sasampehnja 65 akan sebab-sebabnja jang di menantoeken di dalem itoe fatsal-fatsal.

FATSAL 60.

Lakinja oetawa bininja jang masih belo in bertjereh deDgan perampoewan oetawa lelaki jang mengharep kawin kombali, dan anak-anaknja jang terlahir di du lem itoe nikah jang per- tama, dari sebabnja itoe sadja. (1)

FATSAL 61.

Bapanja oetawa salahnja bapanja, iboenja boleh mene- gahken nikahnja anaknja dari sebab-sebabnja jang di seboeti di bawah ini:

Je. sahandenja anaknja belorn sampeh oemoernja doewa poeloe tiga tahoen belom dapet idinnja bapanja oetawa iboenja. (2)

2e. sahandenja anaknja soedah sampeh oemoernja doewa poeloeh tiga tahoen tetapi belom tjoekoep oemoernja tiga poeloeh tahoen belom mendapat idinnja bapanja oetawa iboenja, dan sahandenja itoe idin tida di memberiken, belom mempersembahken pertoeloengannja hakim. (3)

3e. sahandenja salah satoenja jang mengharep kawin ada koerang bajik ingetannja dan soedah di menarohken di bawah- nja walijat oetawa soedah di memoehoenken walijatnja kapa- da hakim dan hakim belom memoetoesken itoe permoehoenan.

(1). Melihat fatsal 27.

(2). Melihat falsal 35 dan 40.

(3). Melihat fatsal 42, 43, 44, 45, 46, dan 47

(31)

4e. sahandenja salah satoenja jang mengharep kawin tida boleh kawin, sabagimana katantoeannja pembahagian- nja jang pertama dari bab ini (1).

5e. sahandenja siapa-siapa jang anaknja mengharep ka- winken kena perkaranja kadjahatan soedah di hoekoemken hoekoeman jang berkedjikan oetawa perkaranja masih tergantoeng di hadepannja hakim.

6e. sahandenja pemberitaoehannja itoe nikah belom di mendaftarken dan di menempelken (2).

7e. sahandenja siapa jang anaknja mengharep kawin ada di bawah walijat dari sebab pemboeroesannja hartanja, dan tem- toe anaknja nanti tjilaka sahandenja itoe nikah di teroesken.

FATSAL 62.

Sahandenja bapa iboenja doewa-doewa tida ada neneh mojangnja boleh menegahken nikahnja tjoetjoenja dari sebab-sebabnja jang di seboeti di dalem § 1, 3, 4, b, 6 dan 7 dari fatsal 61.

Boewat itoe nenekmojangnja jang boleh menegahken itoe nikah misti di menoeroeti katantoeannja fatsal 36 dan 37 (3).

Sahandenja nenekmojangnja soedah tiada soedara-soedara- nja, paman-pamanDJa, dan bibi-bibinja, apa lagi walinja dan weeskamer boleh menegahken nikahnja dari sebab sebabnja jang di seboeti di bawah ini :

le. sahandenja siapa siapa jang mengharep kawin me- langgarken katentoeannja fatsal 38 dan 41.

2e. dari sebab-sebabnja jang di seboeti di dalem § 3, 4, 5 dan 6 dari fatsal 61.

FATSAL 64.

Sahandenja satoe perampoewan jang nikahnja jang per-

(1). Melihat fatsal 27 sasampenja fatsal 49.

(2). Melibat fatsal 52/. 53, 54, 55, 56 dan 57.

(3). Mendjadi termoclanja bapanja itoe anak poenja bapa, bapanja ija poenja iboe, dan iboenja bapanja dan iboenja ija poenja iboe.

(32)

tama soedah di tjerejken niengharep kawin kombali sa- belom kaliwatannja tiga ratoes hari terliitoeng dari wak- toenja kapan itoe nikah jang pertama bolehnja di tjerejken ija poenja laki jang dahoeloe boleh menegahken itoe nikah baharoe (1).

FATSAL 65.

Segala nikah mesti di menegahken oleh toewan tiskaal sahandenja ada sebab-sebabnja salah satoenja sabagimana di seboeti di dalem fatsal 27 sasampehnja fatsal 34.

FATSAL 66.

Itoe perkara penegahannja nikah mesti di membawaken di hadepannja Rad van Justiti jang di bawah hoekoematnja sapa itoe pendjabat jang mesti mendaftarken itoe soerat nikah ampoenja tampat kadoedoekan (2).

FATSAL 67.

Di dalem itoe soerat penegahannja nikah mesti di seboe- ti segala sebab-sebabnja kenapa itoe nikah tida boleh di mendjadiken ; djikaloe ada lajin-lajin sebabnja jang beloom terang sawaktoenja itoe soerat penegahan di mendaftarken itoe lajin-lajin sebabnja boleh di menoendjoekan djoega kapada hakim.

(1). Melihat fatsal 34-

(2) Itoe hoekoem uamanja Ead van Justisi ada lima di dalem tanah Hindia Niderland: di Betawi di Semarang, di Soerabaja, di Padang dan di Makassar.

Hoekoematnja saperti di bawah ini : 1. Betawi boewat karesidenan Betawi, Banten, Krawang, Priangan, Tjirebon, Borneo sabelah koelon, Bank», Kiouw, Sumatra sebelah wetan, Palembang, Lampoeng dan assistent-residenan Rillitoeng; — 2 , Semarang, boewat Karesidanan Semarang, Tegal, Pekalongan, Djapara, Kembang, Banjoemas, Bagelen, Kudoe, Djokdjakerta, Soerakarta dan Madioen; — 3, Soera- baja, boewat karesidenan Soerabaja, Madoera, Pasoeroean, Probolinggo, Besoeki, Kediri, Bali dan Lombok, dan Borneo sabelah kidoel; dan wetan, — 4, Padang, boewat Boebememcn Soematra koelon dan Atjch dan karesidenan Benkock-n, dan, 5 — Makassar, boewat Goebernemen Celebes, dan karesidan Timor, Ambon.. Teraate dan Menado.

(33)

FATSAL 68.

Di dalem kitab pengatoeran dari penagihannja hoetang pioetang di nienantoekan sebagimana itoe penagihannja mesti di melakoekan dan sabagimana mesti memoehoenken kapada hakim biarlah itoe penegahan boleh di meniadaken (f).

FATSAL 69.

Sahandenja hakim tida moeafakati itoe sebab-sebabnja jang di seboeti di dalem itoe soerat penegahan, dan itoe permoehoenan biarlah itoe nikah bolehnja di larangken oleh hakim, tida di menarimaken oleh hakim, siapa-siapa jang membawaken itoe penegahan di hadepannja hakimmesti membajarken belandja hoekoem dan segala karoegiannja ; tjoemah toewan fiskaal, anak-anaknja, ajah bondanja dan nenek mojangnja tida boleh di hoekoemken akan hal memi koelken itoe belandja hoekoem dan karoegiannja.

FATSAL 70.

Sahandenja toewan pendjabat soedah di menerangken jang satoe nikah bolehnja di menegahken, ija tida boleh mendjadiken itoe nikah, sabelomnja ija soedah menarimaken satoe kapoetoesannja hakim oetawa satoe soerat jang di mendaftarken oleh notaris, jang itoe penegahan soedah di meniadaken; kaloe itoe pendjabat melanggarken ini atoeran, ija di hoekoemken akan hal memikoelken segala karoe- giannja.

Sahandenja satoe nikah di mendjadiken sabelomnja itoe penegahan bolehnja di meniadaken, itoe penegahan boleh

(f) Itoe soerat penegahannja nikah mesti di menjatakau oleh satoe djoeroe sita (deurwaarder) kapala siapa-siapa jang nikahnja di menegahken dan kapada pendjabat jang mesti mendjadiken itoe nikah — Pengatoeran dari penagihannja hoelang pioetang di hadepannja Rad van Jnstisi dan di hadepannja Hoekoem

besar, fatsal 816/818.

(34)

teroes di bitjaraken di liadepannja hakim, dan sahandenja hakim moeafakati sehab-sebabnja itoe penegahan. itoe ni- kah di meniadaken.

PEMBAHAGIAN KA-EMPAï

D A R I H A L M E N J O E D A H K E N K A W I N .

FATSAL 71.

Sabelomnja nikahnja boleh di mendjadiken, itoe pendjabat jang misti mendaftarken soerat nikah misti menarimaken

soerat-soeratnja jang di kaseboeti di bawah ini:

le. soerat-soerat peranakannja lelakinja dan perampoe- wannja jang mengharep kawin satoe pada lajin;

2e. soerat notaris jang menjataken jang bapanja, iboenja, nendanja oetawa memeknja, oetawa walinja dan weeskamer soedah memberiken idinnja biarlah itoe nikah di mendjadi- ken, saberapa itoe kaidinan ada perloenja sabagimana di menantoeken di dalem hoekoem, oetawa kaidinannja hakim sabagimana di menantoeken di dalem fatsal 38, 40, dan 41 dari kitab ini;

Itoe kaidinannja bapanja, iboenja, nandanja, memeknja dan walinja boleh djoega di memberiken dengan lidah di hadepannja pendjabatnja jang misti memboewati itoe soe- rat nikah.

3e. soeratnja hakim jang di seboeti di dalem fatsal 43 dari ini kitab;

4e. sahandenja salah satoenja oetawa doewa doewa toe- nangannja dahoeloe soedah kawin, soerat tandanja jang is- terinja oetawa lakinja jang dahoeloe soedah maninggalken doenijah, oetawa soerat pertjerejannja oetawa soerat idinnja hakim aken itoe nikah boleh di mendjadiken, dari sebabnja lakinja oetawa isterinja jang dahoeloe soedah pigi tida ka- roean di mana, mendjadi kira-kira soedah mati (f).

(f) Melihat fatsal 467, 468, 469, 470 dan 471 dari kitab ini.

(35)

5e. soerat-soeratnja jang njata jarig siapa-siapa jang mesti memberiken idin soedah meninggalken doenijah ;

6e. soeratnja jang njata jang itoe pemberitahoeannja ni- kah soedah di mendaftarken dan di menempelken dan tida ada siapa-siapa jang menegahken itoe nikah, di mana tam- pat-tampat jang di menantoeken di dalem tatsal 52, 53 dan 54 dari ini kitab, oetawa soerat katerangan jang itoe pene- gahan soedah boleïmja di meniadaken ;

7e. firmannja Sripadoeka Jang di Pertoewan besar Goe- bernoer Djendral jang permistiannja oetawa larangannja jang di seboeti di dalem fatsal 29, 31 dan 42, 43, 44, 45,

46, 47, 48 dan 54, tida mesti di menoeroeti, apalagi fir- mannja kangdjeng Toewan residen jang pemberitahoean jang kadoewa, sabagimana di seboeti di dalem fatsal 56,

tida oesah di melakoeken;

8e. soerat idindja kapada opsir-opsir dan orang-orang baris jang pangkatnja di bawah opsir-opsir boewat boleh nikah.

FATSAL 72.

Sahandenja siapa-siapa jang mengharep kawin, tida bissa memperseaibahken soerat peranakannja sabagimana di se- boeti di dalem § le. dari fatsal 71, ija boleh menggantiken itoe soerat peranakan dengan satoe soerat kenalan, jang di mendaftarken oleh pemangkoe jang memerentahken negeri di mana ija ampoenja'tampat peranakan oetawa kadoedoe- kan, dengan katerangannja doewa saksi orang lelaki oetawa perampoewTan, sanak soedaranja oetawa boekan sanak soe- daranja itoe toenangan.

Di dalem itoe soerat mesti di seboeti tampatnja dimana dan kira-kira waktoenja kapan itoe toenangan bolelmja di peranakan, dan apa sebabnja itoe soerat peranakan tida bissa di mempersembahken.

Itoe soerat peranakan boleh di mengantiken djoega dengan pemberitahoeannja dengan soempah saksi-saksinja toenangan,

(36)

sawaktoenja nikah di hadepannja pendjabat jang mendaf- tarken soerat nikah, jang ija orang bertahoe tampatnja jang di mana dan kira-kira waktoenja kapan itoe toenangan bolehnja di peranakan, dan apa sebabnja itoe soerat pera- nakan tida bissa di mempersembahken ; oetawa itoe toe- nangan boleh menerangken dengan soempah kapada itoe pendjabat jang ija tida bissa mempersembahken soerat pe- ranakan dan djoega soerat kenalan, jang di seboeti di dalem pembahagiannja jang pertama dari fatsal ini.

Di dalem soerat nikah itoe atoeran jang di seboeti di dalem ini fatsal nanti misti di menerangken.

FATSAL 73.

Sahandenja itoe soerat-soerat tanda mati jang di seboeti di dalem § 5 dari fatsal 71, tida boleh djoega di memper- sembahken, itoe soerat-soerat tanda mati boleh di ganti- ken djoega satjaranja sabagimana di menantoeken di dalem fatsal 72.

FATSAL 74.

Sahandenja itoe pendjabat jang mesti mendaftarken soe- rat nikah tida hendak kawinken itoe toenangan, dari se- bab itoe soerat-soerat dan pernjataän, jang di dalem fatsal

71, 72 dan 73, koerang tjoekoep, itoe toenangan boleh mempersembahken soerat permoehoenan kapada Rad Joestisi, dan itoe hakim, sasoedah hal menenggarken timbangannja fiskaal dan saberapaperloenja itoe pendjabat, memoetoesken apa itoe soerat-soerat dan pernjataän tjoekoep apa tida, dan itoe kapoetoesannja hakim tida boleh di mengobahken

FATSAL 75.

Itoe nikah tida boleh di menjoedahken lebih dahoeloe dari hari katiganja saliwatnja pemberitahoean jang kadoewa

(37)

jang di seboeti di dalem fatsal 52; itoe hari sawaktoenja kapan itoe pemberitahoean di mendaftarken tida toeroet di hitoeng. (1)

FATSAL 76.

Itoe nikah inisti di menjoedahken dengan njata di dalem gedongnja jang di mana itoe soerat-soerat di simpan, di ha- depannja pendjabat di mana tampat kadoedoekannja laki- nja oetawa isterinja, dan di hadepannja doewa saksi, sanak soedaranja oetawa boekan sanak soedaranja toenangannja, itoe saksi orang lelaki, oemoernja tida boleh koerang doewa poeloeh tiga tahoen, pedoedoeknja tanah Hindi-Mderland.

FATSAL 77.

Sahandenja toenangannja salah satoenja dari sebabnja jang benar tida bissa menghadep di mana itoe gedong, itoe nikah boleh di menjoedahken di mana satoe roemah sembarangan di dalem pegangannja itoe pendjabat

Di dalem itoe soerat nikah misti di seboeti sebabnja apa itoe nikah tida di menjoedahken di dalem gedongnja tetapi di dalem satoe roemah sembarangan.

Itoe pendjabat sendiri jang misti memoetoesken apa itoe sebabnja benar apa tida. (2)

(1). Dari sebabnja itoe pemberitahaean di mendaftarken hari minggoe mendjadi.

nikahnja bolehnja di menjoedahken hari reho jang kaesokannja itoe hariiningoe, Mendjadi sahandenja pemberitahoean j a n g pertama di mendajtarken dan di menempelken hari mingoe tangal 2 Januari 1898, dan pemberitahoean jang kadoevva hari mingoe tangal 9 Januari 1898, itoe nikahnja tida boleh di me- njoedahken sebelonnja tanggal 12 Januari 1898.

(2). Dimana Kota Betawi, Semarang, Soerabaja, Padang dan Makassar tijap-tijap hari rebo dan kemis dan di mana lajin-lajin kota tijap-tijap hari rebo dari poekoel 9 pagi sasampehnja poekoel 3 tengah hari, nikah-nikah nanti di me- njoedahken di mana kantornja pendjabat.

Siapa-siapa jang mengharep kawin di loewar itoe gedong oetawa lajin hari dan lajin waktoerjja misti membajarken kapada itoe pendjabat sapoeloeh roepijah.

Sahandenja pemangkoe jang memarentabken negeri menjataken jang siapa- siapa jang tida bissa menghadap di mana kantornja pendjabat dan misti kawin di dalem roemah sembarangan, miskin, ija orang tida misti membajarken itoe sapoeloeh roepijah — Staatsblad 1895, No 9.

(38)

FATSAL 78.

Siapa-siapa jang mengharep kawin misti menghadep sendiri di liadepannja pendjabatnja.

FATSAL 79.

Djikaloe ada sebabnja jang perloe Sripadoeka Jang di Pertoewan besar Goebernoer Djendral boleb idinken biarlah nikabnja di menjoedabken oleh wakil, jang memegangken soerat koewasa jang di rnendaftarken oleh notaris.

Sahandenja siapa-siapa jang wakilken, sebelomnja itoe nikah soedah di menjoedahken oleh itoe wakil, soedah bo- lehnja kawin sendiri sama lajin orang, itoe nikahnja wakil tida ada bergoena apa-apa.

FATSAL 80.

Itoe toenangan doewa-doewa misti njataken di liadepan- nja itoe pendjabat dan itoe saksi, jang ija orang menari- maken satoe pada lajin mendjadi laki bini, dan jang ija orang nanti melakoeken bajik-bajik segala permistiannja, jang di menantoeken di dalem kitab dari perkara nikah

sabagimana patoetnja.

FATSAL 81.

Itoe nikalmja di dalem gredja satjaranja satoe-satoe orang ampoenja agama tida boleh di melakoeken sabelomnja soe- dah di menerangken kapada padrinja oetawa panditanja jang nikahnja soedah di menjoedahken satjaranja hoekoem.

FATSAL 82.

Djikaloe pendjabat-pendjabat jang mesti menjoedahken nikah melanggarken katantoeannja bab ini, bab ha-empat, ija orang boleh di menghoekoemken denda jang tida kale- bihannja saratces roepijah, melajinken lajin-lajin hoekoeman

(39)

jang di menantoeken di dalem kitab hoekoeman siksa akan orang Olanda; apa lagi sahandenja siapa-siapa kena karoegi- annja apa-apa dari itoe pelanggaran, itoe pendjabat boleh di menagihken di hadepannja hakim akan pembajarannja itoe karoegian (f).

PEMBAHAGIAN KALIMA.

Dari nikah-nikah jang bolehnja di menjoedahken di loear tanah Hindi-Niderland.

FATSAL 83.

Nikah-nikah jang di menjoedahken di loear tanah Hindi- Niderland oleh siapa-siapa jang mendjadi pedoedoeknja ta- nah Hindia-Mderland sama-sama oetawa salah satoenja sama pedoedoeknja lajin negeri djoega sama koewatnja, sahandenja itoe nikah bolehnja di menjoedahken sabagimana hoekoemnja itoe negeri, dan siapa jang mendjadi pedoedoeknja tanah Hindi-Niderland tida melanggarken katantoeannja pemba- hagian jang pertama dari Bab ini (fatsal 27 sasampehnja fatsal 49).

FATSAL 84.

Di dalem satoe tahoen sasoedahnja itoe orang soedah poelang di tanah Hindi Niderland itoe soerat nikah jang di mendaftarken di loear tanah Hindi Niderland misti di mendaftarken di dalem boekoe nikah di mana tampat ka- doedoekannja itoe orang.

(t) Pelanggarannja fatsal 35, 36. 37, 38, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46. 47, 48-pendjara-an dari anem boelan sasampehnja satahoen dan denda dari delapan sasampehnja saratoes lima poeloeh roepijah. Kitab hoekoem siksa, fatsal 133.

Pelanggarannja fatsal 34. Denda dari delapan sasampennja saratoes lima poeloeh roepijak Kitab hoekoem siksa fatsal 134.

Pelanggerannja fatsal 27. Pakerdjaän paksa di dalem gedong pendjara dar lima sasampehnja lima belas tahoen. Kitab hoekoem siksa, fatsal 256.

Burgelijk Wetboek 3

(40)

PEMBAHAGIAN KA ENAM DARI KASIJAÄNNJA NIKAH.

FATSAL 85.

Tjoemah hakim sadja jang boleh memoetoesken kasija- ännja nikah.

FATSAL 86.

Kasijaännja nikah jang di kadjadikan dengan pelang- garannja fatsal 27 boleh di memoehoenken oleh siapa jang dahoeloe soedah kawin sama lakinja oetawa perampoewan- nja jang menjoedaliken nikah baharoe, dan jang nikahnja lama beloom di tjerejkan, oetawa oleh itoe doewa-doewa laki bini, oetawa ]oleh bapanja iboenja oetawa nenek mo- jangnja, oleh siapa-siapa jang ada sebabnja biarlah itoe nikah di bathalken, dan apa lagi oleh fiskaal.

Sahandenja siapa-siapa jang nikahnja baharoe di meng- harepi di bathalken mengataken jang nikahnja lama tida ada bergoenanja, nanti hakim pariksaken dahoeloe apa itoe nikah lama boleh di menarimaken mendjadi tsah oetawa misti di tiadaken.

FATSAL 87.

Siapa-siapa jang nikah tida dengan soekanja sendiri oeta- wa djikaloe salah satoenja bolehnja di peksa, ija orang boleh memoehoenken biarlah itoe nikah di bathalken.

Djikaloe sawaktoenja nikah salah satoenja kliroe kira kawinken siapa jang ija soeka tetapi lajin orang mendjadi lakinja oetawa isterinja, ija boleh memoehoenken biarlah itoe kikah di bathalken.

Tetapi sahandenja siapa-siapa jang bolehnja nikah dengan peksa oetawa siapa-siapa jang kliroe sawaktoenja kawin soedah tiga boelan lamanja mengidoep sama lakinja oetawa isterinja sasoedahnja ija soedah telepas dari kapaksaän oeta-

(41)

wa soedah terang kliroenja, ija orang tida boleh memoe- boenken lagi biarlah itoe nikah di meniadaken.

FATSAL 88.

Sahandenja siapa-siapa jang gila oetawa koerang inget- tannja ada di bawah walijat bolehnja kawin, halalnja itoe nikah boleh di melawanken oleh bapanja, iboenja dan lajin- lajin nenek mojangnja, soedara-soedaranja laki pevampoewan, paman-pamannja dan bibi-bibinja, walinja dan djoega oleh fiskaal.

Sasoedahnja walijatnja soedah di berhentiken ija sendiri jang bolehnja kawin sawaktoenja ija ada di bawah walijat boleh memoehoenken biarlah nikahnja di meniadaken, tetapi djikaloe enam boelan lamanja sasoedahnja itoe walijat di berhentiken ija beroemah sama-sama lakinja oetawa isterinja ija tida boleh memoehoenken lagi biarlah itoe nikah di bathalken.

FATSAL 89.

Siapa-siapa jang bolehnja kawin sabeloomnja oemoernja jang di tetepken di dalem fatsal 29, ija oetawa fiskal boleh memoehoenken biarlah itoe nikah di meniadaken.

Tetapi itoe permoehoenan tida boleh di menarimaken : le. sahandenja sawaktoenja itoe permoehoenan bolehnja di mempersembahken kapada hakim, laki bini doewa-doewa soedah tjoekoep oemoernja.

2e. sahandenja isterinja, kendati beloom tjoekoep oe- moernja, itoe waktoenja soedah boenting.

FATSAL 90.

Segala nikah jang bolehnja di memboewati dengan pelang - garannja katantoeannja fatsal 30, 31, 32 dan 33 boleh di me- niadaken dengan permoehoenannja laki bininja, oetawa ajah bondanja oetawa nenek mojangnja oetawa oleh siapa-siapa jang ada labanja biarlah itoe nikah di meniadaken, oetawa

oleh fiskal.

(42)

FATSAL 91.

Djikaloe siapa-siapa bolehnja nikah tida dengan idinnja bapanja, iboenja, nenek mojangnja, walinja oetawa wees- kamer, sebagimana di menantoeken di dalem fatsal 35, 36, 37, 38, 40 dan 4 1 , kasijaännja itoe nikah boleh di memoe- hoenken oleh siapa-siapa jang idinnja tida di memoehoenken lebih dahoeloe, dan djoega oleh walijat sahandenja ija tida di menenggarken oleh Raad van Justisi, sabagimana di me- nantoeken di dalem fatsal 38 dan 41.

Bapanja, iboenja oetawa nenek mojangnja jang idinnja tida di memoehoenken lebih dahoeloe tida boleh melawan- ken halalnja nikahnja, sahandenja ija orang soedah ber- kenanken itoe nikah dan soedah kaliwat enam boelan sasoedahnja itoe nikah soedah bolehnja di memberi berta- hoeken kapada ija orang dan di dalem itoe enam boelan ija orang tida melawanken. itoe nikah.

Dari perkaranja nikah-nikah jang bolehnja di menjoe- dahken di b e a r tanah Hindia-Niderland itoe enam boelan memoelai terhitoeng dari waktoenja kapan itoe soerat nikah soedah bolehnja di mendaftarken di dalem boekoenja nikah di mana tampat kadoedoekannja laki bini, sabagimana katantoeannja fatsal 84.

FATSAL 92.

Sahandenja siapa-siapa jang bolehnja nikah tida di ha- depannja pendjabat jang koewasa aken hal menjoedahken itoe nikah dan di hadepannja saksi jang patoet, kasijaän- nja itoe nikah boleh di memoehoenken oleh laki bininja, oleh bapanja, iboenja dan nenek mojangnja, oleh walinja, oleh weeskamer, oleh siapa-siapa jang labanja biarlah itoe nikah bolehnja di meniadaken dan oleh fiskal.

Sahandenja satoe nikah bolehnja di menjoedahken di ha- depannja saksi jang tida boleh mendjadi saksi, sabagimana katantoeannja fatsal 76, itoe nikah tida boleh di katanja

(43)

sija-sija, tetapi nanti hakim memoetoesken sabagimana tim- bangannja jang patoet.

Kendati itoe nikah tida di menjoedahken di hadepannja pendjabat jang koewasa akan hal menjoedahken itoe nikah oetawa di hadepannja saksi-saksi jang pantes, ifoe laki bini tida boleh memoehoenken biarlah nikahnja di batkalken dari sebabnja itoe, sahandenja terang ija orang bolehnja hidoep saperti laki bini dan ada soerat kawin jang bolehnja di mendaftarken oleh satoe pendjabat jang koewasa menjoedah- ken nikah (f).

FATSAL 93.

Djikaloe kasijaännja satoe nikah boleh. di memoehoenken kapada hakim sabagimana di menantoeken di dalem fatsal 86, 90 dan 92, sebagitoe lama itoe doewa-doewa berkawin masi hidoep, itoe kasijaännja itoe nikah tida boleh di me- moehoenken oleh sanak soedaranja, oleh anaknja jang terlahir dari lajin nikah oetawa oleh orang lajin, melajin- ken djikaloe ija orang soedah ada haknja jang toenej.

FATSAL 94.

Sasoedahnja nikahnja soedah di oerejkan, fiskal tida boleh memoehoenken lagi kasijaännja itoe nikah.

FATSAL 95.

Kendati nikahnja bolehnja di meniadaken, djikaloe doewa- doewa laki bini sawaktoenja itoe nikah bersatija-satijaän, hak-haknja laki bini dan anak-anaknja jang bolehnja ter- lahir sawaktoenja itoe nikah tetep tida hilang.

(f) Satoe-satoe nikah misti di menjoedahken oleh pendjabatnja tampat ka- doedoekannja laki oetawa bini.

Sadandenja nikahnja bolehnja di menjoedahken oleh pendjabat di lajin tampat itoe nikah boleh di meniadaken, tetapi laki bini tida boleh memoehoenken pe- niadaännja itoe nikah, sahandenja ija orang terang soedah bolehnja hidoep sa perti laki bini.

(44)

FATSAL 96.

Djikaloe sawaktoenja itoe nikah bolehnja di memboewati, tjoemah salah satoenja sadja laki oetawabini jang bersatija, siapa jaag tida bersatija Mlangken hak-haknja, tetapi haknja jang siapa bersatija dan anak-anaknja jang terlahir sawaktoenja itoe nikah tetep tida hilang.

Salah satoenja jang tida bersatija boleh di menghoekoeinken akan pembajarannja segala karoegiannja salah satoenja jang bersatija, jang tida bertahoe sawaktoenja kawin, jang

itoe nikah tiada bergoena

FATSAL 97.

Sabagimana katantoeannja fatsal 95 dan 96, itoe hak- haknja berhenti, sawaktoenja harinja kapoetoesannja hakim, jang itoe nikah di meniadaken.

FATSAL 98.

Kendati satoe nikah bolehnja di meniadaken, orang-orang lajin jang bolehnja memboewati perdjandjian apa-apa dengan satija tida boleh kena karoegiannja apa-apa.

FATSAL 99.

Kendati nikahnja di .menjoedahken dengan pelanggaran- nya fatsal-fatsal 34, 42, 46, 52 dan 75, oetawa kendati ni- kahnja tida di menjoedahken di kalem kantornja pen- djabat, melajinken katantoeannja fatsal 77, itoe nikah dari sebabnja itoe tida boleh di meniadaken.

Aken pelanggarannja itoe fatsal-fatsal tjoemah pendjadat jang mendaftarken itoe soerat nikah jang di menghoekoem-

ken sabagimana di menantoeken di dalem fatsal 82.

PEMBAHAGIAN KATOEDJOEH.

Dari tanda kasaksian jang nikahnja soedah di menjam- pehken.

(45)

FATSAL 100.

Tanda kasaksiannja jang satoe nikah soedah di mendja- diken tida ada lajin tjoemah soeratnja itoe nikah jang soe- dah bolehnja di mendaftarken di dalem boekoenja nikah- nikah, lajin dari pada apa jang bolehnja di menantoekan di dalem fatsal 101 dan 102, jang di bawah ini.

FATSAL 101.

Djikaloe terang jang boekoe-boekoenja nikah tida ada, oetawa soedah hilang, oetawa itoe soerat nikahnja tida bo- lehnja di mendaftarken di dalem itoe boekoenja, hakim misti memoetoesken apa itoe nikah terang soedah di berdzat, sahandenja lakinja dan perampoewannja terang hidoep sa- bagimana adatnja orang jang soedah berkawin.

FATSAL 102.

Satoe anak tida boleh di berkata boekan anak halal, dari sebabnja soerat nikahnja ija poenja bapa dan iboe tida boleh di menoendjoeki, atsal di dalem ija poenja soerat peranakan terang di seboeti jang ija mendjadi anak halal, en bapa dan iboenja terang hidoep saperti laki bini.

BAB JANG KALIMA.

Dari hak-haknja dan permisti-permistiannja laki bini.

FATSAL 103.

Laki bini misti bantoe-membantoe satoe pada lajin dan misti djoega mendjadi satijawan satoe pada lajin (f).

(f) Perampoewan jang tida memegangken satijanja orang kawin bakti dan bertjampoer pada lajin laki boleh di menghoekoemken ioekoeman pendjara dari tiga boelan sasampehnja doewa takoen lamanja (Kitab boekoeman siksa, fatsal 253).

Lelaki jang pijaraken kendak di dalem roemahnja jang bolebnja di bertampati oleh ija dan isterinja boleh di menghoekoemken denda dari lima poeloeb sa- sampebnja sarihoe roépijah (Kitab hoekoeman siksa, fatsal 255).

(46)

FATSAL 104.

Laki bini jang bolehnja berkawin perpakat jangija orang nanti pijaraken dan mentadibken bajik-bajik anaknja jang nanti bolehnja teperanaken

FATSAL 105.

Lelakinja mendjadi kapalanja hal nikah.

Mendjadi ija jang memberiken pertoeloengan kapada is- terinja djikaloe isterinja misti rnenghadep di hahepannja hakim, oetawa lelakinja jang wakilken isterinja di hadepan- nja hakim, melajinken pengetjoewalian jang di menantoeken di bawah ini.

Lelaki jang memeliharaken barang-barangnja jangpoenja- nja isterinja sendiri, sahandenja di dalem soerat perdjan- djian tida di tetepken jang lakinja tida ada koewasanja akan hal memeliharaken kakajaännja isterinja sendiri.

Itoe kakajaännja isterinja misti di memeliharaken oleh lela- ki sabenar-sabenarnja, dan ija misti tanggoengken segala karoegiannja dari sebabnja ija poenja kalalejan.

Roemah-roemahnja dan tanah-tanahnja jang poenjanja is- terinja sendiri tida boleh di djoewalken oetawa di membe- riken pada orang lajin oetawa di bergadehken oleh lelaki- nja, melajinken dengan pembantoeannja isterinja.

FATSAL 106.

Isterinja misti dengar-dengaran kapada lakinja.

Ija misti beroemah sama-sama lelaki, dan mengikoetken lelakinja di mana-mana lelakinja mengrassa baiklah misti beroemah.

FATSAL 107.

Lelakinja misti menarimaken isterinja di dalem roemahnja jang bolehnja di bertempati.

Lelakinja misti melindoengken isterinja en memberiken kapada isterinja apa-apa jang perloe, dengan hal timbang- menimbangken lakinja ampoenja kakajaän.

(47)

FATSAL 108.

Maski laki bini bolehnja berkawin dengan perdjandjian masing-masing inempoenjai hartanja sendiri, mendjadi de- ngan tida ada persakoetoean harta, isterinja tida boleh mem- beriken, oetawa djoewalken oetawa bergadehken oetawa membeliken oetawa menarimahken barang-barang apa-apa, sahandenja lelakinja tida mamberiken idin di dalem soerat- nja itoe pendjoewalan, gadejan oetawa pemberian, oetawa di dalem lajin-lajin soerat sendirian.

Kendati lelakinja soedah memberiken idin kapada isterinja akan hal memboewati perdjandjian apa-apa, isterinja tida boleh menarimaken pembajaran apa-apa oetawa mendaftarken soerat penarimaännja, melajinken dengan idzinnja lelakinja.

FATSAL 109.

Dari perkara kalakoeannja oetawa perdjandjiannja isteri- nja boewat roepa-roepa pembajarannja tijap-tijap hari dari hal roemah tangga, isterinja tida oesah memoehoenken id- zinnja lelaki, sebab terkira-kira isterinja memang soedah mendapetken idzinnja lelakinja.

FATSAL 110.

Orang perampoewan, maski ija bolehnja kawin dengan tiada persakoetoean harta, maski hartanja soedah di men- tjereh, maski itoe perampoewan mendjadi orang dagang, tida boleh menghadep di hadepannja hakim, dengan tiada pem- bantoeannja lakinja.

FATSAL 111.

Pembantoeannja lakinja tida berhadjat :

l e . djikaloe perampoewan di sita di hadepannja hakim dari perkara siksa oetawa pelanggarannja parentahnja poelisi ;

2e. sahandenja ija menghadep di hadepannja hakim dari

Afbeelding

Updating...

Referenties

Gerelateerde onderwerpen :