perboewatan djahat.

40  Download (0)

Hele tekst

(1)

pada tampat dilakoekennja

perboewatan djahat.

Pemimpin ringkas boewat orang-orang jang hadlir paling doeloe.

TERKARANG OLEH

Dr. W. F. HESSELINK,

ARNHEM.

HO A SIANG IN KIOK

BATAVIA

19U.

(2)

0093 4115

I O if £>S"i- ( » ">

(3)

pada tampat dilakoekeniija

perboewatan djahat.

Pemimpin ringkas boewat orang-orang jang hadiir paling doeloe.

TERKARANG OLEH

Dr. W. F. HESSELINK,

ARNHEM.

HOA SIANG IN KIOK

BATAVIA

1911.

(4)

i

(5)

Ini pemimpin ketjil telah terlahir dengan lantaran ada dipikir, bahoewa sabagian besar dari loeloesnja peperiksaän hakim ada bergantoeng pada daja-oepaja, jang — oleh pegawe-pegawe dan ambtenaar-ambtenaar politie dan justitie jang datang paling doeloe — ada dipergoenaken di tampat dilakoekennja kadjahatan, dan djoega boewat ini peperiksaän pertama kali, boekanlah sadja ada perloe katjerdikan, hanja djoega pengataoeän atas daja-oepaja. Mendatangken kate- rangan atas hal goenaken daja-oepaja, itoelah mak- soednja karangan ini, jang dengan sengadja ada dibikin ringkas sabrapa boleh, dengan tiada diharap nanti dianggep sampoerna adanja.

(6)
(7)

Di dalam bebrapa tahon jang baroe laloe, adaiah kalihatan di dalam ilmoe-hoekoem soewatoe hal jang haroes diperhatiken. Dari segala flhak ada didatang- ken boekti-boekti jang termaksoed aken bri njata, 1, bagimana orang manoesia tida boleh dipertjaja betoel, djikaloe ijamisti membri katerangan-katerangan dengan beralasan pada penglihatan, 2. bagimana di dalam hal itoe, boleh djadi ija ada sangat tersoeroeng- soeroeng dengan roepa-roepa lantaran — oepamaoleh sangka-sangkaän jang telah ada lebih doeloe, atawa oleh djalannja pertanjaän — hingga terkadang ija poenja b'itjara jang paling beres, achir-achir djadi tida sekali tjotjok sama hal jang ada dengan sasoenggoehnja, 3. bagimana hal ini ada berlakoe djoega di dalam toetoerken roepanja orang, dan 4. bagimana kasaksian jang bagitoe roepa haroes ditimbang-timbang oleh

hakim dengan teliti sekali.

Sabaliknja, sanantiasa ada bertambah-tambah dibri harga pada jang diseboet „saksi-saksi bisoe", jaitoelah tanda-tanda dari perboewatan atawa dari orang jang berboewat, jang ada terdapat pada tampat dilakoe- kennja kadjahatan atawa pada si pendjahat sendiri:

dengan toeloengan tanda-tanda itoe poen orang boleh menetapken kaiidaännja perboewatan, dengan banjak lebih betoel, dari pada dengan lantaran katerangan- nja saksi-saksi.

Soedah tantoe ini saksi-saksi bisoe misti dihargai dengan sapantasnja, tapi sadari di dalam perkara ini ada digoenaken djoega ilmoe-pengataoeän, ada- lah kalihatan halnja ini saksi-saksi bisoe adamadjoe banjak sekali. Di dalam 10 atawa 20 tahon jang baroe laloe, dengan menggoenaken daja-oepaja jang baroe terdapat dari pengataoeän ilmoe-alam, jaitoe dari bagian-bagiannja ilmoe itoe jang diseboet mis- krokopie, mikrofotografie dan mikrochemie, orang soedah bisa menerangken dan hoekoemi banjak sekali

(8)

perboewatan d jahat, jang saände tida ada ini daja- oepaja bagoes, tantoe sekali soedah tinggal sadja di dalam gelap.

Orang berilmoe, jang periksa tanda-tanda perboe- watan, haroeslah membri taoe pendapatannja dengan nj'ata, dan membitjaraken poetoesan-poetoesannja ba- gitoe terang, hingga samoewa itoe bisa djadi kalihatan benarnja, sedang ija poenja sangka-sangkaän haroes terselidik dengan sabrapa boleh, dan melinken boekti- boekti sadja ada dioetamaken ; djikaloe bagitoe, ba- roelah tanda-tanda atawa bekas-bekas jang terdapat itoe, ada harganja.

Kerdjaän jang paling doeloe haroes dilakoeken pada waktoe dapat taoe adanja soewatoe perboewatan djahat, jaitoelah menilik — di tam pat dilakoeken nja perboewatan djahat, atawa di badannja orang jang tersangka telah berboewat itoe kadjahatan — pada tanda-tanda atawa bekas-bekas jang ada berhoeboeng pada itoe perboewatan djahat atawa pada orang jang berboewat itoe. Di dalam hal itoe adalah teramat perloe :

1. sabrapa adanja tanda-tanda demikian itoe, dapat ditjari,

2. tida sekali lain-lain tanda dikedja ada di antara tanda-tanda itoe, dengan lantaran apa bisa terdjadi perkara koesoet, dan

3. tanda-tanda jang kadapatan itoe, dibiarken ting- gal baik sabagimana adanja, dilindoengken baik-baik dan dibawa atawa dikirimken, satjara jang ada dirasa perloe oleh orang jang tilik tanda-tanda itoe.

Di dalam ini pemimpin kita hendak tjoba membriken bebrapa pertoendjoekan jang ringkas sekali, tjara bagimana orang boleh bikin gampang kerdjaännja orang berilmoe jang tjari katerangan.

(9)

Lebih doeloe haroeslah orang koeroeng (i. i, djangan kasih sembarang orang datang di) itoe tampat, di mana perboewatan djahat telah dilakoeken, dan ha- roeslah orang djaga, soepaja saksi-saksi jang paling penting, didjaoehken satoe dari lain.

Lebih djaoeh haroeslah orang ingat salamanja ini atoeran jang amat bagoes boewat peperiksaän pertama kali di tampat terdjadinja perboewatan djahat, jaitoelah pertanjaän-pertanjaän ini :

„Siapa, apa, di mana, dengan apa, mengapa, ba- gimana dan kapan", sedang di dalam djalannja periksaan, sering kali itoe pertanjaän „siapa" ada dilakoeken belakangan; maka djikaloe orang lakoe- ken ini pertanjaän satoe per satoe, tiadalah gampang aken orang djadi loepa pada satoe daja-oepaja jang penting.

Achir-achir haroeslah orang berlakoe dengan amat teritip, dan tida boeroe-boeroe, kerna sasoewatoe barang ketjil, jang boleh disangkoetken pada perboe- watan djahat jang telah ada terdjadi, itoelah ada penting sekali, dan djikaloe orang kena bikin gagal satoe apa, biasanja saänteronja kerdjaän lantas djadi siasia.

Lebih doeloe haroeslah orang lihat baik-baik pada bekas bekasnja kaki, sabelon menambahi itoe dengan bekasnja kaki orang lain, dan djoega terlebih poela pada bekas-bekasnja djeridji. Dengan lantaran bekas- bekasnja djeridji poen sering kali orang bisa dapat n jataken dengan sampoerna, apa orang jang tersangka djahat itoe ada bersalah atawa tida; tapi djikaloe bekas-bekasnja djeridji si pendjahat ada tertambah belakangan dengan bekas-bekasnja djeridji lain orang, maka soedah am pirlah traboleh djadi aken orang njataken si tersangka djahat ada bersalah atawa tida, dengan beralasan pada adanja bekas djeridji, kerna djika ada demikian, sering kali orang trabisa dapat

(10)

lagi kapastian, bahoewa bekas djeridji jang ter- dapat itoe, ada berätsal dari orang jang telah ber- boewat itoe kadjahatan. (Lihatlah moeka lembaran ka-10).

Dan soepaja dapat menetapken djoega pri kaäda- ännja barang-barang ketjil dan sabaginja, jang brang- kali di lain tempo baroelah nanti mendjadi penting (oepama: bagimana berdirinja satoe korsi atawa satoe medja, d. 1.1.), maka salamanja poen adalah baik sekali dibikin portretnja itoe tampat, di mana perboewatan djahat telah dilakoeken, sedang satoe oekoeran (oe- pama: satoe eloan meter) toeroet diportret djoega, dan lain dari itoe, ditjatat (ditoelisken) djoega djaoeh- djaoehnja sasoewatoe barang dari pada barang-barang jang lain.

Djikaloe tida ada perabot aken membikin portret, maka baiklah dibikin satoe peta (kaart) beserta satoe soerat pertelaän jang terangken baik-baik sasoewatoe kaädaän, pada sabelonnja orang kisarken atawa rabah satoe apa.

Djangan orang tjoba, kaloe-kaloe boleh orang man djat melangkahi pintoe atawa masoek dengan djalan di djendela, kerna dengan bagitoe, boleh djadi bekas- bekas jang ada penting sekali, lantas djadi terhilang atawa roesak. Pada soewatoe masa (aken oepama) adalah saorang jang soedah masoek ka satoe roemah dengan menggasir, soedah djadi dikenali, kerna pada bekasnja kaki ada kalihatan, bahoewa pada zool sepatoenja si penggasir, di bagian sabelah depan, misti ada lima pakoe dengan katantoean renggangnja satoe dari lain.

Djikaloe satoe pemboenoehan ada dilakoeken di pembaringan, (kadang-kadang) dengan kalihatan se- perti orang boenoeh diri sendiri, maka djanganlah orang adoek barang-barang serbanja pembaringan itoe, kerna dari pada tampat jang bernoda darah

(11)

dan bangoennja noda itoe, sering kali orang boleh dapat doegaän apa-apa jang penting.

Maka pada samoewa perkara, haroeslah orang be- kerdja dengan amat ati-ati.

Djikaloe orang bekerdja dengan amat teritip, sering kali orang bisa dapatken roepa-roepa pri kaädaän, jang kaloe dihoeboengken satoe sama lain, achir-achir

mendjadi satoe djalan aken dapatken si pendjahat.

Bekas=bekas barang soewatoe.

Bekas-bekas jang paling penting di dalam segala roepa perboewatan djahat, jaitoelah „bekasnja djeridji", kerna sasoewatoe bekas djeridji salamanja poen me- linken bisa berätsal sadja dari satoe orang, jang katantoean siapa adanja.

Masing-masing orang ada ampoenja pada oedjoeng- oedjoeng djeridjinja soewatoe matjam peta-peta, jang diroepaken oleh banjak goerat-goerat legok; ini peta- peta boleh dibagiken ka dalam bebrapa kaoem, dan kaloe dilihat satjara biasa sadja, sering-sering ija kalihatan ada mirip satoe sama lain (lihat gambar 1);

aken tetapi masing-masing oedjoengnjagoerat itoe tiada sekali ada katantoean n j a, oleh kerna banjak goerat ada djadi poetoes dengan koenjoeng-koenjoeng atawa djadi terpetjah, dan djoega dengan djalan berdampingan ada terbitken poelo-poelo, hingga tiadalah boleh dipikir, bahoewa bekasnja doewa djeridji di doenia ini bisa ada sama roepa dengan sampoerna satoe pada lain. *)

*) Koepauja peta dan segala bagiannja di sasoewatoe dje- ridji, tida sekali bisa berobah, h an j a ada tetap sadja sadari orangnja baroe terlahir sampe pada lama sedikit, sasoedahuja djadi majit; kaloe koelit ada djadi besot, maka pada waktoenja ija djadi baik kombali, sang peta poen terbit kombali dengan sampoerna sabagimana roepanja jang doeloe itoe; melinken kaloe koelit ada djadi bohak, baroelah ada terdjadi perobahah jang tetap, oleh kerna terbitnja tjatjat.

(12)

Maka djikaloe orang dapatken bekas djeridji di tampat terdjadinja perboewatan djahat, sedang saorang jang ada tersangka djahat, ada poenja di satoe dje- ridjinja peta jang saroepa betoel dengan jang ada pada itoe bekas djeridji, maka dengan lantaran itoe adalah terdapat kapastian, bahoewa orang jang tersangka itoe, soedah taoe ada di itoe tampat. Saba- liknja djikaloe itoe orang jang tersangka djahat, tida ampoenja peta sabagimana jang ada di itoe bekas djeridji, sedang soedah ada kapastian, bahoewa bekas djeridji jang terdapat itoe, ada berätsal dari orang jang telah berboewat djahat dan melinken ada satoe orang sadja jang telah berdjahat, maka njatalah dari pada itoe, bahoewa si tersangka itoe tiada bersalah.

Djikaloe orang dapatken lebih dari satoe bekas djeridji, sabagimana sering ada terdjadi, maka de- ngan lantaran itoelah kanjataftn djadi ada lebih baik lagi.

Bekas-djeridji sering kali ada ditinggalken oleh pendjahat di katja djendela, pada waktoe ija potong itoe, tapi djoega banjak kali ija tinggalken itoe pada perabot-perabot roemah, botol-botol d.1.1. ; melinken sadja orang misti bisa berdaja-oepaja aken dapatken itoe ; kerna maskipoen bekas-bekas itoe ada soekar da- pat dilihat dengan mata terlandjang, kaloe orang pake toeloengannja fotografie (ilmoe bikin portret) orang nanti bisa dapatken djoega perolehan bagoes. Tapi djikaloe dengan pake katja jang membesarken (jang diseboet djoega „katja bohong"), orang tiada djoega bisa dapat lihat goerat-goerat di bekas-djeridji, malah djoega pada sasoedahnja dilaboeri barang haloes (lihat moeka lembaran 13), maka bekas djeridji jang de- mikian itoe, melinken ada goenanja, kaloe dengan memandang pada dia itoe, orang djadi bisa menantoe- ken, dari djeridji apa (teloendjoek atawa lain) atsalnja

(13)

bekas-bekas jang lain, jang ada kalihatan lebih tegas (lihat moeka lembaran ka-14). Di dalam perka- ra-perkara besar, baiklah itoe kerdjaän tjari bekasnja djeridji diserahken sadja pada orang berilmoe, kerna dia ini bisa tjari djoega bekasnja djeridji dengan goenaken ilmoe kimia.

Pada barang-barang jang bermoeka kasar, djarang bisa terdapat bekas djeridji jang boleh dipergoenaken;

sabsliknja pada segala barang jang bermoeka litjin, bisa terdapat bekas djeridji jang njata betoel. Per- tama-tama orang tiliklah baik-baik pada katja djendela jang soedah dipotong, lebih poela pada potong-poto- ngan katja jang telah diletaken dengan ati-ati (lihat gambar no. 2); *)• lebih djaoeh tiliklah pada raam djendela, tiang-tiang pintoe dan daon-daon pintoe, bilik-bilik jang ditjat poetih dan jang tersaloet dengan kertas kembang, medja-medja pada moekanja jang di atas dan jang di bawah, korsi-korsi dan lain-lain perabot roemah ; perabot minoem dan perabot makan, mangkok-mangkok tjoetji-tangan, lampoe-lampoe dan semprong-semprong lampoe, kaki-dian, segala barang dari logam, peti besi, doos-doos, kertas, sepatoe bresih, barang-barang kain jang distrika, d.1.1. (lihat gambar

*) Gambar no. 2 itoe gambarnja soewatoe bekas-djeridji jang ditingg'alken pada katja djendela oleh satoe pendjahat di kota Arnhem, jang masoek ka roemah dengan bongkar djendela. Pada ini pembongkaran akoe ada dapatken di katja potong-potongan : an am bekasnja roepa-roepa djeridji, samoewa beratsal dari satoe orang; djikaloe si pembong'kar soedah taoe dapat hoekoeman, tantoelah dengan toeloengan gambaroja itoe anam bekas-djeridji, orang nanti soedah bisa dapat taoe siapa adanja pembongkar itoe, dengan lantaran periksa di dalam daftar-daftar di Departement van Justitie, kerna segala orang hoekoeman ada diambil bekas-djeridjinja jang dikirimken ka den Haag, dan di sana dimasoekken ka dalam soewatoe daftar.

Tapi pembongkar j a n g akoe dapatken bekas-djeridjinja itoe, tida ada terdapat di dalam itoe daftar bekas-djeridji.

(14)

no. 3) **). Di dalam hal pemboenoehan wadjiblah orang melihat djoega baik-baik pada badan dan pa- keannja orang jang terboenoeh.

Sasoewatoe barang haroes sekali ditilik baik-baik dari segala flhak, tapi orang misti ati-ati sekali, djangan sampe menerbitken bekas-djeridji dengan djeridji-ta- ngan sendiri. Maka baiklah orang pegang segala barang di pinggirnja sadja, lebih baik lagi dengan pake saroeng tangan, sedang boewat memegang ker- tas dan barang-barang ketjil, orang pakelah satoe djepitan atawa goenting.

Barang-barang jang kalihatan njata soedah dipegang oleh pendjahat, lebih poela botol-botol dan gelas-gelas, itoelah baik traoesah diperiksa lebih doeloe, hanja lantas sadja disimpan dengan didjaga baik-baik.

Lain dari pada orang jang tersangka djahat, baiklah dipinta djoega boewat dibandingken : bekas djeridjinja segala orang lain, jang boleh djadi djoega telah me- nerbitken itoe bekas djeridji jang telah terdapat.

Boewat hal ini, orang silakenlah marika itoe mem- bikin bekas djeridji sendiri di sapotong kertas. §)

**) Pada gambar no. 3 itoe, orang lihat di sabelah atas, bekasnja djeridji di satoe botol anggoer; di sabelah bawah, bekas-djeridji j a n g ada saroepa betoel pada jang di atas itoe, berätsal dari djeridjinja saorang jang ada tersangka djahat.

Doewa-doewa gambar itoe ada dibesarken kira-kira ampat lipat. Goerat-goerat di bekas-bekas djeridji itoe tiada banjak, tapi toch soedah sampe mengadaken kenjataän, bahoewa satoe dan lain itoe ada saroepa betoel. Di itoe botol djoega akoe ada dapatken lagi satoe bekas-djeridji jang njata, jang djoega ada saroepa betoel dengan bekasnja si tersangka itoe ampoe- nja satoe djeridji.

Di itoe botol, bekas-bekas djeridji itoe tida kalihatan tegas sekali; tempo soedah diportret, baroelah kalihatan njata betoel pada portretnja.

§) Boewat ambil orang poenja bekas djeridji, kita melin- ken ada perloe sadja sapotong katja, satoe pot ketjil tinta tjitak warna hitam, satoe rol ketjil, sabagimana jang biasa

(15)

Di dalam hal orang diloekai atawa diboenoeh, per- loe diambil djoega bekas-bekas djeridjinja orang jang loeka atawa jang terboenoeh itoe ; lebih poela perloenja di dalam hal orang diboenoeh, kerna di lain tempo boleh ada kadapatan lagi bekas djeridji jang misti ditantoeken, apa ija beratsal dari orang jang terboe- noeh itoe atawa boekan.

Bekas-djeridji, sering kali soedah bisadjadi terbit de- ngan lantaran adanja sedikit minjak (keringat)j ans me- mang ada pada djeridji ; pada gelas, orang boleh lihat itoe dengan njata ; pada kertas, ija ampir tida kalihatan, tapi boleh dikedja kalihatan njata, dengan lantaran dilaboeri dengan boeboek haloes. Boewat melaboeri itoe, orang boleh pake graphie t (boeboek potlood), kapoer Olanda atawa kaolin jang haloes, dengan memandang pada warnanja barang, di mana bekas- djeridji itoe berada, hitam atawa poetih §) ; ini boeboek haloes jang misti kering betoel adanja, boleh disimpan di dalam pot atawa gelas ketjil jang moeloetnja di- toetoep dengan sapotong kain djarang dibentang;

dengan bagitoe boeboek itoe poen dj adi ada sadia salamanja aken dilaboerken dengan baik, seperti terlaboer dari dalam tanggok. Kertas atawa lain

dipake oleh toekang-toekang portret, sapotong kertas minjak boewat toetoepi itoe katja, sahabisnja dipake, dan kertas poetih atawa sematjam kertas jang memang tersadia boewat itoe;

harganja samoewa tiga atawa ampat roepia. Orang taro se- dikit tinta di itoe katja, laloe giling-giling itoe dengan itoe rol ketjil, soepaja djadi tergelar tipis dan rata; djeridji jang maoe diambil bekasnja, dikenaken dengan tida ditekan keras pada itoe tinta di katja, laloe dikenaken satjara bagitoe djoega pada itoe kertas. Itoe tinta di djeridji gampang ditjoetji de- ngan saboen dan ajer atawa dengan terpentijn, Djikaloe ada perloe lekas, oepama kaloe ada dapatken majit, doos tinta tjap (stempelkussen) poen boleh dipake.

§) Boeboek jang paling baik, jaitoe lycopodium, saroepa boeboek koening moeda, jang dengan ditjampoeri ]00/° karmijn, boleh dikedja berwarna merah.

(16)

barang, di mana— toeroet doegaän — ada bekas-dje- ridji, maka kaloe soedah dilaboeri dengan itoe boeboek haloes, ija misti dibalik dengan tjepat, soepaja itoe boeboek haloes tida toeroen meloengsoer, hanja ter- djatoh ; komoedian orang ketok-ketok dengan perlahan belakangnja kertas atawa lain barang itoe, laloe sigra soeroeh bikin portretnja itoe bekas-djeridji jang baroe djadi kalihatan. Boleh djoega orang goenaken pompa fiets boewat tioep tioep itoe boeboek jang misti dilaloeken.

Sering kali bekas djeridji ada lebih njata, kaloe ija beratsal dari djeridji jang mesoem, lebih poela dari djeridji jang berloemoeran darah; bekas djeridji jang bagitoe, boleh lantas dikirimken sadja sabagima-

na adanja, pada orang berilmoe jang misti periksa itoe.

Perloe sekali ditantoeken, bekas djeridji jang ter- dapat itoe ada berätsal dari djeridji jang mana ; ini seriüg kali melinken boleh dioendjoek, dengan me- mandang pada bekas-bekas djeridji itoe bertentangan satoe pada lain; dari sebab itoelah salamauja orang misti tjari bekas-bekas djeridji dengan sabrapa boleh, djoega maskipoen tida samoewa ada njata sekali.

Sering djoega orang bisa dapatken bekasnja lain bagian tangan atawa bekasnja kaki terlandjang, di mana ada kalihatan goerat-goeratjang bagitoe djoega, dengan terbitken amat banjak matjam peta, hingga bekas-bekas jang bagitoe poen boleh djadi djoega pertandaan jang berharga besar. (Lihatlah gambar no. 4 dan 5). *)

*) Pada gambar no. 4 ada kalihatan kira-kira V5 dari besaruja jang benar: sapotong pantatnja peti besi jang dipetjanken, jang kadapantan bagitoe pada satoe pembongkaran di Enschede;

pada a ada kalihatan njata sekali bekasnja sabagian dari telapak tangan kiri di atas boeboek kapoer Olan da. Pada gambar no. 5 ada kalihatan bekas itoe kira-kira 7 kali lebih besar. Boekan

(17)

Melinken djarang-djarang sadja ada perloe aken panggil orang berïlmoe datang boewat bikin portretnja bekas djeridji atawa bekas kaki, jaitoelah djikaloe bekas-bekas itoe ada di tembok, di peti besi, di papan djendela atawa di lain-lain sabaginja itoe, jang tiada boleh dikirimken ka lain tampat; djoega di dalam hal bagitoe, biasanja tiada tjoekoep, kaloe orang soeroeh sadja sembarang toekang portret membikin portretnja bekas-bekas itoe ; orang misti panggil toe- kang portret jang memang ada pande boewat bikin portret bagitoe.

Tapi djikaloe barang atawa perabot, di mana adanja bekas-bekas itoe, boleh djoega dikirimken antero atawa sabagiannja, maka adalah lebih baik orang kirimken itoe, kerna orang berilmoe bisa bekerdja lebih baik di tampat sendiri, dari pada di tampat terdjadinja kadjahatan. Soedah tantoe barang atawa perabot itoe misti dipak baik-baik, sasoedahnja orang toelis lebih doeloe soewatoe peringatan tentang tam- pat dan banjaknja bekas jang telah kadapatan. De- ngan sabrapa boleh, bekas-bekas itoe misti dikoeroeng, oepama: di doewa sampingnja dilengketken atawa dipakoe doewa potong kertas tebal atawa doewa potong papan jang lantas ditoetoep dengan sapotong kertas tebal, papan atawa katja dan lantas diïkat, hingga itoe bekas-bekas djeridji atawa lain djadi ada di kolongnja.

Banjak roepa barang baik sekali dipak di dalam doos atawa peti, jang pantatnja dan dingdingnja dilobang- lobangi, hingga barang itoe boleh diikat dengan tali- tali jang ditemboesken di lobang-lobang itoe.

sadja goerat-goerat, hanja lepitan koelit poen ada kalihatan njata Roepa-roepanja si pembongkar soedah kaloewarken itoe kapoer dari dalam dingdingnja peti itoe jang ada berlapis dan sengadja taro di itoe tampat, kerna pinggirnja papan-besi jang terpetjah itoe ada tadjam dan sakiti tangan jang mem- bongkar.

(18)

Boewat pak dan kirimken barang bagitoe, djangan- lah orang sajang boewang onkost, kerna bagoesnja perolehan memeriksa ada bergantoeng pada itoe.

„BEKASNJA KAKI" poen ada penting, lebih lagi bekasnja kaki terlandjang ; djikaloe orang jang ter- bitken bekas-bekas kaki itoe, ada djalan dengan pake kous atawa sepatoe, maka bekas-bekas itoe sering kali melinken membri oendjoek sadja, dan djarang sekali membri kanjataän jang baik. Bekasnja sepa toe-sepatoe, jang zoolnja ada dipakoeïn atawa jang zoolnja ada rombeng atawa ada ditambal, itoelah ada berharga besar. Di dalam perkara besar, bekas- kaki misti diportret, dan djikaloe boleh, misti diper- lakoeken djoega seperti satoe tjitakan.

Aken bikin portretnja bekas kaki, perabot portret misti ditoedjoeken dari atas lempang ka bawah, sasoedahnja satoe oekoeran ditaro di sampingnja bekas kaki itoe.

Boewat tjitak di bekas-kaki, orang boleh pake gips, *) gemoek lilin, walirang, lijm, lilin tawon, damar atawa gala-gala ; seringkali ada djadi baik sekali kaloe lebih doeloe itoe bekas kaki ditjiprati rata dengan politoer, lantaran apa ija djadi lebih tegoeh, dan kaloe itoe politoer soedah kering, lantas bekas- kaki itoe disapoein baik-baik dan biar rata dengan minjak atawa gemoek entjer. Djoega ada berfaedah, kaloe orang taro di itoe bekas-kaki potong-potongan kajoe atawa tali jang lebih doeloe soedah direndam di ajer, atawa djoega tjabang-tjabang ketjil jang moeda, soepaja barang jang tertjitak itoe djadi lebih koewat.

*) Doewa bagian gips ditjampoer sama satoe bagian ajer matang. Laboerken gips ka dalam ajer, djangan koetjoerken ajer ka atas gips.

(19)

Di bekas kaki jang ada di saldjoe, orang boleh tjitak lijm jang kental, kerna ini lijm soedah djadi keras, sabelonnja saldjoe djadi loemer; tapi lijm djadi meng- keroet pada waktoenja djadi kering, maka kaloe sadja ija soedah djadi kakoe, orang misti lekas tandelken dia ka dalam gips, hingga ini gips djadi satoe tjitakan.

Djoega orang boleh ajak di atas itoe bekas-kaki soewatoe tjampoeran dari gips, pasir haloes dan cement, rata banjaknja, hingga tjampoeran jang terajak itoe djadi ada tebalnja kira-kira 3 centi-meter, laloe ditoetoepi dengan kain jang dibasahi dengan ajer saldjoe ; komoedian kain itoe, dengan perlahan dan rata, dibasah-basahi lagi dengan ajer saldjoe, sampe ajer itoe soedah djadi tida bisa menjerap lagi.

Bekas kaki atawa lain-lain bekas, jang ada di deboe atawa tepoeng, melinken boleh dipoengoet dengan gemoek lilin : ini gemoek dibikin haloes, laloe dilaboer- ken ka dalam itoe bekas dan lantas dikedja loemer dengan besi panas jang dipegangi di atasnja ; gemoek ini menjerap ka dalam itoe deboe atawa tepoeng, jang sasoedah bebrapa kali digamoeki tjara bagitoe, lantas djadi keras.

Djika orang dapatken bekas kaki jang terdoega beratsal dari pendjahat, maka baiklah bebrapa bekas itoe jang paling njata, lantas ditoetoepi dengan peti- peti, potongan papan, kaleng atawa sebaginja itoe.

Noda darah.

Dari pada bangoennja dan tampatnja noda-noda darah, biasanja bisa terdapat doega-doegaän jang benar, oepama: di mana dan dari djoeroesan mana orang telah meloekai.

Maka haroeslah noda-noda darah diperhatiken baik-baik, dan samoewa noda, jang boekan ada di barang-barang jang boleh diangkat, baik sekali di- portret, atawa ditoelis bangoenja (digambari) baik-

(20)

baik di sapotong kertas, dengan diseboetken oekoer- oekoerannja dan djaoehnja satoe dari lain.

Oleh orang berilmoe jang periksa ltoe, haroeslan dipastiken, apa noda-noda itoe benar darah adanja, dan djoega apa darah itoe darah menoesia atawa darah binatang, dan sering djoega perloe dibilang darahnja binatang apa.

Tida salamanja ada gampang aken dapatken noda- noda darah, atawa kenalin itoe, kerna noda-noda dari darah jang moentjrat, sering kali ada amat haloes, dan warnanja noda bagitoe, kaloe soedan lama, bisa djadi lain sekali.

Ramboet.

Di dalam hal pemboenoehan sering kali orang dapatken ramboetnja si pemboenoeh di dalam tang- annja orang jang terboenoeh. Ramboet jang ada di topi atawa pakean jang katinggalan, biasanja ada berätsal dari orang jang paling belakang mempoe- njai itoe topi atawa itoe pakean. Pepenksaan atas ramboet, sering kali ada terbitken pengoendjoekan jang penting, maskipoen djarang-djarang menerbitken kanjatalln.

Ramboet manoesia dan boeloenja roepa-roepa binatang boleh dibedaken dengan pasti satoe dari lain, jaitoelah satoe hal jang sering kali banjak pen- tingnja, oepama di dalam perkara perampokan.

„BARANG-BARANG JANG DITINGGALKEN" oleh pendjahat (pet, topi, piso, selampe dan lain-lain) sala- manja haroes diperhatiken betoel-betoel, kerna peme- riksaan dengan ilmoe mikroskopisch dan mikroche- misch atas deboe dan kotoran jang ada di sitoe, sering kali membri katerangan, orang apa adanja jang ampoenja barang jang katinggalan itoe. Djoe- ga loedah dan lain-lain kotorannja si pendjahat boleh

(21)

djadi ada pentingnja. Lebih djaoeh haroeslah orang tilik, oepama: kaloe-kaloe tempo si pendjahat man- djat satoe-doea benang dari pakeannja ada menjang- koet.

Bekasnja pekakas dan sindjata.

Sasoewatoe pekakas jang dipake membongkar atawa meroesakken, ada tinggalken bekas, jang komoedian sering kali boleh dioendjoek, apatah dia itoe boleh djadi atawatah tantoe sekali ada beratsal dari peka- kas jang telah dapat ditangkap. Maka haroeslah orang pegang (beslag) segala barang, di mana ada bekas-bekas jang bagitoe, atawa djikaloe barang itoe tida boleh diangkat, orang bikinlah portretnja sa- soedah taro lebih doeloe satoe oekoeran di dampingnja.

Lebih poela pada peroesakan kasar dengan kampak (oepama : pada poehoen-poehoen, tiang-tiang telefoon d. 1. 1.) boleh dioendjoek dengan gampang, kaloe- kaloe aken bikin karoesakan itoe soedah dipake kampak jan^ telah dapat ditangkap. Di dalam hal demikian, baiklah itoe kajoe jang dapat karoesakan, digadji dan dibeslag; kaloe diportret sadja, itoelah tida tjoekoep. Djikaloe terpaksa, boleh djoega orang goenaken akal dengan taro kertas poetih jang tipis di atas loeka-loekanja itoe kajoe, laloe kertas itoe dihitami dengan potlood jang digerak-gerakken boelak- balik dengan tjepat di atasnja; dan dengan bagitoe, apa jang tida rata, djadi tertindas.

Sering djoega orang bisa dapatken pada pekakas jang telah digoenaken itoe, bagian-bagian haloes dari barang jang diroesakken ; pada satoe kali akoe telah bisa dapatken deboe timah haloes-haloes jang lengket pada satoe piso patah, jang telah dipake petjahken tjelengan derma, dan belon berselang lama, di dalam satoe perkara boenoeh dengan tikaman temboes di selimoet, akoe ada dapatken pada pisonja orang jang

(22)

tersangka djahat, benang-benang merah dan poetih, jang ada saroepa betoel dengan benang-benangnja selimoet jang tadi itoe. Dan piso itoe ada memboengah- ken djoega, oleh kerna ija ada kalihatan berkilap se- perti baroe dan dengan mata terlandjangtida sekali ada kalihatan bekasnja darah, sedang pada waktoe di- periksa dengan ilmoe mikroskopisch dan mikroche- misch, ija ada kalihatan tersaloet dengan bekas darah. Pada satoe kali akoe telah periksa satoe perkara di negri Duitsch, di mana dengan pasti akoe soedah bisa bilang, bahoewa satoe pelor revolver jang terdapat di dalam kapalanja satoe soldadoe politie jang ditembak mati, misti soedah kaloewar dari revolvernja orang jang disangka soedah me- nembak.

Pekakas dan sindjata jang dapat ditangkap, haroes diperiksa dengan ati-ati sekali, dan perloe sekali didjaga, soepaja djangan ija terkena pada satoe ba- rang, pada apa di waktoenja perboewatan djahat dilakoeken, ija misti soedah ada kena. Saiinde di dalam itoe perkara boenoeh jang terseboet di atas ini, orang soedah tjoba sedang-sedangi itoe piso pada lobang jang ada di selimoet, maka tantoelah terang sekali, jang itoe hal dapatken benang-benang di itoe piso, djadi tida harganja, dan kadang-kadang satoe perkara bisa djadi gagal betoel dengan lantaran bagitoe.

Pembakaran roemah.

Pembakaran roemah ada terdjadi lebih sering, dari pada jang orang kira. Djika pembakaran itoe ada dibikin dengan pake bantoean minjak-tanah, arak- api atawa sabaginja itoe, maka ini barang tjajer dan awapnja menjerap teroes sampe ka dalamnja kajoe;

sering kali boleh dioendjoek adanja di dalam itoe kajoe, maskipoen kajoe itoe soedah angoe3 di loe-

(23)

warnja. Pada tampat, di mana ada didoega, bahoewa saroepa barang tjajer jang bagitoe gampang terbakar, telah ada ditoewangken, baiklah orang koempoelken potong-potongan kajoe jang ada di sitoe, dan lantas toetoep itoe di dalam flesch besar jang pake toetoep mengamblas ka dalam moeloetnja. Djika dirasa boleh d jadi, jang itoe barang tjajer soedah kena basahi batoe djoebin, maka baiklah orang koempoelken kotoran dan pasir jang ada di renggang-renggangnja itoe batoe di tampat jang terdoega itoe.

Dari sebab sisa dari itoe barang tjajer jang ter- doega telah dipergoenaken, boleh djadi habis dengan mendjadi awap, maka salamanja poen perloe sekali orang bekerdja dengan tjepat.

Salamanja orang misti lihat-lihat pada soewatoe barang, jang boleh djadi soedah dipergoenaken soe- paja kabakaran itoe baroe nanti djadi berkobar, kaloe si pendjahat soedah lama berlaloe.

Di dalam hal kabakaran jang terdoega telah terdjadi dengan perboewatan pendjahat, bagoes sekali kaloe ada terdapat botol minjak tanah atawa botol benzine di mana ada bekas-bekas djeridji jang njata; ini tantoe tida sering bisa terdapat, tapi toch akoe sengadja seboetken di sini, aken bri ingat, ba- hoewa di dalam perkara bagitoe poen, haroes orang tjari-tjari bekas djeridji.

Djoega boleh djadi ada doegaän, bahoewa orang jang tersangka djahat itoe, soedah membelekkasoer atawa bantal; di dalam hal bagitoe, haroeslah orang pe- riksa ija poenja piso atawa goenting, dan djoega ija poenja pakean, kaloe-kaloe di sitoe ada sedikit ka- poek atawa barang sabaginja itoe.

Toelisan palsoe, soerat boedeg d. 1.1.

Ilmoe memeriksa hal ini ada madjoe banjak sekali ; dengan toeloengan perabot portret dan katja-bohong,

(24)

ampirlah salamanja toelisan palsoe, perobahan dengan mengerik d. 1. 1. dapat diterangken dengan betoel, sedang hal membandingken toelisan poen telah toekar atoeran, dan dengan digoenakennja daja-oepaja ba- roe, ada djadi banjak lebih baik. Benar sekali ba- hoewa di sini boekanlah tampat aken membitjaraken itoe dengan pandjang-lebar, tapi akoe hendak rae- ngoendjoek djoega pada bebrapa perkara.

Ilmoe periksa accept palsoe d. 1.1. seringkali misti dilakoeken boekan sadja di sinar terang jang kena pada moeka kertas, hanja djoega di sinar terang jang menemboes di kertas; dari sebab itoe, adalah koerang baik, kaloe belakangnja soerat-soerat bagitoe diboeboehi tanda-tangan atawa ditoelisi perkataan apa- apa; saände misti djoega ditoelisi, baiklah orang ingat, soepaja belakangnja tampat, jang ada penting aken diperiksa, dikasih tinggal terboeka.

Djikaloe aken bandingken toelisan, orang ada per- loe toelisannja si tersangka djahat, haroeslah orang soeroeh dia itoe toelis perkataan perkataan jang orang seboetken, djangan terlaloe sedikit, dan djoega baik- lah di atas kertas jang satoe matjam sama kertasnja soerat jang djadi boekti; kaloe kertasnja ini soerat ada bergoerat, si tersangka poen misti menoelis di kertas jang bergoerat djoega; lebarnja kertas poen misti ada sama. Terkadang adalah perloenja si ter- sangka disoeroeh menoelis dengan pegang gagang pena antara djempol dan teloendjoek, komoedian, antara teloendjoek dan djeridji tengah.

Djikaloe jang dipalsoe'i itoe melinken nama orang atawa bebrapa perkataan sadja, baiklah orang soeroeh si tersangka menoelis itoe bebrapa kali, dan lain dari itoe ija misti toelis lagi omong-omongan jang tida terlaloe pendek, di mana misti ada djoega letter- letter dan letter besar seperti jang ada di dalam itoe toelisan palsoe.

(25)

Djikaloe bisa, baiklah orang berdaja-oepaja boewat dapatken toelisannja si tersangka, jang memang telah sadia ada, tapi jang telah tertoelis kira-kira di dalam itoe tempo, di mana itoe soerat palsoe telah tertoelis.

Di waktoe menggeledah di dalam roemah, perloe sekali orang beslag djoega kertas petal (vloeipapier);

botol tinta atawa tampat tinta traoesah dibeslag, ha- nja tjoekoeplah kaloe orang pake tinta itoe aken toelisken bebrapa perkataan atawa aken bikin noda di kertas poetih, laloe bawa kertas itoe.

Di dalam soerat boedeg, bekas djeridji boleh djadi ada besar goenanja, lebih poela djikaloe orang bisa dapatken soerat boedeg jang belon diboeka; dengan diperiksa oleh orang berïlmoe, sering kali bekas djeridjinja si penoelis dapat dinjataken.

Hal boenoeh diri.

Pengataoeän dengan djalan mengitoeng ada bagi- ken hal boenoeh diri ka dalam tiga bagian:

le dengan kataoeän sebabnja;

2e dengan tida katantoeän sebabnja;

3e dengan tida sekali kataoeän sebabnja.

Kira-kira 37% dari samoewa pemboenoehan diri sendiri ada teritoeng pada bagian jang katiga ; itoelah ada banjak sekali ; lebih poela kaloe diingat, bahoewa tantoe sekali banjak pemboenoehan dalam bagian ka-2, sabenarnja misti dimasoekken ka dalam bagian ka-3, dan lagi boleh sekali didoega, bahoewa banjak perkara bagitoe, jang sabenarnja boekan sekali perkara boenoeh diri.

Maka di dalam perkara boenoeh diri, haroeslah, dengan tida kasih kentara ada ampoenja doegaän djelek, salamanja orang misti ingat, bahoewa itoe boleh djadi perkara lain adanja. Haroeslah orang lihat baik-baik, apa boleh djadi dan apa ada alasan

(26)

baik, bahoewa samoewa betoel telah ada terdjadi, sabagimana jang ada kalihatan seperti telah ada ter- djadi itoe. Majit misti dibiarken sadja, sabagimana adanja di Avaktoenja kadapatan, dan dengan tiada robah letaknja, orang haroes portret itoe dari segala fihak, soepaja dapat djoega tetapken adanja, apa jang orang soedah tiada lantas dapat lihat.

Soerat aken bri slamat tinggal, jang brangkali ada terdapat dengan dikataken telah tertoelis oleh orang jang boenoeh diri, itoelah misti diperiksa tentang toelisannja, kertasnja dan tintanja, apa betoel ada berätsal dari orang jang meninggal itoe. (Bekas

djeridji!)

Pemboenoehan.

Pertama-tama orang misti periksa, kaloe-kaloe orang jang tiwas itoe masih hidoep, jaitoelah dengan merabah pada badannja aken dapat taoe kaädaän hawanja, dan dengan pegang geretan menjalan di depan moeloet atawa hidoengnja; orang pakelah ge- retannja sendiri aken hal itoe, dan kaloe soedah, djangan boewangken poentoengnja. Saände orang itoe masih hidoep, lantas soedah tantoe sekali orang misti berdaja-oepaja aken menoeloengi, tapi dengan lekas sabrapa boleh, orang toelislah peringatan dari samoewa, apa jang ada dirobah tentang letaknja, sampe pada perobahan jang paling ketjil poen.

Djikaloe orang itoe soedah meninggal, maka'djangan- lah orang merabah padanja, hanja oeroeslah soepaja Justitie lantas dibri taoe ; tampat pemboenoehan itoe misti didjaga baik-baik, soepaja djangan ada satoe apa djadi berobah, sampe pada datangnja Justitie, jang di dalam perkara besar, salamanja ada membawa

orang berilmoe; melinken bekas-bekasnja kaki boleh ditoetoepi.

(27)

Haroeslah orang ingat salamanja, bahoewa di sana- sini di tam pat peraboenoehan itoe bisa ada bekas tangannja si pemboenoeh, lebih poela di pentolan gelender pintoe, kraan larapoe gas dan lampoe-lampoe minjak tanah ; kaloe perloe lampoe, biarlah orang ambil lampoe dari lain tampat.

Bikin portretnja majit.

Djikaloe ada majit mengambang di ajer, maka biar- lah orang berdaja oepaja, soepaja dengan lekas sabrapa boleh majit itoe diportret; salamanja poen tantoe ada toekang portret jang maoe bikin portret itoe, maski- poen tiada dengan titah pembesar. Satoe majit jang soedah tinggal bebrapa hari di dalam ajer, masih boleh sekali diportret dengan baik; tapi kaloe sadja dibawa naik ka darat, lantas sadja — jaitoelah kaloe hawa ada panas — ija djadi boesoek dan bengkak, hingga djikaloe soedah saloe hari sadja, boleh djadi ija tida dapat dikenali lagi. Dari sebab itoelah, djikaloe pada majit itoe ada kalihatan tanda kenajaän, baik sekali ija diportret, tapi dengan tertambat baik- baik, dibiarken sadja ija kambang di ajer, sampe Justitie datang. Majit, jang lantaran soedah djadi bengkak terlaloe, tida dapat dikenali, boleh djoega dapat diperbaiki banjak dengan dilaloeken gasnja., lantaran diloekai di laklakannja dan di belakang kapalanja, dan dengan dipakeï talk, glycerine, mata gelas d. 1.1. Kaloe komoedian ija lantas diportret, boleh diharap banjak, jang ija nanti dapat dikenali, teroetama kerna di mana portret tida kalihatan sabagian besar dari kadjelekannja majit, dan djoega kerna portret boleh dipake sampe lama boe wat tjoba kenali orang jang mati itoe.

Hal bikin portretnja majit, ada banjak pentingnja di dalam perkara boenoeh dengan tjetek; tanda bekas ditjekek, kadang-kadang tida sekali dapat dilihat

(28)

dengan mata terlandjang, sedang di mana portret ij a djadi kalihatan njata sekali.

Tanda barang soewatoe di badannja orang jang tersangka djahat.

Geledah badannja orang jang tersangka djahat, itoe poen ada sama pentingnja dengan geledah tampat, di mana kadjahatan telah dilakoeken, dan lebih penting lagi perkara dapat tangkap orang itoe dengan lekas, pada sahabisnja terdjadi perboewatan djahat.

Kaloe si tersangka belon dapat tempo aken bre- sihken badan dan pakeannja, atawa melinken soedah berboewat itoe sedikit sadja, maka matanja orang paham, dengan pake katja bohong dan mikroskoop, nanti bisa dapatken banjak pengoendjoekan, dengan lantaran apa lantas boleh dipastiken, di mana si ter- sangka itoe soedah berada, pada sedikit tempo jang baroe laloe.

Di dalam kantoor pemeriksaan di tanah Duitsch, di mana akoe doeloe hari ada bekerdja, pada soewa- toe masa adalah kadapatan, bahoewa di tjelananja orang jang tersangka djahat, ada kalihatan sedikit loempoer, jang warnanja ada sama dengan warnanja tanah, di mana kadjahatan telah dilakoeken, sedang tanah bagitoe tida ada pada tampat, jang diseboet oleh si tersangka, bahoewa ija habis dari sana ; djoega di bawah satoe koekoenja orang itoe ada terdapat sedikit darah beserta sedikit benang jang samatjam dengan kain lehernja orang jang terboeuoeh.

Di dalam satoe perkara lain, pada zool sepatoenja si tersangka djahat ada terdapat doewa lapis tanah lempoeng, jang terselat dengan salapis pasir, lantaran apa soedah djadi boleh dibilang, orang itoe soedah berada di mana.

Belon berselang lama di sini (tanah Olanda) ada pen djahat membakar fabriek kapoek, dan satoe toe-

(29)

kang jang ada bekerdja di satoe fabriek, di mana melinken ada kapas sadja, ada tersangka soedah berboewat itoe kadjahatan. Pada tjelananja akoe ada dapatken lembar-lembaran kapoek dan lembar- lembaran kapas, dan akoe telah bisa tan toeken djoega, bahoewa itoe kapas soedah datang pada tjelanaitoe, pada sabelonnja itoe tjelana disikat, dan itoe kapoek datang pada tjelana itoe, pada sasoedahnja tjelana itoe disikat.

Hal jang paling sering terdjadi jaitoelah pakean- nja si tersangka djahat misti ditilik, kaloe-kaloe ada bernoda darah, dan kaloe ada, misti dinjataken djoega, apa darah itoe darahnja menoesia atawa darah binatang, dan sering kali djoega perloe dibi- lang, binatang apa itoe.

Djoega sindjata, pekakas dan lain-lain barang jang terdapat di badan si tersangka djahat, sering kali misti diperiksa dengan teritip. Tapi perkara- perkara bagitoe ada amat banjak roepa, hingga tiada

boleh djadi ditjeritaken dengan pendek.

Dengan berpikir, sigra djoega orang lantas dapat li- hat, apa jang perloe atawa haroes diperboewat di dalam sasoewatoe perkara. Soedah tantoe samoewa misti dilakoeken dengan teritip, dan djangan ada terdjadi seperti satoe perkara jang akoe telah dapat lihat di tanah Duitsch, jaitoe pakean jang misti diperiksa, kaloe-kaloe ada bernoda darah mendjangan atawa ada dilengketi boeloe mandjangan, soedah diboengkoes djadi satoe sama gamblok pemboeroe, jang telah terda- pat dengan berisi satoe mendjangan, dan ada penoeh dengan noda darah dan dengan boeloe mandjangan.

Lebih djaoeh akoe haroes seboetken di sini, bahoe- wa pada banjak roemah toetoepan di tanah sini ada dipake satoe atoeran, bahoewa orang-orang jang di- masoekken ka sitoe, misti mandi doeloe dan pakean- nja misti dibresihi doeloe dari biang penjakit (gedes-

(30)

infecteerd); bahoewa atoeran itoe haroes tertjelah, kaloe dilakoeken pada sabelon badannja dan pake- annja si tersangka djahat diperiksa dengan teritip, itoelah soedah traoesah diseboet lagi. Pada satoe kali akoe poen soedah taoe dititahken periksa noda darah manoesia di pakean jang soedah dibresihi satjara bagitoe, dan tjari bekas darah di bawah koekoênja saorang jang tersangka djahat, jang soedah disoeroeh bresihi badannja dengan ajer mandi ; peperiksaänkoe tida beroleh. Tapi di dalam perkara i toe djoega, akoe telah boleh tantoeken dengan pasti, bahoewa bebrapa bekas djeridji jang ada terdapat di tam pat terdjadinja kadjahatan, boekan berätsal dari orang jang tersangka itoe, dengan alasan apa orang itoe lantas dilepas; bebrapa boelan komoedian, tempo orang jang sabenarnja soedah berboewat itoe kadja- hatan, dapat ditangkap, baroelah kataoeän tegas, ba- hoewa orang jang dilepasken tadi itoe, tida bersalah.

(31)

Hal boekoe ini, tjitakan jang pertama, soedah djadi habis terdjoewal dengan tjepat, itoelah ada djadi soewa- toe kanjataän, dan djoega di dalam pakerdjaänkoe akoe ada lihat, jang Justitie dan Politie di Nederland ada bertambah-tambah soeka pada peperiksaän dengan atoeran baroe. Tapi ija belon banjak hargai kagoe- naännja itoe, sampe maoe mengadaken daja-oepaja, soepaja djikaloe ada terdjadi kadjahatan besar, saorang berilmoe boleh lantas dipanggil ka tampat dilakoe- kennja kadjahatan itoe, dan samantara itoe, samoewa dikasih tinggal dengan tida dirobah, sampe itoe orang berilmoe soedah seleseh bikin peperiksaän. Kenda- tipoen dengan bagitoe djadi terhilang sedikit tempo, ini poen tida sekali ada bagitoe djelek, seperti djikaloe bekas-bekas, jang boleh djadi ada besar pentingnja, djadi tida kalihatan dan brangkali djoega djadi moesna, kerna dengan mata terlandjang sering kali soesah kalihatan atawa tida kalihatan.

Djikaloe orang berilmoe datang di tampat satoe perboewatan djahat, di mana segala apa, djoega orang jang tiwas, djikanja ada, tida terobah, maka, toeroet biasa, ija poenja peperiksaän bisa dapat perolehan lebih banjak, dari pada jang lebih doeloe orang brani doega ; djika ija datang di itoe tampat, pada sasoedah banjak tempo berlaloe, maka tiadalah boleh diharap banjak, jang kerdjaännja nanti berâtsil bagoes. Itoe

„bekas-bekas" boekanlah sadja ada bri pengoendjoe- kan atawa kanjataän tentang orang jang soédah ber- boewat kadjahatan, hanja djoega ada koerangken banjaknja perkara toetoep orang jang tida berdosa, sedang peperiksaän lebih djaoeh boleh dilakoeken

(32)

dengan toedjoean jang benar. Beroelang-oelang akoe soedah bisa njataken dengan beralasan pada bekas djeridji, bahoewa orang jang disangka telah menggasir, tida bersalah ; dan belon lama di dalam perkara menggasir (boekan perkara jang dinjataken dengan gambar no. 3) akoe soedah bandingken penggasir poenja doewa bekas djeridji jang terdapat di botol anggoer, dengan bekas djeridjinja 50 orang, satoe kerdjaän, jang akoe lakoeken dengan pake tempo tiada lebih dari satengah djam.

Di dalam itoe perkara pemboenoehan jang terseboet di moeka-lembaran ka-19, poen ada ternjata goenanja hal orang berilmoe bikin peperiksaän pada sabelon banjak tempo berlaloe, maskipoen djoestroe di dalam hal itoe ada kalihatan seperti peperiksaän itoe sabe- narnja tiada perloe: 8 hari pada sasoedah pemboe- noehan, baroelah terdapat itoe piso, jang benar telah dipake memboenoeh, kerna orang soedah libat lain piso, dengan sangka piso inilah jang telah dipake, jang djoéga kabetoelan sekali ada sedang pada bolongnja selimoet, hingga orang tiada tjari-tjari piso lebih djaoeh lagi ; dan tempo achir-achir ada terdapat itoe piso jang benar telah dipake, orang soedah lantas tjoba

— seperti telah terseboet di moeka-lembaran ka-20

— sedangken itoe pada bolongnja selimoet; hal inilah bisa djadi kasalahan besar sekali, dan djikaloe Hof di Arnhem jang nanti poetoesken itoe perkara, kasih lepas itoe pesakitan jang telah dipintai hoekoeman toetoep saoemoer hidoep, maka itoelah boleh dibilang soedah terdjadi dengan lantaran orang dapatken itoe piso delapan hari kabelakangan. Saände orang ber- ilmoe ada di tampat itoe kadjahatan, tantoe sekali itoe piso jang pertama, sasoedah diperiksa, lantas tiada dipandang lagi, dan itoe piso jang benar soedah dipake memboenoeh, tantoe tida dikasih kena pada itoe selimoet. Hal orang berilmoe sigra bikin pepe-

(33)

riksaän, itoelab ada bagitoe penting, hingga di dalam perkara besar tiada sekali boleh diälpaken ; perölehan jang boleh didapatken olehnja, ada mengimbangi tjoe- koep besarnja onkost jang perloe dipake, sedang onkost ini, toeroet biasa, ada djadi koerangan banjak, oleh kerna saderhananja atoeran bekerdja.

Bahoewa di dalam perkara besar orang tida kikir aken mengaloewarken onkost, itoelah ada ternjata dari pada adanja hal, bahoewa di dalam doewa do- minggoe jang pertama di dalam boelan September 1909, di dalam tiga perkara ada didjadiken oepahan /"400.—

boewat oendjoek si pemboenoeh. Tapi tentang ini tiga perkara, akoe poen kombali ada lihat bahoewa tantoe sekali tiada nanti ada perloe aken djandjiken sampe tiga oepahan, saände orang berilmoe soedah lantas dipanggil datang ka tampat-tampat terdjadinja pemboenoehan-pemboenoehan itoe.

Achir-achir akoe hendak peringatken di sini soewa- toe perkara, jang nanti djadi lantaran, bahoewa di dalam banjak perkara, traboleh tida, hanja misti si tersangka djahat diperiksa oleh orang berilmoe-me- meriksa, jaitoelah hal bertambah-tambah dipakenja andjing-politie : lantaran hal ini poen nanti sering ada terdjadi, bahoewa saorang lantas sadja tersangka djahat, tjoemah melinken dari sebab ija dioendjoek oleh itoe andjing; di dalam perkara bagitoe, peperik- saännja orang berilmoe sering kali bisa njataken adanja boekti jang belon kalihatan, dalam hal mana ada poela faedahnja, kerna orang-orang jang tersangka djahat demikian itoe, biasanja dapat ditangkap de- ngan lekas, pada sasoedah terdjadinja peboewatan djah t.

(34)
(35)

GAMBAR No. 1.

(36)

G A M B A R No. 3.

(37)
(38)

v

• f

J /Z'

f •

• Tg

"P'-

; i

SM

^EÉSs-ffc^SM

fcSSmisl

I B L A - • - -^H

<-t^;.vf.V-.;\£ï Iff I I

E ^ s i ^ 8'"

& ^ * HHI

t

v

^ 4 « lïïn

:.

i

"" "j

G A M B A R No. 5.

(39)
(40)

Afbeelding

Updating...

Referenties

Gerelateerde onderwerpen :