MICROFORM: SHELF SIGNATUUR

48  Download (0)

Hele tekst

(1)

SIGNATUUR MICROVORM

SHELF NUMBER MICROFORM:

M SI NO 0346 dl 1

BIBLIOGRAFISCH VERSLAG:

BIBLIOGRAPHIC RECORD:

MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER: , MM69C-IOO\64

MASTER NEGATIVE STORAGE NUMBER:

KITLVlRoyal Netberlunds lnstitute ofSoutbeast Asiun aod Carlbbeao Studies

Prampoean Jang terdJoewal : dJlka bap. doerhako ••• / terJerllaken oleb Lle Klm Hok. _ Soerabala : Laboret, 1917. -\3\ dl.; 18 cm

Naar bet verbaal: Dolores, de verkoehte vrouW / Hugo Hartmann. -In: Lllerature In Malay by tbe Chinese oflndonesla. - P.131. -Cop. 1981

DJII.I.

AUTEUR(S) L1e Klm Hok (1853-1911)

Exemplaargecevens:

Aaow.: DJII. 1

Sigo. van orllln«l:

Shelrnr. of orllinal eopy:

M 1998 A 1384

Filmformaat I Size of film:

Beeld plaatsing 1 Image placemellt :

Reductie moederfilm I Reductioll Master film:

Jaar van verfilming I Filmed ill : Verfilmd door bedrijf I Filmed by:

Slln. van mIcrovorm:

Sb.lfnr. of mlerolorm:

M SlNO 0346 dil

HDP/'" 16/.mm COMlC/IIB

\6 : 1

06-IL-2004 Karmac Microfilm Systems

(2)

I ,-

I I~ 1998 A

- .

0' Harga

r

0,80 cent. , I I'

,

~

I IrR 11111 IIm 11111 11111 I!III 11111 11111 11111 lIIiI mil Hili 11111 11111 lilll I.

2384

t

r.~ . .

§ I

r- =

I' ïi

rR'Mr~~'N JANG T~~DJ~~WAt

= ~

ê =

Il

- "

.

~f

.

IIUI 11111 11111 I!III 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 ~

~ ~

-

=

=

.

,-

.

' (Y'

=

= Djika bapa doerhaka, § 't

.

=

= Anak tantoe tjilaka, = =

- Laki dojan soeka:'soeka, = r

~1

= San~ istri beroleh doeka, =

§

ift

=.

!

if =

~' ~ ... =

~ ' ~

ê =

~, ~

~ DITJERITAKEN OLEH -

.

~ ~ ""

LIE KIM HOK

=

~ § E

t

[I :~

sa - =

ii! - DJIUD JANG PERTAMA. = ~ \

l!'l

~ i~

a § Di!erbitken· dan didjoeal oleh: -- _. I

~ I"

, ; BOEK- & HAN DElSDRU KKERIJ =

,

~

-

"l A 8 0 R E

r"

.~~( ê

~ ~ .

, SOERABAIA ,'t t

~

=

1' 1

§;. 1927. ' t

"

.

= =

- =

~ ~ ~ ~ ~ I U U U U U U ~ U U U U U

I

. I~

ti!

.1, I~

~"

. .

~, , g

(3)

I I

1111 ~j illl~i'jrl~fll~~1I11 1

{ lo "1- 0'2- s '& '8

I

I

(4)

.~.

r,

I ~.

t;"'

r

1\

11 \

III

P8AMr~~AN J'N~ T~8DJ~~WAt

*

,{'st,_V, Taa/_, l

~~o( ~ y, ?.,~ ~;o; ~

Djika bapa doerhaka,

>---~e

I} Vo/kenkU{'o

Anak tantoe . tjilaka,

Laki dojan soeka.soeka,

Sang istri beroleh doeka.

DITJERITAKEN OLEH

LIE

KIM HOK

DJ IUD JANG PERTAMA.

-

Diterbitken dan didjoeal oleh:

BOEK· ' HANDELSDRUKKERW

"LABORET"

S 0 ERA. B A I A.

1927.

1

I

(5)

r ft A M P ~ E A N JAN G T ~ ft D J ~ E ' W A L

DITJERITAKEN OLEH

LIE KIEM HOK

I.

Djika ba pa doerhaka, Anok tantoe tjilaka, Laki dojon soeka soekn, Sang istri beroleh doeka.

HA'RAPAN JANG PENGABISAN

Satoe prampoewan moeda berparas ei 10k, dengall mendoekoeng satoe anak ketjil, ada djalan di djalanart raja, sedang matahari soedah moelai soeroep dan hawá oedara ada dingin sekali. Angin ada mengalir deras dengan membawa ajer-hoedjan jang rintjik rintjik.

Sedang matanja trabisa melek betuel, kerna moeka ada kalanggar hoedjan, pakeannja prampoewan itoe, jang tiada tebal. ada terkibar-kibar kapoekoei angin.

Tapi prampoewan itoe tiada mengopeni ha wa dingin, hoedjan dan angin. Dengan merasa amat koe~

watir, ija memandang sadja pada itoe anak jang ada dibawa olehnja, jaitoeJah satoe anak-prampoewan jang

b~roe beroemoer kira kira doewa tahon.

(6)

2

Satoe topi ketjil, jang doeloenja ada bagoes, tapi sekarang soedah djadi djelek, ada menoetoepi kapa- lanja anak itoe, sedang pakeannja itoe prampoewan moeda ada bri njata, bahoewa doeloe hari ija ada hidoep' di dalam kasenangan, tapi sekarang ini ada , menanggoeng kamelaratan. Djoega ija poenja paras eilok jang berpotoQgan haloes, tapi poet jat, dan ija poenja koelit mata jang berwarna merah lantaran ija ban jak menangis, ada bri kanjataän jang prampoe- wan ini ada menanggoeng banjak kadoekaän hati.

"Iboe, akoe kadinginan .... adoeh, dingin sekali I"

kata itoe anak jang terdoekoeng áengan soewara ber- goemetar: "peloeki akoe betoeI betoel.-Ach, iboe, ka manatah kita pcrgi, pad a nene?"

"Akoe nanti peloeki kaoe rapat ra~at, anakoe", kata itoe iboe dengan soewara perlahan, sambillibat- ken kain doekoengan salibatan lagi pada~ badannja Hoe anak: "ja, kita pergi pad a nene dan minta ija toeloengi kita."

"Mengapa kita tida pergi pada ajah ?,' kata poe!a Hoe anak: tja ada di manatah? Jja tida sekali tao~

datang lagi pada kita.

"Ajahmoe pergi ka lain tampat, djantoeng hati Ir' sahoet itOf. iboe dengan soewara sedih: ,.ach, ajah- moe ... ija tiada mengopeni lagi pada kita ... kita tersia-sia. anak., ... dan kaoe ini soedah dilahirkan aken menanggoeng kasengsaraän. Lebih bajk, djika kita soedah lama mati dan terkoeboer."

Itoe anak tida mengarti omong iboenja itoe; ija

3

lantas sadja meroengkoet dan merintih-rintih kerna kadinginan.

Di itoe waktoe iboe itoe membiloek ka djalanan Oranje, laloe berdjalan teroes hingga sampe di depan soewatoe roemah. Di sitoe ija merandak dan ada kalihatan seperti berhati moendoer-madjoe. Ija merasa berat aken membawa kasoesahannja ka dalam roemah- nja ija poenja iboe jang miskin dan sekarang sedang a'da sa kit pajah.

Tapi traboleh tida: maoe tramaoe, ija terpaksa tjari toeloengan di roemah itoe, kerna tida ada lain

'jang boleh diharap. .

lja masoek ka roemah itoe, laloe naik ka loteng : di sitoe poen ada kamarnja Njonja Schubert. ija poenja iboe sendiri.

Satelah sampe di depan pintoe kamar, ija menge- tok dengan perlahan, laloe toelak pintoe itoe.

Kamar itoe tiada besar dan ada goeram; tem bok- temboknja telah djadi mesoem dari sebab soedah toewa.

Satoe medja ketjil doewa korsi dan satoe lemari jang ada di sitoe. samoewa njata telah terpake lama, de- mikianlah djoega satoe pembaringan, di mana ada rebah saorang prampoewan toewa jang lagi sakit.

Sinar dari matahari jang 3mpir soeroep, ada masoek sedikit sadja ka kamar itoe dengan menemboes di sa toe djendela ketjil.

Satelah pintoe tertoelak, prampoewan jang sakit itoe bergerak mengangkat badan, sambil mengawasi pada orang jang masoek. Kamoedian ija lantas ber- doe doek dan mengangsoerken sabelah tangannja jgan

(7)

,..

4

ada koeroes sekali. Sedikit ramboelnja jang soedah. saloe anak prampoewan miskin ! Tapi kaoe ini tramaoe berwarna poetih, ada merewe-rewe ka moeka jang dengar kata koe, ja? Sekarang soedah kasep. Lebih amat poet jat hingga bersemoe bi roe. lama, ija lebih siasiaken kaoe. Kaoe dan anaknja

Itoe prampoewan moeda jang duekoeng anak, sendiri I"

soedah toetoepken kombali pintoenja kam ar. Ija me- - "Ach, iboe, djanganlah djeleki dia. Alfred masih ngamperi pada pembaringan, sambil berkata dengan tetap. tjinta padakoe qan anakkor. Tapi ija· ada men- soewara bergoemetar: dapat soesah. Sabagimana ija menoelis pa dak oe, se-

"Iboekoe ! kasihani akoe ini ... toeloengilah karang ija misti minggat. Kamarin ija ada dalang dan

kita-orang ... " l11isti lantas berangkat pergi. - Maka sekarang akoe

Sahabis biJang bagitoe, ija rebahken anaknja di tida berdaja lagi. Apatah jang akoe misti berboewat dekat kakinja itoe I prampoewan toewa, lalDe ija ber- s~karang? .... lihat.1ah ini soeratnjrt."

loetoet dan menangis tersedoe-sedoe dengan tandeiken - "Apa ija tida datang senàiri padamoe?"

djidat pada tepi pembaringan. - "Kamarin ija maoe dötang padakoe; tapi ija

"Ada terdjadi perkara apatah, Dolores, anakkoe?" ada sangat doeka dan tida Lrani bitjaraken samoewa kata itoe prampoewan toewa: "Ach, Allahkoe ! akoe halnja padakoe; maka djadilah ija menoelis sadja misti tnendapati apatah lagi, sedang akoe ada sakit soerat id."

I,

dan soedah ampir djadi mati !?" - "Ija bilang apatah di dalam soeratnja? Dan

"lboe, adjak akoe kombali tinggal di sini." kata ija tida sekali datang melihat pada anak dan istri?"

DQlores sambil pegangi tangan iboenja: "Akoe maoe - "Kaoe l1<lnti dapat taoe samoewa, iboe. Akoe bekerdja IJgi aken goenamoe seperti doeloe, tempo nanti bat ja soerat ini, dan biarlah kaoe membri na- akoe belon kenal sama si Alfred." sehat padakoe."

I.toe prampoewan lantas .~oeroet menangis, dail.~ I(amoedian Dolores lantas boeka Hoe soerat dan sambll merangkapken tangan, lJa berkata: ~, membatja dengan soewara bergoemetar:

"Ach, anakkoe! apatah jang nanti djadi! A pa "Istrikoe jang tertjinta !

Alfred bel on djoega balik kom bali ? Ija biarken sadja "Akoe mendapat soesah besar. Akoe traboleh toe- kaoe dan anakmoe di dalam kamelaratan, itoe lelaki tvep lebih lama lagi di hadepanmoe. Akoe misti kaboer, jang trataoe maloe?" maskipoen akoe ada merasa berat sekali. Akoe binasa, - .,Alfred tida ada poenja satoe apa lagi, iboe !" djikal.oe kaoe tida toeloengi akoe, Dolores! dan kaoe

"Ija borosken samoewa hartanja! Doeloe poen bisa menoeloeng di dalam perkarakoe ini . . .. kaoe akoe soedah mendoega djelek. Hrn! satoe baron dan sendiri sadja. Djika soenggoeh kaoe soedah taoe tjinta

(8)

l i

I

I'

:

I !

11

...

6 7

padakoe; djikaloe di hatimoe masih ada sedikit ka-. boleh dibilang ada berboewat perkara djelek, tiada tjintaän padakoe, kaboelkenlah permintaänkoe! Akoe nanti boleh dikataken berboewat perkara djahat: tida binasa, saände kaoe tida kaboelken permintaänkoe sekali I malah nanti teranggep menoeloeng diri sendiri, jang terseboet di bawah ini: melinken kaoe sendiri menoeloeng anak kita dan soewamimue sendiri. Boe- sadja boleh menoelocng. Dolores, akoe bHang dengan I wat sedikit tempo sadja kita-orang misti berpisah satoe bersoempah, jang akoe poenja djiwa, kita-orang poenja dari lain, tapi kita-orang nanti bertemoe kombali, dan kaslamatan dan slamatnja anak kita, semoewa ada di kaoe djadi kom bali istrikoe. Itoe Frank saorang harta- dalam kaoe ampoenja tangan. Toeloengilah akoe! toe- wan besar sekali dan nanti berlakoe amat baik pada- loengilah dirimoe dan anakmoe sendiri I Kaoe djangan moe, kema ija .fjinta beloei padamoe. Siapa djoega se boet dirimoe istrikoe, seboetlah sadja dirimoe Do- dapat melihat kaoe, bidadari, ija poen !'oedah tantoe lores Schubert. Akoe trapoenja apa apa lagi, hingga misti tergila-gila padamoe. Frank toenggoe kita datang akoe trabisa kasih satoe apa lagi padamoe, itoelah kaoe di London. Djangan kita memboewang tempo. Kita soedah taoe. Boekanlah bagitoe sadja. Akoe soedah poenja anak kita titipken pada orang baik baik, sampe bikin wissel palsoe, hingga sekarang akoe ada ter- pada waktoe kita berkoempoel kombali. Lantas kita- antjam dengan pemboewian. Tangankoe nanti dibogol, orang nanti berangkat pergi ka Amerika. Kita poen ja saände kaoe tida menoeloeng. Oleh kema beringat peroentuengan ada di dalam tanganmoe. Sigralah kaoe pada kita poenja anak, biarlah kaoe berkasihan padakoe. berlakoe I"

,,!toe toewan Frank jang amat hartawan, jang ada ,,0, itoelah lelaki· djahat dan boesoek amat I" kata poenja fabriek fabriek di London dan ada tinggal di Hoe Njonja Schubert, sedang moekanja jang poef jat gedong besar, sabagim<lJ13 kaoe ada taoe, ija ada dapat djadi bersorot merah sedikit: "Ija maoe apa? ija Iihat padamoe di kota Berlijn, dan ija ada merasa maoe djoewal kaoe pada lain orang. I<abentjiän dan tjinta dan birahi betoeI padamoe, dengan tiada kira, ~ tjatjian, itoe sadja misti djadi bagiannja orang doer- jang kaoe ini istrikGe. Ija sangkaken kaoe satoe gadis. ~

t

haka· itoe! Kita-onng betoeI miskin, tapi salamanja Ini frank nanti menoeloeng padakoe, djika kaoe maoe kita ada berlakoe haik."

kawin padanja. Kaoe djangan ganggoe hatimoe dengan "Dengarlah, iboe," kata Dolores: "ltoe toewan pertanjaän ini atawa itoe, atawa dengan pikiran begini Eduard Frank ada pegang itoe wissel, tapi ija tida dan bagitoe: kaoe ingat sadja, jang kaoe bel on ber- ta oe jang wissel itoe ada palsoe. Alfred tantoe tjilaka, soewami dan bernama Dolores Schubert. Saände kaoe djika wissel itoe soedah djatoh tcmponja dan kataoean tida loeloesken permintaänkoe ini, tantoe sekali kaoe ada palsoe."

tida dapat bertemoe lagi padakoe. Kaoe tiada nanti .Samoewa oewangnja ija borosken! tapi boek:.n

(9)

-

·9

8

I II

pada kaoe, anak, boekan pada kaoe! Kaoe s~lamanj~ anakkoe! djangan sekali maoe dekat padanja itoe!

berhati baik padanja, salamanja bersatia padanja! Apa Dia itoe satoe geladak besar dan pantes betoei djadi kaoe kenal Hoe orang jang ija seboet .di soeratnja? kawannja kaoe poenja baron!"

_ "Akoe melinken taoe Iihat dia itoe satoe kali - "Iboe, si Alfred ada djadi soewamikoe. Dan sadja, tempo belon berselang lama ija datang di ini ~ akoe masih tetap tjinta padanja."

kota." - "Kaoe ma3ih tjinta padanja, sedang kaoe soedah

_ "Dan ija tjinta padamoe! Ach, Allahkoe, Allah- ta oe jang ija hendak djoewal badanmoe. soepaja bisa koe! Saände ija soedah dapat melihat kaoe. pad a dapat doewit ? Saände doel oe kaoe soedah maoe de- sabclon kaoe kawin sama itoe baron geladak. tantoe- ngar bitjarakoe dan kaoe tiqa maoe kena terboedjoek lah kaoe ada lebih beroentoeng ! Dan ija tida tane, jang olehnja itoe, soekoer amat! Tapi kaoe poen merasa kaoe telah kawin sama itoe baron?" ingin sekali djadi njonja baron."

_ • Tida; malah mendoega püen tida." ' - "Tida, boekan begitoe, iboe, hanja akoe ada , _ "Dan sekarang kaoe poenja baron hendak tipoe tjinta pada Alfred dan sekarang poen akoe masih Itoe orang hartawan, dan kaoe misti mem bantoe ! Per- tjintai dia."

kara bagitoe disilakeri kaoe perboewat aken goenanja Di itoe waktoe ada kadengaran di loewar kamar kaoe poen ja Alfred, jang nanti memhawa djoega kaoe boenji tindaknja kaki jang berat.

ma soek ka pemhoewian, Och _ och! anakkoe! Dolores .. Siapatah itoe jang mendatangi ?,' kata Njonja ka oe mendapat peroentoengan djelek sekali! Dan di Schubert.

sini ada si Lea. anakmoe jang tiada berdosa, Apatah Be,lon s~mpe Oolores mengamperi pacta pintoe, nanti terdjadi!" . aken hhat slapa .adanja jang mendatangi, pintoe itoe

Sahabis berkata demikian, prampoewan toewa itoe soedah tertoelak dari loewar,

menjioemi sambil menangis pada anaknja Dolores, ,,' Maski pintoe soedah terboeka, di itoe kamar ada jang ada rebah di pembaringan. ~ remang remang sadja. kerna soedah menggerib.

,,!toe toe wan H utz djoega ada toeroet berboewat Sao!ang Itlaki jang Illoekanja merah dun terta- salah," kata Dolores: "a koe merasa takoet pada dia woeng dengan topi herdaon lebar. ada kalihatan berdiri itoe. [ja poen ada toeroet menanda.tangan di itoe wir.- di tengah. pintoe. Den~a,n m~t~ bersorot tadjam dan sel pa[soe. Alfred salamanja toe roet sadja Hutz poenja ?engan tJepat orang In! mehnk koe[i1ing di dalam

bit ja ra !" ' Itoe kamar.

"Siapa ? _ si Hutz?" kata itoe prampoewan toewa Dolores ~oedah sigra berba~gkit. Rasa takoet dan dengan merasa kaget sekali: "Menjingkir dari padanja, kaget ada kahhatan pada parasn]a, tempo ija dapat lihat

(10)

11.

I :

I:

10

lelaki jang datang itoe. Ija poen ada kenal betoel pada orang itoe. jang boe kan lain adé nja, hanja Hutz ka·

wannja Alfred. .

"Tja maoe apatah datang di sini?" kata Dolores di dalam hati sendiri jang bede bar keras: "Apa ija t

taoe, akoe ada di sini? dan ija maoe apà padakoe?"

Njonja Schubert poen kalihatan ada kenal pad a Hutz itoe. Ija poen ada merasa amatkaget dan djemoe, hingga ija djadi seperti ·gagoe sakoetika lamanja. Ija gerak.geraken sadja sabelah tangannja, salakoe orang jang mengoesir.

Sedang bagitoe. Hutz soedah rapatken kom bali itoe pintoe kamar.

"Soeroeh ija pergi!" kata ~jonja Schubert dengan soewara sember: "soeroeh ija berlaJoe dari hadepankoe!

Dia ini si ArnoJd Hutz! Pergi kaoe, Hutz! akoe bentji sangat padamoe! Kaoe hendak apatah datang di sin i pada saorang jang ampir mati ? kaoe poen belon sekali taoe perdoeliken akoe dan anakkoe!"

"Djanganlah kaoe aseran begitoe. Wilhelmine ! kata Hutz sambil madjoe mengamperi : "djangan sengit sengit. Ada perkara penting' jang akoe misti bri ta(')e

padamoe !" . I

"Akoe poenja koetoek kaoe boleh dap~t atas kapalamoe, lelaki doerhaka, jang soedah tinggalken akoe di dalam kamelaratan dan kasengsaraän!" kata itoe prampoewan toewa: "Perkataänkoe jang penga- bisan ada koetoek besar boewat tengkorakmoe ! Allah nanti balas kadjahatanmoe!"

Hutz madjoe mengamperi sambil gojang-gojangken

tI

tangan. Dolores jang tida sekali mt!ngarti tentang per- temoean ini, ija berdiri mendempes di samping pem- baringan iboenja. salakoe ija tjari lindoengan pad a sang iboe, soepaja tida nanti terganggoe ol eh itoe l.elaki kasar, jang sekarang ada berlakoe seperti di dalam roemah sendiri" sedang ija (Dolores) bel on se- kali ta oe dengar, jang iboenja ada kenal pad a lelaki itoe.

"Anakkoe . , . , anakkoe .. , ,ti kata itoe pram- poe wan toewa dengan soewara soesah kaloewar, se-

9

ang tangan-kirinja memeloek pada Dolores dan tangan- kanannja mengoendjoek pada Hutz: "orang ini , . . . bapamoe , , .. sendiri 1/1

Lebih doel oe belon sakali iboe itoe taoe mem bi- lang pada Dolores. jang ajahnja anak ini masi'h hidoep.

Dolores ada saiJgka jang ajahnja telah meninggal dan iboenja itoe saorang cijanda. Dan iboe itoe ada dengan sengadja membiarken sadja anaknja dengan sangkaän itoe.

Maka satelah -dengar sang iboe poenja omongan iang terpoetoes - poetoes. Dolores djadi mengawasi pada itoe Hutz, jang dioendjoek oleh sang iboe, dan sedarig mengawasi pada orang itoe. hatinja Dolores ada menEIapat rasa takoet dan djemoc.

Samantara itoe Dolores ada merasa, bahoewa ta- ngan iboenja jang baroesan ada peloeki padanja. ada djadi lelah dan djato dengan rlelangsoer di ija (Dolores)

ampo~nja badan, Toeboeh iboenja poen lantas roeboeh ka atas bantal, dan itoe waktoe djoega iboenja menga- loewarken soewara mengorok.

(11)

IJ

,

I1

j

I !I

12

Dolores tjepat menengok pad a jboenja hoe, dan "

lantas djoega ija bertriak dengan merasa amat k~get "

dan bingo~ng.

Iboe itoe soedah meninggal.

Hutz mendekati tepi pembaringan itoe. Dengan ~

mata beringas ija mengawasi pad a Dolores jang ter- letak, dan satelah soedah Iihat betoeI jang Dolores"

ada pangsan, ija lantas mengamperi pad a medja ketjil jang ada di itoe kamar, dan boeka latjinja medja itoe, aken Iihat soerat-soerat jang ada tersimpan di sitoe.

Sasoedah meratak sakoetika lamanja, dapatlah jang ija tjari; jaitoe soewatoe soerat, jáng kertasnja soedah berwarna ~edikit koening dari sebab toewa.

Ija masoekken soerat itoe ka dalam sakoenja ba- djoe, laloe toetoep kombali itoe latji medja.

Kamoedian ija balik kom bali me.ndekati pemba- ringan, dan sambil berdiri di dekat pembaringan itoe, ija mengawasi lagi pada Dolores jaog pangsan.

"Sekarang ija tida nanti bentahan," kata H utz itoe sendiri-diri: "kerna soedah tida ada lagi manoe- sia jang boleh djadi senderannja. Akoe nanti bawéi ini anak pada ba pan ja, dan tanlo\! sekali sang iboe nanti menjoesoeI."

Kamoedian dengan bitjara manis pada si Lea, ija pondong anak ini, laloe berdjalan pergi.

Di dalam kamar iboenja Dolores soedah djadi gelap.

Sakoenjoeng-koenjoeng Dolores bergerak, lal oe berdoedoek di depan " pembarin~an dart sapoe-sapoe ramboetnja jang merewe·rewe ka djidat.

13

Kamoedian baroelah ija beringat pada apa jC'ng tel ah terdjadi. lja melihat koeliling, dan maskipoen soedah gelap, ija dapat lihat djoega Hutz soedah tida ada di sitoe.

Dengan perlahan dan dengan soesah Dolores lantas berbangkit. Hatinja merasa antjoer, badannja merasa (elah.

Ija memeloek pad a iboenja dan dengan tersedoe- sedoe keras, ija menjioemi moeka sang iboe.

Ach! iboe jang tertjinta itoe soedah dingin dan kakoe I

Sedang menangis sedih, Dolmes itoe merasa kaget dengan terkoenjoeng-koenjoeng.

Mana si Lea? Tida sekali kadengaran soewaranja.

Apa anak itoe poelas ?

Dengan Ijepat Oolores mengoesoet pada itoe tel11- pat di pembaringall, di mana tadi ija soedah rebahken anaknja. Ka sana-sini iboe itoe merampa-rimpi . . . . sang anak tida ada !

"Lea!U kat!. iboe itoe dengan soewara perlahan, kamoedian dengan soewara triak ija berkata: "Lea!

anakkoe! kaoe di mana?"

·Tida ada jang menjahoet.

Dolores lantas dapat satoe doegaän, dan hatinja djadi tergontjang keras sekali.

"Tida lain," kata Dolorcs: ,.tanloe sekali Hutz soedah bawa pergi anakkoe. Tapi apatah seba"bnja? apatah maoenja? Aken mengganggoe padakoe? . . . . apa perloenja?"

Kamoedian dengan ll1erasa amat bingoeng iboe

(12)

!:;

III

~'

14

Hoe djalan tangtang-tingting ka sana-sini di dalam

itoe

kamar. Achir-éichir ija mendekati kombali majit iboenja, dan sambil menangis ija berkata:

"Kaoe soedah dapat kasenan gatl, iboekoe·. Akoe masih mengadepi banjak lagi kasot's<lhan jang tiada' kataoean di mana kasoedahannja. Akoe mengiri, jang kaoe telah mendapat kamalian. iboe; tap i maski. bagi- toe, akoe misti tinggal hidoep dan menahan segala kasoesahan. oleh kema ada perloenja aken anakkoe.

Dan sekarang ini akoe traada poenja senderan lagi I"~

Kamoedian Dolores itoe menegoehken hati. Ija poen misti berlaloe aken dapatken kombali ija poenja

anak. .

"Akoe misti pergi pad a Alfred," kata Dolores sendiri-diri: "Hutz boleh djadi ada padanja. Apa soeng- go eh orang itoe bapakoe, atawakah lboekoe soedah mengatjo-belo di waktoe ampir poetoes djiwa?- Tida!

. . . . . H utz itoe poen salamanja ada berlakoe pada- koe seperti ija ada djadi toewankoe. Sekarang baroe- lah akoe mengarti tentang kalakoeannja itoe, jang akoe tel ah pandang sangat sombong adanja" . Sabentar lagi Dolores itoe soedah kaloewar dari itoe kamar. dan sasoedah koentjiken pintoe dari loe- war, ija lantas toeroen ka bawah.

Tempo ija sampe di djalanan raja, lantera-lé:ntera di pinggir djalanan itoe lagi di pasang. Hawa oedara ada dingin sekali.

lja djalan menoedjoe ka roemah-makan, di mana Alfred ada menoempang: Sigra djoega ija soedab sam- pe ka roemah Hoe dan dapat taoe nomornja Alfred

15

poenja kamar. Ija toelak pintoenja kamar itoe, laloe dapat 1 lhat soewaminja jang lagi berdoedoek menoen- djang kapala dengan sabelah tangan di satoe medja ketjll, sedang satoe liIin ada terpasang qi medja Hoe.

Alfred melihat istrinja ·datang, laloe berbangkit dengan merasa girang.

"Kaoe datang, Dolores I istriko~ jang tertjinta I"

kata Alfred Itoe.

Sambil berkata bagitoe, lelaki itoe angsoerken doewa tangannja.

. Baron Alfred Gross namanja soewami Dolores itoe, jaitoelah ·saorang lelaki jang roepanja tjakap sekali, sedang pengawakannja ada sababat dengan roepanla dan sikapnja ada njataken atsal bangsawan.

Gampanglah orang mengarti, kal oe Dolores ada tjinta betoeI pada soewaminja itoe. Segala pram poe- wan poen, djika dapat lihat pada ini Baron Alfred

Gros~, ada dapat ras a penoedjoe di dalam hali; kema dengan sasoenggoehnja boteh dibilang, jang roepanja baron itoe ada menarik hati prampoewan dengan ka- koewatan besar sekali.

Dan ini baron sama Dolores haroes diseboet ada bertimpal betoeI. Djarang ada laki dan istri jang de- mikian, kema kaeilokannja Dolores poen haroes diseboet ada oetama betoe!.

Sasoedah Dolores toetoepken kombali pintoenja kamar, ija lantas mengamperi Alfred dan memeloek pad a jni soewami. Ija taro kapala di poendak soe- .waminja itoe, laloe menangis sedih.

"Alfred !" kata Dolores sasoedah berselang sa-

(13)

16

koetika: "kaoe sampe -djadi bagini !? Kaoe tida d~tat1g lagi padakoe dan anakmoe: kaoe menoelis sadja pa~

dakoe I . . . dan ini soerat ada terbitken katjila- kaän antara kita!"

"Bagitoelah penjahoetanmoe atas permintaänkoe?"

kata Alfred. sambil moendoerken badan sendiri dan.

memegang dengan doewa tangan pada poendaknja Dolores kiri-kanan.

"Iboekoe telah meninggal I" kata poela Oo:ores:

"dan di manatah adanja si Lea? Toewan Hutz soedaTl bawak anak itoe."

"Djangan koewatir," sahoet Alfred : "Si Lea ter- pilihara di tempat jang baik."

- "Ija ada di mana sekarang? apa kaoe hendak

r~mpas djoega anak itoe dari pada akoe?"

- "Dolores. lebih doeloe kasilah penjahoetanmoe .. _ .. p~njahoetan jang pasti !"

Dengan badan bergoemetar istri jang moeda itoc .Iantas berloetoet di hadepan soewaminja, dan sembari angsoerken . doewa tangan. salakoe orang manadah, ija berkata:

"Maäfke~ akoe, Alfred, socwamikoe jang teJtjinta!

Boewangkenlah niatanl110e jang djelek itoe, jang tida· nanti membri toeloengan, hanja nanti djatohken kita ka dalam kasoekaran jang lebih besar lagi, kerna sa- l110ewa itoe tipoe-daja adanja.- Dengerlah bitjarakoe.- Sekarang poen masih ada tempo akan kita berangkat minggat. Kita nanti pergi ka Amerika dengan kahen- dakkoe, Alfred. Akoe nanti bekerdja aken mendapat- ken redjeki. Andelin keradjinan dan kapandeankoe_

17

Akoe nanti tjari pengidoepan aken kita dan anak kita.- Katjintaänkoe padamoe ada koewatken akoe poenja badan dan hati."

11.

BERLAJAR KA LONDON.

"Ach, djantoeng hatikoe," kata Alfred : "itoe sa- móewa omonga 1 anak anak sadja. Satoe perintah boewat tangkap akoe ini, dikaloewarken oleh officier van justitie, laloe sigralah akoe djadi binasa. - Ja, -Dolores, akoe soedah kabarken djoega perkarakoe dengan soerat kapadamoe. Itoe wissel jang sekarang ada di tangannja Frank, ada besarnja tigapoeloeh riboe mark; di wissel itoe akoe soedah ti roe tandatangannja toewan-bank Blumethal. Tah, sekarang kaoe soedah taooe samoewa. "

- "Marilah kita minggat dengan pake lain nama, Alfred"

- .,Tegasnja bitjaramoe ini, kaoe tida maoe moe- fakat sama perniátankoe. jang boleh lepasken kita dari kasoekaran, ja?"

.- "Akoe tida bisa moefakat aken niatan itoe, AI- fred! kerna àkoe ada tjinta betoei padamoe."

"Djik'á bagitoe, apaboleh b0ewat I" - habis per- kara!" kata' Alfred sambil angsoerken tangannja pada Dolores jang masih berloetoet djoega: "Slamat tinggal!

Paliharakenlah kita poenja anak! Sekarang ija ada di sabelah, di kamar jang berdamping sama kamar in i;

ambillah dia dan bllwa pergi I"~

"Kaoe sendiri hen dak berboewat apa, Alfred ?"

(14)

rs

'~"Aköe hendák berboewat apa jang akoe masih boleh berboewat."

Sahabis bilang bagitoe, baron itoe hamperi satoe medja ketjil dan ambil satoe revolver jang ada di sitoe.

Dengan terkedjoet Dolwes mplompat bangoen.

Dengan mcrasa am at mengeri, ija memboeroe pada Alfred, laloe sambil pega!1gi dengan tangan kiri si paro'n poenja tangan kanan, ija memeloek pada poen- liaknja baron itoe dengan tangan jang kan2.n, dan me,:

njioemi pada moekanja ;tf\P L(iron.

" Sering kali telah ternjata, bahoewa katj .• ltaän tiada pandang halangan. Maka adalah ban jak djuega orang orang prampoewan berhati haloes, jang tida bisa tega di hati aken lihat lelaki katjintaännja dapat tjilaka: ija letih soeka sendiri menanggoeng segala, kasengsaraän, dari pada melihat katjintaännja djadi binasa, malali soeka djadi binasa 8ama sama, djika tiada bisa ter~

loepoet dari katjilakaän. Kita poenja Dolûres ad~ teri-

'toeng pada prampoewan prampoewan jang bagftoe.

Sambil menjioemi pada itoe, baron Alfred Gross,

Dolores itoe berkata: ' ,

IIl3iarlah kita mati sama sama, Atfred! Djanga"

kaoe tinggalken akoe: tem bak akoe lebih doel(je, ka- l110edian baroelah kaoe memboenoeh diri."

"Tida bol eh begitoe, Dolores I" sahoet itoe baron:

"K~oe misti tinggal hidoep: kaoe misti paliharake/1

si Lea!" ,

,.Lea . . ... ach! itoe anak jang tra berdosa!"

kata Dolores sanlbil tersedoe-sedoe menangis: "Ach, kasihan sekali I"

-Di

dalam haH Dolores itoe berkata, bahoewa bi- tjaranja si baron ada benar se kali : ija misti tinggal hidoep aken goenanja anak., , I ;

,,8oewat akoe sendiri;" kata poela itoe baron:

~,tida ad~ lagi 'djalan kal~pasan" lain dari kamatian."

"Djangan I djangatl bagitoe!" kata Dolores: "kaoe nanti tinggal hidoep dan terlolos dari katj'ilakaän. Akoe

lI~nti ,berboewat . . . . apa jang kaoe kahendaki I"~

. Uoe baron Alfred Gross', jang sasoenggoehnja ada berpoera~poera sadja maoe mernboenoeh diri: jang sa-

.soenggoehnja soedah tiada tjinta lagi pada, Dolores

dan soedah ada ampoenja katjintaän jang lain, .ija me-

rasa girang sekali. ' .

.: ,Ija pegllng tangannjé: Dolores, sambil berkata:

,.Sekarang ini baroelah' ,;akoe taoe terang, bagi- l11ana besar adanja kaoe poe'nja katjintaän padakoe, Dolores) djantoeng, hatikoe !" '

.,Ja," kata Dolores: "kaoe kenal katjintaänkoe pad am oe, tapi akoe misti tertjere dari padamoe jang äkoe tjinta." , - I '

"Itoelah darl sebab traboll!h tida;" kata si baron:

"tapi sigra djoega perkara: kita' tlanti dj~di lebih baik dari 'pada jang kaoe ada kirah. Andelinlah akoe aken oeroes pefkara itoe, Dolores! Sekarang tjobàlah kaoe bilang dengan satoeloesl1ja hati: apa kaoe soeka me~

noeloeng padakoe ?"

, "Ja," sahoet Dolores:, "akoe nanti; berboewat apa jang ~aoe ,soeroeh. Tapi adalah satoe perkara jang .akoe ingin taoe lebih doeloe."

~ ~,Pe.rkara apa itoe? .. " • ,bilanglah sadja,!"

(15)

I:~

20

. ~ "Djika akoe toeroet kahendakmoe, apa salai~nja ' dan Itoe wissel, kaoe nanti dapat djoega oewang aken goena mémaliharaken anak kita"?

- "Ja, betoei nanti ada bagitoe: lain dari itoe wissel, akoe nanti dapat djoega ban jak oewang dari itoe Frank.

. - "Boleh djadi djoega, jang soepaja bisa tetap satia di dalam katjintaänkoe padamoe, akoe nanti ter- paksa aken poetoe'sken kahidoepétnkoe."

"Apa? . . . kaloe bagitoe, kaoe tida maoe kawin sama itoe Frank?"

"ltoelah nanti terdjadi, dengan menoeroet kahen- dakmoe ! Tapi apa jang nanti terdjadi kamoedian dari pad a itoe, brangkali djoega nanti mewadjibken kaoe, aken memaliharaken sendiri kita ampoenja artak; dan

?jika djadi' bagitoe, apa kaoe nanti djadi satoe bapa Jang baik akan kita poenja anak? .. apa kaoe brani

~ersoempah, jang kaoe nanti paliharaken si Lea dengan satia dan bertjinta?

"Kaoe bikin .hatimoe sendiri dapat rasa mèngeri- ngeri dengan tiada perI oe, Dolores!" kata itoe baron:

"Perkara jang kita omongken sekarang ini, jaitvelah hal kaoe nanti toeroet . kahendakkoe. Dan kaoe telah bilang. járig kaoe nanti menoeroet ! '.. nj atalah jang

kaoe ini satoe istri jang amat baik dan manis."

Oolores djadi merasa heran dan merasa djoega jang hatinja djadi koentjoep sekali. Soewaranja Alfred itoe ada kadengaran, seperti ija ada girang sekali, jang kahendaknja bakal ditoeroet dan ija sigra nanti djadi berpisah sama Dolores.

21

"Besok pagi kita berangkat pergi ka Lo~don."

kata poela Hoe baron: Frank ada menoenggoe kita datang di sana. Lagi délapan hari itoe wissel habis temponja: maka djanganlah kita berlakoe ajal./1

"Besok pagi?" kata Oolores: "Traboleh djadi!

lboèkoe telah meninggal ; kita misti koebuerken doeloe."

,Alfred berlakoe k~sa1. Kamoedian ija berkata:

"Djantoenghatikoe! akoe poenja doewï't melinken ada tiba tjoekoep boewat kita pergi ka London."

, nDjika bagitoe," kata Dolores: nakoe misti djoe·

w.al sadja akoe poenja sedikit barang jang masih ada katinggalan, soepaja akoe bisa koeboerken iboekoe.- Mana dia si Lea ?"

Di itoe waktoe Hutz datang dari kam ar jang ber-

dampingan. ' ' ,

nHa! si njonja baron ada di sini ,., kata Hutz itoe sambil tertawa mentah: "A;>a ija soeká menoeroet?

- Di sini akoe ada pegang soerat kalahirannja 0010- Tes Schubert, baron' dan soerat ini ada tjoekoep aken

dig~enaken di dalam hal kawin. Biarlah akoe sendiri nanti' oeroes perkara itoe: akoe poe~ maoe toeroet

pergi ka London." '

Kombalikenlill'Î anakkoe!" kata ,Dolores dengan soewara ora"g memerintah. .

.,', "Ija lari ti,doer. Il~l'berbaring dengan enak di sa- bel ah," kata Hutz dengan tersenjoem, sambil menoen- djoek ka kamar jang berdampingan.

, " DolQres lantas .pergi ka itoe kainar; dl mana ija dapatken si Lea jang lagi tidoer di pembaringan. Aflak itoe "soedah djadi poeles, sasoedahrtja' tjape menangis.

(16)

I

i

22

Oolores tjioem' anaknja itoe. Hatinja merasa al1- tjoer, tapi ajer matanja soedah kering.

Ach, sakit soenggoeh ràsa hatinja Dolores itoe.

Ija poen merasa, jang sigra djoega ija nanti tertjerel dari sang anak jang tertjin~a; kema sigra djoega ija nanti misti berlakoe aken loeloesken kahendaknja

Alfred. ' '

. Tempo Dolores djalan ka loewar, sambil pondong si Lea, baron Alfred 'mengamperi padanja, laloe ber·

kata: '

"Ka pan kita berangkat? . ... . kita misti boerQe boeroe."

"Kaloe 'kita soedah koeboerken iboekoe," sa~oet

Dolores: "kaoe poen haroes t?eroet mengantar ka

pakoeboeran." , .

"Ja, akoe nanti datang," kata itoe baron,. Pada harÎ noesanja djinasat iboenja Dolor~s d}- koeboerken. Dan pada waktoe sore di hari Uoe. deJ ,ngan haH bergoemetar, kerna ingat apa, jang misti

djadi, Ooloresi dengaf'! membawa .,anak, mengikoet soewaminja, baron Alfred ,Gross. berangkat pergi ka kota London, sedang si Hutz, bapa, doerhaka itoe, tida

katinggalan. '

Seperti telah terseboet, di atas ini, Dolores ~ita

itoe ada bernama Dolores Schubert,' sedang dengait menoeroet kata iboenja sendiri, diá itoe ar1akrrja Hutz.

Malah di dalam soerat kalahirannja, jang sekarang ada di tangannja Hutz, ija poen bernàma'Dolores ~cbubdt.

Itoelah dari sebab di tempatnja terlahir, ija dirapotkeJ1 bernama bagitoe, dan dikamoedian hari poen iboenja

s~ndjri dis~boet njonja djanda Sc~ubert.

111. ,

."

.

ORANO HARTAWAN.

"Singkirken itoe anak! • ... ba~~lah sigra 'anak itoe pergi, njonja To~son 1 Toew~n, Fran~ datang I"

. Sambil be.rkata bagitoe, baron Alf~~d Gross ma- soek ka dalam satoe kamar, di mana Dolo~es beserta Lea .dan saÇlran~ r , prampoewan toewa ada doe doek sa-," . '

sari1~. Baron \toe tel.ah dapat lihat karetanja Frank Ijlendatangi dari' kadjaoehan ..

'. '.tQe, pram~o~.wa~ .toewa, di,alah jang ,diseboet njonja TO,mson, jaiitoel~h to~~~n,roemah jang ~oe~ah

sewakén pada' Hutz itQe satoe kam ar di dalam roemah-

nja ·sendiri. " ,

. Hutz "djoega

di

ito'e tvaktoe ada di aa'lam itoe

kam~r. Ija ,berdoedoek di satoe korsi jang ada di satoe podJok dan mengawasi pada Dolores.

. Sat.elah d,engar kát~t1ja. Alfred, Dolores djadi koen- tjoep ras~nja hati. ' .

,Qengan sigra iboe ïtoe,' memeloek kombali pada 'si, le~) dan tjiO,eJlli "a.9aknja itoe. . ,

"Akoe maoe, diain di sini s;lma kaoe, iboe!" ka- b itoe artak jilng djoéga telah dengar katanja Alfred :

,,~jangan soeröe~ akoé pergi." '

Soewararija ~nak itoe ada sedih sekali, seperti anak

it~e ada 'mer'asa apa, jang nanti djadi. ' Njt?nja :romson, ~aorang jang berhati lembek dan tida taoe' satoe apa di dalam halnja I;>olores, ija merasa tlgenas di hati, hingga ajer-matanja djadi meleleh.

(17)

"

"

I

I

,I

d

il

, .,

24

"Bawalah pergi itoe anak, njonja Tomson I'"~ kata ' poela si baron dengan tiada sabar: "Boewat apatah kaoe toeroenken ajer ~ata 1 kaoe poen nanti paliha- raken anak ini baik baik 1"

Óemi Allah! soedah tantoe akoe nanti merawati dengàn baik I" sahoet itoe prampoewan toewa, sambil angsoerken tangan aken ambil si Lea. Tapi Dolores I

beion bisa terpisah dari anaknja itoe. I

"Lihat! karetanja Frank soedah sampe di' depan roemah ini!" kata Hutz jang ad.a dengar boenji dja- lannja kareta.

bengan merasa amat antjoer ~i hati. Oolores lan- tas kasihken anaknja pada itoe njonja Tomson.

I. ' Sëdang 'irii prampoewan berdjalan pergi dengan membawa si Lea, Alfred mendekati pada Dolores.

. 1· t \ r

sambil berkata:

: ;,Sóeso'et' ajer~atamoe.·! .Mat~~o~. berw~rpa mer~h.

Apatah Frank nanti kira, dji.~a ija \i.ha.t kaoe.!pel)~ngis ! Ojanganlah kaoe loepa djandjianmoe padako~: 0010- res ! . Akoe telah idsinken kaoe bawa si Lea ka sini;

di sitbelah akoe ada salah sekali, tapi akoe tida maoe toelak permintaänmoe, ma!:;kipoen ad~ terbit bahaja besar dengàn.· lantaran itoe. Sekarang haroeslah kaoe , . , berlakoe 'dengan tjerdik dan hät! tetap."

"Kaoe poen telah djandji djoega padakoe, jang si Lea tida nantitinggal di tampat jang djaoeh dari roemahnja Frank," kata' Oolores: "Biarlah kaoe ada rasa kasihan padakoe dan djangan rampa~ akoe poenja

'. I

pangiboei' jang pengabisan." .

_ "Hati tetap, Oolores! Waktoe aken berlakoe,

25

soedah datang. Soedah misti djadi bagini! Akoe poen liada berdjaoeh dari kaoe."

- "Alfred, kaoe tida rasai apa jang ada di hati- koe ... kita-orang djadi terpisah satoe dari lain .... "

- "Ojangan ada ajermata! Kaoe misti tertawa .. . misti telsenjoem-senjoem, kaoe mengarti?"

Kamoedian baron itoe lantas pergi ka loewar aken samboeti datangnja Frank di depan pintoe roemah.

Oolores ada djadi poet jat seperti majit. Tapi poe- tjatnja itoe tiada meroegiken pada kaeilokallt1ja jang ada amat oetama, mal ah ija djadi kaJihatan seperti bidadari jang lagi berdoä, lebih lagi tempo ija merang- kapkeIl tangall, sambil berpikir. .

Sigrahlah djoega.ija dapat dengar boenji kakinja bebrapa orang jang mendatengi. dan dapat lihat pintoe

. kamar tertoelak, hingga djadi terpentang besar.

Si baron silahken sobatnja. jaitoe hartawan besar Eduard Frank, masoek ka kamar itoe.

Ini orang hartawan tiada boleh diseboet satoe lelaki jang bagoes, tapi ajer l110ekanja ada njataken hati dermawan dan bersih. sedang sikapnja ada oeta- raken qeradjat besar.

. Orang inilah jang aken didjoewali Dolores ol eh si baron dart si Hutz, soewami boesoek dan bapa doerhaka itoe! Dan ini orang hartawan tiada sangka, jang ija ada ditipoe, dan ija tiada taoe, brapa banjak oewang jang orang nanti tarik dari dalam sakoenja.

. Oolores poenja hati ada meroengkoet dan berdiam seperti mati, tempo ija memanggoet pada Eduard Frank.

"Inilah toewan Arno Hutz," kata Alfred pada

(18)

"

, ~

!

1 !

II

26

Frank, sambil mengoendjoek pada itoe bapa doerhaka.

"Akoe merasa girang sekali, dapet berkenalan padamoe, toewarl Hutz," kata Frank sambil angsoer-, ken tangan: "toewan baron telah bitjara banjak dari hal kaoe.

"Idsinkenlah akoe, toewan Frank, aken adepkan padamoe akoe poenja anak-tiri Dolores Schubert,"

kata Hutz sambil pegang tangannja Frat1k dan me~

ngoendjoek pada Dolores d~ngan tangan jang satoe lagi.

Frank ada merasa amat slamat di dalam hatL tempo ija melihat pada Dolores, jang parasnja menlang telah lama ada berbajang.bajang sadja di mata. Ija mende~

kati pada si eilok itoe, sedang sinar moekanja jang sabar-dan sorot matanja jang haloes ada njataken kagirangan amat besar.

"Kita orang soedah kenal djoega satoe sama lain, nona," kata itoe Frank, sambil angsoerken tangan pad a Dolores: "a koe merasa girang sekali dapat bertemoe kom bali padamoe di sini.'·

Oleh karn a sambil berkata bagitoe, Frank itoe ada pegangi tangannja Dolores, maka ija ada merasa jä!lg Dulûlt:s acta Dçrgoemt:tar. Tapi orang baligsa-wan, itoe mendoega, jang itoe ada terdjadi dari sebab DOJ lores &oedah taoe, apa jang aken dibitjaraken, daJ1 satoe gadis jang p€l11aloean, memanglah boleh djadi bergoemetar. kaloe hendak bitjaraken hal kawin. MaJ lah Frank kita itoe ada ingat~ djoega, jang kaloe Dolores bergoemetar, itoelah satoe alamat baik.

Hutz lihat, jang Dolores tida bisa mengaloewarken

27

perkataän, rtlaka ija lantas berkata pada Frank:

"Ja, anakkoe ini telah ada tjerita padakoe, jang ija soedah taoe bertemoe padamoe di Berlijn".

"Bertemoe satoe sama lain, melinken baroe satoe kali Sadja," kata Frank jang masih sadja pegangi ta·

nga'n Dolores: "Tapi melihat padamoe dengan tida kataoeän olehmoe sendiri, nona, akoe soedah menda- pat i bebrapa kali. dan pada liap kali akoe dapat meliat kaoe, akoe girang ~ekali. Baron Gross ada taoe hal itoe.1I

"Sekarang marilah kita-orang berdoedoek, toewan Frank)" kata poela Hulz, dan samoewa lantas berdoe·

doek.

"Akoe lida taoe, apa ini baron soedah bri ta oe harapankoc," kata Frank sasoedahnja berdiam sasaät:

"tapi biarlah sekarang akoe mengataken sendiri, apa jang soedah lama ada di dalam hatikoe. Toewan Hulz, kerna sekarang kaoe ada datang di ini kota, maka djadilah akoe dapat doegaän, jang pengarapankoe tiada siasia. Akoe ada merasa sangat tjinta pada nona) anak-

~oe ini. Dan pad,a kaoe sendiri, nona Schubert, akoe haroes .mengakoe, jang sanantiasa akoe ada ingat sadja padal1'loe, moelai dari pada saät pertama, tatkala akul!

bertemoe patlamoe aken pertama kali. Akoe ini sa·

orang jang tiada bisa bitjara banjak, tapi tida laae berlakoe ajal. baik di dalam perkara apa. poen. Kaoe.

toewan Hutz, akoe harap kaoe tida rasa ada, sang- koetan aken anak-tirimoe bersoewami padakoe, kema akoe ada kamampoean aken ad aken perkara baik boe·

wat dirimoe djoega. Akoe poenja fabriek kain kain

(19)

Jo,

I

~

I ~,

28 29

ada teritoeng pada fabriek fabriek jang paling besar melal'1ar kaoe aken djadi istrikoe. Djika kaoe menja- di dalam ini kota London; orang orang jang bekerdja ho ct dengan satoe perkataän sadja, itoe poen tjoekoep!

di dalam fabriekkoe, !Ida riboean banjaknja. Maka akoe Tapi brangkali djoega lamarankoe ini ada gontjangken rasa. akoc boleh pandang diri koe ini seperti satoe keras hatimoe, kerna kaoe ada kalihatan seperti ada dar i antara orang orang hartawan besar jang melakoe. bingoeng sedikit ... "

ken pakerdjaän fabriek. dan akoe poenja gedong ada Frank soedah kaloewarken omongnja jang bela- sampe enak, aken djadi tampatnja orang prampoewan kangan itoe, oleh kerna, tempo Dolores berbangkit, ija jang akoe pilih aken djadi istrikoe. Tapi itoe samoewa lihat Dolores itoe berlimboeng, seperti tiada tahan

tida sabrapa, toewan HUIZ, kaloe dibandingken dengan tinggal berdiri.

b sarnja akoe poenja katjintaän pada anak tirimoe." Hutz sigra berkata:

"Toewan Frank," kata Hutz, "akoe poenja anak "Djangan ketjil hati, toe wan Frank! rasa piloe tantoe sekali ada merasa amat beroentoeng di dal am dan kagirangan ada limboengken ha ti dan badannja hal meloeloesken kahendaknja saorang berhati moelia anakkoe ini. sabagimana jang memang ada bias.a ter- seperti kaoe ini. Tapi adalah perloe sekali kita bitjara djadi antara anak anak prampoewan di da!àm bit ja- teroes-tèrang kapadamoe .... Toewán, maskipoen akoe raän hal kawin."

ini sanantiasa soedah berlakoe dengan radjin di dalam Sambil br.rkata demikian, Hutz itoe hen dak me- pakerdjaänkoe, akoe tida djoega beroentoeng aken megang pada Dolores, kern a koewatir, kal oe kal oe anak koempoelken kakajaän. Anakkoe ini saorang miskin. " itoe nanti djatoh. Tapi Dolores &igra berbalik, mem-

"Ach, traoesah kaoe bitjara dari hal ito!!. toewan," boewang moeka. dan Frank lantas tjepat pegang pa- kata Frank dengan poetoesken bitjaranja Hutz, sambiJ

l a

danja di bahoe tangan dan silahken ija berdoedoek kom- tertawa: "akoe poen telah mcndapat peroentoengan bali.

baik, hingga Iraoesah memandang pada oewang dan "Akoe nanti ganti-in ija bitjara," kata puela Hutz:

harta, hanja boleh toeroeti sadja kahendak hati sen- Anakkoe' ini telah bilang padakoe, apa jang sekarang diri. Dan djoega apa jang akoe ada poenja samoewa ija tiada bisa-bilang padamoe sendiri, toewan Frank, itoe akoe soedah dapatken dengan karadjinankoe sen- jaitoelah jang ija memang ada penoedjoe dan soedah diri sadja, Dan sekarang ini akoe mengadap kapada- lama djoega ada merasa tjinta padamoe."

moe, nona Dolores," kata poela itoe Frank sambil ber- Alfred tantas megamperi dengan tersenjoem pada bangkit dan mengangsoerken tangan pada Dolores itoe: Frank, dan ~ambil memegang pada poendaknja ini orang

"Perkara iang kita bitjaraken ini, add bergantoeng hartawan, ija berkata :

pada kaoe sadja. Kaoe telah dengar, jang akoc ada "Apatah lagi jang kaoe ingin, sobat? Peroentoe

(20)

I'

I

I 1

I J :[

30

Ilgall bagoes ada mellgirillg padamoe, ka m3na djoega kaoe menoedjne. Siapatah ada njana, jang non a Dolores Schubert memang ada tjinta padarnoe! Sekaranglah tida ada halangan satoe apa lagi aken ka oe menda ..

patken kainginan hatimoe."

"Baglmana rasamoe, nona Dolores 1" kata Frank dengan koewatir, ~ambil memegang dan menjloem taJ ngan si eilok itoe: "A patah jang godahi hatimoe, hingga kaoe djadi limboeng ?"

Dolores lantas menangis tersedoe-sedoe, dan hal inilah ada entengken l1atillja jang sadari tadi ada meJ rasa sepeni ada tertindih dengan baloe besar,

"Biarkenlah ija toeroenken ajermatanja, toewarl Frank," kata Hulz; "rasa beroentoeng jang ada déltang pad a hatinja, ada terbitken ajern1ata kagirängan. Och, dia ini anak berhali haloes dan lem bek! Akoe harap, jang kaoe nanti berlakoe padanja dengan manis dan dengan banjak koerrtia."

"Nona!" kata poela Frank pada Dolores: dl ini saät akoe ada merasa amat slamat di dalam hati I Tapi saloe perkataän, satoe ptrkataän sadja akoe ingin del1gal' dari bibirmoe sendiri. Apa soenggoe kaoe &oeka djadi istrikoe ?:'

"Ja," . sahoel Dolores dengafl soewara perlaJ han dan !ida terang: boleh dibilang satoe.soewara jang kaloewar dengan terbawa oleh lIapas berat jang terh ela.

"Ako~ bersoekoer riboe ribo~ paáamoe, Oàlores!"

kata poela Frank sambil menjioem pada dahinja si eilok ; ,.Kaoe inilah jang nanti djadi akoe poenja istri jang

31

amat ba i k !II

Kamoedian Frank itoe angsoerken tangan pada Hutz, sambil berkata:

"Pada kaoe poen akoe bersoekoer. toewan Hutz, dan pad a kaoe djoega, baron! Achir achir sigralah djoega akoe nanti mendapatken kainginankoe jang teroetama, dan sekarang ini tida ada sangkoetan lagi, aken akoe sigra terbitken hoeboengan jang soedah lama terharap olehkoe. Sekarang djoega akoe hendak lantas bikin persadiaän. Akoe harap, toewan Hutz, di hari esok ka oe dan Dolores soeka datang seperti teta- moe di roemahkoe".

,.Datang di roemahnja!(I kata I\lfred dengan ter- t,aw8: ito~lah baik sekali. 0, roemahnja itoe ha roes diseboet satoe astana, satoe sorga! Akoe membri sla- mat, jang kaoe soedah djadi bertoendangan, sobat!

akae rnembri slamat 1 f)an djika kaoe membri idsin, di hari eSok akoe nanti mengirihg pada sobatkoe Hutz dan kaoe poenja toendangan. iI

"Akoe salamanja ada soeka sekali kaoe datang padakoe, baron," kata Frank: "malah akoe harap, jang sebentar poen kaoe soeka datang di roemahkoe, aken bitjaraken perkara bikin per'sadiaän. Kaoe poen tantoe bisa Inembri ná'Sehat jang baik. Dan kaoe tantoe sekali ada lebih ta oe dari Inin orang. jang akoe ada sangal itlgin sigra menikah."

Dolores telah bangkit berdirl. Dengan keras ija I·awan ija ampoenja rasa hati jang baik, jang berkata ,.in! lelaki jang berhati toeloes, akoe misti pedajain dengan berlaga tjinta pad·anja, dan sedang akoe tida

(21)

,..

•• i

I

, ~

!

32

bisa dan tida misti djadi poenjanja, akoe misti moe- fakat sama bitjaranja dan perniatannja! Manoesia apa- tah djoega. dirikoe ini?"

"Slamat tinggal, Dolores!IC kata Frank dengan soewara haloes! "besok kita bertemoe kombali. Akoe merasa ada di sorga, lantaran kagirangan oleh kema beringat, bahoewa sigralah djoega akoe nanti bisa se- boet kaoe ini istrikoe." .

Sahabis berkata begitoe, Frank itoe poen me- njioemi pad a Dolores dengan berlakoe amat tjinta.

Frank itoe s'aQrang pendiam; tapi sekarang ija djadi seperti telah berobah dengan terkoenjoeng-koenjoeng:

seperti telah mendjadi satoe manoesia lain, dengan lantaran kagirangan dan rasa slamat di dalam hati.

Ija membri tabe pad a Hutz dan Alfred,. laloe ija ber- djalan pergi dengan teriring oleh Hutz sampe di depan ija poenja pintoe kareta.

Satelah Frank soedah berlaloe dan pintoe kamar soedah ditoetoep. hingga' oolores tinggal berd oe wa sadja sa ma Alfred, lantaslah djoega Dqlores menangis dan mengaloewarken omongan omongan pedas pad~

Alfred itoe.

"Ach, diamlah!" kata itoe baron: "Perkara kita poen ada berdjalan baik sekali. Melinken kaoe inilal, misti djadi lain: kaoe misti berlakoe senang dan manis."

. "Ja, perkara . kita berdjalan baik," kata Dolores dengan soewara· sengit : berdjalan bai~ sekali! Tapi tiadalah kaoe beringat, bahoewa apa jang kita-orang berboewat, ada perboewatan amat salah dan hina?

Tiadakah kaoe ingat, jang akoe ada merasa amat

33

sengsara didalam hati?/I

- "Ach, djanganlah kaoc bodo! Kaoe misti ber- hati tetap dan gagah di dalam perkara kita illi. Kao misti ingat, jang kaoe aeia lolosken kita-orang dar;

katjilakaan.

- .,oan apatah nanti djadi, djika akoe soedal terikat pada itoe lelaki jang terpedaja ?,

- "ltoelah kita nanti oeroes di lain tempo. Se- karang kita misti bekerdja sadja, soepaja perniatal1 kita bisa terdjadi dengan baik. Frank tida sekali ada ll)endoega djahat. Siapatah nanti boekaken kita poenja rasia? Siapatah ada kenal pad a kita di ini kota Lon- don? Saorang poen tida.".

- "Dan kaoe poenja hati bisa tega aken Iimpar- ken akoe?"

- .,Prampoewan bodo! kita poenja perkara ada la in' sekali dari jang kaoe sangka, Djika kaoe soedah kawin sama Frank, baroelah kita lIanti oeroes perkara jang lain itoe. Sabelon oeroes hal itoe, kita-orang soe- dah terlepas dari bahaja besar. " .

Sambil berkata demikiall, baron itoe menjoebit dengan memain pada pipinja Dolores. Ija poen ada merasa senang, kerna perkaranja ada berdjalan bagoes.

Dapat poelang itoe wissel palsoe, dan lain dari itoe dapat djoega sadjoemblah oewang itoelah ada perkaranja jang teroetama. Hal katjintaall, itoe poen tida sekali ada çi dalam ija poenja hati jang palstle.

H utz datang kombali sembari tjengar-tjengir, laloe berkata pad a Dolores : "Di dalam tempo delapan hari ka oe soedah djadi istrinja Frank! Kita-orang dapa1

(22)

1'(

tI

I r

34 maksoed kita!"

Doiores memboewang moeka dengan tnerasa amat djemoe. Hál jang mendatangken kagirangan pada H utz, itoe poen áda djadi Dolores poenja kadoekaan jang tida berhingga.

Pembatjakoe tantoe merasa heran dan tida me- ngarti, bagimana bisa terdjadi perkara demlkian itoe, sedang Hutz itoe ada djadi ajahnja Dolores. Bagima- nalah ija bisa djadi moefakat sama Alfred aken hal demikian.

Di lain tempo Pembatjakoe nanti dapat katera- ngan atas hal itoe.

IV.

MALAM PENGANTEN.

Dengan tiada dapat sangkoetan satoe apa, hal kawinnja Dolores sama Frank telah terdjadi di dalam satoe gredja di kota London. Frank soedah kempit tangannja si' eil'ok Jang sekarang telah djadi istrinja dan di itoe hari ada saroepa dengan bidadari jang poet jat. Frank ada sangka, jang Dolores poenja kala- koeän mengkeret dan tida sekali girang, itoelah me- linken ada terdjadi dari sebab si eilok itoe satoe gadis jang pemaloean, diln hal itoelah ada menambahi djoega Frank itoe poenja rasa birahi. Ajer-matanja Dolores jang mengoetjoer di hadepan pandita, itoe poen tida terbitken doegaän djelek. Ttadakah Frank itoe 'sendiri soedah sering djoega dapat lihat, jang penganten pram- poe wan ada menangis di dalam gredja, kal oe ija maoe berpisah salua iboe-bapanja jang mengantar padanja?

35

Sapoelangnja dari gredja dengan membawa istri, Frank itoe ada membikin perdjamoean besar di dalam roemahnja jang terhias bagoes. Banjak sobat-anc1e, lelaki dan prampoewan ada hadIir di dalam perdjamoean itoe,

Di dal am itoe perdjamoean poen Dolores ada berlakoe lesoe dan koesi. Tiap kali orang mengang- kat tjawan dan membri 81amat padanja, ija poen sam- boeti itoe, tapi ajer anggoer melinken tiba sadja terkena pada bibirnja. Barang barang santapan poen ampir'lah tida ada jang didahar olehnja. Beroelang-oelang ija berdoedoek toendoek, seperti ija loepa dirinja ada di mana, seperti tiada ingat kaloe kal oe hari itoe ada djadi soewatoe hari jang penting sekali aken dia,

Pada'waktoe tengah malam samoewa tetamoe soedah berangkat poelang. Alfred djoega soedah berlaloe, de- ngan tida bitjara apa apa lebih doeloe sama Oolores. Hutz soedah poelang doeloean sama sama bebrapa tetamoe

jang lain. _

Hawa oedara ada dingin sekali.

Dengan hati bergontjang keras Dolores ada ber- doedoek s,endirian di dalam kamar penganten. Pakean penganten. jang terbikin dengan soetra poetih amat haloes dan tertaboer dengan banjak permata moelja, masih ada terpake olehnja. Kekoedoeng moeka poen bel on dilaloeken, kema belonlah lama ija masoek ka kamarnja itoe.

, Sigra djoega ija dengar boenjinja kaki dari orang

jang mendatengi, dan sabentar lagi Frank soedah ada di hadepannja.

t

(23)

1

l

1 ,

i

,;

I I

36

"Dolores, istrikoe amat tertjinta," kata' Frank de- ng<lll soewara haloes: "achir achir kita ada berdoewa

~a?ja. Sekarang kaoe soedah djadi istrikoe, maka akoe

101 s,oeda.h mendapat kainginankoe jang teroetama ~"

. 5ambll berkata demikian, ija hendak peloek istri-.

nja ltoe. Tapi sang istri lantas berkata:

Idsinkenlah akoe minta satoe apa, Eduard!"

"Bilanglah apa kahendakmoe, djantoenghatikoe !'I sahoet Frank: "apa djoega permintaanmoe, samoewa akoe nanti loeloesken dengan senang hati,"

"O! kaoe ini berhati moelja sekali," kata 0010- lores: "tapi akoe ini ... "

"Kaoe ini satoe bidadari jang mendatangken rasa amat slamat ka dalam hatikoe," kata Frank: "Bilallg- lah apa adanja permilltaanmoe, Dolores!"

"Biarkenlah akoe berdiam sendiriall di kamar ini sakoetika lamanja," kata Dolores.

"Satoe permintaan jallg aneh sekali! Apatah mak- fjoedmoe dellgan meminta bagitoe?" kata Frank de- ngan merasa koerang enak: "Tapi akoe soedah ber- djandji aken loeloesken permintaanmoe, dan haroeslah akoe pegang djandjikoe."

"Kaoe goesar? kata Dolores. Tapi toch kaoe ampoeni akoe, ja?"

Sam bil berkata bagitoe, ija angsoe,rken tangannja aken membri slamat djalan ka loewar, dan sambil ter- senjoem-senjoem ija berkata:

,.Akoe bersoekoer padamoe, Eduard !'"

"Soewaramoe ini ada saperti kaoe hendak berpi- sa haken salamanja, Dolores," kata Frank: "Tapi dji-.

37

kaloe saprapat djam soedah berlaloe, akoe nanti lantas datang kombalL"

Kamoedian Frank itoe menjioem pada Dolores, laloe berdjalan pergi ka loewar kamar .

Satelah pintoe soedah dirapatken, lantaslah djoega Dolores berbangkit .dan djalan ham peri pintoe itoe, jang Ija lantas grendel.

Sakoetika lamanja si eilok itoe berdiri diam de- ngan mengelah napas, kamoedian ija melirik koeli1ing di d~lain kamar . . . ja, di soewatoe medja ketjil ija Hhat ada terletak satoe barang jang ia tjari, jang boleh lépasken dia dari kasoekaran.

Di itoe medja ketjil ada satoe pir,ing besar jang berisi bebrapa roepa boewah-boewah jang enak, dan pada pinggirannja piring itoe ada satoe piso bergagang emas.

lJolores mendekati' itoe medja dan ~mbil itoe piso.

Piso itoe ada tadjam sekali. Dan Dolores telah

dapat niatan tetap. • . .

Kaloe ija ' potong ija poenja. oerat nad i .. ija hanti bersengsara sakoetika lamanja, kamoedian djadi ter- lepas dari segala kasengsaraan doenia.

Ija tida beengat lain dari pada elmaoet jang nanti lolosken dia dari doenia 'inL

Ija goeloengken tangan-badjoenja jang kiri.

Tadi sabelon ija iris oerat nadinja, matanja meli- hat pada lilin menjalah.

. ' Boewat ija poenja niatan jang ija hendak lakoe- ken, ada lebih baik gel,ap dari pada tera ng.

, i

Afbeelding

Updating...

Referenties

Gerelateerde onderwerpen :