labia Holasda kapaia bahsa lilajoi 011DA1G-Ö11DAIG SOERAT HOEKOEM

286  Download (0)

Hele tekst

(1)

011DA1G-Ö11DAIG

ATAS TANAH

HINDI NEDERLAN

TERSALIN DARI PADA

labia Holasda kapaia bahsa lilajoi

DAN JANG MENJALIN ITOE

Toewan COHEN STUART.

Tertjitak katiga kali.

Sebagimana soedah ditambah dan diobah sampe pada tahoen 1897.

B A T A V I A ,

A L B R E C H T & Co

1898

(2)

BIBLIOTHEEK KITLV

0083 5403

O

-\iz

(3)
(4)
(5)

OlIBAIG-ölH

n X y >,ÏADOAD cis

ATAS TANAH

HINDI NEDERLAN

TERSALIN DARI PADA

btba Sok

DAN .TANG MENJALIN ITOE

Toewan COHEN STUART-

Tertjitak katiga kali.

Scbagimana soedah ditambah dan diobah sampc pada taboen 1897.

—•eee-fSg.fSi'sé-

B A T A V I A , A L B R Ë C H T & Ca

18 9 8.

D

(6)
(7)

lb:-

SOERAT HOEKOEffl

OHDAIMIIDAIG

ATAS TANAH

HINDI NEDERLAN

TERSALIN DARI PADA

DAN JANG MENJALIN ITOE

Toewaii COHEN STUART.

Tertjitak katiga kali.

Sebagimana soedah ditambah dan diobah sampe pada taboen 1897.

$3>Si$<ë$*

, ft « s %

ƒ V V 3 O K

'0

B A T A V I A ,

A L B E E C H T k Co.

1 8 9 8

(8)
(9)

HINDI NEDERLAN.

(10)
(11)

I. Katentoean atsal hoekoem oendang-oendang . . . 1—14 I I . Peratoeran dari pada ka-adaän jang memegang

koeasa melakoeken ka-adilan 15—

1) BAB JANG PERTAMA.

Pada menjataken jang mendjadi atas soerat peratoeran

ini 1 7 - 4 7 2) BAB JANG KADOEWA.

Dari pada hoekoem ka-adilan anak negeri di dalem poeloe Djawa dan Madoera dan dari pada koeasa segala residen di Tanah. Djawa dan Madoera atas hal

melakoeken hoekoem ka-adilan 48—65 3) BAB JANG KATIGA.

Dari Rad-Rad Justisi 66—76.

4) BAB JANG KA-AMPAT.

Pengatoeran dari hal melakoeken hoekoem di poeloe- poeloe tanah Hindi-Nederland jang lajin dari

poeloe Djawa dan Madoera 77.

5) BAB JANG KALIMA.

Dari Rad besar Tanah Hindi-Nederland. . . . 78—91.

6) BAB JANG KA-ANAM.

Dari adrokat-advokat dan Prokoeroer-Prokoeroer (Penga-

tjara) 92—95 7) BAB JANG KATOEDJOEH.

Dari djoeroe-djoeroe sita 96—100 I I I . Peratoeran dari hal melakoeken polisi apa lagi dari

hal ka-adilan ai as anak negeri dan lajin-lajin

sebaginja 101.

(12)

Jang mendjadi atsal pada melakoeken atoeran polisi dan mengatahwi segala kedjahatan dan pri melanggar

printah 103—105.

2) BAB JANG KADOEA.

Ija itoe dari pada kapala dessa dan lajin-lajin penggawè

polisi ketjil . 106—115.

3) BAB JANG KATIGA.

Ija itoe dari pada kapala distrikt dan penggawè jang

djadi taulannja 115—121.

4) BAB JANG KA-AMPAT.

Dari pada offisir van Justisi dari anak negeri ija itoe

djaksa besar dan djaksa 122—125.

5) BAB JANG KALIMA.

Ija itoe dari pada Boepati dan Rangga dan Papatih. . . . 125—128.

6) BAB JANG KA-ANEM.

Dari pada residen dan assisten-residen 128—135.

7) BAB JANG KATOEDJOEH.

Dari ka-adilan distrikt 135—140.

8) BAB JANG KADELAPAN.

Ija itoe dari pada ka-adilan kaboepaten 140—144.

9) BAB JANG KASEMBILAN.

Dari pada prihal melakoeken ka-adilan pada perkara lain dari pada hoekoem siksa jang aken diketahoei

oleh ka-adilan Landraad 145—187.

10) BAB JANG KASEPOELOEH Dari pada prihal residen saorang dari menghoekoemken

perkara penagihan hoetang-piootang . . . . 187—190.

11) BAB JANG KASEBLAS.

Dari pada prihal ka-adilan Landraad menghoekoemken

perkara kadjahatan , 190—227.

(13)

Dari pada kelakoean hoekoem ka-adilan atas perkara melanggar printah jang aken di ketahoei oleh

ka-adilan Landraad 227—239.

13) BAB JANG KATIGABLAS.

Dari pada prihal residen menghoekoemken perkara jang akan di poetoesken di dalem soerat po-

lisi rol • 2 4 0 - 2 4 2 . 14) BAB JANG KA-AMPATBLAS.

Dari pada kelakoean mengheekoemken perkara pada

ka-adilan hakim koeliling . . . . . . . 242—246.

15) BAB JANG KALIMABLAS.

Dari pada prihal toentoetan dan siksa goegoer atau

berhenti 246—250.

16) BAB JANG KA-ANAMBLAS.

Pada menjataken sebagi roepa katantoean jang taloek

dengan soerat peratoeran ini 250—257.

TAMBAHAN.

I. Staatsblad tahoen 1867, No. 10—. 2 5 8 - 2 6 0 I I . Staatsblad tahoen 1867, No. 29— 2 6 1 - 2 6 3 I I I . Staatsblad tahoen 1874, No. 94— 264—265 I I P . Staatsblad tahoen 1875, No. 249— 266 III1». Staatsblad tahoen 1889, No. 68— 266 IV. Staatsklad tahoen 1894, No. 216 dan 217;—1895,

No. 139, 143 dan 222; dan 1897, No. 63 dan

1 4 8_ 267—268.

(14)
(15)

OENDANG-OENDANG.

(ALGEMEENE BEPALINGEN VAN WETGEVING.)

(16)
(17)

MENDJADI ATSAL SEGALA HOEKOEM OEN- DANG-OENDANG DIDALAM HINDI

NEDERLAND.

FATSAL 1.

Adapoen segala hoekoem jang di titahken oleh Baginda Radja atau dari Goevernoer Djendral dan dengan nama Baginda Radja djoea maka berlakoenja kapada sekalian rajat dari tanak Hindi Nederland di oemoemken menatapi sebagimana adat jang terseboet di dalam soerat peratoeran dari koeasanja pemarintah besar, maka ta-dapat tiada akan djadi sebagi hoekoem oendang-oendang djoea adanja.

FATSAL 2.

Hoekoem oendang-oendang itoe sahingga berlakoe atas perkara jang akan datang tiada djadi membatalken koe- atnja hoekoem oendang-oendang lama barang jang soedah berlakoe atas hal ichwal jang telah laloe.

FATSAL 3.

Adalah hoekoem jang wadjib bagi segala rajat dan bagi jang berniaga itoe tiada bersalahan hoekoemnja atas orang Hindi Nederland dan jang boekan orang Hindi Nederland djoea di dalam itoepoen sahingga jang belom di tentoeken beda-bedanja di dalam hoekoem oendang.

FATSAL 4.

Adapoen di dalam hoekoem oendang-oendang menjataken orang Hindi Nederland itoe ija-ni segala orang Nederland jang

(18)

berdoedoek di tanah Hindi Nederland dan orang jang di bra- nakin di atas poeloe-poeloe jang masoek di dalam bilangan Hindi Nederland istimiwa segala bangsa jang soedab beroleh idzin dari Groevernemen berdoedoek di Hindi Nederland.

Maka segala prihal membri idzin kapada orang berdoedoek di tanah Hindi Nederland baik lain dari pada itoe nanti di atoer di dalam soerat masing-masing hoekoemnja.

FATSAL 5.

Dan jang di namaken orang gharib itoe ija-itoe jang boekan orang Hindi Nederland ketjoeali orang Nederland dan orang jang tetap pada hoekoem Nederland itoe di djoem- lahken orang Nederland djoega.

FATSAL 6.

Adapoen jang di seboetken orang Hindi Nederland itoe ija-itoe doea roepanja: 1 orang Holanda dan lain-lain sebaginja, 2 anak negri dan lain-lain saoepamanja.

FATSAL 7.

Dan jang sebagi orang-orang Holanda itoe aken terseboet kanjataännja di bawah ini :

1. Barang siapa jang beragama serani djikaloe anak negri jang beragama serani sekalipoen.

2. Segala orang atsalnja dari mana-mana djoega jang tiada akan terseboet di dalam perkara jang di bawah ini.

FATSAL 8.

Maka jang sebagi anak negri itoe ija-itoe Arab, Kodja, Tjina dan lain-lain jang beragama islam atau kafir.

FATSAL 9.

Adapoen hoekoem jang wadjib bagi segala rajat dan bagi

(19)

jang berniaga barang jang berlakoe dan barang jang akan di perlakoeken di tanah Hindi Nederland itoe, bergoena kapada orang bolanda dan lain-lain sebaginja jang tinggal beroemali-roemah di tanah Hindi Nederland.

FATS AL 10.

Sahdan akan orang serani dari anak negri adalah Goever- noer Djendral berkoeasa manakala berhadjat di dalam piki- rannja membedaken samahanja atau setengaknja atau menga- loearken dia dari pada jang terseboet di dalam perkara 9 sahingga denhan berkoetika djangan akan salamanja.

FATSAL 11.

Maka anak negri dan lain-lain sebaginja djikaloe belom mengakoe dengan kahandaknja sendiri trima dan mengikoet hoekoem oendang-oendang holanda dari segala rajat apa lagi jang berniaga dan belom tetap hoekoem oendang-oendang

itoe di perlakoeken atasnja maka handaklah di hoekoemken seperti masing-masing agamanja dan adat biasanja serta di lakoeken oleh hakim anak negri itoepoen djikaloe hoekoem agamanja dan adat biasanja itoe tiada bersalahan dengan jang oemoem di namai patoet dan benar.

FATSAL 12.

Adapoen hakim orang holanda djikaloe memoetoesken hoekoem dari perkara kapala anak negri jang misti marika itoe di hoekoemken oleh hakim orang holanda apa lagi djikaloe memoetoesken hoekoeman dari segala perkara jang lain dari hoekoeman siksa jang soedah di poetoesken oleh hakim anak negri pada hal belom djadi trima jang menoentoet atau jang di toentoet dan di naikken poela perkara itoe kapada orang Holanda manakala memoetoesken hoekoeman handaklah menghoekoemken dia dengan hoekoem agamanja dan adat biasanja anak negri.

Sahdan madjelis hoekoem dari orang Holanda dan toean-

(20)

toean Resident istimiwa lain segala kapala Holanda jang besar manakala maletakken hoekoeman jang lain dari pada perkara hoekoeman siksa maka handaklah manetapi lioekoem oendang-oendang Holanda, tetapi djikaloe anak negri atau lain-lain sebaginja tetapnja ada di bawah hoekoem oendang- oendang Holanda jang tiada terseboet perkaranja di dalam hoekoem oendang-oendang Holanda atan mengikoetnja tiada terbit dari pikiranja sendiri di da'wa perkara jang lain dari hoekoem siksa, maka naik di bitjara hakim orang Holanda sebab terseboet di dalam hoekoem oendang-oendang Holanda haroes atau wadjib naiknja itoe. Bahoewa hakim Holanda itoe maka dengan seboleh-bolehnja handaklah menoeroet hoekoem agamanja dan adat biasanja anak negri dan sebaginja seperti jang telah terseboet di atas itoe.

FATSAL 13.

Adapoen maksoednja menerima mengikoet hoekoem oendang-oendang Holanda jang terseboet di dalam perkara 11 ija-itoe handaklah di sertaken di dalam soerat perkaranja atau soerat perdjandjiannja atau handaklah terseboet di dalam soerat lain jang di perboeat oleh Notaris atau jang di perboeat di bawah tangan dengan moefakat sendirinja.

Maka soerat jang di perboeat di bawah tangan dengan sendiri itoe dari hal menerima hoekoem oendang-oendang Holanda tiada bergoena pada bitjara hoekoem, djikaloe tiada di dalamnja ada soerat tanda Notaris mengakoe bahoea soedah mengatahwi orang jang bertanda tangan dan soedah di batja olehnja kapada jang bertanda tangan serta lagi di artikennja barang jang terseboet di dalamnja lagi misti seboet bahoea Notaris berhadir koetika orang itoe bertanda tangan.

FATSAL 14.

Dari kelakoeannja bersocmpah apabila di kahandaki oleh hoekoem oendang-oendang itoe maskipoen di dalam bitjara hoe-

(21)

koem atau di b e a r bitjara hoekoem maka handaklah hoe- koemnja toeroet sebagimana masing-masing agamanja dan adat biasanja.

Adapoen saoepama kelakoeannja soempab itoe doea roepa atau lebih jang zah pada hoekoem agamanja dan adat biasanja itoe maka haroeslah hakim pada bitjara hoekoem memilih salah soeatoe dari pada itoe soempah.

FATSAL 15.

Ketjoeali dari pada perbedaan jang telah di tentoekan atas anak negri dan lain-lain sebaginja maka jang di nama- kan adat itoe tiada di koeatkan zahnja djikaloe tiada ter- seboet di dalam hoekoem oendang-oendang.

FATSAL 16.

Adapoen barang jang terseboet di dalam soerat hoekoem oendang-oendang atas orang Hindi Nederland mana jang haroes melakoeken barang kelakoean itoe ija-itoe maskipoen kaädaännja di loear tanah Hindi Nederland maka tiada boleh melaloei dari pada hoekoem oendang-oendang itoe.

FATSAL 17.

Sahdan dari pada hal roemah dan segala barang jang tetap tiada boleh di pindahkan kapada lain tempat maka prihal ichwalnja handaklah menoeroet printah negri atau tanah di mana tempat ada berdiri roemah atau lain-lain barang jang telah terseboet itoe.

FATSAL 18.

Atoeran dan roepanja segala perkara toeroetlah hoekoetn- nja sebagimana hoekoem oendang-oendang pada negri atau tanah di mana tampat di perboeat pakerdjaän itoe.

Dan halnja rnelakoekan perkara jang terseboet di dalam perkara 17 dan perkara 18 ini handaklah dengan memikirken beda-bedanja anak negri dan orang holanda jang telah di tentoekan di dalam hoekoem oendang-oendang.

(22)

FATSAL 19.

Segala soerat jang di perboeat oleh Notaris atau jang di perboeat oleh lain pengawë jang menanggoeng pakerdjaän Notaris sembarang orang jang ampoenja permintaan atau berfaidah memboeatkan soerat handaklah menoeroet pri atoerannja seperti jang di perlakoekan oleh pengoewasa Nederland.

FATSAL 20.

Adapoen hakim tiap-tiap mengerdjakan hoekoem handak- lah menetapi barang jang terseboet di dalam hoekoem oendang-oendang melainkan jang terseboet di dalam perkara 11 di atas itoe maka hakim tiada boleh sekali-sekali me- njangka hoekoem oendang-oendang itoe patoet atau tiada patoet.

FATSAL 21.

Segala hakim apabila memoetoeskan hoekoem di dalam perkara masing-masing bilangnja tiada boleh membri printah atau atoeran jang oemoem atas lain-lain perkara.

FATSAL 22.

Dan djikaloe ada hakim anggan memoetoeskan sasoeatoe perkara dengan berpoera-poera di dalam hoekoem oendang- oendang itoe soenji atau gelap atau koerang maka boleh di toentoet itoe halnja anggan memoetoeskan hoekoeman itoe.

FATSAL 23.

Segala perboeatan atas perdjandjian tiada moehtamad djika menghapoeskan kategoehan hoekoem oendang-oendang dari pada atoeran negri dan kalakoean jang senoenoeh,

FATSAL 24.

Sahdan kaädaän orang belian dan hoetang-hoetangan itoe tiada haroes di tanah Hindi Nederland melainken se- perti barang jang telah di tentoekan atau jang akan di

(23)

tentoekan oleh seerat Goevernoer Dj endral serta jang di per- kenankan oleh Baginda Radja.

Adapoen orang jang terbeli itoe haroeslah boleh mendjadi saksi di dalam perkara hoekoem siksa dan lain-lainnja itoepoen dengan atoeran dan perbedaan seperti jang di tentoekan di dalam soerat hoekoem kaädilan dari pada hoekoem siksa dan dari perkara hoetang.

Maka segala hal ichwal orang belian dan hoetang-hoe- tangan itoe mana jang wadjib dan jang haroes padanja handaklah menoeroet kapada hoekoem jang telah di lakoekan.

FATSAL 25.

Maka katentoean siksa dari pada kadjahatan dan melang- gar printah-printah apalagi atoeran polici itoe djadi ber- goena kapada segala orang jang di dalam bilangan tanah Hindi Nederland. Di dalam itoepoen handaklah berpikir perbedaan antara orang holanda dan anak negri seperti jang telah di tentoekan di dalam hoekoem oendang-oendang.

Adapoen hoekoeman siksa atas anak negri toeroetlah hoekoemnja sendiri itoepoen djika berboeat kadjahatan atau melanggar printah-printah itoe tiada misti di siksa dengan katentoean siksa hoekoem holanda.

FATSAL 26.

Tiada boleh sekali-kali minta hoekoeman siksa atau bri hoekoeman siksa atas soeatoe orang djikaloe tiada terseboet perkaranja di dalam hoekoem oendang-oendang dan djikaloe tiada menetapi seperti kelakoean jang di tentoekan di dalam hoekoem oendang-oendang itoe.

FATSAL 27.

Bahoea jang haroes menoentoet hoekoeman siksa itoe melainken panggawe jang di koeasakan pada hoekoem oendang-oendang.

(24)

FATSAL 28.

Maka katjoeali sadja dari segala perkara jang terseboet di dalam hoekoem oendang-oendang manakala ada jang ber- boeat kadjahatan sahingga mendjadi karoegian orang maka handaklah toentoetnja karoegian itoe di perboeat dengan lain perda'vvaännja toeroet sebagimana kelakoean da'wa lain dari perkara hoekoem siksa dan tiada boleh di djadikan satoe dengan pengadoean hal kadjahatan itoe.

FATSAL 29.

Selagi orang jang terda'wa perkara kadjahatan itoe belom di poetoeskan hoekoemannja maka tiada boleh lain hakim dari hoekoem siksa memoetoeskan perkara da'wa karoegian itoe tetapi djika ada permintaan dari jang karoegian maka hakim berkoeasa melakoekan atoeran atas harta barang- barang dari orang kena da'wa dari hal kadjahatan itoe soe- paja di poetoeskan boekoemannja kadjahatan komdian maka boleh memoetoeskan perkara ganti karoegian itoe di dalam itoepoen ta-dapat tiada menetapi sebagimana jang terseboet di dalam hoekoem oendang-oendang.

FATSAL 30.

Dan djikaloe saoepama ada jang berboeat kadjahatan sahingga orang bertjilaka dari sebab kadjahatannja dan soedah menerima jang kena tjilaka itoe tiada maoe menga- doekan halnja kapada hakim maka tiada boleh hakim menegahken atau mempernantikan toentoetan siksa kadja- hatan itoe lain dari perkara jang terseboet di dalam soerat

oendang-oendang.

FATSAL 31.

Adapoen goegoernja hal da'wa minta hoekoeman siksa itoe di bawah ini kanjataiinnja : •

1. Apabila mati orang jang di da'wa.

(25)

2. Djikaloe lama-lama tiada djadi da'wa atas perkara itoe sahingga kaliwat waktoenja.

Maka atoeran dari perkara goegoer itoe nanti aken di tentoeken lagi di dalam soerat katentoean lioekoem siksa.

FATSAL 32.

Djikaloe orang Hindi Nederland ada di loear bilangan Hindi Nederland maka ij a berboeat kadjabatan atau beserta dengan orang jang berboeat kadjabatan sabingga mendja- dikan gadoh atau haroe biroe atau mengoerangken dari amana negri dan meroesakkan dia seperti jang terseboet di dalam soerat oendang-oendang dari boekoem siksa atau kadjabatan dari perkara wang jang di perlakoekan di dalam Hindi Nederland serta terseboet perkaranja di dalam hoekoem oendang-oendang apalagi toeroet memboeat wang atau memperobabkan dia dari wang kertas dan lain-lain sebaginja istiwa manjabadja djoeal atau melakoeken wang kertas tiroean atau obahan dan meniroe atau obahkan tjap- tjap dan kertas tjap atau sasoeatoe tanda lain-lain tjap jang di pergoenakan oleb Goevernemen maka ta-dapat tiada akan di boekoemkan sebagimana terseboet di dalam soe- rat katentoean hoekoem siksa dari Goevernemen Hindi Nederland dan maskipoen perboeatannja itoe di dalam pergi- pergian di loear Hindi Nederland maka pada siksaännja di sana lebih brat atau ringan atau di dalamnja tiada - sasoeatoe siksaan atasnja itoepoen aken di poetoeshoekoeman-

nja dengan katentoean hoekoem siksa dari Hindi Nederland djoega.

Adapoen jang terseboet di atas itoe bergoena djoega kapada lain orang dari Hindi Nederland manakala ija berboeat kadjahatan atau baserta dengan orang jang berboeat kadja- batan seperti jang terseboet di atas pada hal ija tertangkap di dalam Hindi Nederland atau di serahkan sebab permintaan dari Goevernemen.

(26)

FATSAL 33.

Dan dimikian lagi orang Jang memboeat kadjahatan seperti Jang terseboet di bawah ini djikaloe tertangtap di dalam Hindi Nederland atau di serahkan sebab di minta oleh Goevernemen maka akan di hoekoemkan menetapi seperti di dalam katentoean hoekoem siksa dari Hindi Nederland.

1. Djikaloe orang Hindi Nederland pergian di loear tanah Hindi Nederland maka ija berboeat kadjahatan atau beserta dengan orang jang berboeat kadjahatan atas orang jang di bawah Hindi Nederland.

2. Djikaloe ada orang Hindi Nederland pergi-pergian di loear Hindi Nederland maka ija berboeat kadjahatan atau beserta dengan orang jang berboeat kadjahatan atas sabarang orang poen ija-itoe memboenoeh orang atau membakar roemah, mentjoeri dengan membongkar atau dengan menganiaja orang itoepoen djikaloe tjoerinja dengan bersendjata atau berkawan lebih dari doea orang lagi beserta barang sasoeatoe hal jang menambah brat kasalahan dengan dia atau berboeat soerat wissel tiroean atau obahan beserta mendjoeal melakoekan dia sama ada wissel itoe berboeatan dari Hindi Nederland atau lain-lain wissel dari Hindi Ne- derland dimikian poela sabaiknja kapada sabarang orang poen di loear tanah Hindi Nederland maka ija berboeat kadjahatan atau beserta dengan orang jang berboenji kadjahatan kapada orang jang di bawah bilangan Hindi Nederland dan roepanja kadjahatan itoe seperti jang terseboet di atas.

FATSAL 33«.

Adapoen peratoeran-peratoeran hoekoem siksa dialas berboeat kadjahatan dari hal membadjak dnn lagi di alas hal pembawa dengan sengadja saloe kapal Nederland atau Hindi Nederland di dalem kakoewasaännja badjak-badjak peraloeran ini djoega di

(27)

henaken pada semoeanja orang, jang tinggal di loewar tanah Hindi Nederland dan soedah berboeat dosa itoe (*).

FATSAL 34.

Adapoen orang jang terda'wa kadjahatan terseboet di dalam perkara 33 dan perkara 33" (f) saoepama soedah di poetoes

hoekoemannja oleh hakim di loear tanah Hindi Nederland itoe sahingga kena siksa atau di lepaskannja dari siksa itoelah tiada boleh di toentoet lagi atas perkara itoe dan tiada boleh dapet hoekoeman siksaan sasoeatoepoen.

FATSAL 35.

Sahdan tiada boleh memendjarakan sa-saorang poen sa- belomnja dapet trang printah dari penggawë jang meme- gang koeasa seperti terseboet di dalam soerat katentoean toentoetan hoekoem siksa serta lagi handaklah menetapi sebegimana jang terseboet di dalam soerat katentoean toen- toetan hoekoem siksa itoe.

FATSAL 36.

Maka jang terseboet di dalam perkara 26 dan perkara 35 di atas itoe tiada akan mengoerangkan koeasanja Groe- vernoer Djendral melakoekan barang oepaija akan manegah orang djahat dan akan menghapoeskan jang mendjadi koeatir negri barang iang soedah di koeasakan dan jang akan di koeasakan oleh Baginda Radja.

FATSAL 37.

Dan djikaloe berhadjat di dalam pamikir Goevernoer Djendral haroeslah obahkan atau hapoeskan hoekoem oen- dang-oendang Baginda Radja tetapi tadapet tiada memoe- hoenkan idzin kapada Baginda Radja itoepoen bersalahan

(*) Telah di tentoeliken di soerat ordonnantie tanggal 30 November 1884 (Staatsblad No. 215).

(t) Ini fatsal di telab di obah di soerat ordonnantie tanggal 30 November 1884 (Staatsblad No. 215).

(28)

djikaloe Baginda Radja membri koeasa mengobahkan atau mengkapoeskan sasoeatoe perkara dengan tiada minta idzin lagi.

Adapoen atoeran dari hoekoem oendang-oendang mana- kala soedah di tentoekan oleh Goevernoer Djendral pada hal masi djoega bergantoeng idzin dari pada Baginda Ra- dja maka berlakoenja atoeran itoe tegahlah sama sebagi hoekoem oendang-oendang dan djikaloe atoeran itoe tiada di perkenankan oleh Baginda Radja maka berlakoe djoega sahingga di mashoerkan poela berhentinja dan di oemoem- kan kapada sekalian orang seperti jang terseboet di dalam perkara 1 jang di atas itoe demikian adanja.

TAMBAHAN

Segala soerat-soerat titah jang asal dari Sri padoeka Jang di Pertoewan Besar Baginda Radja oetawa Sri padoeka Jang di Pertoewan besar G-oebernoer Djendral dari tanah Hindi Nederland, jang asalnja di tetepken akan sabahagiannja Tanah Hindi Nederland tetapi di belakangkah di tetapken akan lajin-lajin bahagiannja, sahandenja itoe soerat-soerat ti- tah di mengobahken, itoe perobahan di tetapken djoega akan itoe lajin-lajin bahagiannja Tanah Hindi Nederland (Firman- nja Ratoe 24 Mei 1893, Staatsblad 1893, No. 160).

«

(29)

JANG MEMEGANG KOE ASA MELA- KOEHKEN K A-ADIL AN.

[REGLEMENT OP DE RECHTERLIJKE ORGANISATIE EN HET BELEID DER JUSTITIE IN

NEDERLANDSCH-INDIE.]

(30)
(31)

K A-AD A-AN JANG MEMEGANG KOEASA ME/.A- KOEKAN HOEKOEM KA-ADILAN DI DALAM

HINDI NEDERLAND.

BAB JANG PERTAMA.

PA DA MEN J ATAKEN J A N G M È K D J A D I A T A S S O E E A T PERATOERAN I N I .

FATSAL 1.

Adalah jang di koeasakan memegang ka-adilan di dalam Hindi Nederland di bawah ini kenjataännja :

1. Ka-adilan distvikt.

2. Ka-adilan kaboepaten.

3. Ka-adilan Landrad.

4. Ka-adilan Hakim Koeliling.

5. Ka-adilan Raad van Justitie.

6. Ka-adilan maha tinggi (Rad besar).

Dan lain dari segala jang terseboet itoe tiada lagi ka- adilan melenkan ka-adilan dari pihak balatantara dan ka- adilan resident serta lain-lain sebaginja jang memegang koeasa negri terseboet di dalam soerat peratoeran ini.

Adapoen kelakoean mengatoer ka-adilan jang berlakoe di dalam bawah Soerakarta dan Djokjakarta itoe tiada berobah masi djoega loeloes melenkan apabila ada sasoeatoe atoeran lain pada komdiannja.

Bahoea madjelis ka-adilan jang di loewar tanah Djawa dan Madoera ka-adaännja dan namanja sekarang ini masi di loeloeskan djoega samentar ini.

Oendang-Oendang. *

(32)

FATSAL 2.

Bahoea jang wadjib mengatahwie dan memoetoeskan hoe- koem segala perkara dari pada dawa mendawa atas harta dan barang jang terbit dari pada hoekoem harta dan hoetang pioetang atau dari hal wadjib dan haroes bagi sekalian rajat istimiwa maletakkan segala hoekoeman siksa jang terseboet di dalam soerat hoekoem oendang-oendang itoe ija-itoe hanja penggawê jang di koeasakan memegang hoekoem ka-adilan djoewa serta manetapi masing-masing bahgiannja dan koea- sanja dan atoerannja sendiri sabagimana jang terseboet di dalam soerat peratoeran ini.

Segala perkara jang akan djadi pamikir penggawê jang memegang paprintahan negri sebab di koeasakan atasnja hoekoem oendang-oendang atau sebab bernjata dari pada hal ichwal itoe maka di loeloeskan djoea kapada penggawê itoe memoetoeskan dia.

Maka tiap-tiap berselese dari koewasanja antara penggawê jang memegang hoekoem ka-adilan dan penggawê jang memegang paprintahan negri Goevernoer Djendral jang memoetoeskan selesenje itoe ija-itioe menoeroet soerat pera- toeran jang akan di titahkan oleh Baginda Radja. 1)

FATSAL 3.

Segala perkara jang lain dari hoekoem siksa berlawanan antara anak negri atau antara orang lain lain sebaginja jang sama sabangsa pada hal di dalam hoekoem agamanja atau adat biasanja dari dahoeloekala di poetoes hoekoeman itoe oleh imannja atau kapalanja maka masi di loeloeskan djoega kapadanja memoetoeskan perkara itoe.

Dan djikaloe jang menda'wa atau jang di da'wa itoe belom djadi trimanja poetoesan itoe maka tiada boleh mela- koekan poetoesannja perkara itoe melenkan dengan mane-

1) Stb. 1819, 20, 1849. 61; BB. 2192, 2538.

(33)

tapi sebaginianaiia biasa pada hoekoem ka-adilan serta hendaklah berlakoenja di perkenankan oleh ka-adilan anak negri jang tinggi sekali.

Dan manakala ada sak atau berselese dari hal jang ter- seboet di dalam perkara 3 ini bagimana ka-adilan jang akan memoetoeskan dia maka Goevernoer Djendral jang memoetoeskan selesenja antara doea ka-adilan itoe.

FATSAL 4. (1) FATSAL 5.

Djikaloe tiada di redlai menda'wa atas orang besar-besar dari anak negri seperti jang terseboet di dalam perkara 4 itoe maka da'wanja atas lain lain orang jang bertjampoer di dalam perkara itoe boleh djoega di lakoekan perkaranja tetapi ta dapat tiada penggawë jang djadi piskal pada madjelis ka-adilan itoe mempersembahan ma'loem perda'waän itoe kapada Goevernoer Djendral maka ijalah berkoeasa djika pada pamikiran berkadjat menegah perda'waän itoe tetapi menetapi barang peratoeran seperti jang di tentoekan di dalam hoekoem oendang-oendang.

FATSAL 6.

Saoepama ada orang bertjampoer pada sasoeatoe perkara hoekoem siksa atau lain-lain dari pada perkara hoekoem siksa pada hal berbeda-beda besar ketjil bangsanja atau pangkatnja sahingga setenga ada di bawah hoekoem ka- adilan jang tinggi setengah ada dibawah hoekoem ka-adilan jang rendah maka samoeanja nierika itoe naiklah kapada

madjelis ka-adilan jang tinggi.

FATSAL 7.

Djikaloe anak negri dan lain-lain sebaginja jang beragama

(1) Fatsal ini telat di obah dengan oendang-oendang tanggal 14 Januari 1867 (Staatsblad No. 10), sebageimana terseboet di blakang im.

Malibat Tambatan I.

(34)

islam atau orang tjina terda-wa perkara hoekoem siksa atau lain dari pada itoe barang apa djoega perkaranja pada hal baliaroe di naikin perkaranja kapada bitjara hoekoem ka-adilan serta jang terda'wa tiada masoek perkaranja di dalam hoekoem oendang-oendang holanda dan tiada menga- koe dengan kakendaknja sendiri mengikoet hoekoem oen- dang-oendang holanda atas perkara itoe maka hakim hen- daklah memilih orang jang akan hadlir di dalam sidang ka-adilan ija itoe djikaloe perkara orang islam maka di pilih saorang imam dan djikaloe perkara orang tjina maka di pilih kapala orang tjina satoe atau doea orang dan apabila tiada kapalanja maka di pilihnjalah orang tjina jang patoet satoe atau doea orang dan goenanja hadlir itoe akan di tanja pikirannja dari pada hal hoekoem agama- nja dan hoekoem lain-lainnja serta adat biasanja jang kena atas perkara itoe soepaja hakim memandang pikirannja itoe pada halnja memoetoesken perkara.

Adapoen barang pikirannja advisoer itoe hendaklah ter- seboet di dalem soerat peringatan atau soerat penyataan dari sidang ka-adilan menghoekoemkan perkara.

Dan hendaklah terseboet di dalem soerat poetoesan ba- hoea advisoer itoe telah di tanjai pikirannja. 1)

FATSAL 8.

Adapoen imam dan kapala atau lain-lainnja jang masoek di madjelis hoekoem ka-adilan terseboet di dalam perkara 7 itoe hendaklah dahoeloe bersoempah di hadapan hakim seperti jang terseboet di bawah ini boenjinja.

Bahoewa hamba berdjandji dengan bersoempah akan sebenar-benarnja serta bersetia dengan sesoenggoehnja ham- ba akan mangerdjakan pakerdjaän jang di tanggoengkan atas hamba dan barang jang djadi pertanjaän kapada hatn-

1) Itoe advisoer mengartinja orang jang memberiken timbaaganuja oetawa naeihhat.

(35)

ba sama ada di toentoet djawabnja dengan soerat atau dengan lidah sadja hamba akan menjahoet dengan sebenar- benarnja barang jang hamba katahwi apalagi mana jang terseboet di dalam soerat hoekoem dan jang soedah djadi adat biasa dari dahoeloekala itoelah hamba persembahkan dengan tiada membratkan atan meringankan salah saorang jang baperkara serta hamba tiada sekali-kali menjahoet atau menjatakan barang jang tiada moepakat dengan soerat hoekoem atau biasa itoe manakala hakim memriksai jang djadi pamikir hamba tadapat tiada hamba menjahoet dengan benar sasoetji-soetji hati serta hamba tiada menerima sasoeatoe pembri atau bingkisan dari pada barang siapa poen dan tiada akan menerima barang jang me- njahdja djadi mengoerangkan kabenaran dan kasetiaän hamba.

Adapoen soempah jang terseboet di atas ini tiada kena atas Panghoeloe agamanja besar dan Panghoeloe agama jang marika itoe selamanja hadlir pada sidang ka-adilan anak negri manakala bermasjawarat atau menghoekoemkan perkara sahingga bersoempalah sekali akan selamanja.

FATSAL 9.

Segala penggawé jang memegang ka-adilan tiada haroes marika itoe berniaga atau bersjerikoet persiroe berniaga dengan lain-lain orang dan tiada boleh memegang pak atau persiroe memegang pak apalagi maneboes memborong pa- kerdjaän Goevernemen atau berboeat perdjandjian dengan Goevernemeu dari pada peroesahan tanah maski kelakoean- nja memegang pak atau memborong dan kaperdjandian dengan Goevernemen atau berboeat perdjandjian dengan Goevernemen itoe di pinggangnja sendiri atau lantaran lainnja poen dan lagi tiada boleh bersekoetoe atau me- nanggoeng dari hal pak atau memborong dan perdjandjian itoe apalagi tiada boleh bersambil pakerdjaan djadi advocaat

(36)

atau Procureur atau Notaris istimiwa sollicitoer 1) dan tiada boleh mandoeai barang pakerdjaän Goevcrnemen djikaloe pakerdjaän itoe dengan belandja tentoe padanja atau gadji lain-lainnja dan tiada boleh poela djadi wakil atau djadi koeasa atau wali dari orang lain melainken sanaknja atau iparnja hingga katiga poepoe di dalam itoepoen apabila ada sesoeatoe sebab jang machtsoes maka Goevernoer Djendral boleh maredlai pada melaloei segala larangan jang terseboet di atas itoe.

Dan djikaloe ada permintaan dari ka-adilan maha tinggi kapada Goevernoer Djendral maka substituut griffier boleh di soeroehnja mengganti advocaat atau procureur istimiwa Nota- ris di mana tampat ada berdoedoek masing-masing madjelis ka-adilannja.

Segala larangan jang terseboet di perkara 9 ini tiada ber- lakoe atas djamah ka-adilan anak negri apalagi jang meme- gang ka-adilan di loear tanah Djawa dan Madoera di dalam itoepoen djika djawatannja melakoekan ka-adilan itoe tiada dengan belandja jang tentoe lebih dari seriboe doea ratoes roepiah satahon.

FATSAL 10.

Bagi tiap-tiap jang memegang ka-adilan haroes masoek djadi djama-ah akan memriksa tampat pengadjaran dan boleh poela masoek djama-ah lain lain jang di titahkan oleh Goevernemen atau jang di perboeat oleh orang lain itoepoen jang tiada dengan gadji jang tertentoe.

Adapoen djikaloe ada bimbang jang memegang ka-adilan haroes atau tiadanja masoek sesoeatoe djama-ah seperti jang terseboet itoe maka Gouverneur Djendral jang akan menje- lesekan hal ichwal jang dimikian itoe.

1) Itoe sollicitoer saperti advocaat oetawa procureur, tetapi tida membikinken examen, ija orang boleh menghadep di hadepannja Landrad oetawa raad Sambang (koeliling).

(37)

FATSAL 11.

Maka sanak-sanak atau ipar hingga katiga poepoe tiada boleh herhimpoen mendjadi hakim apalagi fiskaal atau pro- cureur djendral istimiwa djadi griffier di dalam satoe djama-ah ka-adilan melenken jang di redlai oleh Goevernoer Djendral.

Dan djikaloe djadinja kena sanak ipar komdian dari pada djadi penggawê maka jang soeda djadi masoek sanak ipar tiada boleh loeloes di dalam pangkatnja itoe melenkan dengan kredjaän Groevernoer Djendral.

Adapoen penggawê substituut griffier itoe tiada masoek larangan jang terseboet di dalam perkara 11 ini. 1)

FATSAL 12.

Sebagi lagi larangan jang terseboet di dalam perkara U itoe tiada berlakoc atas penggawê dari anak negri jang memegang ka-adilan di dalam bilangan Hindi Nederland dan tiada poela atas penggawê holanda jang memegang ka-adi- lan di loear tanah Djawa dan Madoera tetapi manakala ada berhadjat saorang penggawê seperti jang terseboet di atas itoepoen pamilih akan dia hendaklah dengan saboleh-holehnja memikirkan bersanak ipar dan tiadanja.

FATSAL 13.

Hakim-hakim holanda dan presidennja apalagi procureur djendral dan fiskal-fiskal dan griffier-griffier dan segala substi- tuut griffier tiada boleh masoek di dalam pakerdjaännja sahingga bersoempah atau berdjandji sebagimana masing- masing hoekoem agamanja. Adapoen boenji soempahnja atau perdjandjiannja akan bersetia soenggoeh-soenggoeh kapada Baginda Radja dan pangkatnja djadi penggawê itoe tiada (lengan membri atau akan berdjandji sasoeatoe barang kapada sa-saorang poen maski dengan di brinja sendiri atau dengan lain-lain oepaja sabarang apa jang di perboeat

1) Itoe perkataan substituut roengartinja penggantinya.

(38)

berpoera-poera lialiija membri atau berdjandji itoe sekalipoen dan selama-lamanja tiada akan menerima pembri atau bing- kisan dari sa-saorang jang bagi pangatahoeannja atau bagi persangkaannya ada baperkara atau akan baperkara jang boleh djadi pakerdjaiiunja pada perkara itoe apalagi akan melakoeken pakerdjaän dengan soetji bening hati serta dengan sa-samanja dan tiada dengan memilih atau menan- tang orang pada tiap-tiap berboeatan melakoekan prangi jang sedjahtra serta boedi jang sabenar-benarnja sebagimana jang patoet penggawê jang memegang ka-adilan adapoen soempah jang dimikian itoe tiada di perhadjat atas peng- gawê anak negri jang berdjabat ka-adilan.

FATSAL 14.

Soempah atau perdjandjian segala penggawê jang terse- seboet itoe ijaitoe jang di negri Batawi hendaklah kapada Goevernoer Djendral atau kapada penggawê lain jang di koeasakan oleh Goevernoer Djendral adapoen penggawê jang pada lain-lain tampat dari negri Batawi maka soempahnja kapada penggawê orang holanda jang memegang koeasa besar sendiri atas negri jang misti tinggal dalamnja orang jang bersoempah.

Maka soempah atau perdjandjian penggawê substituut griffier itoe hendaklah kapada masing-masing jang djadi presidennja dan koetikanja bersoempah atauberdjandjiitoe di dalam sidang menghoekoemkan perkara jang njata kapada sekalian orang.

FATSAL 15.

Bahoea Baginda Radja djoega mendjadikan presiden ka- adilan maha tinggi. 1)

Adapoen penggawê jang memegang ka-adilan jang lain- lain sama ada orang holanda sama ada anak negri bahoea

1) Itoe ka-adilaii inahatinggi ija itoe Rad besar (Hooggerechtshof;.

(39)

Goevernoer Djendral jang mendjadikan dia melainkan dia djika di koeasakan atas penggawê lain-lain jang memegang paprintahan negri.

FATS A L 16.

Maka penggawê jang memegang ka-adilan di dalam Hindi Nederland tiada tentoe akan salamanja.

Apabila di dalam pikiran Goevernoer Djendral ada ber- badjat dari sebab pakerdjaän negri maka haroes ija menga- lihkan penggawê jang memegang ka-adilan itoe di soeroehnja memegang lain-lain pakerdjaän.

FATSAX 17.

Djikaloe ada penggawê jang memegang ka-adilan di kenakan hoekoeman pendjara sebab kadjahatan atau ter- pendjara sebab hoetangnja maka Goevernoer Djendral haroes menggantoeng pangkat pakerdjaännnja atau di pitjatnja itoepoen djikaloe ada permintaan dari ka-adilan maha tinggi dan djika tiada permintaännja maka hendaklah di priksai pikirannja ka-dilan maha tinggi djoega.

Dimikian lagi segala penggawê jang memegang ka-adilan manakala kedji tingkah lakoenja atau meningalkan adab atau taksir jang njata maka haroeslah di gantoeng pang- katnja atau lepasken.

Adapoen djikaloe ada penggawê jang memegang ka-adilan di gantoeng pangkatnja seperti jang terseboet itoe maka Goevernoer Djendral jang mendjadikan saorang boeat pa- gantinja djikaloe perhadjat.

FATSAL 18.

Adapoen katentoean jang terseboet pada achirnja per- kara 16 dan jang terseboet di dalam perkara 17 itoe ija- itoe haroes lagi Goevernoer Djendral lepasken penggawê jang memegang ka-adilan itoepoen tiada berlakoe akan presiden dari ka-adilan maha tinggi dan djikaloe Goever-

(40)

noer Djendral inenjangka ada berhadjat lepasken dia sebab ada sasoeatoe bal seperti jang terseboet di dalam perkara 17 hendaklah mempersembahkan ma'loem kapada Baginda Radja memoehoen lepasken dia serta mengirimkan segala soerat-soerat jang kena atas perkaranja apa lagi soerat penjahoet dari pihak presiden jang terdoedoek dan soepaja boleh presiden menoelis penjahoetnja hendaklah njatakan kapadanja barang hal segala jang djadi tertoedoeh atasnja.

Maka sebelom ada titah dari pada pihak Baginda Radja hal presiden jang di pintakan lepasnja Goevernoer Djendral berkoeasa gantoengkan pangkatnja dengan membri belan- dja bernanti akan dia serta Goevernoer Djendral koeasa mendjadikan gantinja pada samentar itoe.

Djikaloe presiden itoe berkahendak pergi sendiri kanegri Nederland menjatakan hal segala penjahoetannja maka Goe- vernoer Djandral hendaklah menedlai akan dia sebagi jang telah djadi katentoean belandja penggawê jang bermoehoen pergi ka-negri holanda serta dengan bebas belandja-belan- dja perdjalanannja.

FATSAL 19.

Dan apabila ada printah pendjarakan sa-orang penggawê jang memegang ka-adilan maka dengan printah itoe ta-da- pat tiada laloe di gantoengkan pangkatnja penggawê jang

terpendjara itoe akan samentar.

FATSAL 20.

Djikaloe ada sa-orang penggawê jang memegang ka-adi- lan dapat hoekoeman siksa atas badan atau hoekoeman jang mendjadikan maloe atasnja serta soedab tetap hoekoemau itoe maka ta-dapat tiada pada sakoetika itoe djoega di lepasken pangkatnja.

FATSAL 21.

8egala penggawê orang holanda jang memegang ka-adilan

(41)

hendaklah baroemah-roemah di dalam lima pai djaoehnja dari pada tampat perhimpoenan masing-masing djama-ahnja.

Tetapi saliandenja ada perloenja Groebernoer Djendral boleh mengidinken kapada itoe penggawê akan beroemah lebih djaoehnja dari itoe lima pai, 1)

Adapoen roemah-roemah hakim koeliling dan griftiernja hendaklah tinggal di dalam bawah bilangannja pada mana- mana tampat jang akan di tentoekan oleh Goevernoer- Djendral.

FATSAL 22.

Segala hakim koeliling dan grifffiernja tiada boleh mening- galkan bawah bilangannja lebih dari tiga hari tiga malam lamanja djika belom beroleh idzin maski di dalam koetika senang sekalipoen dan demikian poêla penggawê jang meme- gang ka-adilan lain-lain tiada boleh meninggalkan tampat di mana di tinggalnja lebih dari tiga hari tiga malam lamanja djika belom beroleh id/in dan djikaloe di dalam koetikanja senang sekalipoen.

Adapoen idzin-idzin verlof boewal permissie paling lamanja liga boelan djoega dengan iloengan hal pelandjoetan, di tanah Djawa dan Madoera boleh di bri:

pada presiden-presiden Raad van Justitie dan landrad-landrad dan pada hakim koeliling oleh presiden ka-adilan maha tinggi;

pada vice-presiden, lid-lid, griffier-griffier, dan substituut grif- fier dari segala madjelis hoekoem, oleh presiden-presidennja : pada fiskaal-fis kal oleh procureur djendral: pada hakim anak negri oleh Resident dan di loewar tanah Djawa dan Madoera pada semoea penggawê-penggawê jang memegang hoekoem oleh kepala pamarenkih terlampalnja.

Dan segala lain-lain idzin boewal verlof nanti di brih oleh Goeberuoer Djendral. 2)

1) Staatsblad 1889, 239.

2) Ini perkara titah di obah oendang-oeudang tanggal 30 Juni 1875 staats- blad no. U9, dan Firmanja Katoe 6 September 1894, staatsblad .1894 No. 241.

(42)

Presiden dari ka-adilan maha tinggi dan procureur djen- dral tiada boleh meninggalkan tampat di mana tinggalnja lebih dari tiga hari tiga malam lamanja djika belon beroleh idzin dari pada Goevernoer Djendral.

Adapoen dengan katanja haroes bagi segala penggawê jang memegang ka-adilan meninggalkan tampat jang di tinggalnja tiga hari tiga malam lamanja dengan tiada idzin itoe ija-itoe tiada lepas marika itoe menanggoeng kasalahan kaloe-kaloe mendjadi karoegian atas pekerdjaän ka-adilan dari sebab pergi-pergiannja itoe.

FATSAL 23.

Adapoen peratoeran jang terseboet di dalam fatsal 22 itoe tiada berlakoe kapada segala penggawê jang memegang ka-adilan di loear tanah Djawa dan Madoera dan kapada segala penggawê anak negri jang memegang ka-adilan di dalam itoepoen djika penggawê jang tiada beroleh belandja jang tertentoe sebab memegang ka-adilan itoe atau sebab lain pekerdjaännja poen tetapi penggawê itoe djikaloe hendak pergi-pergian ta-dapat tiada bii tahoe kapada kapala masing- masing djama-ahnja.

FATSAL 24.

Sjahdan ka-adilan maha tinggi dan ka-adilan Haad van Justitie adalah koetika senangnja pada tiap-tiap tahon ter- tentoe inilah kanjataännja : 1 Bermoela pada hari saptoe jang terdehoeloe dari pada hari moeloed almasihi hingga hari senin jang kadoea di dalam boelan Januari. 2 Bermoela pada hari saptoe jang pertama di dalam boelan Juli hingga hari senin jang kadoea di dalam boelan Augustus. 3 Ber- moela pada hari fasach hingga hari rebo jang bertoeroet- toeroet. 4 Bermoela pada hari chamsin hingga hari rebo jang bertoeroet.

FATSAL 25.

Selamanja koetika senang itoe djama-ah dari ka-adilan

(43)

Raad van Justitie hendaklah ïnasi ada djoega jang tinggal melakoekan pakerdjaiin sakoerang-koerangnja tiga orang jang soepaja boleh memoetoeskan perkara-perkara jang tadapat tiada bersigra di poetoeskan atau jang misti di lakoeken oleh kommissaris serta tiada boleh di sabarkan.

Adapoen penggawê djama-ah dari ka-dilan maha tinggi tiada boleh pergi-pergian doea orang pada satoe koetika maski di dalam waktoe senang sekalipoen.

Sjahdan waktoe senang itoe tiada berlakoe berhentinja atas segala perkara hoekoem siksa.

FATSAL 26.

Adapoen tampat perhimpoenan sidang segala madjelis ka-adilan itoe hendaklah di dalam iboe negri pada mana bawah bilangannja masing-masing.

Tetapi djikaloe kira-kira ada jang di perhadjat dari sebab jang besar soepaja boleh mengerdjakan soeatoe perkara dan memoetoeskan dia haroeslah GoevernoerDjendral menjoeroeh- kan ka-adilan maha tinggi atau lain-lain ka-adilan bersidang pada tampat jang lain di dalam masing-masing bilangannja itoepoen djika telah di priksai pikirannja hakim maba tinggi itoe.

FATSAL 27.

Di dalam Hindi Nederlan sekaliannja apabila meletakkan hoekoem hendaklah menjeboetkan. Bahoea dengan nama dan dari pada pihak Baginda Radja. 1)

FATSAL 28.

Poetoesan dari hakim maha tinggi bernama arres.

Bahoea tiada djadi sah segala soerat arres dan poetoesan lain-lain djikaloe di letakkan dengan koerang dari pada djoemlah hakim jang di tentoekan di dalam soerat atoeran ini.

1) Sekarang Baginda Ratoe, sebal) Katoe jang memegangken pemarentahannja negeri.

(44)

Adapoen tiap-tiap djoemlah hakim jang di teutoekan di dalam hoekoem oendang-oendang masoeklah bilangan itoe presiden atau pegantinja.

FATSAL 29.

Segala perda'waän baik dari perkara hoekoem siksa baik perkara lain-laimija hendaklah di hoekoemkan di dalam sidang ka-adilan jang njata kapada sekalian orang melain- kan jang di bedahkan perkaranja di dalam hoekoem oendang- oendang atau djikaloe ada titah dari hakim sebab jang amat sangat sidang itoe antero atau satengahnja misti dengan tertoetoep pintoenja itoepoen mana jang djadi sebabnja titah jang dimikian itoe tiada boleh tiada terseboet di dalam soerat

periugetan atau soerat penyataan dari pada sidang itoe.

Sjahdau segala aires dan poetoesan lain-lain hendaklah di titahkan oleh hakim dengan bernjata kapada segala orang melainkan djika kena atas perkara hoekoem siksa jang telah di poetoeskan oleh ka-adilan lain jang rendah pada hal ter- seboet di dalam hoekoem oendang-oendang poetoesan perta- ma itoe akan di sahkan poela oleh ka-adilan jang tinggi dan dimikian poela apabila memoetoesken hal segala soerat per- mintaan jang sahari-hari djoega maka pada doea perkara ini tiada oesah bernjata kapada segala orang.

FATSAL 30.

Soerat-soerat arres dan poetoesan lain-lain hendaklah nie- njataken segala hal ichwal jang djadi sebab djatoh poetoesan itoe dan atas perkara hoekoem siksa hendaklah di seboetken poela kasalahannja.

Soerat arres dan poetoesan lain-lain jang terbit dari sasoea- toe soerat katentoean hoekoem oendang-oendang hendaklah di seboetkan katentoeannja djoega di dalam poetoesan itoe.

FATSAL 31.

Adalah batal segala soerat poetoesan djikaloe tiada mené-

(45)

tapi peratoeran jang terseboet di dalam iatsal 29 dan per- kara 30 itoe tetapi peratoeran jang terseboet di dalam fatsal 30 itoe tiada bagitoe ladjim berlakoenja atas ka adil an anak negri jang tiada presidennja orang holanda.

FATSAL 32.

Wadjiblab atas segala madjelis ka-adilan niempersenibah- ken soerat perkabaran besarta pikiran dan bitjaranja atas barang sasoeatoe perkara manakala ada printah dari Goe- vernoer Djendral atau jang trang dari pada printabnja.

Akan tetapi apabila ada fatsal jang di minta perkabarannja serta pikiran dan bitjara atasnja itoe soedab naik pada bitjara lioekoem ka adilan jang di minta kapadanja atau djikaloe terkira-kira nanti naik pada bitjara lioekoem ka-adilan itoe maka tjoekoeplab mempersembabken pikirannnja dan bitjara seperti jang terseboet di atas itoe.

FATSAL 33.

Segala madjelis ka-adilan dan penggawê jang memegang ka-adilan wadjib bertoeloeng menoeloeng melakoeken barang jang terseboet di dalam soerat-soerat permintaan dateng

kapada salah soeatoe marika itoe dari pada lainnja boeat menafa-at ka-adilan itoepoen dengan menetapi jang terseboet di dalam lioekoem oendang-oendang,

FATSAL 34.

Manakala berhadjat memilih hakim akan di djadikan kom- missaris atau raportoer kerna terseboet perkaranja di dalam hoekoem oendang-oendang maka presiden jang memilih dia itoepoen djikaloe tiada njata terseboet di dalam hoekoem oendang pamilihnja itoe. Balioea hendaklah dengan atoeran lain-lain.

Ketjoeali dari pada itoe presiden haroes berloetoet rapor- toer tiap-tiap jang di kiranja ada perhadjat.

(46)

FATS AL 35.

Segala djania-ah dari madjelis ka-adilan tiada bole di perboeat kommissaris atau raportoer pada sasoeatoe perkara jang lagi di perdjabat atau jang telah di djabat oleb advo- kaat atau procureur jang marika itoe djadi bilangan sanak atau ipar dengan dia sahingga tiga poepoe.

FATSAL 36.

Adapoen segala penggawê jang memegang ka-adilan bo- lehnja di toelak ja'ni tiada di trima di dalam bitjara hoekoem oleb orang jang menda'wa atau jang di da'wa apa lagi haroesnja anggan dari bitjara hoekoem itoe akan di tentoeken atoerannja terseboet di dalam hoekoem oendang- oendang dari pada kelakoean menoeutoet hoekoem siksa dan dari hal ka-adilan pada perkara lain dari hoekoem siksa

FATSAL 37.

Segala bakim apabila mendjabat sasoeatoe perkara atau mengira ngira ada sasoeatoe perkara akan djadi masoek di dalam ka-adilannja tiada boleh membri adjaran atau menoe- loeng kapada orang jang menda'wa atau kapada jang di da'wa atau kapada advokaat procureur-procureurnja maski mengadjar dan menoeloeng itoe dengan sendiri atau lantaran orang lain sekalipoen.

Adapoen jang terseboet di atas ini di larang djoega atas procureur djendral dan piskal-piskal dan griffier-griffier dan substituut griffier manakala ada perkara jang mend jadi atau jang kira-kira boleh djadi djabatannja masing-masing.

FATSAL 38.

Segala djama-ab dari madjelis ka-adilan manakala men- djabat sasoeatoe kommissi hendaklah koetikanja mangerdja- kan itoe djangan djadi menegakkan atau ma'lambatkan memoetoes perkara jang masi tergantoeng di dalam bitjara ka-adilan.

(47)

FATSAL 39.

Pada segala niadjelis ka-adilan manakala memikirkan perkara maka jang djadi presiden hendaklah tanja pikiran perkara itoe pada tiap-tiap djama-ahnja nioelai dari kom- missaris atau raportoer komdian kapada segala djamaäh jang lain-lain moelai dari djama-ah jang terlebih moedah sendiri pangkatnja hingga ka-atas kapada jang terlebih toea sendiri pangkatnja apabila soedah di tanjai pikiran niarika itoe samahannja maka pada aehirnja presiden jang melahir- kan sendiri pikirannja adapoen segala djama-ah apabila mempersembahkan pikirannja maka hendaklah masing- masing menjatakan barang jang djadi sebab pikiran itoe.

Djikaloe ada djama-ah dari ka-adilan jang pergi-pergian salah soeatoe dari pada djama-ah itoe nistjaja tiada boleh di sampekan pikirannja oleh kawannia dan tiada boleh poela di sampekan itoe dengan soerat ketjoeali jang pergi itoe djikaloe djadi kommissaris atau djadi raportoer maka ada hal jang dimikian itoe soerat pikirannja atau perkabarannja itoe boleh djoega di batja tetapi tiada masoek djadi soeara ija'ni tiada boleh djadi bilangan di dalam moeapakat nia- djelis ka-adilan memoetoeskan perkara.

FATSAL 40.

Sjahdan apabila memoetoeskan perkara hendaklah me- nimbang djoemblah segala soeara atau pikiran orang-orang jang berbitjara atas memoetoeskan perkara itoe ija-itoe saoe-

pama bersalahan pikiran antara niarika itoe mana-mana jang lebih banjak soearanja sala soeatoe pikiran itoe nistjaja

ijalah jang lebih banjak djoemlahnja pada soeatoe pikiran maka pri memoetoeskan perkara itoe seperti jang terseboet di bawah ini kanjataännja.

1. Djikaloe di dalam perkara lain dari pada hoekoem siksa maka adalah doea mas-alah jang masing-masing

Oeiidang-oendang 3

(48)

hoekoemnja ija-itoe djikaloe perkara bahroe naik pada bitjara hoekoem belom di poetoeskan oleh ka- adilan lain-lain itoepoen djadi memang jang tevda'wa dan djikaloe perkara itoe soedah di poetoeskan oleh ka-adilan jang rendah lagi di naikkan kapada ka- adilan jang tinggi sebab belon djadi trima jang men- da'wa atau jang di da'wa atau sebab terseboet di dalam hoekoem oendang-oendang poetoesan jang per- tama hendaklah di sahkan oleh ka-adilan jang tinggi maka tetaplah poetoesan jang pertama djoega.

2. Djika di dalam perkara hoekoem siksa maka tiada boleh tiada djadi memang akan oentoengnja jang di da'wa.

FATSAL 41.

Segala penggawê jang memegang ka-adilan wadjib marika itoe menjimpan pikiran pikiran jang telah di bitjarakan di dalam tampat bermasjawarat atas perkara jang telah naik di bitjara hoekoem.

Dimikian lagi segala advisoer jang akan di tanjai pikirannja oleh ka-adilan djikaloe ada jang hadlir koetika bermasja- warat koetika menimbang soeara atas memoetoeskan perkara seperti jang terseboet di dalam hoekoem oendang-oendang dari pada pri menoentoet hoekoem siksa dan dari hal ka- adilan pada perkara lain dari hoekoem siksa itoe maka wadjiblah poela marika itoe menjimpan harang jang djadi pikiran segala orang jang berbitjara itoe.

FATSAL 42.

Ketjoeali sadja jang di kahendaki terseboet di dalam hoe- koem oendang maka tiada haroes segala hakim soeroeh memboenoeh di dalam peringetan dari perhimpoenan masing- masing pamikirnja atas segala perkara menoeroet atau menahan atas barang jang djadi poetoesannja tetapi haroes marika itoe mempersembahkan soerat pikirannja kapada

(49)

madjelis ka-adilan koetika perhimpoenan soepaja di masoek- kan itoe oleh griffier di dalam daftar lain rasia.

FATSAL 4O.

Segala soerat arres dan poetoesan dari pada perkara koe- koem siksa tiada dapat tiada di pertanda tangan oleh hakim-hakim jang telah hadlir koetika menghoekoemkan perkara itoe serta di pertanda tangan oleh griffiernja.

Adapoen soerat poetoesan lain-lainnja dan soerat djawab atas permintaan apalagi soerat peringetan dan poela soerat pernjataän dari sidang ka-adilan itoe di pertanda tangan oleh presiden atau oleh djama-ahnja jang djadi pengganti isti- miwa oleh griffiernja dan soerat-soerat pakerdjaän negri soerat pekaharan apalagi soerat-soerat pikiran jang terbit dari pada ka-adilan sekalian itoe hendaklak di pertanda tangan oleh presiden atau oleh djama-ahnja jang djadi penggantinja presiden itoe serta oleh griffiernja dengan menje- boetkan tanda tangan griffier itoe bahoea dari pada printah ka-adilan.

FATSAL 44.

Adapoen lain dari pada jang terseboet di dalam soerat hoekoein oendang-oeudaug sapa-orang djama-ah ka-adilan tiada boleh anggan dari mengatahwi atau anggan hersakoetoe bitjara atas tiap-tiap perkara fipa lagi tiada boleh di toelak- kan dari mengatahwi atau berbitjara itoe demikian lagi procureur djendral dan fiskal-fiskal tiada boleh anggan dari pakerdjaän jang telah djadi wadjibnja dan tiada holeh di toelakkan dari pakerdjaän.

FATSAL 45.

Segala madjelis ka-adilan hendaklah menentoekan hari koetika bersidang menghoekoemkan perkara dan hari per- himpoenan jang biasa dan lain dari hari-hari jang di tentoe- kan itoe hendak marika itoe bersidang atau berhimpoen

(50)

tiap-tiap ada jang di perhadjat dari sebab pakerdjaän djoega adapoen hari-hari dah waktoe ka-adilan holanda bersidang menghoekoemkan perkara jang telah di tentoekan itoe hen- daklah di oeinoemkan dengan soerat di tempelkan di dalam gedong madjelis ka-adilan serta di mashoerkan tersoerat di dalam soerat kabar Goevernemen.

Djikaloe ada jang akan di obahkan hari dan waktoe sidang menghoekoemkan perkara itoe maka tiada boleh berlakoe perobahan itoe djika belom di oemoemkan seperti jang ter- seboet itoe dengan berantara doea boelan lamanja.

FATSAL 46.

Segala presiden tiap-tiap madjelis ka-adilan jang wadjib memegang atoeran patoet di dalam perhimpoenan dan sidang menghoekoemkan perkara dan ijalah jang memrintahkan atas barang bitjara dan lagi presiden itoe jang mengatakan segala poetoesan.

Sjahdan haroes presiden-presiden membri printah kapada djama-ahnja hadlir genap samahanja di dalam sasoeatoe per- himpoenan ketjoeali djika ada sasoeatoe perkara jang di hinggakan terseboet di dalam hoekoem oendang-oendang sedikit banjaknja hakim jang akan mengerdjakan dia.

FATSAL 47.

Presiden jang mengatoer tertieb melakoekan perkaranja itoe mana-mana perkara jang sigra di perhadjat dan hoeroes poela segala perkara hoekoem siksa hendaklah dahoeloe di poetoeskannja dan dimikian lagi presiden jang wadjib beroesaha soepaja djangan lambat melakoekan ka-adilan' atas tiap-tiap sasa-orang poen.

FATSAL 48.

Segala soerat perkara jang hendak di kirim kapada grif- fier atau di simpan oleh griffier itoe seperti jang terseboet di dalem hoekoem oendang-oendang itoepoen djikaloe di

(51)

perhadjat maka presiden jang membri hingganja dapat di preksai soerat-soerat itoe oleh hakim-hakim apalagi oleh procureur djendral atau fiskal dan advokaat dan procureur.

FATSAL 49.

Presiden itoe jang menerima serta memboeka segala soerat jang alamatuja datang kapada madjelis ka-adilannja dan

pada perhirnpoenan jang pertama hendaklah di bernjatakan atau di oendjoekannja kapada segala djania-abnja atau kapada jang djadi kommissaris atas perkara itoe.

FATSAL 50.

Segala soerat perminta-an jang alamatnja datang kapada sasoeatoe madjelis ka-adilan hendaklah jang ampoenja soerat itoe mengatoerkan dia atau di kirimkannja kapada presiden atau kapala kantor grittier komdian maka dengan sigranja griffier mendatangkan dia kapada presiden.

FATSAL 51.

Presiden-presiden dari tiap-tiap hoekoem holanda djikaloe hakim-hakim djama-ahnja masing-masing atau griffier istimiwa substituut griffiernja kedji kelakoeannja atau alpa menger- djakan djabatannja maka haroes presiden itoe membri nase- hat akan dia maski terbit koeasanja sendiri atau ada per- mintaan dari procureur djendral atau fiskal sekalipoen.

Presiden dan ka-adilan maha tinggi djoega ada ampoenja koeasa di alas presiden-presiden ka-adilan raad van justitie, hakim koeliling dan landraad-landraad dan lain-lain madjehs- madjelis hoekoem slamanja ia tiada mamegang pakerdjaän jang lain. 1)

Dimikian poela procureur djendral dari ka-adilan maha tinggi haroes membri nasehat kapada fiskal-fiskal orang holanda apabila ada kelakoeannja seperti jang terseboet di atas itoe.

1) Ini fatsal telah di oebah di Staatsblad 1878 No. 3.

(52)

FATSAL 52.

Segala presiden pada masing-masing ka-adilan wadjib menilik baik-baik kelakoean griffier-griffier dan substituut griffier dan haroes poela ija membri pengadjaran dan printali kapada griffier istimiwa kapada lain-lain penggawê jang di bawah bilangannja masing-masing dari pada hal menger- djakan djabatannja mana jang di rasa berhadjat.

FATSAL 53.

Segala presiden dari ka-adilan orang holanda djikaloe pergi-pergian atau djika ada oedzoernja atau katidaän maka hendaklah yice-presiden djadi pengganti pakerdjaännja apa- bila soenji dari vice-presiden maka djama-ahnja jang terlebih toea sendiri pangkatnja djadi penggantinja didalam itoe ke- tjoeali djika Goeyernoer Djendral di dalam pikirannja ada di perhadjat membri printah lain soepaja berlakoe boeatan kelakocan presiden pada samentar atau mendjadikan lain presiden itoepoen djikaloe tiada jang misti di djadikan oleh Baginda Radja.

Adapoen presiden djika ada sertanja vice-presiden di dalam sama-sama djama-ahnja maka sesoenggoehnja haroes ija manakalah djadi soekanja membahgikan pakerdjaännja jang tertentoe kapada vice-presiden itoe maka lamanja mem- bahgikan pakerdjaän kapada vice-presiden itoe sebagimana kahendaklah presidennja djoega.

Dan sebagi lagi djika ada jang di perhadjat maka haroes presiden itoe membri printah kapada vice-presidennja djadi mengerdjakan sama sebagi djama-ah lain-lain pada sementar dan lain dari pada itoe vice-presiden tiap-tiap koetika haroes mengerdjakan seperti djama-ah jang lain-lain djoega.

Adapoen presiden dari ka-adilan maha tinggi djika tiada sasoeatoe oedzoer jang besar ta-dapet tiada ija naik menga- lai sendiri atas segala perkara jang bahroe naik pada bitjara hoekoem belom di poetoes oleh ka-adilan lain-lain.

(53)

FATSAL 54.

Bahoea jang mempoenjai djabatan fiskal di dalam tempat ka-adilan orang holanda di bawah inilah kanjataännja.

1. Djikaloe pada ka-adilan maha tinggi maka procureur djendral atau penggawê substituut bernama adyokaat djendral itoepoen dengan nama dari procureur djendral djoega.

2. Djikaloe pada ka-adilan raad van justisi maka officier van justisi atau substituut officier dengan nama dari officier itoepoen djika ada substituut-officier di dalam djama-ahnja ka-adilan itoe

FATSAL 55.

Adapoen pakerdjalm procureur djendral dan fiskal-flskal ija itoe memliharakan berlakoenja segala hoekoem oendang- oendaug dan soerat printah dari Goevernemen 'apa-lagi menoentoet segala hal kadjahatan dari pri jang merangan serta wadjib poela soeroeh melakoekan hoekoeman siksa istimiwa procureur djendral dan tiskal-fiskal itoe hendaklah di priksai bitjaranja atas perkara-perkara jang telah di ten- toekan di dalam soerat hoekoem oendang-oendang.

Adapoen fiskal-fiskal dan procureur djendral peristiwa misti djaga soepaja pcraloeran-peratoeran dan firman-firman jang di bri oleh pembesar di lakoekan ; serentak mendjalanken hoekoem dari segala kadjahatan dan perlanggaran ; dan lagi mendja- lankan hoekoem dari segala poelocsan hoekoem siksa dan di dalam segala perkara oendang-oendang marika itoe misti dengar 1).

FATSAL 56

Procureur djendral dan tiskal-fiskal wadjib mendjoendjoeng titah Goevernoer Djendral atau lain-lain penggawê jang trang terbit printah dari Goevernoer Djendral dari pada tiap-

1) Ini fatsal telah di oebah di Staatsblad 1864 No. 52.

(54)

tiap hal jang soedak djabatannja procureur djendral atau fiskal-fiskal itoe

Dan sebagi procureur djendral dan fiskal-fiskal itoe apa- bila ada kahendak dari Goevernoer Djendral atau dari ka-adilan djama-aknja minta soerat perkabaran serta pemi- kirnja dan masjawaratnja dari sembarang perkara maka wadjib ija dengan sigranja mempersembahkan jang dimikian itoe.

FATSAL 57.

Ketjoeali jang terseboet di dalam permoelaän perkara 56 itoe maka procureur dj endral dan fiskal-fiskal ta-dapat tiada hendaklah melakoekan segala da'wa jang telah datang kapadanja dari pada bal melanggar printah-printah dan lain- lain dari pada itoe wadjib poela menoentoet dengan koeasanja sendiri manakala ada sebabnja.

FATSAL 58.

Adapoen tiap-tiap perkara lain dari perkara hoekoem siksa jang kena atas ka-oentoengan negri procureur djendral dan fiskal-fiskal hendaklah memliharakan ka-oentoengan negri itoe dengan sabenar-benarnja tetapi memliharakan itoe tiada haroes sekali-kali menahan akan sa-sa-orang poen naiknja kapada ka-adilan jang telah biasa masing-masing 1).

FATSAL 59.

Maka fiskal-fiskal tiada mempoenjai bahgian atau hasil atas barang jang di rampas djadi hak Goevernemen atau atas harta denda lain dari pada bahgian dan hasil jang telah di tentoekan baginja terseboet di dalam soerat hoekoem oendang-oendang dan jang telah di haroeskan terseboet di dalam soerat poetoesan ka-adilan apalagi jang terbit dari

1) Maka sekarang ini fatsal di utas ini telah di matikan di staatsblad 1874 no. 149, dan segala pekerdjaän jang terseboet di atas ini jang masoek bilangan tanah Djawa dan Madoera, di serahken pada advocaat-advocaat Goevernemeii.

(55)

sebab perdjandjian jaag di perboeat di hadepan hakim maka fiskal-fiskal itoe tiada boleh sekali-kali berboeat perdjandjian seperti jang terseboet itoe djika belom di koeasakan oleh penggawê jang memegang paprintahan negri dan djangan poela fiskal-fiskal membri segala orang jang di bawah bila- ngannja berboeat perdjandjian jang dimikian tiada idzin dari penggawê itoe dan manakala ada jang melanggar salah soeatoe larangan ini maka tiada dapat tiada akan di pitjat pangkatnja dan lagi djikaloe ada sebabnja maka jang melang- gar printah itoe akan di toentoet hoekoemannja siksa.

Procureur djendral dan advokaat djendral tiada pernah mempoenjai bahgian atau hasil sasoeatoe poen atas barang jang di rampas djadi hak Oxoevernemen dan tiada poela

mempoenjai hak atas wang denda.

FATSAL 60.

Procureur Djendral dan fiskal-fiskal tiada haroes hadlir di dalam tempat bermasjawarat koetika hakim-hakim ber- bitjara dalamnja.

Melainkan tiap-tiap sidang menghoekoemkan perkara maski jang njata kapada orang-orang banjak maski dengan pintoe tertoetoep koetika itoe haroeslah hadlir procureur djendral dan advokaat djendral dan fiskal-fiskal dan hendak- lah hadlir poela ija manakala ada perkara berkahendak da- lam memriksai bitjara seperti jang terseboet di dalam hoe- koem oendang-oendang atau djika dirioja djadi berlawanan

atas perkara itoe dari kerna djabatannja.

Procureur djendral dan officier-officier van justisi itoe haroes berwakilkan substituutnja pada barang pakerdjaän di dalam sidang menghoekoemkan perkara.

FATSAL 61.

Djikaloe procureur djendral atau officier van justisi pergi- pergian atau djika ada oedzoernja istimiwa katidaaän maka masing-masing substituut itoe jang djadi penggantinja dan

(56)

djika substituut itoe pergi-pergian atau ada oedzoernja isti- miwa katidaän maka salah saorang dari djama-ah itoejang djadi penggantinja. Adapoen memilih djama-ah jang akan djadi pengganti itoe tergantoeng kapada presidennja masing- masing.

Djikaloe Procureur Djendral pergi-pergiannfa atau ada oed- zoeouja istimiwa katidaännja dan pakerdjaünnja boleh di wa- kilkan pada saloe djama-ah ka-adilan maha tinggi maskipoen.

saloe atau advokaat djendral ada terlampai 1).

Manakala ada djama-ahnja maha tinggi di perboeat pengganti procureur djendral maka presidennja hendaklah dengan sigranja mempersembahkan ma'loem kapada Goe- vernoer Djendral dan soenggoehpoen sahlah pamilih presiden itoe tetapi Goevernoer Djendral jang koeasa memperobahkan dia membri titah lain sebagimana di rasanja patoet soepaja berlakoe pakevdjaän procureur djendral pada samentar.

FATSAL 62.

Adapoen pada ka-adilan anak negri jang ampoenja paker- djaän fiskal itoe ija-itoe djaksa.

Maka jang berlakoe atoeran pada penggawê fiskal dari ka-adilan orang holanda terpakenja kapada djaksa itoe sabingga jang tiada bersalahan dengan instruksinja ma- sing-masing dan dengan wadjibnja mendjoendjoeng printah segala residen.

Adapoen wadjibnja itoe tetaplah dengan soerat oendang- oendang ini.

Saoepama djaksa ka-adilan anak negri koetika pergi- pergian atau ada oedzoernja istimiwa katidaännja maka jang djadi penggantinja itoe hendaklah djaksa anak negri mana jang terhampir pangkatnja.

Dan djikaloe djaksa jang kadoea itoe pergi-pergian atau ada oedzoernja istimiwa katidaännja maka presiden jang

1) Ini fatsal telah di oebah di staatsblad 1853 No. 91.

Afbeelding

Updating...

Referenties

Gerelateerde onderwerpen :