c^5cf HDTDI-BELAMDA,

172  Download (0)

Hele tekst

(1)

'l)

i

0Afe oOo

HDTDI-BELAMDA,

PERTAMA-TAMA BI POKLAU

DJAWA DAN MENDOERA.

oOo

t

I

f f

DITERANGKEN OLEH

Mr. P. L A. C O L L A R D .

I

c^5cf

Il A T A V I A ,

A L B R E C H T &, Co.

1 8 9 6 .

匿

frg>--ax«j--t» J X . : - ^ > ^

(2)

:>

oH

ÉM

(3)
(4)
(5)

V^ROIKOIN

JANG LAKOE DI TANAH

HINDI-BELANDA,

PERTAMA-TAMA DI POELAU

DJAWA DAN MENDOERA

DITERANGKEN OLEH

r . P. L A. COUARD.

^UIKIN"

^ ^ * $ $ ^ ? < * < ^

B A T A V I A ,

ALBRECHT & Co.

189 6.

(6)
(7)

Dit werkje is eene inleiding voor inlandsche hoofden, voornamelijk op Java en Madoera, in hun werkkring, voor zooveel die op politie en rechtspraak betrekking heeft.

Ik schreef het in het maleisch en streefde naar zuiver en toch ook op Java verstaanbaar maleisch. De iavaansche taal kon ik bij de samenstelling niet gebruiken, omdat ik die taal niet machtig ben ; bovendien zoude dan dit boekje al- leen maar op Java en maar aldaar gedeeltelijk bruikbaar geweest zijn.

Wat thans in druk verschijnt, is het eerste gedeelte. Het tweede gedeelte, behandelende het Inlandsen Reglement, zal, hoop ik, binnen kort volgen.

Misschien vindt dit boekje nog wel een belangstellende onder de europeesche ambtenaren der rechterlijke of bestu- rende macht. Voor hen zijn bestemd de in de hollandschc taal geschreven noten, onder den tekst voorkomende.

MAGELANG, 1 October 1896.

C.

(8)
(9)

BLADZ.

Tasdir 1.

Tentang hakim2 11.

Tentang hoekoem siqsa 56.

Bab jang I. Tentang dairah hoekoem siqsa, tentang oendang3jang menetapkan hoekoem siqsa, tentang selisih antara kadjahatan dan pelanggaran, tentang pentjobaän

Bah jang II. Tentang siqsa3 60.

Bab jang III. Tentang „ontoerekenbaarheid, ver- schoonende omstandigheden, verzachtende omstan-

digheden, verzwarende omstandigheden". . . 83.

Bab jang IV. Tentang „medeplichtigheid". . . 89.

Bab jang V. Tentang kadjahatan dan pelanggaran. 94.

§ 1. Tentang chijanat ( = landverraad) dan per-

gadoehan ( = oproer) 94.

§ 2. Kadjahatan tentang haq pilih (misdrijven met betrekking tot de uitoefening van het

kiesrecht) 97,

§ 3. Kasalahan tentang oewang tempawan ( =

muntmisdrijven) 98.

§ 4. Soerat3 palsoe ( = valschheid in geschrifte). 101.

§ 5. Tentang pengelaman ( = verduistering). . 106.

§ 6. Tentang penganijaj aän ( = knevelarij) . . 109.

§ 7. Tentang makan soewap dan memberi soewap

(=omkooping) ., 110.

§ 8. Tentang lari orang jang terkoeroeng ( =

ontvluchting van gevangenen) 114.

§ 9. Tentang perkoempoelan orang djahat ( =

vereeniging van boosdoeners) 115.

(10)

BLADZ.

§ 10. Tentang orang jang berkombara (orang pe- lantjongan) dan orang jang minta2 ( = land-

looperij en bedelarij) 116.

§ 11. Tentang poekoel mati, pemboenoehan, pera- tjoenan, peloekaän ( = doodslag, moord, ver-

giftiging, verwonding) 117.

§ 12. Tentang soempah doesta (== meineed) . . 125.

§ 13. Tentang pentjoerijan ( = diefstal) . . . . 129.

§ 14. Tentang penipoewan ( = oplichting) . . . 143.

§ 15. Tentang langgar pertjaja ( = misbruik van

vertrouwen) 146.

§ 16. Tentang penoenoewan ( = brandstichting). 149.

(11)

A. B.

B. W.

B. B.

Europ. Swb.

Ini. Pol. Strafregl.

Ini. Swb.

W. v. Kb.

W.

Ned.

Or. Bep.

Eegl.

R. R.

Regl. Rv.

R. 0.

Regl. Sv.

Stbl.

T. v. h. R.

d. s.

d. j . d.

d. j . dis.

artinja :

n n

n

n

n

n

»

»

y>

»

v n

»

»

n

•n

»

»

»

Algemeene bepalingen van wet- geving.

Burgerlijk Wetboek.

Bijblad op het Staatsblad van N. Indië.

Strafwetboek voor de Europea- nen.

Algemeen Politiestrafreglement voor de Inlanders.

Wetboek van Strafrecht voor de Inlanders.

Wetboek van Koophandel.

Weekblad van het Recht.

Nederlandsch.

Bepalingen omtrent de invoering van en de overgang tot de nieuwe wetgeving.

Reglement.

Regeeringsreglement.

Reglement op de Burgerlijke Rechtsvordering voor de Raden van Justitie op Java en het Hooggerechtshof van Ned. Indië.

Reglement op de Rechterlijke Organisatie.

Reglement op de Strafvordering voor de Raden van Justitie op Java en het Hooggerechtshof van Ned. Indië.

Staatsblad (van Ned. Indië).

Tijdschrift „het Recht in Ned.

Indië".

dan sabagainja.

dan jang dibawah.

dan jang disamakan.

(12)
(13)

Sabermoela. Jang dinamai hoekoem atawa „reda" dalam satoe negeri ijaitoe atoeran jang hendaq dipakai dan di toeroet dalam negeri itoe. Adapoen dalam tijap2 negeri ada perloe roepa2 atoeran.

Pertama2 atoeran bagi pemerintahan negeri itoe, ijaitoe atoeran jang menentoekan bagaimana pemerintahan antero negeri dan behagiannja negeri didjabatkan, atoeran jang menentoekan segala haq dan kawadjiban kepala pemerin- tahan pada raijat sakainja dan terbaliqnja segala kawadji- ban dan haq rajat sakainja pada kepala pemerintahan.

Maka atoeran jang demikijan namanja dalam behasa belanda :

„staats-en administratief recht". Oepama: djika dalam satoe negeri ada tetap, bahwa hendaq ada satoe radja; bahwa daïrah negeri dibehagi dengan provincie atawa residentie ; bahwa pedoedoeq3 boleh memakai agama sabagimana soe- kanja; bahwa orang jang mempoenjai tanah, dari hasil tanah itoe haroes memberi sedikit kepada kepala negeri akan membajar bijaja pemerintahan—maka atoeran jang demikijan samoewa masoeq dalam staats- en administratief recht.

Dalam tijap2 negeri patoet ada tetap djoega, apa haq dan apa kawadjiban antara pedoedoeq2 negeri sa-orang kepada sa-orang. Dan djoega: haqnja pedoedoeq negeri atas harta benda dan kawadjiban jang terbit dari haq itoe. Maka atoeran jang menetapkan itoe, dinamai dalam behasa belanda

»burgerlijk recht" atawa „privaatrecht."

Oepama: djika dalam satoe negeri ada tetap, bahwa laki hendaq memberi nafaqah kepada bininja; bahwa bijaja roe- mah tangga ditanggoe oleh soewaminja; bahwa orang jang soedah membeli satoe barang dari lain orang, pada ko etika itoe djoega hendaq membajar harga barang, melainkan dji- ka soedah diberi tempo kepada dija oleh si pendjoewal ;

i

(14)

bahwa apa jang didjandji oleh wakil orang, hendaq ditoe- roet oleh orang jang memberi koewasa kepadanja; bahwa djika orang soedah merambah tanah boetan, tanah itoe mendjadi kapoenjaän dija; bahwa barang jang dimiliki oleh satoe orang tijada boleh diambil atawa diganggoe oleh lain orang; bahwa orang jang soedah mendapat barang gadaian boleh mendjoewal barang itoe, djika oetang tijada dihajar;

bahwa djika ada doewa petaq tanah (pekarangan) berdom- pat-dompatan, maka petaq jang lebih rendah hendaq mena- rima ajer jang toeroen dari petaq jang tinggi, maka atoeran itoe masoeq dalem burgerlijk atawa privaatrecht.

Maka hoekoem ini banjaq kali lagi dibehagi dengan be- hagian jang memakai nama sendiri, oepama: atoeran jang menetapkan haq dan kawadjiban antara sanaq saoedara bijasa dikatakan „familie-rechl"; atoeran jang menetapkan sijapa jang mendjadi waris kepada lain orang dan bagaimana kedjadian harta benda orang satelah mati dija, bijasa di- katakan „erfrecht" ( = hoekoem poesaka) ; djika ada atoeran berasing tentang haq dan kawadjiban antara saudagar3, maka atoeran itoe bijasa dikatakan „Handelsrecht" {= hoe- koem pernijagaän) dan lain2nja,

Dan lagi dalam tijaps negeri haroes ada tetap perboewa- tan apa dilarang atawa disoeroeh oleh negeri dan siqsa apa mengenai orang jang tijada memperdoelikan larangan atawa perintah itoe. Atoeran jang menetapkan hal itoe, dinamai dalam behasa belanda: „strafrecht" ( = hoekoem siqsa).

Oepama : djika ditetapkan dalam satoe negeri, bahwa orang jang memboenoeh lain orang, hendah digantoeng; bahwa orang jang mentjoeri barang orang lain hendaq dikoeroeng dalam pendjara lima tahoen. lamanja; bahwa orang berdja- lan pada weqtoe malam hendaq memakai lantera dan djika tijada memakai lantera didendakan oleh negeri, samoewa atoeran jang demikijan masoeq dalam strafrecht.

Tetapi larangan atawa perintah negeri, jang tijada di- qoewatkan dengan pengamang-amang siqsa, tijada masoeq dalam strafrecht.

(15)

Maka djika privaatrecht soedali menentoekan apa men- djadi haq dan kawadjiban antara pedoedoeq2 negeri sa-orang kepada sa-orang, memang haroes ada tetap djoega bagai- mana haq itoe boleh didjaga djangan sampai teranijaja dan djika soedah teranijaja bagaimana anijaja itoe diperhentikan dan orang jang tijada menoeroet kawadjibannja kepada lain orang, dipaqsa akan demikijan.

Oepama: tijada ada tjoekoep bahwa privaatrecht soedah menetapkan, djika si A mempoenjai sapotong tanah, dija sendiri berkoewasa di atas tanah itoe, melainkan hendaq tetap djoega bagaimana si A boleh menahan si B dan si C jang mengganggoe dija di tanah itoe. Tijada tjoekoep bahwa privaatrecht soedah menetapkan, djika si A soedah membeli sa-ekor koeda kepada si B harganja f 100, dija hendaq membajar f 100 kepada si B itoe. Melainkan patoet diatoer djoega apa si B akan berboewat, soepaja dija mendapat oewang itoe, djika si A tijada menoeroet perdjandjiannja.

Maka samoewa atoeran itoe narnanja dalam behasa be- landa: „burgerlijkprocesrecht", atoeran „burgerlijke rechtsvor- dering".

Demikijan djoega lain dari pada atoeran hoekoem siqsa, jang menetapkan siqsa apa jang boleh didjatohkan atas orang jang tijada menoeroet larangan atawa perintah negeri, maka haroes diatoer djoega bagaimana diperiqsa apa orang betoel soedah melanggar hoekoem siqsa itoe, dan djika ija bagai- mana didjatohkan siqsa atas dija. Maka atoeran itoe namanja dalam behasa belanda „strafprocesrecht", atoeran ^strafvor- dering".

Dan lagi djika dalam negeri soedah diberi atoeran djoega akan menegahkan kasalahan3, penjakit2 atawa tjilaka2 dan akan menjelidiq kasalahan sampai mendjadi terang sijapa jang boleh didäwa dari sebab itoe, maka atoeran itoe bijasa dikatakan dalam behasa belanda „polilierecht."

Samoewa hoekoem dalam negeri hendaq ditoeroet dan di pakai dalam negeri itoe sebab diperintahkan demikijan oleh kepala negeri. Bijasa lagi dalam negeri adab bahwa kepala

(16)

negeri menetapken segala hoekoem dengan soerat djangan sampai kemoedijan hari boleh ada selisih bagaimana atoeran negeri. Djika demikijan maka hoekoem itoe namanja da- lam behasa belanda: „beschreven recht".

Djika ada atoeran jang tijada ditetapkan dengan soerat oleh kepala negeri, melainkan hendaq ditoeroet djoega dari sebab soedah orang bijasa demikijan dan kepala negeri soedah membijarkan hadat itoe, maka hoekoem itoe namanja

„gewoonterecht".

Maka segala roepa hoekoem jang terseboet di atas terda- pat djoega di tanah Hindi-belanda (Nederlandsch-Indië) dan bijasa ada beschreven recht.

Jang menetapkan atoeran itoe, ijaitoe tijada salamanja satoe kepala sahadja, melainkan boleh diberi oleh Radja belanda bersama dengan Staten-Generaal, dan djika demi- kijan namanja „wetten". Atawa boleh diberi oleh Radja sendiri dan djika demikijan namanja „koninklijke besluiten", Atawa boleh diberi oleh Gouverneur-Generaal bersama Raad van Indië, dan djika demikijan namanja „koloniale ordonnanliën".

Maka tiga2 roepa oendang2 itoe dikatakan djoega dengan satoe nama belanda: „algemeene ver orderingen".

Lain dari pada itoe kepala djadjahan {gewest) di tanah Hindi belanda boleh menetapkan atoeran hoekoem, tetapi tentang hal politie sehadja dan atoeran itoe hendaq di toeroet dalam djadjahan sendiri sehadja, loewar dari pada djadjahan itoe atoeran jang demikijan tijada mempoenjai qoewat. Atoeran itoe namanja dalam behasa belanda „ge- westelijke keuren of reglementen van politie".

Maka saperti dikatakan tadi hampir samoewa hoekoem jang lakoe di tanah Hindi sini ada beschreven recht.

Adapoen regeering (kepala negeri) soedah menetapkan dengan beberapa algemeene verorderingen (— oendang besar) hal slaals-en administratief recht'. Oendang2 jang penting se- kali jang mengatoer sekarang hal ini, ijaitoe „nederlandsche grondwet" (jang djadi pada tahoen 1887) dan „reglement op

(17)

het beleid der regeering van Nederlandsch-Indic" atawa »regec- ringsreglement" (jang ditetapkan pada tahoen 1854).

Maka hoekoem privaatrecht, jarig terpakai di tanah Hindi- belanda tijada ada sama bagi samoewa bangsa3. Bangsa orang europa dan orang jang disamakan dengan orang euro- pa [*] memakai satoe hoekoem privaatrecht dan privaatrecht itoe soedah ditetapkan oleh regeering dengan algemeene ver- ordeningen.

Maka algemeene verordeningen jang mengatoer hal ini ada doewa jang besar sekali jang soedah ditetapkan oleh Radja belanda pada tahoen 1846 dan jang dinamai: „burger- lijk wetboek voor Nederlandsch Tndiè" dan wetboek van koop- handel voor Nederlandsch Indie (bagi saudagar2).

Maka lain bangsa2 jang tinggal di tanah Hindi-belanda : anaq boemi ( = inlanders) dan orang jang disamakan dengan anaq boemi atawa dengan lain nama „orang timoer asing"

(saperti arah, keling, hindoe, tjina) tijap3 bangsa memakai dija poenja privaatrecht sendiri, orang djawa menoeroet hoekoem djawa, orang melajoe menoeroet hoekoem melajoe, orang mengkasar menoeroet hoekoem mengkasar, orang arab me- noeroet hoekoem arab, orang hindoe menoeroet hoekoem hindoe, orang tjina menoeroet hoekoem tjina. Maka segala roepa privaatrecht itoe bijasa tijada ditetapkan oleh regeering dengan soerat, melainkan, regeering menetapkan sehadja

[*] Maka di sini diterangkan dahoeloe, bahwa segala pedoedoek tanah Hindi-belanda dibedakan ampat roepa:

I. orang europa ( = etiropeanen) ijaitoe samoewa orang jang asalnja dari be- noea Eurapa, saperti orang belanda, orang perantjis, orang djarman, orang inggeris dan anaq tjoetjoenja orang itoe.

II. anaq boemi ( = inlanders), ijaitoe: samoewa orang jang asalnja dari tanah Hindi-belanda, saperti orang djawa, orang melajoe, orang boegis, orang meng- kasar, dan anaq tjoetjoenja orang itoe,

III. orang jang disamakan dengan orang europa ( = met etiropeanen gelijh- gestelden), ijaitoe samoewa orang jang tijada masoeq dalem fatsal 1 dan 2 tadi dan jang tijada orang islam atawa kafir ( = heiden).

IV. orang jang disamakan dengan anaq boemi ( = met inlanders gelyjkgestel- den), ijaitoe samoewa orang jang tijada masoeq dalam fatsal 1 dan 2 dan djoega menoeroet agama islam atawa kafir.

(18)

bahwa orang itoe hendaq menoeroet sabagaimana diperintah- kan oleh dija poenja agama (sjarä) dan oleh dija poenja hadat. Bagimana haq dan kawadjiban antara orang itoe kita boleh mendapat tahoe sehadja dengan melihat dia poenja boekoe agama dan dengan memeriqsa bagaimana dari tempo dahoeloe sampai sekarang orang bangsa itoe bijasa berlakoe dalam hal jang demikijan. Djadi hakim jang memoetoeskan kaselisihan privaatrecht antara doewa orang islam, saperti orang djawa, pertama hendaq menoeroet apa jang diperin- tahkan dalam qorân, sebab itoe qoran memoewat dija poenja agama. Tetapi lain daripada itoe, hakim itoe haroes me- meriqsa djoega apa barangkali atoeran qoran itoe soedah tijadaadalakoe lagi dalam tampat mana itoe orang tinggal apaatoevan qoran soedah diboewang oleh hadat. Maka itoe banjaq kali djadi, oepama: di tanah Poelau Pertja barat (Sumatras westkust) atoeran (lorân tentang haq poesaka soedah diboewang hampir sama sekali oleh orang melajoe, soenggoehpoen orang melajoe itoe mendjadi orang islam dioega ; di tanah Djawa barang2 jang kadapatan oleh soewami atawa bininja, samantarà dija berkawin bijasa mendjadi ka- poenjaän doewa« orang itoe, soenggoehpoen sepandjang qorân itoe barang tinggal kapoenjaän pehaq sendiri jang soedah mendapat itoe (1) dan lain lainnja.

Akan tetapi „regeering" soedah menetapkan djoega : djika atoeran sjarä atawa hadat anaq hoemi atawa jang disama- kan (godsdienstige wetten, volksinstellingen en gebruiken) me- lawan kepada permoelaän kaädilan jang diakoe oleh segala orang (algemeen erkende beginselen mu billijkheid en recht- vaardigheid), maka hakim tijada boleh menoeroet atoeran sjarä 'dan hadat itoe, malainkan hendaq memberi kapoe- toesan sapandjang hoekoem privaatrecht jang di pakai oleh orang europa di tanah Hindi sini, ijaitoe jang terdapat da- lem burgerlijk wetboek dan wetboek van koophandel.

(1) Zie Mr. van den Berg: „De afwijkingen van liet moliamedaanselie familie- en erfrecht op Java en Madoera", blz. 13,

(19)

Maka apa jang boleh dikatakan: „melawan kepada per- moelaän kaädilan jang diakoe oleh segala orang", itoe tija- da diberi tahoe oleh regeenng, djadi dalam satoe9 per- kara hakim hendaq menimbang sendiri. Lain dari pada ini soedah diperintahkan oleh regeenng, bahwa hakim djoega hendaq menoeroel atoeran burgerlijk wetboek dan wetboek van koophandel, djika dalam hadat dan sjara dija tijada boleh mendapat katerangan akan memoetoeskan perkara tjëdëra.

Sjahdan. Djadi bijasa hoekoem privaatrecht antara anaq boemi dan orang jang disamakan dengan anaq boemi di tanah Hindi-belanda tijada ditetapkan dengan soerat oleh regeering melainkan tinggal onbeschreven recht. Tetapi pada masa ini ada ketjoewali djoega.

Adapoen dalam regeeringsreglement fatsal 75, soedah di- beri koewasa kapada Gouverneur-Generaal akan mengatoer dengan oendang* djoega privaatrecht antara anaq boemi atawa orang jang disamakan dengan anaq boemi atawa satoe behagijan dari bangsa2 itoe dengan menoeladan (menoeroet tjonto), oendang2 tentang privaatrecht orang europa.

Maka koewasa jang demikijan Gouverneur-Generaal soedah memakai beberapa kali, pertama3 bagi bangsa3 jang disa- makan dengan anak boemi. Adapoen pada tahoen 18o5 maka Gouverneur-Generaal soedah menetapken, bahwa orang timoer asing itoe (vreemde oosterlingen) di tanah Djawa dan Mendoera hendaq menoeroet privaatrecht orang europa, sa- perti terseboet dalam burgerlijk wetboek dan wetboek van koophandel, melainkan dalam hal familierecht dan erfrecht.

Atoeran demikijan kemoedijan hari soedah diberi djoega bagi orang timoer asing jang tinggal dalam gouvernement Sumatra's westkust (1874), dalam residentie Ben/welen (1880), dalam gouvernement Celebes en onder hoor igheden, residentie Timor, Amboina, Menado, dan female (1882).

Bagitoe djoega pada tahoen 1879 soedah ditetapkan bah- wa fatsal 1601, 1602 dan 1603 burgerlijk wetboek, jang mengatoer haq dan kawadjiban orang jang makan gadji

(20)

kepada toewannja lieiidaq ditoeroet djoega oleh anaq boemi di antero tanah Hindi-belanda.

Sjahdan. Hoekoem siqsa di tanah Hindi-belanda djoega ada beschreven rechl. Pada tahoen 1866 regeering soedah menetapkan satoe boekoe hoekoem siqsa atas orang europa dan jang disamakan di tanah Hindi-belanda (wetboek van slrafrcchl voor de europeanen in Nederlandsch Indie) dan pada tahoen 1872 reg eer ing soedah menetapken satoe boe- koe hoekoem siqsa atas anaq boemi dan jang disamakan di tanah Hindi-belanda (wetboek van strafrecht voor de inlan- ders m JSederlandsch-hidic). Lain dari itoe pada tahoen 1872 regeering menetapkan doewa oendang, satoe atas orang euro- pa dan jang disamakan, dan satoe atas anaq boemi dan jang disamakan akan menentoekan siqsa jang boleh di- djatohkan atas orang jang melanggar atoeran politie jang terseboet dalam oendang2 itoe.

Maka oendang2 itoe namanja dalam beliasa belanda „alge- meen politieslrafreglcment voor de europeanen in Ncderlandsch Indie" dan algemeen politieslrafreglcment voor de inlanders m Nederlandse h Indie". Danlagi ada beberapa oendang2 lain jang memoewat atoeran hoekoem siqsa.

Sjahdan. Maka oendang3 jang penting sekali jang menga- toer hal burgerlijk procesrecht, ijaitoe tentang tanah Djawa dan Mendoera: »hel reglement op ds burgerlijke rechtsvorde- ring voor de raden ran justitie op Java en het hooggerechtshof van .\ederlandsch Indie" dan „hel reglement op de uiloefening der politie, de burgerlijke rechtspleging en de strafvordering onder de inlanders en daarmede gelijkgestelde personen op Java en Madoe- ra" jang dikatakan djoega „inlandsch reglement". Oendang jang pertama soedah ditetapkan pada tahoen 1847, oendang

jang kadoewa pada tahoen 1848.

Adapoen reglement op de burgerlijke rechtsvordering itoe mengatoer bagaimana dalam hal privaatrecht diberi kaädi- lan olelj hakim belanda (europeesche rechters) jang di tanah Djawa dan Mendoera, dan inlandsch reglement mengatoer bagaimana dalam hal privaatrecht diberi kaädilan oleh

(21)

hakim anaq boemi (inländische rechters) jaag di tanah Dja- wa dan Mendoera.

Apa artinja: „hakim M a n d a " dan apa artinja „hakim anaq boemi" nanti di terangkan di belakang ini.

Bagaimana dalam lain poelau2 diberi kaädilan dalam hal privaatrecht diatoer dengan beberapa reglement jang lain, jang bijasa bersatoedjoe dengan atoeran jang diberi dalam reglement op de burgerlijke rechtsvordering dan inlandsch regle- ment jang tadi.

Sjahdan. Strafprocesrecht di tanah Hindi-belanda ada beschreven recht. Oendang2 jang sekarang mengatoer hal itoe ada: tentang tanah Djawa dan Mendoera „het reglement op de strafvordering voor de raden van justitie op Java en het hooggerechtshof van Nederlandsch Indié"Jang ditetapkan pada tahoen 1847, dan „inlandsch reglement" jang soedah terseboet tadi. Dalam reglement op de strafvordering ada terseboet bagaimana dalam perkara3 siqsa diberi kaädilan oleh hakim belanda jang di poelan Djawa dan Mendoera. Maka dalam inlandsch reglement ada terseboet bagaimana di poelau Dja- wa dan Mendoera diberi kaädilan jang demikijan oleh ha- kim anaq boemi.

Maka bagaimana dalam lain poelau2 hakim niemeriqsa dan menghoekoem perkara8 siqsa, diatoer bijasa bagi tijap2 poelau dengan reglement sendiri jang menoeladan atoeran regle- ment op de strafvordering dan inlandsch reglement jang tadi.

Sjahdan. Maka hal politie di tanah Hindi belanda dia- toer djoega dengan beschreven recht. Atoeran jang demikijan terdapat dalam roepa2 oendang, baik jang lakoe di antero tanah ' Hindi-belanda (saperti algemeene poliliestr af regle- menten jang soedah terseboet di atas), baik jang hanja la- koe dalam satoe gewest sehadja (gewestelijke keuren of reglementen van politie) Atoeran politie, jang menetapkan bagaimana hendaq diselidiq kasalahan sampai mendjadi te- rang sijapa jang boleh didäwa dari itoe (1) bijasa terdapat dalam oendang3 tentang strafprocesrecht jang terseboet di

(1) Zie bladzijde 3.

(22)

atas, saperti reglement op de strafvordering dan inlandsch reglement.

Sjahdan. Djika regeering soedah menetapkan dengan soerat satoe atoeran hoekoem, patoetlah samoewa pedoedoeq negeri mendapat tahoe atoeran itoe. Soepaja demikijan oendang jang telah ditetapkan, lagi dioemoemkan. Maka itoe namanja dalam behasa belanda: „afkondiging".

Adapoen oendang2 besar (algemeene verordeningen) di- oemoemkan dengan mentjitakan oendang dalam satoe soerat ehabar ketjil, jang namanja „staatsblad van Nederlandsch Indie". Maka staatsblad ini dikarang dan dikaloewarkan di Betawi atas perintah regeering. Maka didalamnja tijada ada lain ehabar, melainkan oendang' dan perintah kepala negeri sehadja.

Maka sijapa jang soeka boleh mendapat beli staatsblad itoe.

Beharoe kalau atoeran hoekoem soedah masoeq dalam staatsblad, atoeran itoe mendapat koewasa seperti oendang ( = kracht van wel) dan hendaq ditoeroet oleh segala orang pada weqtoe apa bila boleh dikira orang telah mendapat tahoe afkondiging itoe. Maka kalau tijada terseboet lain dalam oendang sendiri, itoe dietong bagi poelau Djawa dan Mendoera satelah 30 hari sasoedahnja afkondiging, bagi lain poelau2 satelah 100 hari.

Maka sasoedahnja 30 atawa 100 hari itoe samoewa orang hendaq menoeroet algemeene verordening itoe dan tijada boleh berdalih ( = melepaskan diri) dengan berkata: tijada mendapat tahoe boeninja Staatsblad itoe. Akan tetapi'soe- paja djangan terlaloe berat perintah ini atas orang ketjil dan bodoq, dalam tijap3 residentie mana ada perloe, lagi boeninja staatsblad itoe disalin kepada behasa anaq boemi dan tjina, salinan itoe ditempelkan di kampong dan di dessa dan ditjanangkan (dengan memoekoel bende).

Adapoen oendang2 ketjil (gewestelijke keuren en reglementen van politie) satelah ditetapkan, dioemoemkan djoega dan hendaq ditoeroet satelah 30 atawa 100 hari, saperti di-

(23)

terangkan tadi. Hanja ada selisih sedikit: oendang3 ini tijada ditjitaq dalam staatsblad melainkan dalam Javasche Courant, ijaitoe satoe soerat chabar jang dikarang dan ditjitaq di Betawi djoega atas perintah regvering akan memberi tahoe kepada isi negeri segala chabar jang boleh perloe kepada dija dan jang tijada dirnasoeqkan dalam staatsblad.

TENTANG HAKIM*.

Sabermoela. Jang namanja hakim ijaitoe pegawai2 jang didjadikan oleh kepala negeri akan memberi kaädilan ke- pada pedoedoeq negeri.

Adapoen pada masa ini dalam negeri adab tijada lagi kepala negeri sendiri memberi kaädilan saperti pada masa dahoeloe, malainkan dija menjerahken pekerdjahan ini di tangan beberapa pegawai9, jang didjadikan oleh dija. Maka pekerdjahan pegawai2 ini:

1° akan memoetoeskan burgerlijke zaken atawa perkara civiel, artinja perselisihan antara pedoedoeq2 negeri tentang haq miliq atawa lain haq atas harta benda, tentang oetang pioetang atawa lain haq jang ditetapkan dalam privaatrecht.

2° akan memoetoeskan strafzaken atawa perkara siqsa, ijaitoe akan memeriqsa apa pedoedoeq negeri jang terdawa melanggar hoekoem siqsa, betoel ada salah dan kalau ija akan menentoekan siqsa jï>ng dija haroes mendapat.

Maka hakim3 jang melakoekan pekerdjahan no. 1, bijasa dinamai dalam behasa belanda burgerlijke rechters atawa rechters in burgerlijke zaken, dan hakim3 jang melakoekan pekerdjahan no. 2, bijasa, dinamai strafrechters atawa rechters in strafzaken. Tetapi atjap kali pekerdjahan doewa roepa itoe diserahkan di tangan satoe hakim djoega.

Lain dari pada itoe bijasa perkara3 ketjil dan perkara3 besar dipoetoeskan satoe* roepa perkara oleh lain hakim.

Maka atoeran jang menetapkan hakim3 jang mana ada dalam satoe negeri dan apa roepa perkara2 diserahkan ke- pada tijap2 hakim itoe, dikatakan dalam behasa belanda rechterlijke organisatie,

(24)

Bagi tanah Hindi-belanda atoeran jang demikijan telah diberi dengan beberapa algemeene verordeningen, pertama2 dalam tahoen 1847 dengan satoe oendang jang dikatakan

„reglement op de rechtelijke organisatie en het beleid der justitie in Nederlandsen Indië".

Sapandjang règlement ini lain dari pada rechters in bur- gerlijke zaken dan rechters in strafzaken, hakim2 di tanah Hindi-belanda boleh dibehagi dengan doewa roepa lagi, ijaitoe:

1° hakim anaq boemi {inlandsche rechters).

2° hakim belanda (europeesche rechters).

Maka jang dinamai „inlandsche rechters" ijaitoe hakim2 jang ditetapkan akan menghoekoem anaq boemi dan jang disamakan dengan anaq boemi, ijaitoe akan memoetoeskan perkara2 kalau si terdäwa dj adi anaq boemi atawa orang jang disamakan dengan anaq boemi.

Hakim ini tijada tahoe memoetoeskan perkara atas orang europa dan jang disamakan.

Maka jang namanja europeesche rechters atawa hakim2

belanda, ijaitoe hakim2 jang ditetapkan akan memoe- toeskan perkara2 atas orang europa atawa orang jang disa- makan dengan dija, ijaitoe kalau si terdäwa djadi orang europa atawa orang jang disamakan dengan orang europa.

Tetapi kadang2 hakim ini memoetoeskan djoega perkara atas anaq boemi dan jang disamakan dengan anaq boemi.

Djadi kita melihat bahwa jang memberi kaädilan atas anaq boemi dan jang disamakan dengan marika itoe, boleh mendjadi atawa inlandsche rechters atawa europeesche rechters.

Sjahdan. Maka hakim3 jang terdapat dalam tanah Gou- vernement di poelau Djawa dan Mendoera ada jang ter- seboet di bawah ini:

1° districtsgerechten

2° regentschapsgerechten /

3° politierol ' inlandsche rechters 4° landraden i 5o rechtbanken van omgang J

(25)

6° residentiegerechten J

7° raden van justitie > europeesche rechters 8° het hooggerechtshof j

Maka sekarang kita hendaq menerangkan sijapa mendja- di satoe2 hakim itoe, di mana tampatnja doedoeq, perkara apa jang dipoetoeskan olehnja dan sampai di mana dâirah koewasanja.

No. 1. DISTRICTSGERECHT.

Maka jang namanja dislrictsgerecht ijaitoe satoe madjlis hakim jang bijasa terdapat di tanah Djawa dan Mendoera dalam tijap2 iboe district. Jang doedoeq dalam dislrictsge- recht ijaitoe wedono atawa kepala district jang mendjadi hakim. Dan lagi beberapa priaji2 jang ketjil, jang didjadi- kan oleh resident, sasoedahnja bermoeafaqat dengan regent.

Dan lagi penghoeloe district. Akan tetapi priaji2 ketjil dan penghoeloe jang ini tijada memoetoeskan perkara, tijada men- djadi hakim, melainkan boleh memberi advies (timbangan) kepada kepala district, djadi penoeloeng bitjara sehadja.

Maka perkara jang dipoetoeskan oleh districtsgerecht ijaitoe : a segala burgerlijke naken, jang harganja koerang dari ƒ 20, kalau si pendäwa anaq boemi atawa orang jang disa-

makan dengan anaq boemi (== vreemde oosterling = orang timoer asing) dan si terdäwa anaq boemi betoel.

Djadi kalau si pendäwa ada orang europa atawa jang disamakan dengan orang europa, atawa si terdäwa djadi orang jang disamakan dengan anaq boemi, perkara salama- nja tijada boleh dipoetoeskan oleh districtsgerecht.

Maka perkara ini jang soedah dipoetoeskan oleh districls- gerechl, kalau orang jang kalah tijada soeka menerima ke- poetoesan, di atas permintaan dija boleh diperiqsa dan di- poetoeskan lagi oleh regentschapsgerecht.

Maka pemeriqsaän ini jang kedoewa namanja dengan perkataan belanda „hooger beroep" atawa „afpel", dan jang pertama namanja „eerste aanleg."

(26)

b strafzaken jang ketjil sekali, ijaitoe penoedoehan tentang maki2 dan bentjana3 dengan moeloet sehadja, kalau si penoedoeli anaq boemi atawa orang jang disamakan dengan anaq boemi, dan si tertoedoeh anaq boemi.

Maka hoekoem jang dalam perkara siqsa ini boleh di- djatohkan oleh districts gerecht tijada lebih dari pada f 3 denda dan tijada ada appel atawa hooger beroep.

Maka daîrah koewasa districts gerecht sampai di batas district sehadja, djadi districts gerecht tijada boleh meme- riqsa perkara civiel jang terseboet di atas, kalau si ter- däwa tijada tinggal di dalam batas district dan boleh rneng- hoehoem pelanggaran jang diperboewat dalam district itoe sehadja.

No. 2. REGENTSCHAPSGERECHT.

Maka regentschapsgerecht atawa raad kaboepaten ijaitoe satoe madjlis hakim jang terdapat di tanah Djawa dan Mendoera di dalam tijap2 iboe kaboepaten. Kadang- di lain tampat djoega. Jang doedoeq dalam regenlschapsgerech t, ijaitoe regent atawa patih jang mendjadi hakim. Dan lagi beberapa priaji jang dibawah dija, jang didjadikan oleh resident dengan menoeroet hadat anaq boemi. Dan lagi doedoeq dalam regenlschapsgerecht penghoeloe kaboepaten atawa wakilnja dan djaksa atawa wakilnja. Akan tetapi lain priaji2 itoe dan penghoeloe dan djaksa tijada toeroet memoetoeskan perkara, tijada mendjadi hakim, melainkan boleh memberi timbangan kepada boepati, djadi penoeloeng bitjara sehadja.

Maka perkara' jang dipoetoeskan oleh regentschaps ge- recht ijaitoe:

a akan kadoewa kali ( = in hooger beroep) perkara3 civiel ( = burgerlijke zaken) jang pertama kali ( = in eersten aanleg) soedah dipoetoeskan oleh districts gerecht, sabagaimana telah terseboet tadi.

b akan pertama kali: segala perkara2 civiel jang harganja tijada koerang dari / 20, dan tijada lebih dari /' 50, kalau

(27)

si pendäwa djadi anaq boemi atawa orang jang disamakan dengan anaq boemi, dan si terdäwa djadi anaq boemi betoel.

Dalam perkara2 ini jang soedah dipoetoeskan oleh regent- schapsgerecht, kalau orang jang kalah tijada menarima ka- poetoesannja maka dija boleh minta hooger beroep dimoeka landraad.

c strafzaken jang ketjil, ijaitoe penoedoehan tentang pe- langgaran jang sapandjang hoekoem siqsa, boleh dihoekoem tijada lebih berat dari dengan denda sampai ƒ 10, dan pen- djara sampai 6 hari (diketjoewaliken perkara jting hendaq dipoetoeskan oleh districts gerecht), kalau si penoedoeh anaq boemi atawa jang disamakan dengan anaq boemi dan si tertoedoeh anaq boemi betoel.

Tetapi pelanggaran tentang atoeran pacht atawa bea negeri salamanja tijda diperiqsa oleh regentschaps gerecht.

Maka dalam perkara2 pelanggaran jang soedah dipoetoes- kan oleh regenlschapsgerecht, boleh mendjadi djoega hooger beroep dimoeka landraad atas permintaan sakitan atawa

djaksa.

Maka koewasa regenlschapsgerecht tinggal didalam batas kaboepaten, atawa afdeeling, artinja sabagaimana kita soedah menerangkan di atas tentang koewasa districtsgerecht.

Maka dimana tijada ada kepala district, perkara2 jang bijasa di poetoeskan oleh dija, dibawa kamoeka raad ka- boepaten, dan djika tijada ada raad kaboepaten perkara itoe dan djoega perkara2 jang memang hendaq di poetoeskan oleh raad kaboepaten dibawa kamoeka landraad.

Tetapi di Betawi perkara2 siqsa jang dalam lain residentie bijasa dipoetoesken oleh raad district dan raad kaboepaten, dibawa kamoeka polilierol.

No. 3. POLITIEROL

Maka koewasa polilierol dilakoeken dalam tijap2 residentie didalam iboe residentie oleh resident atawa wakilnja (ijaitoe secretaris atawa assistent-resident politie), dan dalam iboe afdeeling oleh assistent-resident (kalau koewasa hoekoem ini

(28)

sapandjang fatsal 89 al. 2. Mandsch Reglement soedah dise- rahken kepada dij a oleh resident). Dan lagi ada residentie dimana resident dan assistent-resident soedah mendapat idzin dari Gouverneur Generaal (sapandjang staatsblad 1894 no.

216 dan 217) akan menjerahkan perkara9 jang bij asa dipoe- toeskan oleh dija kepada controleur dalam controle-afdeeling akan dipoetöeskan disana sehadja, sopaija djangan sampai terlaloe soesah atas orang jang tinggal djaoeh dari iboe residentie atawa iboe afdeeling.

Maka resident, assistent-assistent atawa controleur itoe jang mendjadi hakim sendiri. Akan tetapi jang doedoeq lagi bersama dija: hoofddjaksa, djaksa atawa adjunct-djaksa (sama controleur djoeroetoelisnja) janghendaq toelis menoelis apa jang djadi dimoeka polilierol.

Perkara2 jang dipoetöeskan oleh polilierol boekan perkara civiel, melainken perkara3 siqsa sehadja, ijaitoe pelanggaran ketjil, jang sapandjang hoekoem siqsa boleh dihoekoem tijada lebih berat dari denda sampai / 100, atawa pendjara 8 hari, atawa kerdja krakal (=ten arbeidstelling aan de publieke werken voor den kont zonder loon) sampai 3 boelan lamanja, dengan atawa tijada dengan rampas barang ( = verbeurd- verklaring van goederen).

Maka dalam perkara2 jang soedah dipoetöeskan oleh po- lilierol ini tijada boleh djadi pemeriqsaän jang kadoewa lagi.

Maka koewasa hakim polilierol tinggal dalam batasnja residentie dan afdeeling. Artinja satoe2 resident dan satoe2

assistent-resident boleh memoetoesken di rol itoe pelanggaran sehadja, jang terboewat dalam residentie atawa afdeeling jang didjabat oleh dija. Dan controleur boleh memoetoes-

kan hanja perkara2 jang diserahkan kepada dija oleh resi- dent atawa assistent-resident.

No. 4. LANDKAAD.

Maka jang namanja landraad di tanah Djawa dan Men- doera ijaitoe satoe madjlis hakim jang terdapat di dalam tijap iboe residentie dan tijap3 iboe afdeeling, dan lagi di

(29)

Bekasi, sekalipnen Bekasi ini djadi iboe district (dalam afdeeling Meester Cornells residentie Betawi) sehadja.

Jang doedoeq dalam landraad: satoe kepala (president ata,- wa voorzitter) belanda dengan sakoetoe2 (leden) anaq boemi, hoofddjaksa atawa djaksa atawa wakilnja dan hoofdpeng- hoeloe atawa penghoeloe atawa wakilnja dan lagi satoe griffier.

Maka jang djadi voorzitter itoe dalioeloe bijasa resident atawa assistent-resident, tetnpi sekarang di antero tanah Djawa dan Mendoera (melainkan dalam afdeeling Banjoe- wangi di residentie Besoeki, dan dalam afdeeling Bawean di residentie Soerabaja), jang djadi kepala landraad satoe pega- wai belanda akan pengadilan sehadja, jang soedah naik alim hoekoem ( = meester in de rechtswetenschap) di sekola radja di negeri belanda.

Tetapi kalau voorzitter ini tijada boleh doedoeq di land- raad sebab tijada ada atawa ada alangan, maka jang ganti dija di iboe residentie assistent-resident djika ada atawa secretaris residentie, dan di iboe afdeeling assistent-resident atawa lain pegawai jang soedah ditoendjoeq oleh Gouver- neur Generaal.

Maka kadang2 ada djoega, bahwa pada satoe landraad diberi doewa president, kalau ada banjaq sekali kerdja.

Maka kalau demikijan, tijap-tijap president berganti-ganti doedoeq di landraad.

Akan tetapi djoega kadang2 satoe president sehadja di- tetapkan bagi doewa atawa lebih banjaq landraad.

Maka jang djadi sakoetoe (leden) dalam landraad, ijaitoe regent dan lain priaji2 auaq boemi, baik jang lagi meme- gang djabatannja, baik jang soedah lepas dari djabataunja, jang soedah ditetapkan oleh Gouverneur Generaal. Berapa priaji hendaq ditetapkan oleh Gouverneur Generaal itoe tijada diatoer dalam rechterlijke organisatie, akan tetapi tijada boleh koerang dari doewa, sebab landraad tijada boleh doedoeq, kalau tijada ada president dan sakoetoe^ doewa orang.

Bijasanja tijada ada koerang sakoetoe'3 dari ampat (Gou-

(30)

reniements besluit 18 April 1848 No. 1 B. B. No. 93). Maka president dan sakoetoe' ini bersama3 mendjadi hakim da- lam landraad, ijaitoe memoetoeskan perkara.

Maka hoofddjaksa, djaksa atawa wakilnja, jang doedoeq dalam landraad, tijada toeroet memoetoeskan perkara, me- lainkan mendjadi amlenaar van hel openbaar ministerie ( = wa- kil negeri) dalam landraad itoe. Karena demikijan, djika negeri mendäwa satoe orang di moeka landraad, dija jang mendjalankan dawa itoe dan lain dari pada itoe dalam samoewa perkara jang hendaq dipoetoeskan oleh landraad dija jang memberi advies ( = timbangan i kepada hakim.

Maka penghoeloe djoega memberi advies sehadja kepada landraad, pertama9 tentang atoeran sjarä jang hendaq dipakai dalam perkara jang diperiqsa oleh landraad itoe.

Akan tetapi kalau si terdawil, baik dalam perkara civiel baik dalam perkara siqsa, memakai agama serani, sapandjang atoeran staatsblad 1891 No. 2-0 penghoeloe tijada doe'oeq dalam landraad. Dan lagi Hof Besar di Betawi soedah me- nimbang bahwa kalau orang tjinaterdâwa di moeka landraad maka penghoeloe djoega tijada perloe toeroet doedoeq dalam madjlis. Tetapi dalam hal jang ini salanianja toeroet doe- doeq di landraad satoe atawa doewa kepala tjina, atawa kalau tijada ada kepala tjma, satoe atawa d'ewa orang tjina jang baik sehadja jang soedah ditetapkan oleh president landraad, akan mendjadi „adviseur".

Maka akan griffier, dija mendjadi penoelis landraad. Kalau landraad terkoempoel, griffier hendaq mengarang soerat proces-verbaal, ijnitoe soerat tjerita dari apa jang djadi di dalam madjelis landraad itoe. Lain dari pada itoe, dija poenja kerdja pada landraad ada roepa- lagi, saperti dite- tapkan dalam Ini. Regl.

Maka griffier itoe bijasa mendjadi satoe pegawai belanda, jang soedah didjadikan oleh Gouverneur-Generaal bagi satoe atawa bagi lebih banjaq landraad. Hanja di Bawean dan di BanjoewaDgi tijada ada pegawai jang demikijan, melain-

(31)

kan pekerdjahan dija diserahkan oleh resident kepada satoe pegawai jang memegang lain pekerdjahan djoega, bijasa satoe djocroetoelis di kantor assistent-resident

Maka griffier landraad ditoeloeng dalam pekerdjahannja oleh satoe atawa beberapa djocroetoelis, jang dija sendiri boleh mengangkat tetapi dengan qaboel presidentnja. Akan membajar orang ini tijap' boelan president menaiimaoewang dari 's lands kas, banjaqnja jang soedah ditetapkan oleh di- recteur van ju Mie.

Kadang- kalau ada banjaq kerdja sekali dalam landraad, maka landraad sendiri boleh mengangkat satoe djoeroetoelis akan mengganti griffier di dalam segala pekerdjahannja jang oendang2 menjerahkan kepada dija. Maka djoeroetoelis jang demikijan dinamai „builcngewvon substituut griffier".

Maka di atas ini hendaq diminta qaboel dari directeur van justitie. Maka substituur griffier itoe dihajar dengan oewang jang soedah disadijakan bagi djoeroetoelis2 landraad ; gouvernement tijada kena tambah belaudjanja dari itoe.

Maka dari sebab itoe, substituut-griffier jang demikijan di- namai: „buitengewoon subsliluul-griffier builen bezwaar van den lande'\

Sjahdan Maka tentang perkara8 jang dipoetoeskan oleh landraad, kita boleh bitjara dengan pendeq sehadja. Ten- tang anaq boemi landraad djadi hakim jang sahari-hari, ha- kim jang bijasa ( = dagelij/csche redder) baik dalam bur- gerlijke zaken ( = perkara civiel i, baik dalam strafzaken ( = perkara siqsa). Artinja bahwa segala dävva atas anaq boe- mi, jang tijada istimewa diserahkan oleh oendang kepada lain hakim, akan pertama kali dipoetoeskan oleh landraad.

Tentang orang jang disamakan dengan anaq boemi (orang ti- moer asing = vreemde oosterlingen) di poelau Djawa dan Men- doera, maka landraad djadi hakim jang sahari-hari akan pertama kali dalam perkara-perkara siqsa sehadja.

Maka dävva civiel atas orang itoe hanja dipoetoeskan oleh landraad, kalau däwa itoe terbit dari dija poenja hadat dan

(32)

sjarä (djadi kalau ada selisih tentang familie recht atawa erf- recht, melainkan lagi djika raad agama hendaq memoetoes- kan perkara itoe).

Kata sebaja: landiaad djadi hakim sahari-hari akan per- tama kali di dalam segala perkara (baik perkara civiel baik perkara siqsa) atas anaq boenii.

Maka tentmg iioe perkataan »akan pertama kali" ada bitjara lagi sedikit.

Adapoen dalam negeri jang adab bijasa kabanjakan per- kara-perkara (jang ketjil sekali sehadja diketjoewalikan) boleh diperiqsa dan dipoetoeskan doevva kali oleh hakim lain; satoe kali oleh hakim rendah, satoe kali oleh hakim jang lebih tinggi. Maka hakim jang lebih tinggi itoe ada koewasa, kalau dija merasa kapoetoesan hakim jang pertama tijada betoel, akan memboenoeh dan akan mengubahkan ka- poetoesan itoe.

Maka diatoer bagini, sebab pemeriqsaän jang teroelang ter- kadang-kadang djadi pemeriqsaän jang lebih baik djoega.

Akan tetapi bijasa bergantoeng kepada kahendaqnja orang jang soedah diberi kalah oleh hakim, apa itoe pemeriqsaäan beharoe akan djadi atawa tijada. Djadi dalam perkara civiel, pemeriqsaän beharoe itoe hendaq diminta oleh satoe dari pehaq2 jang beratjara, dan dalam perkara siqsa hendaq diminta oleh sakitan atawa oleh pegawai jang mendjalan- kan däwa negeri atas dija. Maka atoeran jang demikijan terpakai djoega di tanah Hindi-belanda. Maka pemeriq- saän jang pertama namanja dengan perkataan belanda

„eerste aanleg" atawa „eerste instantie", dan pemeriqsaän jang kadoewa namanja „hooger beroep" atawa „appel" dalam perkara siqsa kadang2 djoega namanja „revisie".

Maka dalam perkara2 civiel jang diperiqsa akan pertama kali oleh landraad, boleh mendjadi hooger beroep atas per- mintaan pehaq jang soedah kalah, kalau harga däwa ada lebih dari f 500.

Oepama : kalau si A soedah memboeka perkara di moeka

(33)

landraad atas si B akan mendapat kombali oewang f 600, jang Uata si A soedak dipindjamkan oleh dija kepada si B dan kalau si B lantas dihoekoem oleh landraad akan meni- bajar kepada si A f 600, maka si B kalau dija merasa itoe hockoeman tijada adil, boleh minta liooger beroep dimoeka hakim jang lebih tinggi.

Maka hakim lebih tinggi dalam hal ini djadi raad van jus- titie. Maka di tanah Djawa ada tiga raad itoe: satoe di Betawi, satoe di Semarang, satoe di Soerabaija, dan tijap5 raad ada koewasa hoekoem atas satoe behagijan dari tanah Djawa dan Mendoera.

Maka dalam perkara pelanggaran ( = overtredingszaken) ijaitoe, sabagaimana kita nanti menerangkan dengan lebih pandjang, perkarasiqsajangketjiljangsalamanja tijadaboleh dihoekoem lebih berat dari kerdja paqsa loewar rantai, jang pertama kali soedah dipoetoeskan oleh landraad bijasa bo-

leh djadi hooger beroep djoega di moeka raad van justitie, kalau pelanggaran itoe boleh dihoekoem dengan denda lebih dari f 500 atawa dengan hoekoeman lebih berat dari denda atawa dengan rampas barang ( = verbeurlverldaring van goederen).

Maka dalam perkara siqsa jang lebih berat (jang namanja

7misdrijf zaken" atawa perkara kadjahatan), jang pertama kali dipoetoeskan oleh landraad bijasa boleh mendjadi pe- meriqsaän beharoe djoega di moeka hakim jang lebih tinggi.

Tetapi dalam perkara ini pemeriqsaän jang kadoewa djadi lain dari pada dalam perkara pelanggaran, didjalankan oleh lain hakim djoega dan djoega memakai lain nama. Adapoen dalam perkara kadjahatan itoe pemeriqsaän jang beharoe namanja revisie dan didjalankan oleh Hof Besar di Betawi ( = Hooggerechtshof van iSederlandtch Indie).

Djadi kalau si A soedah dihoekoem oleh landraad di Magelang dari sebab „mentjoeri pada weqtoe malam dalam roemah jang didoedoeki orang" sapandjang fatsal 302 Ini.

Swb. dengan lima tahoen kerdja paqsa dalam rantai, maka

(34)

si A lantas boleh minta revisie dari hoekoeman itoe di moe- ka Hof Besar di Betawi.

Maka pemeriqsaän jang beharoe dalam perkara siqsa {baik perkara pelanggaran, baik perkara kadjahatan) boleh diminta oleh sakitan dan boleh djoega diminta oleb djaksa.

Akan tetapi dalam perkara kadjahatan kalau sakitan soe- dah mendapat lepas dari sebab salahnja tijada terang, itoo pemeriqsaän jang kadoewa (revisie) tijada boleh diminta.

Sjahdan. Maka landraad tijada sehadja mendjadi hakim jang pertama ( = rechter in eersten aanleg, atawa rechter m eerste instantie), melainkan djoega mendjadi hakim jang kadoewa ( = rechter in hootjer beroep), sebab sebagaimana kita soedah mengatakan di atas, landraad boleh memoetoes- kan akan kadoewa kali perkara2 jang pertama kali soedah dipoetoeskan oleh regentschaps gerecht di dalam afdeeling di mana landraad itoe.

Sjahdan. Maka tentang daïrah landraad, kita haroes ingat bahwa dalam perkara civiel landraad bijasa boleh memeriqsa sehadja däwa atas orang jang benemah atawa tinggal dalam afdeeling di mana landraad itoe doedoeq.

Tetapi daïrah landraad Bekasi memang dalam batas dis- trict sehadja. Maka dalam perkara* siqsa landraad bijasa hanja memeriqsa kasalalian jang terboewat dalam afdeeling di mana landraad doedoeq. Tetapi landraad dalam afdee- ling di mana sakitan tinggal atawa ditangkap boleh djoega menghoekoem dija djika kabanjakan saqsi tinggal lebih dekat landraad ini dari pada landraad dalam afdeeling, di mana kasalalian soedah terboewat.

Maka djika sakitan didäwa dengan kasalalian lebih dari satoe, jang telah diperboewat di dalam dairah doewa land- raad atawa lebih, dari sebab saboleh-bolehnja itoe kasala- lian samoewa haroes iliperiqsa dan dipoetoeskan sama se- kali, maka tijap- landraad, pertama3 landraad dalam afdee- ling di mana sakitan ditahan atawa beroemah, ada koewasa akan memoetoeskan samoewa kasalalian itoe. Tetapi djika

(35)

samoewa perkara itoe soedah dipoetoeskan oleh satoe land- raad, lain landraad tijada berkoewasa lagi akan memoe- toeskan itoe perkara, sebab sak i tan memang tijada boleh mendapat hoekoeman doewa dalam satoe perkara.

No. 5. RECHTBANK VAN OMGANG.

Sjahdan. Maka di tanah Djawa dan Mendoera di mana ada landraad, pada masa ini terdapat rechtbank van om- gang ( = r a a d sambang, raad koeliling) djoega. Jang dja- di kepala raad sambang ijaitoe president landraad. Ber- sama dengan dija mendjadi hakim dalam madjlis raad sambang beberapa priaji besar dan pandai („de voornaam- ste en bekwaamste inlandsche hoofden" kata fatsal 100 Hecht.

Org.) jang ditetapkan oleh Gouverneur Generaal. Berapa banjaq priaji itoe tijada ditentoekan dalam Rechterlijke Or- ganisatie. Tetapi sakoerang2nja hendaq ada lid ampat, sebab sapandjang fatsal 101, Recht. Org. raad sambang tijada boleh doedoeq, kalau tijada ada lid ampat.

Maka pada masa jang daboeloe dalam tijap2 residentie di tanali Djawa dan Mendoera, tjoema ada satoe raad sam- bang jang doedoeq pada tampat jacg ditetapkan oleb re- sident dan bagi samoewa raad sambang itoe banja ada ampat kepala, jang roasin'g? mengapaki beberapa raad sambang.

Djadi masing2 dari ampat kepala itoe berdjalan koeliling akan mengapaki segala madjlis jang mendjadi babagijan dija, Maka dari sebab ini, itoe kepala dinamai „omgaand rechter"

dan madjlis itoe dinamai „omgaand gerecht'.

Akan tetnpi sekarang itoe hakim tijada „sambang" lagi;

nama „raad sambang" seliadja jang tinggal.

Di dalam afdeeling Bawean dan di afdeeling Banjoewa- ngi, kerana kepalai andraad di sanaboekan „alim h lekoem", maka jang djadi kepala rechtbank van omgang di sana, ijaitoe president landraad Soerabaja dan president iandraad Besoeki.

Maka jung doedoeq di dalam raad sambang, lain dan pada president dan lid'2, ada boofdjaksa, djaksa atawa adjunct, dan hootdpengbueloe aiawa per.ghoeloe dan kadang2 djoega

(36)

adviseur tjina. Maka pekerdjahan pegawaiS ini saperti di dalam landraad.

Dan lagi raad sambang memakai satoe griffier. Jang me- megang pekerdjahan griffier raad sambang ijaitoe griffier landraad. Tetapi bagi raad sambang di Bawean dan di Baiijoewangi griffier landraad Soerabaja dan griffier landraad Besoeki.

Ada poen perkara- jang dibawa di moeka raad sambang, perkara2 siqsa sehadja, perkara civiel salamanja tijada.

Adapoen raad sambang memoetoeskan kadjahatan jang berat sekali, jang soedah diperboewat oleh anaq boemi atawa oleh orang jang disamakan dengan anaq boemi, ijaitoe:

a segala kadjahatan jang sapandjang Ini. Swb. boleh dihoekoem dengan siqsa mati atawa dengen hoekoeman jang dekat siqsa mati.

Maka jang dinamai „hoekoeman dekat siqsa mati" ( = straf naasi die des doods) ijaitoe: kerdja paqsa dalam rantai dari 5 — 20 tahoen.

Maka dinamai bagitoe, sebab dalam Ini. Swb. ditetapkan beberapa siqsa, diatoer sapandjang beratnja. Jang berat sekali memang hoekoeman mati; dengan ini dihoekoem kadjahatan jang besar sekali. Lantas toeroet hoekoeman kerdja paqsa dalam rantai dari 5—20 tahoen.

Djadi, kalau anaq boemi atawa orang timoer asing soe- dah memboewat satoe kadjahatan, dan kalau sapandjang Ini. Swb. kadjahatan itoe boleh dihoekoem dengan mati atawa kerdja paqsa dalam rantai dari 5—20 tahoen, maka itoe sakitan dibawa boekan di moeka landraad melainkan di moeka raad sambang.

b pelawanan kepada pemerintah jang oemoem dengan meloekakan orang ( = gewelddadig verset en het plegen van dadelijkheden tegen hel openbaar gezag, bloedslorting of kwet- sing te weeg gebracht hebbende) jang dihoekoem sapandjang fatsal 165 Inl. Swb.

G anijaja ( = knevelarij) dan pelangkahan koewasa ( = mis-

(37)

brvik van gezag) kalau diperboewat oleh priaji anaq boemi dibawah pangkatnja wedono.

Kalau priaji pangkatuja saperti wedono atawa lebih tinggi didâwa dengan kadjahatan ini, maka perkara datang di moeka hakim belanda, ijaitoe raad van justitie, sapandjang atoeran staatsblad tahoen 1»67 n°. 10. [•]

Maka raad sambang salamanja mendjadi hakim jang per- tama, {rechter in eersten aanleg), tijada pernah mendjadi hakim jang kadoewa.

Maka dalam perkara2 jang telah dipoetoesken oleh raad sambang boleh diminta revisie djoega (melainkan kalau sakitan dimaafkan dari sebab salahnja tijada terang) oleh sakitan atavva oleh djaksa. Revisie itoe dilakoekan di moeka Hoi' Besar di Betawi

Maka apa jang ditetapkan tentang dai'rah koewasa land- raad, terpakai djoega tentang daïrah koewasa raad sambang.

No. 6. RESIDENTIE GERECHT.

Sjahdan. Jang kaänam mendjadi hakim atas anaq boemi dan jang disamakan dengan anaq boemi: residentie gerecht.

Maka sabetoelnja hakim ini mendjadi satoe hakim belanda.

sebab pertama2 ( = voornamelijk) didjadikan akan menghoe- koem orang belanda dan jang disamakan dengan orang belanda. Maka atas orang ini residentie gerecht memoetoes- kan perkara civiel jang ketjil, ijaitoe kaselisihan tentang oetang pioetang oewang atawa barang jang terbawa (2) jang berharga tijada lebih dari f 200, kalau si pendâwa djadi anaq boemi atawa jang disamakan dengan anaq boemi, dan pelanggaran jang hoekoemanja tijada lebih berat dari

[1] Djadi djika dawa diboeka satelah wedono dan sabagainja soedah menda- pat lepas, perkara tijada dibawa dimoeka raad van justitie, melainkan di moeka liakim jang bijasa, ijaitoe landraad (kapoetoesan Hof Besar 28 Juni 1894 ter- seboet dalam T. v, b. E., DI. 6.2, blz. 351).

(2) barang jang terbawa = roerende goederen, ijaitoe samoewa barang, me- lainkan tanak dan barang jan* bersangkoet pada tanah, saperti roemah, pohon.

Ini dikatakan : barang jang tijada terbawa = onroerende goederen,

(38)

pendjara 8 hari lamanja atawa f 100 denda, dengan atawa tijada dengan rampas barang.

Tetapi lain dari pada atas orang belanda dan jang disa- makan dengan orang belanda, residentie gerecht ada koewasa hoekoem djoega atas anaq boemi dan orang jang disamakan dengan anaq boemi.

Adapoen pertamag residentie gerecht memoetoeskan perkara civiel jang terseboet di atas djoega sekalipoen si terdawa ada satoe anaq boemi atawa jang disamakan dengan anaq boemi, djika dalam perkara itoe si terdawa hendaq me- noeroet hoekoem belanda, baik dari sebab telah ditetapkan demikijan dalam oendang2 (i) baik dari sebab si terdawa telah dahoeloe berdjandji demikijan, i'atsal 9 Ov. Bep., art.

12i Eecht Org. Maka perdjandjian jang demikijan hanja boleh djadi dengan soerat sapandjang fatsal 13 Alg. Bep.

dan namanja: onderwerping aan de eurapesche wetgeving. (2) Dan lagi pada tahoen 18137 dalam staatsblad no 10 soe- dah ditetapkan bahwa akan dipoetoeskan oleh hakim jang

tehih ditetapkan bagi orang europa dan jang disamakan segala d&wa siqsa atas:

a. radja2 dan pangeran2 ( = vorsten) pateh- radja, regent2: dan onder-regent; samoevva jang tijada pegang djabatan lagi, dan itoe radja dan pangeran sekalipoen marika itoe belom tahoe mendjabat pemerintahan sirna sekali;

b bininja dan sanaqsaoedaranja sainpai graad ( = poepoe) jang kaämpat; (3).

( 1 ) Oepama: dawa atas orang tiraoer a-ing jang terbit dari : burgerlijk wet- boek dan wetboek V'/n kocpham'el, dawa utus anaq boemi jang terbit dari atueran burgerlijk wetboek tentang haq dan kawaljiban antara toewan dan kawan.

(*) Perdjandjian jang demikijan ada perloe, djika anaq boemi atawa jang disamakan maoe kawin dengan orang europa atawa jang disamakan. Dalam hal itoe maka anaq boemi baik laki baik perampoew n hendaq berdjandji da- hoeloe bahawa dija akan menoeroet segala atoeran privaatrecht belanda {burger- lijk wetboek dan wetboek van koophandel^ fatsal ] 5 Ov. Bep. Maqsoednja- perinlah itoe: djangan sann ai meiidjali peran- boe' oein

(: !) „Zoo Wtlti.e ali onwettige" zegt het staatsblad.

(39)

c. patehs, wedono2 dan lain priaji anaqboemi jang tijada dibawah pengkatnja wedono, onder-collecteur, penghoeloe besar dan penghoeloe landraad, djaksa besar, djaksa atawa adjuuktnja lid landraad atawa lid raad sambang, samoe- wa salama sehadja marika itoe memegang djabatannja.

Djadi: pelanggaran jang soedah terseboet di atas, jang, kalau diperboewat oleh orang belanda, boleh dihoekoem tijada lebih berat dari: pendjara 8 hari atawa ƒ 100 denda, dengan atawa tijada dengan rampas barang, kalau diperboewat oleh orang jang berasal atawa berpangkat tadi, dibawa di moeka residentie-gerecht.

Maka residentie-gerecht salamanja mendjadi hakim pertama (== rechter in eerste instantie) sehadja.

Perkara2 jang soedah dipoeioeskan oleh residentie-gerecht kadang2 boleh diperiqsa dan dipoetoeskan lagi akan kadoewa kali (=in honger beroep) oleh raad van justitie:

perkara civiel kalau harga däwa lebih dari f 50, perkara siqsa kalau pelanggaran boleh dihoekoem dengan denda lebih dari f 25., atawa dengan hoekoeman lebih berat dari denda atawa dengan rampas barang.

Maka residentie-gerecht pada masa dahoeloe terdapat di iboe residentie sehadja dan jang doedoeq mendjadi hakim ijaitoe resident. Maka dari sebab ini dinamai: residentie-gerecht.

Akan tetapi pada masa ini residentie gerecht terdapat di tanah Djawa dan Mendoera di tijap- tampat di mana ada landraad dan jang mendjadi hakim: president landraad jang soedah diserahi koewasa residentie-rechter. Hanja di

Bawean dan Banjoewangi lagi mendjadi residentie-rechter resident Soerabaja dan resident Besoeki.

Maka itoe president landraad atawa resident mendjadi hakim sendiri dalam residentie-gerecht.

Daarmede zal wel bedoeld zijn, dat het seen verschil maakt, of de relatie toestaat in of is ontstaan uit een huwelijk met eenu zoosrenaa ode eerste vrouw (— padui j of met een zoogenaamde bijzit ( _• g..e'dik). lieide huwelijken ïiju echter volgens den Koran volkcnim wellig zit van den Beigt. a-p. blz. 14,

(40)

Maka doedoeq lagi di residentie-gerecht satoe griffier jang didjadikan oleh resident. Maka jang bij asa didjadikan griffier residentie-gerecht itoe, ijaitoe griffier landraad (Stbl.

1866 no. 162).

Lagi doedoeq dalam residentie-gerecht satoe ambtenaar van het openbaar ministerie, ijaitoe satoe pe»awai akan men- djalankan däwa negeri atas sakitan dalam perkara pelang- garan jang hendaq diperiqsa oleh residentie-gerecht. Maka ini pekerdjahan hijasa diserahken (fatsal 203 Eegl. Strafv.) oleh resident kepada griffier residentie-gerecht, tetapi boleh djoega diserahkan kepada lain pegawai.

Dan lagi kalau anaq boemi dalam perkara siqsa didâwa di moeka residentie-gerecht hendaq doedoeq djoega dalam residentie-gerecht satoe penghoeloe akan memberi advies (fatsal 7 Recht. Org.)

Maka dairah koewasa residentie-gerecht ada sampai batas afdeeling sehadja (di Bekasi sampai batas district).

No. 7. RADEN VAN JUSTITIE.

Sjahdan. Maka-sabagaimana kita soedah menerangkan di atas- di tanah Djawa dan Mendoera didjadikan raad van Jusitie tiga: satoe di Betawi, satoe di Semarang dan satoe di Soerabaja.

Maka jang doedoeq dalam madjlis raad van justitie: satoe kepala atawa president (di Betawi. dan Semarang, lagi satoe wakil kepala atawa vice-president), beberapa sakoetoe2 atawa lid2 (di Betawi 6, di Semarang 5, di Soerabaja 4), satoe officier van justitie akan mendjabat pekerdjahan openbaar ministerie dengan wakilnja atawa substituut-officier, satoe griffier dengan wakilnja atawa substituut griffier (di Betawi dan di Semarang doewa substituut griffier).

Samoewa orang ini orang belanda, jang soedah mendapat nama „alim heekoem" ( = meester in de rechten atawa mees- ter in de rechtswetenschap).

Maka akan memeriqsa dan memoetoeskan satoe perkara salamanja sakoerang2 nja hendaq doedoeq satoe president

(41)

atawa satoe vice-president dengan doewa lid*. Kalau tijada ada sampai banjaq Hd, maka griffier boleh doedoeq saperti lid.

Maka raad van juslilie ini sabetoelnja hakim belanda, baik dalam perkara civiel baik dalam perkara siqsa. Ada- poen tentang orang europa dan jang disamakan, raad van juslilie baik dalam perkara civiel baik dalam perkara siqsa

mendjadi hakim sabari2 ( = dagelijloche rechter) artinja hakim jang bijasa, hakim jang memoetoeskan samoewa per- kara2, diketjoewalikan jang diserahkan kepada lain hakim

Tetapi lain dari pada itoe raad van jtslililie tjampoer djoega dalam kaädilan atas anaq boemi dan orang jang disamaken dengan anaq boemi.

Ada poen, saperti soedah terseboet di atas, raad van juslilie kadang2 boleh memoetoeskan akan kadoewa kali perkara civiel atawa perkara pelanggaran jang akan pertama kali soedah dipoetoeskan oleh landraad atawa oleh residentie- gerecht. Dan lagi raad van justitie kadang djoega akan pertama kali memoetoeskan däwa atas anaq boemi atawa orang jang disamakan dengan anaq boemi sebab :

1°. raad van juslilie sapandjang fatsal 124 Recht. Org.

dan fatsal 9 Ov. Bep. memoetoeskan akan pertama kali segala däwa civiel atas anaq boemi dan jang disamakan dengan anaq boemi, djika si terdäwa dalam perkara itoe hendaq menoeroet hoekoem belanda, baik dari sebab telah ditetapkan demikijan dalam oendang3, baik dari sebab si terdäwa dahoeloe telah berdjandji demikijan, melainkan djika perkara itoe masoeq dalam koewasa residentie-gerecht (lihat moeka soerat 26).

2°. raad van juslilie memoetoeskan akan pertama kali segala kaselisihan tentang tawanan karang (— zee- en strand- vonden) dan tentang rampasan dan djarahan {prijs en buit), baik si terdäwa ada orang europa atawa jang disamakan, baik oraug timoer asing baik anaq boemi

3°. raad van juslilie menghoekoem akan pertama kali

(42)

kasalahan rompakan, djoewal beli orang ( = slavenhandel), kadjahatau tentang rampasan dan djaralian, pelanggaran oendang2 tentang tjitaq boekoe2 dan soerat2 ( = druhpersover- tredingen) dan pelanggaran oendang2 tentang tempoelian kapal ( = aanvaring \ baik sakitan djadi orang belanda atawa anaq boemi atawa sijapa2 djoega.

4°. raad van justitie men^hoakoem akan pertama kali segala kasalahan jang terseboet dalam fatsal 318 — 326 Ini. Stwb.

Maka kasalahan ini boleh diperboewat hanja oleh orang timoer asing, tijada oleh anaq boemi betoel.

5". sapandjang atoeran staatsblad 1867 no. 10 raad van justitie memoetoeskan akan pertama kali segala däwa, baik dävva civiel, baik däwa siqsa, baik däwa besar, baik däwa ketjil; atas radja, pateh radja, regent dan onderregent, salama marika itoe mendiabat pekerdjahannja, dan dalam perkara siqsa segala däwa atas orang berasal dan berpang- kat jang terseboet di atas (moaka soerat 26), jang tijada hendaq dipoetoeskan oleh residentie-gerecht.

Maka atoeran bahwa anaq boemi jang berpangkat atawa berasal tinggi sekali hendaq terdäwa di moeka raad van justitie didjadikan dari sebab regeering soeka memberi hor-

mat kepada orang itoe. Maka dari sebab itoe djoega da- lam staatsblad lsl>7 No. 10 telah ditetapkan, baliwa tijada boleh diboeka däwa atas radja, pateli radja, regent atawa onder-regent salama marika itoe mendjabat pekai-djahannja, kalau tijada dengnn idziu lebih dahoeloe dari Gouvernaur- Generaal. Itoe idzin hendaq diminta dalam perkara civiel oleh si pandawa, dan dalam perkara siqsa oleh officier van justitie.

Maka dalam perkara siqsa itoe idzin djarang dienggankan, tetapi dalam perkara civiel itoe idzin, di tanah Djawa dan Mendoera, bijasa tijada diberi. Dalam perkara jang bag ini re- geering bijasa menimbang sendiri däwa dan soaroe mendjawab radja atawa priaji jang terdäwa itoa, dan djikalau soedak

(43)

mendjadi terang bahwa si terdâwa betoel beroetang, maka regeering memboedjoeq dija akan membajar itoe oetang dengan baik seliadja. Maka ini bitjara bijasa ditoeroet djoega.

Maka daïrah koewasa hoekoem raad van justitie tiga jang terseboet di atas soedah teratoer bagini:

Raad van justitie di Betawi ada koewasa atas residentie : Betawi, Bantan, Krawang, Preanger regentschappen, dan Tjirebon. Djadi artinja, bahwa akan kadoewa kali raad van justitie di Betawi memeriqsa sehadja perkara jang soe- dab dipoetoeskan oleh landraad atawa residentie gerecht dalam residentie2 itoe. Dan akan pertama kali dalam per- kara civiel hanja däwa atas orang jang tinggal dalam resi- dentie itoe, dan dalam perkara siqsa hanja kalau kasala- han soedah terboewat dalam satoe dari residentie- itoe.

Maka koewasa hoekoem raad van justitie Semarang ada atas résidentiel : Semarang, Tegal, Pekalongan, Banjoemas, Bagelen, Kedoe, Djokdjakarta, Soerakarta, Djapara, Kem- bang dan Madioen.

Dan raad van justitie Soerabaja ada koewasa atas resi- dentie: Soerabaja, Mendoera, Kediri, Pasoeroean, Probo- linggo, dan Besoeki.

Sjahdan Perkara2 civiel jang pertama kali dipoetoeskan oleb raad van justitie, boleh diperiqsa dan dipoetoeskan lagi oleh Hof Besar di Betawi ( = llooggerechlsliof van Neder- landsch Inde), kalau harga däwa ada lebih dari /' 5 0. Maka pemeriqsaän bukaroc ini namanja hooger bei oep atawa appel-

Maka dalam perkara pelanggaran jang pertama kali soeJah dipeiiqsa cleh raad van justitie boleh diminta hooger beroep djoega kalau pelanggaran itoe boleh dihoekoem de- ngan denda lebih dari / ' 5 ^ 0 , atawa dengan hoekoeman lain jang lebih berat dari denda atawa dengan rampas barang.

Maka dalam perkara kadjahatan jang pertama kali soe- dah dipoetoeskan oleh raad van justitie, boleh mendjadi pemeriqsaän dan kapoetoesan beharoe ligi oleh Hof Besar di Betawi, melainkan kalau sakitan soedah mendapat lepas

Afbeelding

Updating...

Referenties

Gerelateerde onderwerpen :