Satoe tjerita jang- soenggoe benar dan soeda kedjadian di Djawa-Barat

46  Download (0)

Hele tekst

(1)

SOEWATOE TJERITA JANG BETOEL BELOEM SEBRAPA LAMA TELAH

KEDJADIAN Dl DJAWA-BARAT, SOEWATOE NASEHAT BA-

GEI SEKALIAN ORANG PREMPOEWAN.

OLEH;

Jjuitenant Djoeroe bahasa Tjina di Semarang.

TERTJITAK DAN JANG POENJA

N. V. SOLOSCHE SNELPERSDRUKKERIJ SIE DHIAN HO.

^ TJITAKAN JANO PEOTAMA^

II

^ — S I E H I A â l

^ VolkenW^3 I

(2)

/

r

(3)

• — V' «• ( «« ÏTO u m ) * 1 Int tjerita di perlindo^S^^ 91"-ba^SlLJl^ P^'' ngarang staatsblad 1881.

h i k a j a t ^ ' * ^

K M M : Q ^ Ü : K m f & ^ A T A W A

Satoe tjerita jang- soenggoe benar dan soeda kedjadian di Djawa-Barat

„Och Bartin! anakkoe, djanganlah kau rnenoeroetin kehendak iiatirnoe, boekankah kau soedah roemadja poetri? (prawan), tia­

da baik kau meliat itoe segala badjingan jang telah tontonken dirinja di atas Pang-

j

goeng Komidi".

I Begitoe Njonja Kam Giok Nio lagi mem- ' boedjoek kepada anak istrinja, jang hendak

j

niinta menonton Komidi Stamboel Wajang I Tjina.

I

Njonja Kam Giok Nio, ada soewatoe is- ' trinja Luitenant Tjina di Tjibingin (satoe

afdeeling bilangan di Djawa Barat), ia baroe beroesia 33 tahoen. Tampang moekanja Im Njonja Luitenant beloem boleh di bilang I elok, sedeng pengawakan n j a ada gemoek 1 dan pendek. Dari pada soewaminja Luite-

' nant The King Gie baroe dia mempoenja

É

(4)

'I

- 2 -

soewatoe poetra istri jan^ di brinama Bar- t tin. Nona Bartin sekarar]g/baroe beroemoer c 14 tahoen, jang ingin setali meliat Komidi c

Stamboel Wajang Tjin^. c

Djikalau orang meliat dan mendenger Njonja

K

^

to

Giofe^ JSTio memboedjoek anak- i nja jang i^in menonton-'îtoe Komidi, nja- i talah nienandak^n Njonja Luitenant itoe ada soeijfafóe prémpoewan jang beradat so- ( pan san^nen-i (|an. masoek golongan orang ]

baik baik. ,

Sesoenggoenja djoega Njonja Kam Giok Nio ada toeroenannja seorang baik baik ke- ! rana ia dari prawan kawin pada Luitenant s The King Gie. Poen selaraanja tida koerang soeatoe apa, pendeknja Njonja Kam Giok i Nio ada djadi binik kawin jang sampoerna i d .ri Luitenant The King Gie (Djakalara).

Luitenant The King Gie ada seorang kaja ' i besar, kerana dari orang toeanjajang telah meninggal ia tri ma boedel banjak, ia men- djabat pangkat Luitenant Tjina, ada meng­

ganti pangkat ajahnja, jang di wektoe hi- , doepnja si ajah ada mendjabat itoe pang-

kat djoega. ^ I

The King Giern isi beroemoer moedah, ! tiada berdjaoehan sebrapa dengen oesia | istrinja, Luitenant moedah itoe ada seorang

i

(5)

- 3 -

baik hati boedinja, soeka raenoeloeng pada Orang orang jang ada didalem kesoesahan dan kekoerangan, adatnja poen ada sabar dan tiada angkoe, soeka sekali tiampoer kepada sekalian orang, tiada pandeng orang itre hina dan miskin atawa kpja, semoea ia bikin sama rata.

Lantaran ini poen Luitenant The King Gie di tjinta dan di hormati oleh sekalian pendoedoek kota Tjibingin baik bangsa Tji- ba baik bangsa Europa.

Sama ia poenja istri Njonja Kam Giok Nio, Luitenant The King (iie ada tjinta seganep hati.

„Tida mama!" kata Nona Bartin dengen menangis, sebageimana biasa adatnja anak anak „saia ingin meliat, sekali sadja mama!

kerana saia beloem pernah meliat itoe Ko­

midi.

—„Tobat! tobat!! apa kau tiada kena di larang, Bartin.!

Anak itoe semangkin menangis keras se­

bagai memeksa iboenja aken mengambil atoeran keras.

— »Liat ini, kaloe kau memeksa maoe meliat Komidi" mengantjam Njonja Kam Giok Nio sambi) mengoendjoeken satoe samboek kepada anaknja.

(6)

4 -

Pemantara itre Luitenant The King Gie mendekati istrin.ia seraja berkata:

„Bijarin Giok? dia menonton, tcich tiada kenapa, nanti malem kita orang boleh toe- roet bersama sama menonton."

— „Tjis! kau mengiloni," kata Njonja K'am Giok Nio kepada soewaminja dengen marah, „^nak sadja kau boleh menonton simbil main mata pada sekalian itoe preni- poewan Komidi, jang memang ada bagoes

bagoes."

—„Och Giok, kau djangan kata begitoe, perkara jang boekan boekan kau roaoe bi­

lang, soengoioe koerang baik adanja

—„Apa koerang baik? Begitoe sigra Njo­

nja Luitenant ini memoetoBsken omongan soewaminja. „Memang akoe sampe taoe akalnja orang lelaki, Brapa kali akoe soedah di akali olehmoe, dengen membohong kau bilang maôe pergi ka Bandoeng. Tetapi boe kan kau pergi, ka itoe tempat, kau soedah menjesep di rcemah djantoeng hati moe.

Moekir he?" Menoeding Njonja Luitenant ini pada moeka soewaminja, sebagei se­

orang jang tiada kenal takoet.

The King Gie tinggal bediri dijem, ia taoe istrinja ada brangasan adatnja, sedeng ia sendiri jang menuang ada mempoenjai

(7)

hati sabar lebih soeka ia djalan pergi ke- loewar.

Perkara ini lebih baik kita tinggalken.

Marilah sekalian pembatjakoe menilik ke- adaännja di Aloen Aloen Kaoeraan. Ia itoe naraanja Aloen âloen di afdeeling Tjibingin.

PAGIAN n.

Boelan poenja sinar jang keloewar di itoa lïialera ada membri tjahaja di saäritero dja- gat, hingga hal ini ada membikin tiada be­

tah orang orang tinggal di d^lem roemah- nja. Bebrapa anak anak moedah soedah djalan djalan mengambil hawa jang segar.

Di Aloen aloen Kaoeman, dalem iboe ko­

ta afdeeling Tjibingin, adalah terlaloe ramei, seprangkat perkoempoelan Komidi Stamboel Wajang Tjina ada main di sitoe. Bebrapa banjak orang djoewalan barang makanan dan minoeman satoe sama lain bersaingan keras, si pembeli poen tiada bodo ia pilih kepada orang jang djoewal paling moerah.

Malem pertama dari mainnja Komidi itoe, ßiaoe di pertoendjoeken dengen mengambil lelakonnja Siek Djien Kwi Tjing Se. Bebrapa banjak orang jang telah mengambil kaar- tjis beroentoen roentoen, masoek ka dalem tendanja itoe Komidi, hingga tempat doe- doek soedah mendjadi penoeh semoea, sia-

(8)

- o • ,

pa orang jang masoek blakangan kepaksàj ^

misti tinggal berdiri. ^

Tatkala Lontjeng di Aloen aloen di boe- ® niken sembilan kali, satoe tanda soedah ^ poekoel sembilan malem, lajar Komidi telah j tertarik ka atas,^di wektoa itoe keliatan Siet. } Ting San anak dari Siek Djien Kwi sedeng j ^ loengatoer balatentaranja hendak berperang ^ 1'epada Wan Le Hoa, (oleh kerana tjerita ini di ambil dari tengah tengah) semoea ^ 1 enonton jang tadinja berisiek banjak omong | satoe sama lain, sekarang mendjadi sirep, "

liila mana ada djaroem djatoeh temtoe ke- dengeran soewaranja.

Muziek jang merdoe kedengerannja, jang ^ di wektoe itoe melagoeken krontjong Soe-| '

jabaia, adalah terlebih merdoe lagi, oleh| • kerana ada di teriring dengen soewara me-' ' iijanjinja Siek Ting San jang hendak brang- ' kat mendapetin moesoehnja.

Jang djadi Siek Ting San ada seorang bangsa Tiong Hoa moedah asal dari Am- barawa, ia bisa sekali memboewang tingkah aken menarik hatinja penonton, sebagei- | mana biasa antara orang jang djadi Komi­

di, kebanjakan orang itoe soedah djadi sisa- ' nja orang baik baik, begitoe poen ini jang ' tljadi Siek Ting San ia bernama Ss. E. K.

i

(9)

dia doeloenja ada seorang jang terlaloe ro- jal sehingga sampe dirinja djatoeh djadi anak Komidi.

Di antara orang orang jang menonton sebanjak itoe, di bagian Loge adalah kelia i tan djoega Luitenant The King Grie dengen

i istri dan anaknja.

j Brangkali pembatja beioen loepa jang Njonja Luitenant itoe ada melarang anak istrinja menonton ini Komidi, kerana ia sendiri tiada soeka melijat. Tetapi mengapa -sekarang ia toeroet dateng nonton kepada barang jang tiada di soekanja, itoelah brang­

kali menerbitken rasa heran dalem pikiran sekalian pembatja. Tapi rasa heran itoe nanti bisa linjap kaloe di sini kita terang- : ken lantaran dia hendak mendjaga kepada ' anaknja, kerana tiada baik kaloe itoe anak melijat sendiri djadi dia ikoet menonton bersama sama.

Tatkala Njonja Luitenant itoe melijat pri lelakoeannja Siek Ting San jang bisa se- kah memboewang tingkah, ia poenja hati soedah djadi ketarik, dia telah djatoeh tjin- ta. Dengen sigra djoega ia memanggil soe- Waminja jang ada doedoek dekat di sam- pingnja, sambil ia berkata.

K a r a G i o k N i o . (2J

(10)

- 8 -

— „Och bah! soenggoe bagoes raainnja itoe Komidi, saia tiada njana sakali. Besoelï malem kita melijat poela ia?"

The King Gie tiada menjahoet tjoema dia tersenjoem, sambil mangoetken kepala="

nja sadja.

Semangkin lama Komidi main ada se- mangkiri bagoes, sebentar bentar orang orang penonton tepok tangan aken poedji, apalagi Njonja Kam Giok Nio jang sampe' tjape tangannja.

Koetika djongos buffet inengiderken Tjao iis kepada sekalian orang jang menonton, Njonja Luitenant pesen bebrapa botol Bier dan anggoer soeroe bawak di hadepannja ia doedoek, dengen medja kenapnja sekali, pri hal ini ada menandaken jang Njonja Luitenant itoe ada seorang prarapoewan jang biasa rojal, Djongos itoe lantas sedia apa jang di prentah, dengen garang ia boe- ba sendiri botol botol minoeman itoe, soe- waminja jang maoe toeloeng boekaken tia­

da ia kasi, hingga sekalian penonton ada memandeng dengen merasa heran sanget sebagei kelakoewan jang loewar biasa ada terdjadi dengen sekoenjoeng koenjoeng pada itoe Njonja Luitenant!

Matanja njonja Luitenant The King Gie

É

(11)

—9—

a di mainken bebrapa kali kaloe Siek Ting San Î keloewar. Dan kelakoean ini sampe di lij At

oleh si anak. Lantaran ini poen Nona Bar- a tin tiada soeka lijat lebih lama, ia raenga-

=" djak poelang ajah dan iboenja. Tetapi si iboe soedah membentak dengen berkata.

—„Kau maoe poelang Bartin? siapa jang g mengadjak nonton ini Komidi? kau satoe i, anak jang tiada boleh di adjar, ajooh! kau e boleh menonton sampe kenjang."

Melijat iboenja marah Nonah Bartin ting- 0 gal dijem tiada brani lag; ia mengadjak I, poelang I<ehingga sampe Komidi itoe boebar.

r BAGIAN KA III.

a Sepoelangnja dari menonton Komidi Njo- i, nja Luitenant The King Gie tiada bisa ti- a doer, di tempat pembaringan ia bolak baliken n dirinja sadja, di depan matanja ada berbajang a bajang k lijatan roepanja itoe anak Komidi - jang djadi Siek Ting San, koepingnja ada - kedôngeran soewara menjanji jang di nja- i- njiken oleh itoe Siek Ting San, ia tarik a napas pandjang pendek, kerana ingin me­

st njampeken napsoenja. jar.g djahat kepada a itoe anak Komidi, napsoe birahi soedah a timboel jang teramat sänget, jang tiada bo­

leh di tahan lagi hingga kepaksa djocga e sampe dia djatoeh aer matanja, (adoe sem-

(12)

- 10- bok ! kebangeten !)

Segala akal dia tjari, sambil tidoeran ma- tanja kelap kelip sebagei matanja satoe pentjoeri jang maoe miliki barangnja orang, sahingga ia tiada inget jang anaknja ada tidoer di sampingnja, dari sebab di pikir serba salah, sedeng akal jang ditjarinja be- luem terdapet, djengkel hatinja soedali moe- lai timboel, sekoenjoeng koenjoeng dia ban­

ting kakinja sampe soewara itoe ada mem­

bikin kaget pada anaknja, jang sigra ba- ngoen menanjak.

—„Astaga! kena spa mama ? apa brang- kaJi mama ada koerang enak badan ?"

bi iboe tinggal dijem, ia oempetken moe- kanja di bawah bantal.

—„Och brangkali mama ada dapet im­

pian jang djelek ia ma?"

Tapi Njonja Luitenant itoe tida menjahoet tjoema kedengeran napasnja jang di tarik.

— „Brangkali mama ada tjape? bijarsaia nanti pidjeti.

Sehabisnja Bartin berkata begitoe ia pe­

gang badannja Njonja Kam Giok Nie de­

ngen maksoed hendak di pidjetin. i Tetapi tangan itoe di tolak dengen keras, jang ampir sadja anak itoe mendjerit lan- ' taran kesakitan.

(13)

— „Verek! kau tida bisa tidoer sadja asoe!"

Kata Njonja Officier itoe kepada anaknja dengen soewara bengis.

Nonah Bartin jang tiada taoe apa sebab- nja maka iboenja djadi begitoe, ia lantas fehahken poela dirinja teroes tidoer.

Tong tong telah berboeni djam doewa rnalera, maski begitoe Njonja Kani Giok Nio beloem bisa tidoer, pikirannja soedah djadi riboet, ia ingin ikoet kepada itoe Ko­

midi, soepaia ia bisa bertjinta tjintaän sam- pe poewas hati, sedeng pada soewami dan anaknja ia tiada inget barang sedikit, dari djam doewa sampe djam ampat segala pi­

kiran jang djelek itoe misih beloem hilang.

Tatkala ampir djam lima pagi, ia sedeng lajap lajap maoe tidoer, tiba tiba ia men- djadi kaget hingga ia bangoen koembali lantaran ia mengimpi Siek Ting San dateng maoe peloek padanja, dalem impian ia amat girang, dengen sigra djoega ia maoe sam- boet peloekan itoe tetapi ach ! baroe taoe kaloe ia mengimpi.

Njatalah Njonja Luitenant itoe soedah j djadi tergila gila kepada itoe anak Komidi

jang meroepaken djadi Siek Ting San.

I BAGIAN KA IV.

Di waktoe paginja Njonja Kam Giok Nio

(14)

ada doedoek terpekoer sadja tiada sebagei sari sarinja, ia tiada maoe makan barang makanan apa poen, pikiran jang tadi malem mis h riboet Jang tiada terkira kira. Nonah Bartin telah menanjak itoe kepada iboenja ia tinggal dijem sadja.

Luitenant The King Gie jang kira istri- nja itoe sakit sigra mendeketin seraja me­

nanjak.

—„Kau kenapa Nona? apa kau ada da- pet sakit?"

Pertanjakan itoe tiada di sahoeti oleh sang istri.

„Apa jang di rasa? nanti akoe pang—

gilken Dccter, tjoba kau bilang, Nona?"

—„Brisik (djangan banjak omong) akoe tiada sakit, akoe tiada kenapa" sahoet Xjo- nja Luitenant itoe dengen membentak.

— „Och I kau maoe marah di tanjakï sa- begitoG sadja, ia soedah kaloe kaoe tiada sakit."

Si soewami jang sabar itoe lantas ber- laloe, dengen tiada mendoega apa sebab istrinja djadi begitoe.

Njonja Kara Giok Nio ini memang ada soewatoe prempoewan jang tiada takoet ke­

pada soewaminja, seisahendaknja dia di toeroetin sadja oleii sang soewami, sebagi-

(15)

- 1 8 -

mana adatnja oranpj prempoevvan jang soe- dah di kasi hati semangkin lama ada djadi semangkin koerang adjar, hingga si soewa-

nai itoe moesti taloek di bawah printahnja, memang begitoe ada terdjadi dengen Luie tenant The King Gie jang moesti mente- ï'oet keraaoean istrinja.

Keadaän itoe dafceng ada djadi raeroegi- ken kepada orang laki laki, keroegian jang tiada boleh di toetoep lagi, djikaloe kita niembijarken sadja apa maoenja istri kita.

Maka kita boleh menoeroet kemaoean sang istri jang baik kaloe dia melarang, perboe- watan kita jang tersala. Tapi djanganlah kita menoeroetin selaloe atas istri kita poe- nja kemaoean. Orang lelaki ada poenja timbangan hati djangan bijarken kehendak hatinja orang prempoewan. Kita boleh ka­

sih hoekoeman kaloe dia berboewat salah, tetapi hoekoeman itoe boleh di robah djadi kasian kaloe dia berboewat bener, kerana djika tiada begitoe boleh djadi nanti seperti apa jang kita tjeritaken di bawah ini.

BAGIAN KA V.

Oleh kerana tiada kenal takoet, Njonja Luitenant The King Gie pada malemnja menonton Komidi kombali, ini sekali ia menonton boekan bersama soewaminja dan

(16)

1 4 -

I anaknja, ia menonton dergen soewato«!

perkoempoelan orang orang prerapoewaB jang beroemoer setengah toewa antara so­

bat sobatnja toekang main kertoe.

Marika itoe semoea, Njonja Luitenant ini jang bajarin dia menonton. Tatkala marika iloe soedah doedoek masing masing tem-' patnja jang semoea ada di bagian Loge,^

Njonja Luitenant The King Gie itoe lantas menoendjoeken sombongnja ia mengadep minoeman keras, Bier dan Anggoer dengen merasa jang dirinja elok dan bagoes, ia ber- pakean barang mas inten jang sebesar be' sar Beton (Bidji boewah nangka), sambil raelijat Komidi itoe bermain, ia mesem dan ketawa mirip sekali seperti kelakoewannja prampoewan jang ada di Pedjagalan Ka- poeran Semarang.

Ia loepa jang ia ada djadi istrinja soe-;

watoe Luitenant, ia loepa aken mendjagaf kahormatan dirinja, ia loepa atas keseneng'i an jang ia bersoewami dengen orang har- ' tawan, ia loepa sama sekali, sehingga tiada lain jang di ingin akal aken mendapetken

itoe anak Komidi bijar bisa mendjadi soewaminja.

Inilah namanja prampoewan tjilaka ! Maloe jang besar soedah di boewang dan

(17)

— 1 5 -

)ö| di loepa oleh Njonja Luitenant itoe, tiada per- rii doeliken sekalian orang penonton ada me- 3-! rnandeng tingkah lakoenja jang djelek itoe.

: Tingkah lakoenja itoe Njonja Luitenant li' tjoenia boewat raemantjing kepada Siek a Ting San, soepaia ia soeka kepadanja, me- '1-; mang djoega jang djaii Siek Ting San itoe Ni soedah bisa mendoega apa kemaneannja is Njonja Luitenant ini, ia semangkin mem—

p boewang tingkah soepaia bisa menarik hati- n nja Njonja Luitenant The King Gie. „Main r* mata ganti soewara" soedah di lakoeken 3 oleh kadoewa orang itoe.

'il Besar hatinja kita poenja Njonja Luite- n nant, jang soedah di timbangin ketjintaän a hatinja Siek Ting San. Tetapi apakah Siek I- Ting San itoe ada pertimbangan hati ka-

tjintaän dengen sasoenggoenja ? itoelah be- Î-1 loem ëoleh taoe!

ar Kaloe iVjonja Luitenant itoe ada ketjil

; I dan molek, kaloe Njonja Luitenant itoe ada

• ' elok dan bagoes dan kaloe itoelah a boleh djadi Siek Ting San ada menimbangin 1 ketjintaännja. Tetapi Njonja Luitenant itoe

•, niasoek setengah oemoer, sedeng parasnja misih djaoeh dari nama elok, satoe moes- tail Siek Ting San ada tjinta dengen se-

1 K a m G i o k N i e . ( 3 j

(18)

soenggoenja, tetntoßlah dia tjinta poera poera, jang tjoema ingin èrèt hartanja sadja, j sebab Siek Ting San soedah taoe jang Njo- nja Luitenant itoe ada istrinja seorang kaja besar temtoe ia banjak oewang !

Pada waktoe Komidi boebar, orang orang jang menonton soedah bisa kira jan^ istri­

nja Luitenant The King Gie lagi sedeng kedanan (kegilaän) Komidi Stamboel Wajang Tjina itoe.

Perkara ini telah boewat omongan di , mana mana ten:.pat, kaloe orang sedeng : berkoempoelan. Apa lagi sa ben malern tiada : ada latnja Njonja Kam Giok Nio itoe da teng menonton.

BAGIAN k a V L

Pada waktoe satoe malem Komidi itoe tiada bermain. Maka Njonja Kam Giok Nio lantas dateng mengadep pada soewaminja . sambil ia membilang:

-„Bah ! soenggoe bagoes keadaän me- ! njanjinja itoe Komidi, keeping saia kede- ngeran sadja, djoestroe ini malem Komidi itoe tiadi bermain, sedeng lelakon Siek Djien Kwie Tjing Se beloem tamat, saia ingin taoe teroesnja itoe tjerita, maka itoe saia maoe pangsil kemari, boewat marika itoe teroesken itoe tjerita, apa babah kasih

(19)

' idzin?"

— „Djadi kau maöe tanggap?"

hoewat semalem sadja babah?"

— ,"Temtoe raabal tanggapannja ?"

— »Masa sampe sera toes."

— „Itoelah apa kau poenja soeka."

Njonja Kam Giok Nio merasa girang, c'a- ngen sigra ia soeroe koelinja aken pang-

• gU j)ii-ecteurnja itoe Komidi boewat berdami.

i Batah Luitenant moeial mengerti apa i kehendak istrinja, sambil tidoeran dia pikir

1

atas segala perkara itoe. D:a rnaoe oesir

! itce segala badjingan, tetapi ia merasa tiada baik, kerana boleh djadi nanti resia istrinja

• petja di loewar. '

Kesabaran hatinja ini Luitenant tiada pandingannja, maka orang sabar haroes moesti ada watesnja.

BAGIAN KA VIL

Waktoe Luitenant The King üie masoek ka dalem kamar, Njonja Kam Giok Nio ada semangkin bra ni bersanda goerau dengen . Siek Ting San, di waktoe itoe scedahdjam : 11 malem sekalian boedak boedak dan djo-

ngos djongos dia soeroe pada tidoer, seka­

lian marika itoe menoeroet apa inadjikan- nja poenja prentah. Di sitoe melingken ada orang orang Komidi sadja dengen Njonja

(20)

Luitenant The Kirg Gie. i 1:

Sasoedahnja melijat jang pri keadaännjaj di sitoe sepi tiada ada orangnja, Njonjai Luitenant lantas terbangkit djalan masoekj t di satoe kamar depan sembari ia kasi tandai ï pada Siek Ting San aken soeroe dia ikoet. r Siek Ting San mengerti apa maoenja a njonja Luitenant itoe, jang sigra djoega iknet masoek di dalem kamar

Perkara itoe tiada cesah kita tjeritaken i terang, n:stjaja pembatja pembatjakoe sani

pe mengerti, sekarang njatalah jang Njonja s Luitenant itoe soedah serahken dirinja ke- t pada seorang dari antara itoe anak Komidi t jang djadi Siek Ting San. Djelek amat sa- 1 nget djikaloe kita pikir satre Njonja Luite­

nant jar g Koedûh hinaken dirinja se ndiri, ^ aken di bikin tja mar oleh itoe segala ra' i

poelan. s

Setengah djam berdoewa ada didalem r kamar, tatkala marika itoe keloewar njata' lah padoeka Nj^'nja Luitenant tiada pake i tjintjinnja lagi jang tadi di pake, tjinrjin i 1 itoe ada tjintjin berlijan dari toko van Arc' ' ken & Co. di Betawi berharga f 500.— i

ßoewat djadi tanda mata tjintjin itoe di ^ ^ kasiken sama Siek Ting San. ;

Liwat djani 1 malera baroe Komidi itoe i

(21)

— 1 9 - boebar.

BAGIAN KA VFLI.

Pada esoek harinja, Luitenant The King

Grie telah mendapet taoe jang istrinja tiada pake tjintjin, dengen sigra djoega ia me­

nanjak kepada sang istri jang waktoe itoe ada doedoek dengen pikiran.

.— „Di mana kaoe poenja tjintjin Giok?"

—„Soedah akoe simpen !" sahoet sang istri dengen pendek.

Luitenant ini tinggal dijem dalem hatinja soedah bisa doega kemana parannja itoe tjintjin, tjoema ia tida taoe jang istrinja tadi malera telah main Komidi dengen Siek Ting San.

Aken boewat menjegah tentang kelakoe- wan istrinja, ia pikir moesti bikin laloe itoe Komidi. Maka lantas ia toekar pakean satelah selesih ia panggil djongosnja soe- roe koesirnja pasang kreta.

Kreta soedah sedia dengen tjepet, Luite­

nant itoe naik dan soeroe koesir djalanken koedanja ka kantoor assistenan.

Koecika sampe, Luitenant itoe loeroen da­

ri kreta teroes masoek ka dalem kantoor toe wan Assistent.

Tabik kangdjeng toewan ! kata Luitenant The King Gie.

(22)

- 2 0 - O ! tabik Luitenant.

Kangdjeng toewan Assistent Resident vaï P' Lannep, jang waktoe itoe ada doedoek da' lem kantnran, ia silahken tetamoenja ito^^<

doedoek, &eraja ia menegor.

— „Ada apa Luitenant?"

Dengen sigra Luitenant lantas menjahoet ,Ada sa toe perkara jang saia roao*

bitjaraken sama kangdjeng toewan"

— „Perkara apatah, Luitenant".

— „Dari itoe satoe perkoempoelan Komi di Wajang Tjina jang kangdjeng toewat telah kasi idzin raain di sini."

— „Och ! apakah Luitenant raaoe toe loeng soepaia kami samboeng idzinnja lagi?'

— „Boekan begitoe kangdjeng toewan"

—„Begimana?"

— „Saja banjak harep idzin itoe soepai;

kangdjeng toewan lantas tjaboet-"

Mendengerken itoe perkataän, kangdjenf toewan Assis^tent Resident mendjadi ter tjenggang sesaät ia mengawasi aer moeka nja officier Tjina itoe, kemoedian ia mena njak poela.

— „Apa sebab Luitenant?"

— „Satoe sebab jang terpenting boewaj'^'^

mendjadi kebaikännja orang banjak, kang-^""^

djeng toewan ! oleh karena banjak oranf^

SE

Sc Sc

ar

L, h

tîi ide

i

(23)

2 1 —

Jang soedah ketarik djatoeh hati biiahi ke­

ll Pada anak Komidi, hingga loepa anak bi­

ll "^iknia, hal itoe ada membikin roesak pen- )( Öoodoek di sini kangdjeng toewan !"

— „Tjoema begitoe Luitenant?"

— „Ia selainnja itoe, boleh djadi meroe- t Saken kesentausaännja negeri.

It — „Saia rasa tida, dan kasian itoe orang Sedeng mentjari sesoewap nasik djoega."

--„Buekan kangdjeng toewan, haroes i<3joega lekas di kasifi laloe." dan saia harep tSoepa;a ini malem di larang main, dan be-

Soek pftgi soepaia bisa laloe dari Tjibingin.

— „Begitoe keras Luitenant, ketawa kang- ''"3jeng toewan Assistent Resident.

' —„Keras itoe perloe boewat'djadi kebaik­

an orang banjak, kangdjeng."

ii —„Baiklah."

Sesoedahnja abis bitjara laloe bertabikän, f Luitenant The King Gie keloewar, naek' -kretanja berdjalan poelang.

Î Toewan Assistent Resident jang ada me- abandeng baik pengadoenja itoe Luitenant,

'Mengen wgra panggil klerknja bersama We- l'^ono kota boewat dateng di tempat pon~

il'iokannja itoe Komidi, kasi taoe, jang soe- -'i'at idzinnja soedah di tjaboet, pada ini ha-

tida boleh main lagi di kota Tjibingin

(24)

- â 2 -

serta soeroe lekas laloe àari ini kcta.

Toewan Klerk bersama Wedono lantas berdjalan dan melakoeken apa titahnja ke­

pala afdeeling.

BAGIAN KA IX.

Pada besoek paginja orang mendjadi he­

ran, lantaran raelijat tendanja komidi Wa-, jang Tjina itoe dengen sekoenjoeng koe-1 ojoeng soedah di boengkar, sedeng Komidi!

itoe baroe main satoe Minggoe lamanja, haij ini roepa roepa doegaän, soedah terbit da-| ^ lem pikirannja orang pendoedoek kota Tji-' bingin, sebagian besar orang jang taoe telah ' bi^ mendoega.

Dari laloenja itoe komidi sebab lantarani Njonja Kam Giok Nio istri Luitenant The '

King Gie. ,

Hal ini rame di boewat omong oleh se-i kalian orang, sebagi mana boesoeknja adat manoesia, djadi boewah toetoer di mana^

mana tempat, perkara jang sedjengkal djadi ^ sedepa, pandjang pandjang sampe tida ka-t roewan orang omongken klakoewannja Njo-;

njah Luitenant, soenggoe amat kesian diri-l nja Njonja Luitenant soedah di hinakerù^

sembarang orang.

Directeurnja Komidi Wajang Tjina sesoe-ii dah dapet begitoe keras prentahnja kepala!

(25)

- 2 3 —

negri, apa boleh boewat dasaran soedah nasipnja diri, japoen dapet taoe djoega lan- tarannja sampe idzinnja di tjaboet, maka Directeur menegor dan kasih marah pada Siek Ting San jang soedah bikin koerang adjaran, tida bisa menahan napsoe, tetapi maski di omong sampe moeloet antjoor, perkara soedah telandjoer, nasi scedah djadi boeboer, kendati di djemoer ja semangkin

; 'antjoer.

Maka sang Directeur lantas mengatoer , boewat berangkat kalain tempat, disana dia I maoe tjobak oentoengnja.

Esoeknja djam 8 pagi itOe komidi sesoe- [ dahnja brangkat naek tjikar menoedjoe ke- j sebelah koelon.

Komidi Wajang Tjina itoe pindah ke , Ramajoe, satoe district jang masoek di ba- t Wah afdeeling Tjibingin.

i Njonja Luitenant The King Gie sape- i ninggalnja itoe komidi ia telah djatoeh sa- . kit panas, roepanja ia masih keliatan ba- . jang bajangnja Siek Ting San, jang sampe . menjebabken djatoeh sakit.

Pada satoe hari setelah ia mendapettaoe l4].ang komidi itoe ada main di Ramajoe, Njo-

nja Kam Giok Nio lantas minta permisi

. j Kam Giok Nio. (4)

k

(26)

( in,

^at

—24 -

kepada soewaminja, jang ia maoe tirah ^ pagoenoengan boewat tnentjari hawa sege a si soBwarni jang tiada insndoBga djslBk, ha kasih idzin kepada istrinja. jsa

Pada waktoe berangkatnja Njonjah Ka^et Giok Nio tjoeraa adjak satoe boedak praili j poewan kepertjajaännja, sedeng anakiil(jç maoe ikoet soedah di larang olehnja, deng%j

• • ' [lac

la 'a id;

an di antjam tjamboek.

Tertirah itoe tjoema boewat poera poe'o sadja, sebetoelnja ia teroes pergi ke Ram ioe menjoesoei djantoeng hatinja.

Begitoe gila keadaännja Njonjah Luitenai,^

itoe, jang soedah loepa anak dan soewatf Orang kata jang Luitenant Tbe King G ada teledor mendjaga istrinja, tetapi oraW itoe tida bisa pikir .lagi, maski di djajer begimana,'sekalipoen, orang poenja ken3|^(

oean send-ri soesah di tjegah.

Inget tjerita seriboe satoe maleno, tet%

toch haroes kita orang lelaki mendjaga ras atas istri kita, kaloe kita liat istri Mjj itoe lain kelakoeannja dari sehari hari. Ia^

BAGIAN X. /IK

Datengnja Njonjah Luitenant The KJo Gie di ^ Ramajoe, iä mondok di Hotel B^lc da, sedeng pada malemnja ia pergi moncjjj ton itoe komidi.

i

(27)

—25—

Girang hatinja Njonjah Luitenant jtoe

^ng soedah bisa Icetemöe kepada djantoeng '"^tinja tiada berliingga, sekarang ia laloe^

N aken poewasken hatinja jang tjinta, '^etjilakaän di belakang hari ia tiada inget.

' Marilah pembatja pada ikoetin menonton komidi poenja mainan, bagimana lela- ''Onnja orang jang soeda sanget gandroeng

'îîda si rapoelan jang besar kematnja, dari '''landjoernja ia poenja djopa djapoe sahing-

membikn orang bingoeng ienglengan, /da enak makan tida bisa tidoer senantia-

berbajang bajang di depan mata.

Ja rasoel ja nabi ! doeraka apa itoe orang '^^ng soedah memboewat tjilaka binasa, ke-

'•^oedian hari hingga pedot anak bini dj-^di 'jSfiantar. Sabar pembatj^, marilah liatin '^^dja.

I Kita poenja padoeka Njonjah Luitenant

%a doedoek di bagian Loge sendirian sadja, perasa besar hatinja, lantaran ketemoe si

^'jantoeng bati sebidji mata, sembari ja me- '^ga mesara mesem matanja melirak meli=

main kesana kemari, sebagei di dalem i'Wnia tiada ada orang prempoewan jang -lok tjoema dia sendiri jang bagoes ketjil

^'^olek kedoeboegan.

! Poen Lo Siansing Siek Ting San jang

I

(28)

—26—

sekarang toekar djadi bangsawan Ko Koen Po anak djendraal Ko Hoaij Tik keponak- annja Radja Tio Kong In, soedah bisa boe­

wang tingka betoel betoel sebagei poetra djendraal jang toelen, sampe Njonjah Lui­

tenant The King Gie kepentjoet terbijoeng bijoeng, tida salah orang soeka kata; edane keno goeno djaran goejang, sedikitpoen ja- nja tiada berasa kapan ada poenja soewa- mi jang berderadjat Luitenant, ia ingin se­

kali bersoewami pada anak Rsdja djendraal paperangan itoe.

Semoea orang di Ramajoe kenal sama Njonjah Luitenant itoe, sekalian merasa heran meliat loga lagoenja itoe bini Lui­

tenant, antara orang orang jang pada me­

nonton di itoe malcm ada satoe orang Tjina jang ada djadi sobat baiknja Luitenant The King Gie, sambil menonton ialtjari taoe dari halnja itoe istri Luitenant jang ada begitoe ngewa kelakoeannja.

Tatkala soedah djam 12 malem komidi boebar, Njonjah The King Gie poelang ke Hôtel dengen berpimpin tangan sama Siek Tmg San.

Begitoe Deroentoen roentoen saben ma- leœ, sedeng oewang dan barang perhiasan

Njonjah T.uitenant di èrèt arapir abis oleh

(29)

—27—

Siek Ting San.

Barang dan oewang itoe, pengadji f 4000.— lebih, jang soedah ada di ta- ngannja Siek Ting San, sjnekoer !

Ampat malern Njonjah Luitenant The King Gie poewasken tjinta berahinja, ke- adaän jang mana ia maoe ikoet itoe komidi.

Pada satoe hari sedeng sekalian orang komidi itoe seneng seneng ada di pondok- nja, ada jang selagi tidoer, ada jang lagi makan sate kambing, sekoenjoeng koenjoeng («rang oraïig itoe bertereak toeloeng ! toe- loeng ! toeloeng ! tiga poeloeh orang boeaja boeaja telah hantem kromo sekalian anak anak komidi itoe, segala bekakas ia bikin roesak sama sekali, poen panggoeng komi-

die di bikin roeboeh, Ss. Siek Ting San soedah djadi petjah kepalania. Tetapi tida mati lantaran keboeroe politie dateng, dan semoea boeaja boeaja itoe di tangkep dan di tahan dalem boei.

Melarat keliwat melarat anak komidi pada trima bagiannja bakpao asin, hingga ber- djendolan di kepala, sebetoelnja boeaja itoe

! pantesnja kasih adjar adat pada Siek Ting San, tida semoea di gotjo di tendang sampe setengah kalap, tetapi panasnja ati, jang tida toeroet makan nangkanja toeroet goe-

(30)

- 28

bres getahnja, sebagi Ss. Soei asal Sema­

rang jang biasa djadi boedaij di panggoeng komidi, sekali kali tida taoe bongkot poe- tjoeknja, tida toeroet perlente, tida berdosa satoe apa dalem itoe perkara, pendeknja selama dia ikoet komidi dia jang paling santri tetapi dia soedah dapet lebih pajah djotosan, sehingga moekanja bengka, kaki- nja pintjang di samber aloe; Kesianlah itoe Siansing, orangnja baik adatnja rendati ma-

nah, mendadak soedah keterdjang motor, memang dia badannja lagi apes.

Directeur itoe komidipoen kena apes, se­

lain ia dapet nama tida baik, poen dia ke­

na roegi, sebagian barang kcmidinja antjoer, maka ia lantas bentak pada Siek Ting San dan marah pada Njonjah Luitenant jang soedah membikin ia dapet keroegian, segala hal ini Directeur komidi atoerken pada ke­

pala üerentah Ramajoe; sahingga Njonjah Luitenant di panggil mengadep ke kantoor kepala pemerintah.

Kepala pemerintah Ramajoe amat kaget mendapet taoe ini perkara, sedeng ianja sama Luitenant memang ada kenal lama, maka ini perkara di bikin abis sadja, orang orang jang soedaL labrak anak komidi se­

orang tjoema di denda f 1.-— Dan idzin

(31)

- 2 9 -

permainan di tjaboet tida kasih main Isgi- Kepala pemerintah Ramajoe poen tida moloepa aken menoendjoeken boedi kepada Luitenant The King Gie, maka ia toeiis soerat kasih taoe jang ia soedah menoe- loeng dalem itoe perkara dan njonjanja soedah di soeroe poelang ka Tjibingm di anterken oleh seorang prijaji pakean preman soepaja djangan orang kenalin.

Njonjah Luitenant matoer di depan ke­

pala pemerintah Ramajoe minta tempo be- soek miaoe poelang sendiri, tetapi permin­

taan itoe tida ketrima.

Pada saäbisnja perkara, orang orang ko­

midi itoe semoea soedah pada mengilang setaoe pergi di mana.

Itoe semoea boeaja boeaja memang ada soeroehannja Luitenant The King Gie jang soedah dapet taoe perboewatan istrinja, sedeng bertjinta tjintaän dengen Siek Tmg

San. . J •

Luitenant kita itoe mendapet taoe_ dan hal perboewatan istrinja lantaran darisatoe sobatnja jang kita soedah tjeritaken di atas ianja ada kasih taoe dengen soerat padanja.

Tinggallah sekarang njonjah Kam Giok Nio jang keparat itoe, ia menangis dan sedi jang teramat sanget, ia merasa menesal

(32)

- 8 0 -

atas perboewatannja itoe, moelai inget soe- wami dan anaknja, ia maoe poelang bera-j^a sa maloe. Tetapi apa boleh boewat ia mesti 'U]

poelang djoega, dengen pengarepan kaloe'^r kaloe soewaminja bri ampoen atas kesala-tof hannja jang ia kira sendiri tjoema ketjil'ei

ad an ja". L

Njonjah Kam G-iok Nio alias jang h soedah abis akalnja soedah tida berdaja lagi, ^ ; sekarang tinggal menrima rnoeka tebel di ja tonton orang banjak hingga djadi boewah i toetoernja bangsa Tiong Hoa di Kamafoe, apa maoe kata lagi dasaran soedah di takdir dan djadi toelisan badannja. Maka ianja sa- soedah bebenah di Hôtel laloe brangkat fa dengen dockar di mana ada teranter oleh se- I orang mantri politie mas Kartadisastra jang t»?

berpakean, preman, sasoedah liwatin kam- poengTjinaRamajoe, njonjahLuitenant baroe bisa boewang napasnja, sepandjang djalan ia D tjoema tarik napas pandjang pendek, dan sebentar bentar kloewarin aer mata, kaloe >

ia inget waktoe sama Siek Ting ^ San baroe ia senang, tetapi kapan ia inget apa nanti djadi atas dirinja di hadapan &

soewaminja lantas kembali soesah ati, mata ^ berkotjor kotjor, mas mantri politie dapet p taoe segala roesianja itoe njonjah Luitenant, ^

(33)

—31—

-|iaka ia meraboedjoek dan melipoerkèn i'tinja, di mana mas mantri mengata ia

»ianggoep nanti membantoe mintaken am-

• loen sama babah Luitenant dan mengata- [fen semoea itoe boekannja pikiran sendiri,

pema dari mandjoernja kemat sehingga : figetan jang bening djadi gelap.

i Njonjah Luitenant mendenger omongan-

|ja si mantri politie, ia ada sedikit seneng, 'i mana njonjah Luitenant ada menaroek ioewatoe perdjandjian, kaloe ia poenja diri 'isa slamet tida koerang satoe apa, itoe Wi ia maoe bales dengen f 200.— roe-

fah.

i Sepandjang djalan sambil omong, di mana fetsir dockar dan baboenja dapet denger )a berdoewa orang itoe jang di bitjara-

^n. Koeda poenja djalan amat keras tida öia sampe di désa Karangkemper, maka

^ckar laloe brenti dan menoekar koedanja,

^ewat menjamboeng ka Tjibjingin. Tiada

^tara brapa djam lagi dockar' soedah ma-

*ek di djalan perapatan, ia itoe bates iboe Bgeri Tjibingin, mata hari soedah toeroen,

^emi soedah djadi gelap, dockar di spoed- pn sebentar sadja soedah melaloei djalan i Kedjaksaän, dengen kaget mas mantri

Kam Giok Nio (5)

(34)

— 3 2 -

politie mengata pada koetsier soeroe bren- tiken koedanja, karena mantri politie men­

dadak dapet sakit peroet jang pajah sekali, kentara moeloetnja pringas pringis dari sa- kit peroet itoe tida kena di tahan lagi bo- lehnja maoe maka dia minta toe- roen di sitoe dan minta maäf sama njonjah Luitenant tida bisa anter sampe roemahnja, tapi ia ada djandji, besoek pagi hendak dateng mengadep sama babah Luitenant goena menjampeken hadjatnja, Njonjah Luitenant bilang baik dan mengarep keras djangan di loepaken, sesoedah berd jabatan tangan laloe dockar berdjalan perloe me- noedjoe ke kampoeng Tjina.

Mas Kartadisastra jang bener dapet s^kit peroet tida kena di tahan lagi. Sesoedahnja dockar berdjalan laloe ianja lari sadja ke samping tacggoel dan djongkok di sitoe, se- abisnja maka ia merasa sedikit ringan laloe ia berdjalan ke kampoeng Ken- doeroewan di mana sitoe ia minta menoem- pang sama seorang djoeroetoelis kantoor jang ia kenal waktoe temen sekolah.

Tatkala ia sampe di depan gedongnja Luitenant The King Gie, sigrah ia toeroen dengen ati berdebarv». debar ia mendapeti soewaminja jang lagi doedoek korsi males,

(35)

—33—

ia berdjongkok di depan si scewami sam­

bil meleleh aer matanja, ia membilang:

—„Ampoifen babah atas kedosahan saia."

— »Och mama !" memelok nonah Bartin pada leher iboenja. Tatkala ia mendapet liat mamanja poelang.

Si iboe poen membalas pelok anaknja.

Terapat itoe tjoema ada bertiga orang sadja, Luitenant The King Grie meliat be- gitoe tiada kedjem rasa hatinja aken tje- reeken si istri, ia poen toeroet kloewaraer matanja.

—„Och Allah! Giok" begitoe Luitenant The King Gie moelai bitjara dengen tarik napasnja, sesoenggoenja akoe tiada kedjem boewat lepas kaoe, tetapi apa boleh boewat, sebab atas kaoe poenja kesalahan sendiri, 1 djikaloe akoe tiada lepas padamoe, soenggoe j akoe dapet tjelahan pada sekalian orang di ( sini, hatikoe soenggoe sebagei tjopot djika- I loe akoe inget atas perboewatanmoe, itoe-

1 lah kaoe poenja salah, baiklah besoek pagi I kaoe laloe dari sini, pergi di tempat iboe- 1 moe tinggal, barang barang akoe pasraken

! padamoe, dan oewang akoe kasih boewat djadi kaoe poenja pengidoepan.

Njonja Kam Giok N-ro lantas djatoehkén dirinja, di atas kakinja' babah Luitenant

L

(36)

—34—

itoe, soewara menangis ada kedengeran da­

ri tiga orang itoe i

Pertemoean ini sedeng teramat sedih hingga pengarang tiada ada perkataän boe­

wat toelis satoe persatoenja ini perkara.

Betoel sadja pagi pagi sebeloennja mata hari terbit, di depan gedongnja Luitenant The King Gie ada sedia seboewah kreta post jang tertarik oleh ampat koeda boe wat djadi naekannja njonja Kam Giok Nio poe­

lang kri roemah orang toewanja ke jang ada djaoeh dari Tjibingan.

Sekarang njonja Kam Giok Nio boekan djadi njonjah Luitenant lagi, antara djam 9 pagi, ada satoe prijaji dateng di roemah babah Luitenant, di' mana satoe djongos dateng mengampiri serta menanjaken, ma ka itoe prijaji kasih taoe, jang ianja ada mantri politif^ di Ramajoe minta ketemoe sebentar sarna babah Luitenant, djongos masoek tida lama Luitenant kloewar laloe berdjabatan tangan, si tamoe di silatiken doedoek, lantas ia bitjara pandjang lebar menjampeiken maksoednja jang telan ber- djandji kemaren pada njOnjah Luitenant, tetapi seabisnja bitjara, maka didjawab oleh Luitenant The King Gie; O f itoe semoea saia soedah mengerti, tetapi njonjah saia

(37)

—35—

tadi pagi soedah brangkat poelang, pendek kesalahan satoe itoe, saia tida bisa bri a,m- poen lagi. Sesoedahnja Luitenant The King Gie bertjakep begitoe laloe sang mantri po­

litie berpamit poelang. Maka babah Luite­

nant minta toeloeng boewat menjampeiken trima kasihnja^ sama kangdjeng toewan di Ramajoe.

Njonjah Kam Giok Nio alias si setelen koerang trima, sekarang soedah tjopot dari deradjatnja, soedah boekan njonjah Luite­

nant soenggoe dengen mera'sa terkoetoek se'oemoer idoep, selain djadi boewah toe—

toer orang, poen dia tinggal menantiken masoeknja lobang tana; Kesian sekali kita poenja bekas kongsi nio itoe, jang tempo , tempo inget ia poenja soewami dan anak^

nja, tetapi" bijar ' kaja apa kangennja tida bisa ketemoe lagi, krana kita poenja Loss.

Luitenant The King Gie tida soedi meman- deng orang jang setelen, sisanja rapoelan Siek Ting San.

Terlebih poela sakit atinja dan gandroeng nja njah anten Giok Nio koétika ia dapet denger jang Lo Siansing Luitenant The King Gie telah kawin lagi, soenggoe ia me­

rasa teroes dalem atinja, ia kepingin tjari djalan kematian, tetapi maksoed itoe tiada

(38)

—36—

sampe kedjadian, sekarang njoiijah Ka«

5 u soedah poetoes pengarepannjä soedah njata tida bisa kombali padasoew^®' mmja, kendati ia soedali minta toeloenl sama kiai Sarwa doekoen gede di Pieret^®

dan soedah minta djoega pengasihannja dji Ismail di Losari, tetapi kematnja 2 doe koen itoe sia sia sadja, dasaran Toehan lah soedah pestiken jang njonjah Kpm GioÜ^

Nio terboewat lakon, achirnja tjilaka me-^®

lara t se'oemoer idoepnja.

Tabiat setelan itoe brangkalipoen soedali^'' temasoek tinakdir djoega. Hainja njonjah^«

Kam Giok Nio jang di kasih poelang ke*",^

tempat ajah bondanja, poen tida awet, tiada bisa boewang'kedjahatannja, ia selaloe mi-®^

sih kedanan stengfr.i'pedjah pada Siek Ting ' San maskipoen ajafi^ bondanja soedah boe-^^' joek hendak di kasih nikah pada orang-®

baik baik, tetapi dia bedal lagi, soedah per- gl tanpo pamit sama orang toewanja, ka- lee pembatja tanjak perginja dimana? itoe ' pengarang lantas gampang sadja kata: Niah ^ anten itoe, dia soesoel djantoeng atinia^'^

^J'ek Ting San, jang sedeng itoe ko.xudi Wajang Tjina main di kota Koe-L

does. ïe

Wah sekarang ia laloewasa sekemengnja^^

(39)

—37—

C

ä • • sahen malern abis main, i lek Ting San berdjalan memimpin njo- il^^jahnja jang elok manis bentrok gedeboe- t ^an, soenggoe bekas kongsi nio itoe soedah 3 cing kemaloeannja, ia moesti tjampoer ga-

@ 61 pada segala prempoewan lantjoeng, jang l apet di gondol oleh segala anak komidi, ia Ü^oesti tidoer di roemah pondok komidi

^ engen tiker sadja, gemletak di atas tanah.

Ketjintaän Siek Ting San sama Kam Giok []'io mangkin lama mangkin kendor, krana d^oewitnja tida ada jang di eret lagi, dima- 0»a sekarang soedah boleh di bilang telan- 3 Jang tida pake tindik tida pake gelang, - toesoek kondenj? soedah malih dja-

toegelannja soempit gr. "ig, maka satoe - oe tempo Siek Tmg San kasih tempiling Sih tendang persetan pada njonjahnja. Nah!

••l'roe sekarang ia merasa soenggoewan di . as perboewatannja soedah bikin tjilakadi

3 i^endiri.

1 Komidi Wajang Tjina itoe sesoedahnia i;,® Koedoes laloe teroes menge—

Rembang, begitoe poen Kam Ok NTio alias njonjah Siek Ting San de-

pakean gombal soedah toeroet intilin I oahnja dateng dl Rembang.

omidi roepanja main di Rembang dapet

(40)

- 3 8 -

djaja, lebih -bagoes dari pendapetan di Koe­

does, tiap malern dalem teenda penoeh pe­

nonton, poen tabiat Siek Ting San tida bisa ilang dari lagaknja, boewang tingkah main mata sama penonton prempoewan dimana ada sedikit jang khmis tida brentinja Siek Ting San kasih kloewar lalewonja hingga orang jang di toedjoe itoè bisa kepentjoet.

Setengah orang kata; Siek Ting San itoe memang dia poenja satoe kemat jang man- djoer, dibibir, dan pinggir matanja ada di pakein soesoek, pada siapa prempoewan ka­

pan kena di moeloeti manis dan di esemi, nistjaja kepentjoet terbijoeng bijoeng.

Satoe njonjah biniknja toekang tjoekoer jang se'oemoer idoep beloen pernah nonton komidi Stamboel, pada itoe malem soedah dateng menonton komidi Wajang Tjina, di anter ohh mamanja, itoe njonjah kita se-

boet sadja namanja ketjil si Maer, tempo Siek Ting San dapet meliat ka'elokan si Maer itoe, seperti matjan, maoe tjaplok kam­

bing, tida brentinja boewang tingkah lebih dari biasa, sebentar bentar main senjoem main mata di toedjoeken kepada nonah Maer, djadi bergojang pikiran, birahi pada Siek Ting San, achirnja njonjah Maer kena di gondol dan ikoet pada Siek Ting San, si

(41)

- 8 9 -

setelan Kam Giok Nio mentang mentang marah keras, melarang babahnja, tetapi dari sebab si babah soedah bosen soed&h d|eleh pada njonjahnja, jang soedah abis abisan tida ada jang di eret lagi, laloe dia bentak teroes tendang tempiling hingga Kam Giok Nio djatoeh [tergoeling di tanah, kendati soedah di tanganin poen Siek Ting San tida maoe kasih am poen, itoe wektoe djoega dia di pegat di tjere barang pakeannja di oen- tjalin dan Kam Giok Nio di dorong kloe- war dari roemah pondok komidi; laloe Siek Ting San antjam kapan dia brani masoek nanti di kasih bagiannja jang lebih pajah lagi, kesianlah bekas Kongsi nio itoe, ianja dengen menangis soedah ambilin barang pa­

keannja jang di lempar di djalan besar, be­

rarakan, pakean itoe kaloe misih baroe mi- sih Dagoes si tida apa, tetapi semoea ba­

rang itoe soedah [tida lakoe di gadeken, hingga bikin tambah maloenja, apa maoe di kata lagi, semoea itoe ada pembalesan dosanja jang soedah bikin sakit ati bikin maloe pada Lo Siansing Luitenant The King Gie, sekaVang wadjib dia bajar. Maka oleh Siansing T. H. S. njonjah Kam Giok Nio di brie wang goena ongkost aken pergi Se-

Kam Giok Nio (6)

(42)

- 4 0 — maraiig.

Di Semarang njonjah Kam Giok Nio lan­

tas di poendoet selir oleh soewatoe toewan kepala koeli Deli, tetapi baroe 3 boelan la- loe di onslag, d^ mana sampe sekarang

Kam Giok Nio tinggal di Kebon Tjina kota Semarang, djadi peporo dengen idoep me­

larat.

Inilah ada soewatoe nasehat bagei seka­

lian orang prempoewan.

Poen djoega ada djadi toeladan bagoes bagei sekalian ^Liatwi Siansing jang ada poenja istri, djanganlah selaloe di biarken sadja akeri meliat tontonan jang koerang berfaedah,- achirnja bisa mendjadiken koe­

rang baik bagei diri dan familinja.

T:AMAT.

(43)
(44)

. ni?» UA.

(45)
(46)

Afbeelding

Updating...

Referenties

Gerelateerde onderwerpen :