BOEKOE NASEHAT

28  Download (1)

Hele tekst

(1)

BOEKOE NASEHAT

AKEN

PRIAJI-PRIAJI DALAM MENDJALANKEN KEPOLISIEAN

TERKARANG OLEH

RADEN BATIN DJAJANEGARA

; HOOFDDJAKSA DI BETAWI.

-&f&&&—

TERTJITAK DI BANDAR BETAWI PADA PERTJITAKAN GOUVERNEMENT

1911.

(2)

0093 3109

(3)

EOEKOE NASEIAT

PRIAJI-PRIAJI DALAM MENDJALANKEN KEPOLIS1EAN

TERKARANG OLEH

RADEN BATIN DJAJANEGARA

HOOFDDJAKSA DI BETAWI

-tv**- *>' [tui • ,iiiw-1 mtauumr.\

4fr t (limm3

VAN

s&

TERTJITAK DI BANDAR BETAWI PADA PERTJITAKAN GOUVERNEMENT

1911.

(4)
(5)

I 'ENDA1-1OE LOE AN.

Dari moelai tiga- empat tahoen jang laloe, dalam saja mendjalanken pekerdjaän djaksa, saja dapatken dalam beberapa perkara, adalah pemereksaän jang per- moelaän oleh pr-iaji2 koerang samporna, baik dari pada soerat2 seperti relaas2 dan proces2 verbaal dan seoepa- manja, baik dari pada kelakoean menoentoet ketrangan atas segala perkara kedjahatan sebagainja.

Maka saja oesahakan membikin soeatoe boekoe ketjil ini jang saja harap boleh bergoena bagi priaji2 jang pangkatnja di bawah, maka boekoe ini boleh t e r b a w a sehari-hari dalam perdjalanannja waktoe melakoeken pekerdjaän kepolisiean.

Dan lagi nasehat saja kapada marika itoe, apa bila sempat, baiklah goenaken waktoe itoe aken membatja boekoe2 peratoeran dan boekoe2 hoekoem seperti In- landsch Reglement, oendang2 dan wet2, dan patoetlah dibatja satoe2 fasal dahoeloe hingga dapat pahamnja, baharoelah batja boekoe2 ketrangan bikinan toewan2 jang berilmoe, maka dibanding-bandingken dengan pa- ham k i t a tadi.

Adapoen bahasa jang saja pakai dalam boekoe ini ialah bahasa jang banjak terpakai oleh anak nep-i.

Betawi, 10 F e b r u a r i 1010.

D J A J A NEGARA.

(6)
(7)

H A L MENDJALANKEN K E P O L I S I E A N .

Fasal-fasal 1 dan 2 dari boekoe oendang-oendang inlandsen Reglement menjataken pangkatnja pembesar- pembesar, ambtenaar-ambtenaar dan priaji-priaji jang wadjib mendjalanken kepolisiean'.

Fasal-fasal 3, 14, 15, 18, 40 dan 63 menjataken hal kewadjiban priaji-priaji mentjari ketrangan dalam se- gala perkara dengan menangkep orang-orang jang ter- toedoeh dan barang-barang jang tertjoeri dan segala sendjata-sendjata atan pekakas-pekakas jang dipakai membikin kedjahatan dan laen-laen b a r a n g bakal boekti;

kewadjiban aken pereksa apa penjahoetannja orang- orang jang tertoedoeh; kewadjiban aken toendjoekken marika itoe kepada orang-orang jang melihat waktoe dibikin kedjahatan dan aken pereksa apa penjahoetan- nja orang-orang jang bakal djadi saksi itoe; kewadjiban aken pereksa apa penjahoetannja orang-orang jang di- larik bakal djadi saksi oleh orang jang tertoedoeh; dan kewadjiban aken serahken segala tangkapan-tangkapan itoe kepada priaji jang pangkatnja lebih tinggi.

Fasal-fasal 4, 5 dan 6 menjataken hal kewadjiban sekalian priaji dan a m b t e n a a r dan hal siapa djoega ada hak aken tangkap orang jang k e d a p a t a n lagi mem- bikin atau habis membikin kedjahatan sebagainja.

Fasal-fasal 7, 34 dan 36 menjataken hal kewadjiban- nja priaji-priaji aken mendjaga kesentosaan dalam bi- langannja.

Fasal-fasal 8, 9, 10, 11, 12, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 35, 37, 38, 39, 52, 53 dan 54 menjatakan ba- gaimana hal mengatoer pekerdjaän dan pendjagaän aken goeiia kesentosaan i t o e ; kewadjiban hal memberi pe- rentah dan menerima perentah serta kewadjiban me-

(8)

noendjoekken dan mengertiken kepada priaji-priaji jang dibawalinja dalam hal mendjalanken pekerdjaän.

Pasal-fasal 17 dan 42 menjataken hal kewadjiban priaji aken pereksa majit jang dikira teraniaja atau b e r t a n d a bekas dianiaja orang; kewadjiban kepala desa membri kabar dengan lekas kepada priaji jang diatas- nja serta mendjaga soepaja keadaan majit itoe t i a d a berobah apa-apa, sehingga sampai priaji itoe datang ditempat majit; kewadjiban priaji aken pereksa majit itoe bersama-sama doewa kepala desa dengan seboleh- boleh disertai dokter; kewadjiban priaji aken pereksa apa djoega jang bergoena pada ketrangan hal ihwal dan l a n t a r a n kematian itoe; dan kewadjiban priaji aken membikin relaas jang aken diatoerken kepada ambtenaar jang pangkatnja lebih tinggi, dengan kaloe ada, disertaken segala ketrangan-ketrangan boekti-boek-

ti dan verklaring dokter.

Fasal-fasal 19 dan 20 menjataken kewadjiban priaji' aken mendjaga dan menoeloeng kaloe ada orang seroepa mati, tetapi dikira misih boleh ketoeloengan, maka si- apa djoega haroes memberi pertoeloengan, tiada oesah ditoenggoeh datangnja kepala desa a t a u priaji, seboleh- boleh dimintalah bantoean dokter.

Fasal-fasal 21, 22 dan 41 menjataken hal kewadjiban priaji-priaji, dalam perkara-perkara besar, seperti: per- k a r a boenoh, amok, bakar roemah, ketjoe atau rampok, begal dan laen-laen kedjahatan sebagainja, aken pergi sekoetika itoe djoega ketempat kedjadiannja perkara Itoe, dan aken memberi kabar sekoetika itoe djoega kepada prijai jang pangkatnja lebih tinggi; kewadjiban aken pereksa hal keadaiinnja perkara itoe, dan kewa- djiban priaji aken membikin relaas dari hal pendapatan- nja itoe, bakal diatoerken kepada ambtenaar jang pang- katnja lebih tinggi.

Fasal-fasal 13, 16, 4:î, 44, 45, 46, 47, 50 dan 51 menja- taken hal ihwal menangkap dan menahan orang, ba- gaimana jang boleh ditangkap, bagaimana jang boleh

(9)

7

ditahan, berapa lama watasnja menahan, bagaimana o r a n g jang soedah ditangkap boleh dilepaskan kombali d a n bagaimana jang tiada boleh dilepaskan kombali mesti diserahken kepada priaji a t a u ambtenaar jang pangkatnja lebih tinggi.

Fasal-fasal 48, 49, 58, 59, 60, 61 dan 62 dari boekoe oendang-oendang itoe djoega menjataken kewadjiban priaji aken membikin relaas pada tiap-tiap menahan orang dan membikin verklaring dari penjahoetannja saksi-saksi, jang aken diatoerken relaas-relaas dan ver- klaring-verklaring itoe bersama-sama orang, jang dita- han, kepada a m b t e n a a r jang lebih tinggi pangkatnja, dan djikaloe perlbe aken dikirim djoega saksi-saksinja;

bagaimana dikirimnja orang-orang itoe, dan bagaimana diselesaikan segala soerat-soerat pepereksaännja p e r k a r a itoe aken dipersembahken kepada Pembesar negri.

Sahadan djikaloe soedah mengarti benar-benar mak- soednja fasal-fasal jang terseboet itoe satoe persatoe maka njatalah jang termasoek dalam atoeran mendja- lanken kepolisiean, ada 4 roepa pekerdjaän j a i t o e :

I. Hal mendjaga kesantosaiin.

I I . Hal memereksa perkara-perkara.

I I I . Hal mentjari ketrangannja perkara dengan me- nangkap pendjahat-pendjahat dan barang-barang boektinja.

IV. Hal membikin rapport-rapport a t a u soerat-soerat dari perkara-perkara aken dipersembahken kepada Pembesar negri.

Sekarang marilah kita membitjaraken segala peker- djaän itoe tiap-tiap satoe behagian dan bagaimana jang

baik didjalankannja.

I. HAL MENDJAGA KESANTOSAÄN.

Maka dari hal mendjaga kesantosaän jang wadjib

(10)

didjalanken menoeroet fasal-fasal jang terseboet d a l a m boekoe oendang-oendang Inlandsch Reglement, pada pi*~

kiran pengarang djikaloe kita priaji koerang paham, liaroeslah kita meminta k e t r a n g a n kepada a m b t e n a a r a t a u priaji jang lebih tinggi pangkatnja, k a r a n a sa- soenggoehnja pekerdjaän itoe bergantoeng kepada pe- rentahnja Pembesar negeri, jang koewasa mengatoer apa djoega jang bergoena aken keslamatan orang banjak, maka kaloe k i t a priaji sendiri ada poenja pendapatan a t a u pikiran jang dikira berfaedah hen- daklah kita sembahken timbangan itoe kepada Pembesar itoe dengan b e r n a n t i segala perentahnja.

Maka priaji-priaji jang dibawah djangan t i a d a me- nanja kepada priaji jang diatasnja aken pekerdjaän jang dia t i a d a tahoe dan t i a d a mengerti, d j angan sebab t a k o e t sadja dikataken bodoh. Adapoen orang tjoema boleh dikataken bodoh sadja, djikaloe dalam soeatoe hal soedah lebih dari sekali diberi tahoe dan diberi mengerti, dibelakang kali dia misih tiada mengerti djoega.

Tetapi sebaliknja, pria'ji-priaji jang diatas p a t o e t memberi tahoe dan memberi ketrangan kewadjibannja kepada priaji-priaji ketjii dengan njata sampai men- gerti benar.

II. H A L MEMEREKSA P E R K A R A .

Dari hal memereksa perkara itoe ada doewa roepa.

P e r t a m a : memereksa dengan melihat sendiri ditempat kedjadian perkara, dan kedoewa: memereksa p e r k a r a dengan mendengarkan sadja tjerita orang-orang j a n g tahoe bagaimana keadaännja perkara. Dalam hal j a n g p e r t a m a itoe tentoe berikoet djoega hal jang kedoewa, djikaloe ada orang jang boleh mentjeritaken apa-apa, ertinja djikaloe kita priaji soedah lihat keadaännja perkara atau bekasnja, tentoe k i t a aken bertanja dan

(11)

9

mendengar tjeritanja orang jang tahoe apa-apa dalam perkara itoe.

Begitoe, tiap-tiap kita priaji mendapat kabar bahoe- wa dalam kita poenja bilangan ada kedjadian a t a u soedah kedjadian perkara-perkara boenoh, amok, bikin loeka, bakar roemah, rampok, ketjoe, begal dan laen- laen perkara kedjahatan jang ada bekasnja, maka wa- djib sekoetika itoe djoega kita pergi ketempat itoe aken memberi pertoeloengan dan aken pereksa keadaän- nja dan bekas-bekasnja. Dan sekoetika itoe djoega wadjib kita mengirim kabar kepada ambtenaar a t a u priaji j a a g lebih tinggi pangkatnja, soepaja ambtenaar a t a u priaji ini, kaloe mesti atau merasa perloe, l a n t a s boleh pergi djoega ketempat itoe.

Maka apabila kita sampai pada tempat itoe, misih ada orang-orang djahat lagi memboewat kedjahatan atau habis memboewat kedjahatan, nistjaja orang-orang djahat itoe haroes ditangkap dan djikaioe orang-orang itoe maoe melawan lantas diberi ingat soepaja menje- rah maka kaloe melawan, dan dirasa perloe boleh kita tangkap mati (1).

Dan djikaioe pendjahat-pendjahat itoe ada lebih koe- wat d a i i kita, tiada haroes kita moendoer, tetapi wa- djib kita djaga dari djaoehan dan lantas minta perban- bantoean pada ambtenaar a t a u pembesar jang ada ber- koeasa maka kaloe pendjahat-pendjahat itoe melariken dirinja hendaklah kita ikoeti a t a u soeroh ikoeti soepaja djangan terhilang toedjoean lariuja.

Atas hal jang terseboent itoe maka priaji jang paling tinggi pangkatnja jang ada disitoe haroes atoer dan perentaii apa jang dirasa bergoena.

Tetapi bagaimanakah halnja, djikaioe setengah per- djalanan kita, a t a u baharoe sadja k i t a tiba (sampai)

(') Lihat fatsal 246 dan 247 dari boekoe hoekoeman Strafwet- boek boeat anak negri.

(12)

ditempat itoe, lantas ada kabar menjataken orang-orang pendjahat blom lama lari dari sitoe? Apakah kita mesti pereksa ditempat kedjadian perkara itoe lebih doeloe, atau apakah . menjoesoel dan mentjegat aken orang-orang pendjahat itoe lebih dahoeloe?

Adapoen djikaloe terdjadi begitoe roepa, memang soesah boewat menentoeken jang manakah patoet ki- t a bikin lebih dahoeloe, sebab kedoewanja hal itoe sama perloe dihooroes pada waktoe baharoe kedjadian perkara.

Djikaloe kita lantas memboeroe orang-orang djaliat jang soedah tiada kelihatan, boleh djadi perdjalanan kita hingga beberapa djaoeh, baharoe kita balik men- dapatkan tempat kedjadian perkara, maka boleh djadi keadaan di tempat itoe dan bekas-bekasnja soedah be- ruban atau soedah hilang dan boleh djadi kaloe ada orang loeka jang boleh memberi katrangan apa-apa, soedah mati a t a u tiada dapat bitjara lagi. Pendeknja boleh djadi dari lambat kita poenja datang, kita tiada dapat mengetahoei benar-benar apa djoega jang ber- goena aken menoentoet ketrangannja perkara.

Djikaloe dipikir demikian, maka dalam perkara be- gitoe roepa, sepatoetnja kita djangan tergoepoe-goepoe, aken memboeroe sembarangan sadja dan adalah ter- lebi baik, kita priaji memberi perentah kepada priaji jang pangkatnja dibawah, atau kaloe tiada ada, kepada polisie-polisie ketjil seperti oppas-oppas atau pentja- lang-pentjalang aken soesoel pendjalmt-pendjahat itoe.

Maka kita sendiri aken menjoesoel dibelakang kali de- ngan lekas, djikaloe kita soedah pereksa dan dapat tahoe asalnja perkara, soepaja kita boleh meneroeskan mentjari orang-orang pendjahat dan menoentoet ketra- ngannja dengan toedjoean jang seniporna. Dan djoega perloenja jang kita lekas mesti ada lebih doeloe di- tempat kedjadian perkara, sebab boleh djadi kita di- tipoe orang dikataken pendjahat soedah lari, pada hal sebenarnja mi sih memboeat kedjahatan. Adapoen me-

(13)

M

noentoet ketrangan dengan tiada mengetahoei benar- benar asalnja perkara maka boleh diseboet mentjari ketrangan dengan boeta toeli sadja tiada keroean toe- djoeannja.

Dan dari sebab itoepoen, djikaloe kita pergi ketem- pat kedjadian perkara, ])erloe sekali kita membawak orang-orang pengikoet setjoekoepnja dan jang boleh diharap aken membantoe pada kita.

Sahadan apabila kita datang pada tempat bekas ke- djadian perkara itoe, hendaklah dengan sigrah kita mendapatken orang-orang jang dianiaja atau jang di- rampok dan seoepanianja.

Kaloe orang itoe soedah mati, maka kita bikinlah menoeroet kewadjiban kita jang ditentoeken dalam fasal- fasal 17 dan i'2 dari boekoe oendang-oendang Inlandsch Reglement dan kaloe dikira orang itoe blom mati, soe- paja lekas-lekas ditoeloeng sebagaimana maoenja fasal- fasal 1!) dan 20 dari boekoe oendang-oendang itoe jang soedah diseboetken dimoeka karangan ini.

Adapoen orang jang mati djikaloe tiada ketahoean siapa, patoetlah kita pereksa djoega badannja dan pa- kaiannja dan pertandaänja soepaja dapatlah dikira-kira

atau ditentoeken dia poenja bangsa, oemoer, atau laen- laen hal jang bergoena aken mentjari tahoe siapa ada- nja orang itoe. Maka pakaiannja dan barang-barang jang terdapat dibadannja haroes diambil aken pertan- daan dibelakangkali. Dan djoega haroes dibikin begitoe aken orang loeka jang tiada boleh bitjara lagi, sebab kaloe dia mati blom ketahoean siapa, maka boleh ada pertandaan dibelakangkali.

Orang loeka, apa lagi kaloe loekanja berat, tiada ha- roes disoeroh bitjara banjak, karami boleh djadi se- mangkin pajah. Dari sebab itoe pertanjaän-pertanjaän kita aken orang-orang bagitoe, haroeslah jang tertib dan terang tetapi seboleh-boleh jang pendek. Pertanjaän jang boleh dibikin belakangkali, djangan diseboetken

(14)

lebih doeloe, sabab kaloe orang [toe lantas tiada boleh bitjara teroes, maka ketrangan jang lebih perloe, kita tiada dapat.

Pertanjaün jang perloe lebih doeloe itoe seperti: siapa orang jang dian'iaja itoe dan siapa jang menganiaja, berapa orang temannja, kapan, dimana, bagaimana boleh tahoe siapa, lagi jang tahoe, apa ada sebabnja. Soedah itoe bahroelah kita pereksa hal ihwal jang laen-laen sebagaimana aken diterangken dibelakang ini.

Sebagaimana biasa orang jang dapat loeka diambil djoega soempahnja. Itoepoen baik djoega kaloe misih ada tempo boewat disoempah.

Sesoedalmja pereksa. orang-orang jang loeka, lantas kita menanja pada laen-laen orang jang ada bersama- sama waktoe kedjadian perkara, seperti orang-orang jang seroemah atau jang bertetangga a t a u jang tadinja berdjalan sama-sama orang jang dianiaja a t a u jang di- rampok itoe.

Seboleh-boleh djangan kita menoenggoe laen waktoe aken tanjai merika itoe, soepaja djangan marika itoe mendapat tempo aken moepakat atau beremboek apa-apa.

Djikaloe marika itoe menjataken kenal serta menjeboet nama orang-orang jang membikin kedjaliatan, maka laen dari tempat tinggalnja dan pekerdjaännja orang jang diseboet itoe, baiklah kita bertanjaken djoega nama bapaknja atau sanak-soedaranja soepaja dibelakangkan tiada keliroe, sebab memang ada banjak orang jang bersamaan namanja.

Dan djikaloe marika itoe tiada kenal a t a u tiada bisa seboet namanja orang-orang djahat itoe, sebaik-baiknja, 'kita tanja bagaimana roepa a j er moeka dan pengawa- kannja dan pakaiannja dan laen-laen seoepamanja, jang bergoena aken bikin lebih gampang mentjari ketrangan.

Djikaloe marika itoe tiada bisa menerangken apa-apa hal pendjahat itoe, haroeslah kita tanja apa ada orang jang disangka oleh marika itoe, soedah membikin ke- djaliatan itoe dan apa sebabnja disangka.

(15)

15

Adapoen dari hal pereksa keadaan tempat dibikin kedjahatan, patoetlah kita lihat baik-baik hal ihwal apa djoega jang kedapatan boekan seperti biasa, dja- nganlah kita tiada memperhatiken itoe, sebab boleh djadi jang kita rasa ketjil goenanja, dibelakang-kali boleh djadi bergoena besar.

Maka segala tanda-tanda bekasnja pendjahat seperti bekas-bekas tapak kaki, tapak tangan atau djari dan laen-laen barang jang dikira ketinggalan oleh nendjahat, djikaloe boleh terbawa, baiklah diambil aken boekti.

Kaloe tempat itoe tertoetoep, seperti roemah dan laen- laen sebagainja, haroeslah k i t a pereksa baik-baik dari mana masoeknja atau dikira masoeknja pendjahat dan apa ada bekasnja membikin roesak apa-apa, a t a u ma- soeknja dengan ambil djalan dari tempat jang tiada terpakai aken djalanan.

I I I . HAL MENTJARI KETRANGAN DAN ME- N A N G K A P P E N D J A H A T DAN BARANG-

BARANG T J O E R I A N S E B A G A I N J A . Sesoedahnja kita priaji mengatahoei keadaan per- k a r a jang terseboet dalam bahagian I I tadi, haroes kita meneroeskan perdjalanan kita aken tjari ketrangannja perkara itoe.

Maka pekerdjaän ini djangan ditoenggoeh hingga laen waktoe. Terlebih lagi kaloe kita soedah dapat toedjoe- annja patoetlah lekas di toentoet lebih djaoeh sebab boleh djadi, kaloe lambat, mendjadi lebih soesah dapat ketrangannja. Maka laen roepa djikaloe k i t a maoe pergi menangkap orang-orang jang tersangka a t a u ba- rang-barang boekti itoe tiada selamanja patoet dilekas- ken sadja, tetapi t e r k a d a n g perloe ditoenggoeh peka- baran jang p a s t i atau laen sebagainja, soepaja ada lebih

(16)

banjak pengharapan aken dapat maksoed kita, maka patoet dipikir dan ditimbang danoeloe seblonnja di- djalanken.

Apabila kita hendak geradah roemah atau laen-laen tempat aken menangkap orang tertoedoeh a t a u aken menangkap barang-barang boekti awal kedjahatan se- bagainja, maka laen dari pendjagaän a t a s keslamatan pihak kita jang menangkap, patoetlah kita mendjalan- kan pekerdjaän itoe dengan sabar, djangan kita bikin kaget orang jang poenja tempat a t a u oendjoek kebe- ngisan, kaloe tiada ada perloenja; sebab kaloe kita mendjalanken dengan sabar, ada lebih banjak harapan, bahoewa orang jang hendak ditangkap, menjerahken diri dengan baik dan barangkali maoe tjerita lebih pandjang jang bergoena aken tambah segala, ketrangan.

Djoega djangan kita masoek kedalam roemah itoe be- ramei-ramei beberapa orang, melaenken dengan berkira- kira sadja sebab kaloe orang jang maoe ditangkap itoe melawan dan tempatnja sempit, maka tambah berbahaja;

dan lagi kaloe terdapat barang boekti ditempat itoe, boleh djoega dikataken jang barang itoe ditaroehi oleh pihak k i t a jang menangkap. Kaloe roemah ketjil jang digeradah, tjoekoeplah dimasoeki doewa atau tiga orang, terhitoeng sama-sama orang politie jang lebih tinggi pangkatnja diantara pihak kommissie itoe, maka laen- nja haroes mendjaga sadja disebelah loewar soepaja djangan ada orang dari dalam roemah itoe boleh mela- loeken diri atau barang.

Dan djika.loe boleh sebaik-baiknja pekerdjaä geradah roemah didjalanken waktoe siang hari dan lebih baik lagi kaloe kita boleh atoer aken tiba ditempat itoe pada waktoe gelap hampir pagi, maka apabila m a t a h a r i kloear lantas nioelai geradah.

Kaloe maksoed kita aken menangkap djoega barang- barang, baik sekali, kita pereksai dahoeloe badaimja orang jang aken masoek menggeradah dihadapan orang jang roemahnja aken digeradah.

(17)

IB

Maka orang-orang jang kita soedah tangkap sebab tertoedoeh memboewat kedjahatan atau sebab ketem- p a t a n barang asal dari kedjahatan, d jangan lantas di- bawak sahadja kehadapan priaji jang diatas kita, te- tapi haroes lantas diepereksa dan ditanja dahoeloe pada waktoe baharoe ditangkap, soepaja orang-orang itoe tiada dapat tempo aken tjari akal atau memikirken bagaimana aken meiijahoet, dan djoega barangkali dari pengakoeannja orang itoe ada peioendjoekan apa-apa jang perloe ditoent.oet atau ditangkap, maka boleh iah lantas didjalanken, tiada, hilang tempo lagi, dan barang- kali orang-orang itoe niaoe tarik saksi jang dekat dari tempatnja ditangkap, maka bolehlah lantas dipereksa saksi itoe, seblomnja dia sempat boewat sepakat a t a u beremboek apa-apa.

Dalam perkara-perkara besar, lebih baik pekerdjaün geradah dan menangkap begitoe, djangan disoeroeli ke- pada, priaji-prijaji ketjil. Kaloe kita priaji tiada sem- pat, haroes lah kita pilih a n t a r a priaji-priaji ketjil jang tjerdik aken kepalai pekerdjaän itoe dan patoet diberi tahoe lebih dahoeloe benar-benar begaimana mesti didjalanken.

Sahadan patoetlah pada orang-orang jang ditangkap itoe lantas diberi tahoe apa perkaranja, maka kaloe dia mengakoe salah, jaitoe mengakoe soedah memboewat soeatoe kedjahatan, haroeslah kita soeroh dia tjeritaken bagaimana hal ihwalnja perboewatan itoe dari per- moelaän sampai kesoedahannja dan apa lairtarannja.

Dalam perkara-perkara jang tiada ada saksi boewat menetapken pengakoean begitoe, baiklah orang jang mengakoe itoe dibawak ketempat kedjadian perkara dan disoeroh ohaigken lagi tjeritanja dengan toendjoek tem- patnja dan apa-apa jang perloe.

Djikaloe seorang moengkir memboewat kedjahatan jang ditoedoeh padanja, dan membilang jang dia tiada tahoe soeatoe apa dalam perkara itoe, haroes ditanja dimana dia ada pada waktoe kedjadian perkara, dan apa

(18)

ada orang jang tahoe dimana dia ada waktoe itoe.

Maka orang-orang jang ditarik saksi boewat menerang- ken begitoe roepa, mesti kita pereksa, t e t a p i djangan diberi taoe lebih dahoeloe begimana bitjaranja orang jang tertoedoeh itoe, jaitoe djangan k i t a l a n t a s bertanja kepada saksi itoe, apa benar dia tahoe bahoewa waktoe kedjadian perkara orang jang tertoedoeh itoe ada di- tempat jang diseboetken itoe; melaenken hendaklah kita bertanja kepada saksi itoe dimanakah saksi sendiri ada waktoe kedjadian perkara, maka baharoelah ditanja apa dia bertemoe a t a u lihat sama orang jang tertoedoeh tadi.

Dan lagi orang-orang jang ditangkap sebab tertoe- doeh membikin kedjahatan, patoetlah dengan sigerah dioendjoekken kepada orang-orang jang tahoe dan lihat waktoe dibikin kedjahatan itoe, sebab semangkin lama orang boleh loepa bagaimana roepanja pendjahat jang soedah dilihatnja. Sekalipoen orang jang tertoedoeh itoe soedah diseboet a t a u dikenal namanja lebih dahoe- loe, baik djoega dioendjoekken, soepaja tiada ada ke- liroe apa-apa.

Maka hal menoendjoekkan orang-orang jang tertoe- doeh kepada saksi-saksi dari pihak jang dianiaja a t a u jang ketjoerian sebagainja, haroes tiap-tiap saksi satoe persatoe, djangan dioendjoekken pada beberapa saksi sama sekali, sebab boleh djadi seorang saksi nanti me- noeroet sadja peroendjoekannja laen saksi.

Dan sebaik-baiknja orang-orang jang tertoedoeh itoe ditjampoer dahoeloe sama laen-laen orang, sebab perloe didjaga djangan orang jang tertoedoeh itoe kena pite- nah, dan perloe didjaga djangan orang-orang bodoh nanti kira sadja siapa djoega jang ditangkap oleh po- lisie a t a u ketempatan barang asal kedjahatan tentoe itoelah pendjahatnja, dan l a n t a s toendjoek sadja, ken- dati boekan itoe pendjahatnja.

Maka kaloe ada saksi toendjoek orang jang dia kenali itoe pendjahatnja, hendaklah k i t a soeroh saksi itoe me-

(19)

17

nerangken lebih djaoeh jang bergoena aken didapat kepastian dari pengenalannja.

Setelah itoe k i t a pereksa orang jang ditoendjoek itoe, kaloe moengkir, k i t a tanja djoega apa ada sebab apa- apa jang saksi itoe memberatken dia. Kaloe dia me- nerangken sebabnja jang berpatoetan, maka k i t a toen- toet itoe lebih djaoeh.

Adapoen dari hal menangkap barang-barang asal dari kedjahatan sebagainja, haroes dilihat bagaimana ke- adaan tempatnja t e r d a p a t jaitoe apa tersemboeni a t a u seperti biasa sadja.

Djikaloe orang itoe bilang dia dapat mentjoeri sen- diri a t a u dapat toéroet mentjoeri maka haroes disoeroh tjeritaken hal ihwalnja dia mentjoeri a t a u toeroet men- tjoeri dan bagaimana soedah kedjadian barang-barang itoe ada ditempat tadi.

Djikaloe orang itoe bilang dia terima dari laen orang, dengen tahoe a t a u tiada tahoe asalnja b a r a n g gelap, haroes lantas ditanja kapan, dimana, dari siapa, dan bagaimana haluja dia dapat barang-barang itoe dan siapa, jang tahoe.

Maka kaloe ada laen orang jang ketarik dalam per- k a r a barang itoe haroes ditoentoet lebih djaoeh.

Tetapi djikaloe orang jang ketempatan b a r a n g begitoe roepa, membilang jang dia t i a d a tahoe apa-apa hal barang itoe dan tiada tahoe bagaimana boleh ada di- tempatnja t e r t a n g k a p itoe, patoetlah k i t a pereksa baik- baik keadaan roemah dan tempat itoe soepaja dapat dikira-kira apa boleh barang itoe ditaroeh oleh laen orang dengan tiada ketahoean oleh pihak jang poenja t e m p a t itoe.

Sahadan sekalian barang-barang tangkapan jang di- sangka asal kedjahatan itoe, kaloe blom dioendjoekken kepada orang-orang jang ketjoerian sebagainja, haroes- iah dioendjoekken dengen sigerah, sebaik-baiknja k i t a tanja lebih doeloe kepada saksi-saksi apa dia ingat t a n d a

(20)

a t a u tjirinja barang-barang dan haroes djoega saksi- saksi itoe ditanja satoe persatoe.

Djikaloe barang-barang tangkapan itioe diakoe oleh kedoewa pihak, ertinja orang jang ketjoerian menja- taken itoe ada kepoenjaännja jang soedah ditjoeri, dan orang jang ketempatan membilang itoe ada miliknja sendiri jang soedah ada ditangannja seblomnja kedja- dian pentjoerian, maka haroes ditanja pada kedoewa pihak itoe masing-masing apa ingat tanda-tanda nj a b a r a n g itoe maka tanda-tandanja jang diseboet oleh soeatoe pihak, djangan k i t a beri tahoe kepada laen pihak. Dan patoetlah k i t a tanja djoega pada kedoewa pihak itoe bagaimana asalnja dia mempoenjai barang itoe, soepaja boleh dipereksa lagi lebih djaoeh.

IV. HAL MEMBIKIN RAPPORT-RAPPORT ATAU SOERAT-SOERAT DARI P E R K A R A - P E R K A R A

A K E N D I P E R S E M B A H K E N K E P A D A PEMBESAR NEGERI.

Sekalian orang-orang jang ada poenja ketahoean dalam soeatoe perkara diseboet „saksi". Begitoepoen diseboet saksi, tiap-tiap 'orang jang dibikin loeka, jang dirampok, jang ditjoeri barangnja, a t a u jang ditipoe dan seoepamanja f1).

Laen dari itoe diseboet djoega saksi, tiap-tiap orang jang ditarik oleh orang-orang jang tertoedoeh boewat menerangken kebenaran a t a u mengentengken perkaranja orang-orang jang tertoedoeh itoe.

(') Orang-orang ini diseboet djoega „jang niengadoe". Seboetan begini koerang benar, sebab tiada selamanja marika itoe menga- doekan halnja; apa lagi dalam perkara kedjahatan dan pelanggaran tiada bergantoeng pada pengadoean atau pendakwaan orang, sela- ennja dari perkara bergendak dan bikin maloe jang bergantoeng pada pendakwaan jang kena tjidra.

(21)

19

Adapoen orang-orang jang tertoedoeh a t a u jang ter- dakwa memboewat kedjahatan a t a u toeroet a t a u tjam- poer membikin kedjahatan sebagainja itoe, diseboet djoega „pesakitan".

Maka segaa pendapatan priaji menieriksai tempat bekasnja kedjadian perkara dan pendapatannja menoen- toet ketrangan jang terseboet dibagian I I dan I I I dari boekoe ini, hendakah disoeratken, ertinja membikin soe- r a t relaas aken dikirimken a t a u diserahken kepada priaji atau ambtenaar jang lebih tinggi pangkatnja.

Dan sebaik-baiknja dengan relaas itoe dilampirkan djoega peta gambar (platte grond) dari tempat kedja- dian perkara.

Maka hal membikin relaas itoe, kendati blom t e r d a p a t pendjahatnja atau ketrangan pendjaliatnja, djangan di- toenggoeh sanipei laen waktoe. Terlebih lagi kaloe perkara besar, hendaklah sigerah dikirimken relaas itoe kepada ambtenaar atau priaji jang poenja wadjib.

Dalam relaas itoe djangan sekali diloepaken aken se- boet waktoe dan hari dan I anggai boelan, seboleh-boleh seboetken djamnja, serta nama. kampoeng atau desa, nama onderdistrict dan district dan bilangan tempat kedjadian perkara, soepaja njata waktoe dan tempat kedjadian itoe. Begitoe djoega perloe dinjataken hal mengirimken orang loeka atau majit keroemah sakit a t a u kepada dokter dengan diseboetken waktoenja di- kirim serta nama dan tempat dari roemah sakit a t a u dokter itoe, soepaja dibelakang kali gampang boewat meminta verklaring atau soerat ketrangan dokter (1).

Dan orang jang disoeroh h a n t a r a t a u bawak majit a t a u orang loeka itoe baik djoega diseboet namanja dalam relaas, barangkali ada perloenja maoe dipereksa dibe-

O Sebaik-baiknja waktoe mengirim majit atau orang loeka pada dokter atau keroemah-sakit soepaja diseboetken dalam soerat han- taran itoe, jang dibelakangkan perloe aken diminta verklaringnja dokter.

(22)

lakangkali boewat menetapkan apa benar ïnajit a t a u orang loeka itoelali jang dipereksa oleh dokter.

Dan lagi djikaloe pada waktoe membikin relaas itoe soedah ada persangkaan a t a u pekabaran dari m a t a - m a t a sebagainja, boleh dinjataken djoega dalam relaas, t e t a p i kaloe ada koeatir jang persangkaan a t a u pekabaran itoe n a n t i diketahoei orang, lebih baik dibikin resia doeloe, d jangan diseboetken dalam relaas itoe; maka patoet diseboetken dibelakang kali kaloe soedah dapat ketra- ngannja.

Laen dari itoe maka apa djoega hal jang soedah di-?

dapat pada waktoe dibikin relaas itoe, djangan tiada diseboetken dalam relaas itoe djoega.

Maka segala hal ihwal perkara itoe jang ter dapat dibelakang kali, haroes dibikin lagi relaas-relaas sam- boengan sebrapa banjak kali perloenja, hingga sampai pengabisannja. Dan semoea orang-orang dan barang- barang boekti jang soedah ditangkap itoe haroes diki- rim sama-sama relaas kepada prijai jang lebih tinggi pangkatnja, djikaloe priaji jang membikin relaas itoe sendiri tiada berkoeasa aken menahan orang-orang itoe dan boektinja.

Maka barang-barang jang djadi boekti itoe patoetlah terbawak dengan terboengkoes a t a u tertoetoep djangan sampai boleh tertoekar atau kekoerangan a t a u berobah apa-apa.

Dan tiap-tiap ada tangkapan orang jang tersangka jang kita t a h a n sendiri, kaloe tiada dikirim orangnja, soepaja relaas atau samboeugan relaasnja disembahken dengan sigerah jaitoe sekira-kira djangan sampai orang jang tersangka itoe t e r t a h a n lebih lama dari w a t a s kekoewasaiin kita priaji, dan soepaja ambtenaar jang koewasa menahan atau menoetoep lebih lama, boleh l a n t a s menentoeken apa toetoepan itoe boleh diteroes- ken (preventief) atau tiada. Maka soepaja a m b t e n a a r itoe lebih gampang mengambil kepoetoesan hal t a h a n a n

(23)

21

preventief itoe, patoetlah djoega dalam tiap-tiap relaas begitoe dinjataken apa jang dirasa perloe aken ditim- bang oleh a m b t e n a a r itoe dalam hal memoetoeskan toe- toepan itoe. Dan priaji jang memoehoenken toetoepan itoe haroes djoega seboet timbangannja.

Dengan hal jang demikian itoe, maka sekalian soerat- soerat relaas dan samboengan-samboengannja boleh te- ratoer dengan bèrès menoeroet pekerdjaän dan penda- p a t a n priaji satoe-satoe waktoe dari permoelaännja pemereksaän hingga kesoedahannja, maka mendjadi gam- pang hakim atau ambtenaar a t a u priaji jang membatja relaas-relaas itoe boleh mengerti keadaäunja perkara itoe seblomnja dengar sendiri tjeritanja orang-orang jang beperkara.

Maka priaji-priaji ketjil jang tiada tahoe menjoerat wadjib mentjeritaken dengan moeloet sadja segala pen- dapatan dan ketahoeannja dalam perkara-perkara kepa- da priaji jang lebih tinggi pangkatnja jang haroes menjoeratkan tjerita itoe. Dan sekalipoen priaji-priaji ketjil itoe soedah toelisken sendiri ketahoean dan pendapatannya kaloe dia tiada bersoempah tetkala moe- lai angkat djabatannja maka perloe dia didenger sendiri oleh priaji jang lebih tinggi jang aken bikin relaas a t a u proces-verbaal dari penjahoetan itoe dengan ingat soem- pahnja waktoe terima pangkat jaitoe sama djoega ba- gaimana hal mendengar dan menjoeratken tjeritanja orang-orang laen jang boekan priaji.

(24)
(25)
(26)
(27)

%

^

(28)

Afbeelding

Updating...

Referenties

Gerelateerde onderwerpen :