Boekoe boekoe jang sah, itoelah jang ada

116  Download (1)

Full text

(1)

TJARA SEBAGIMANA MISTI KASI MÀSOEK PENA Gl AN DI HADEPAN RESIDENTIE GERECHT?

DI T ER ANGIN BOE WAT ORANG2

DAGANG, TOEKANG9

DAN LAEN*,

OLEH

F. W I G G E . R . S ,

Redacteur WA RNASA RI

DI

B B T A W L

• , -S-JfcTT-

BATAVIA

G. K O L F F & Co.

1902

(2)

BIBLIOTHEEK KITLV

0058 2807

(3)

TJARA SEBAGIMANA MISTI KASI MASOEK PENA.

GIAN DI HADEPAN RESIDENTIE GERECHT?

DI TERANGIN BOEWAT ORANG2

DAGANG, TOEKANG*

DAN LAEN2.

OLEH

F. W I G G E R S.

Redacteur WARNASABI

DI

— Trafc-3- - ^ BATAVIA

G. KOLFF & Co 1902

(4)

i

Boekoe boekoe jang sah, itoelah jang ada

pake tanda tangannja pengarang seperti di

bawah ini.

(5)

orang-orang dagang ketjil, waroeng-waroeng, toekang-toe- kang dan laen-laen, sebab segala penagiannja dari f 500 kabawahnja tida oesah lagi di hadepken kapada Raad van Justitie di mana orang kepaksa aken moelai mengaloe- warken ongkos sebanjakan lebi doeloe sabelonnja perkara- nja di preksa.

Soepaija masing-masing orang dagang ketjil gampang mengarti tjara sebagimana, dan di mana dia misti bawa penagiannja, lagi poen kaloe soedah dapet vonnis, bagimana itoe vonnis misti di djalanin, ia itoelah kita sabole bole maoe terangken di dalem ini boekoe. Dan kaloe sandenja pembatjanja masi maoe minta katrangan lebi djaoe toe|is sadja pada pengarang boekoe ini.

Moedah-moedahan pembatja-pembatjanja mendapat faidah djoega dari isi boekoe ini.

Betawi, Mei 1902.

F . WlGGESS.

(6)

BAB I.

Pertama tama wadjib di ketahoei, ia itoe:

DfflANA ADA RESIDENTIE GEBECHT?

Soepaja orang taoe di mana ada doedoek pengadilan jang misti membri toeloeng pada jang perloe aken penoeloengnja.

Fatsal 116 A dari boekoe Rechterlijke Organisatie seba- gimana telah di robah dan di tambahin dalem staatsblad 1901 No. 15 kasi taoe di mana adanja Residentie gerecht, ia itoe:

„Di satoe satoe iboe kota dari afdeelingiang diprentah- ken oleh resident, atau assistent resident, dan lagi di mana tempat iang nanti di oendjoekin oleh Gouverneur Generaal, adalah satoe Residentiegerecht iang terdiri dari pada satoe ambtenaar, iang bergelar Meester iang djadi hakim, ter- bantoe oleh satoe grimer."

Kapan kita soedah taoe di mana tempat kadoedoekan- nja madjelis pengadilan itoe wadjib djoega kita tjari taoe sampe di mana wates-wates bilangannja, ia itoe daerahnja satoe satoe madjelis pengadilan Residentie gerecht.

SAMPE DI MANAKAH WATES-WATES BILANGAN DAERAHNJA?

Fatsal 116 B dari R. O. kataken;

„Daerah pengadilannja residentiegerecht ia itoelah sama seperti daerahnja landraad iang terdiri di sitoe, laen per- kara kaloe Gouverneur Generaal menetapken laen roepa."

Oepama di Betawi di mana ada landraad „kota dan moeka kota Betawi," di sitoe ada djoega residentie gerecht, maka daerahnja itoe residentie gerecht sama sadja seperti da- erahnja itoe landraad.'

(7)

Soedah ketaoewan jang hakim residentie gerecht ia itoelah misti satoe ambtenaar jang bergelar Meester, tetapi sia- pakah jang di tetapken oleh Gouverneur-Generaal mendjadi itoe

hakim ?

Fatsal 116 c. bilang:

(1) Pakerdja-an jang termaksoed di dalem fatsal 116a di pikoelken kapada President dan griffier dari Landraad, di mana daerahnja ada terdiri itoe residentiegerecht.

(2) Boewat afdeeling Bawean pakerdja-an hakim resi- dentiegerecht itoe di djalani oleh satoe Meester jang di oendjoekin boewat djadi president dari landraad di sana dalem perkara jang termaksoed di dalem fatsal 1 roewas katiga dari firman karadja-an jang mengatoer bagimana madjelis pengadilan rechtbank van omgang (raad Sambang) di tjaboet dan koewasanja itoe madjelis di pindahken ka- pada landraad-landraad di tanah Djawa dan Madoera.

(3) Pergantian (wakil-an) boewat sedikit tempo sadja (tijdelijk) dari pada voorzitter landraad tida memakan sampe pada pangkat hakim residentiegerecht, laen perkara dji- kaloe jang ganti itoe saorang jang bergelar Meester.

Kaloe pangkat hakim residentiegerecht di wakilken maka pangkat itoe di pikoelken oleh G-ouverneur-Generaal, atau atas namanja Gouverneur-Generaal kapada satoe Meester.

Pakerdja-an jang termaksoed di dalem fatsal 116a, ia itoe pakerdja-an hakim residentie gerecht, jang di seboet Residentier echter, dari itoe poen njatalah jang pakerdja-an hakim residentie gerecht di pikoel oleh president dari land- raad dengan griffiernja.

Sandenja Toeloeng Agoeng afdeeling dari Residentie Ke- diri, ada poenja residentie gerecht, daerahnja sama seperti daerah landraad Toeloeng Agoeng dan iang djadi Residentie rechter dengan griffiernja, ia itoepoen president landraad Toeloeng Agoeng, dengan dia poenja griffier.

Sekarang ini sasoedahnja taoe di mana ada Residentie-

(8)

6 —

gerecht, soedah taoe sampe di mana daerahnja, dan siapa jang bediri djadi hakim dengan griffiernja, maka patoetlah kita tjari taoe perkara2 apakah dia boleh priksa dan poe- toesken, pendeknja:

Koewasanja Residentier echter.

Fatsal 116 f. membri taoe begini:

Katjoewali di dalem hal iang terseboet di fatsal 125 dan 159 maka hakim residentie ambil taoe dalem eerste aanleg- dalem perkara perkara civiel, hal pendakwa-an iang ter- seboet di dalem ini fatsal pake hoeroef a. sampe pada hoeroef h. Ia itoe perkara civiel melawan orang bangsa Europa atau orang iang di persama sama-in dengan itoe bangsa iang tinggal, iang pilih tempat tinggal, atau iang soenggoe soenggoe berdiam di Djawa dan Madoera, begitoe poen perkara civiel iang melawan orang bangsa anak negri atau iang di persama sama-in dengan bangsa anak negri iang berdiam di Djawa dan Madoera sakedarnja orang itoe dalem perkara iang di dakwa itoe masoek dalem hoekoem bangsa Europa, dari sebab maoenja sendiri atau dari sebab prentah di dalem wet dalem hak civiel dan dagang, Ia itoe:

a. „Kapan penagian itoe tentoe djoemblanja dan itoe djoembla tida lebi dari lima ratoes roepia:

le Dari pada segala sita-an orang, maskipoen iang di tagi bajaran intrest dari oewang iang di oetangin dan biang oewang iang di oetang itoe ada lebih dari lima ratoes roepia;

2e Dari pada segala sita-an menagi baijaran erfpacht;

3e Dari pada segala sita-an menagi barang barang iang terlepas.

Koewasanja hakim residentie gerecht brenti:

le. apabila, di dalem perlawanan itoe sita mendjadi tjidera atas soerat hak kapoenja-an, sahingga tjidera itoe tida tetap lagi harganja, atau harganja mendjadi lebi tinggi dari lima ratoes roepia.

(9)

2e. Apabila iang di tagi itoe sabagian dari djoembla iang lebi besar, atau dari pada barang barang iang terlepas, iang terseboet dengan oemoem sadjadansoerathakkapoenja- annja di parhantahken, sahingga iang di perkara-in itoe tida tetap harganja, atau barganja lebih tinggi dari lima ratoes roepiah:

b. „Dari pada penagian, kendati sebrapa besar djoembla- n.ja kapan penagian itoe terdjadi:

1. aken minta ganti karoegian iang di bikin pada tanah, poehoen-poehoenan, boewah di poehoen. poehoen, di kebon atau di tegai dan sawah.

2e. aken minta betoelin atau minta ganti karoegian dari pada karoesakan pada barang-barang iang tida terlepas, iang menoeroet wet misti di pikoel oleh iang sewah itoe.

3e. aken bajar oewang oepah bekerdja dan aken kasi djalan perdjandjian boewat bekerdja.

Jang di nama-in „perdjandjian bekerdja", ia itoe perdjan- djian antara orang iang bekerdja dengan orang iang kasi kerdja-an, dalem itoe perdjandjian maka orang iang bekerdja itoe berdjandji persediaken pakerdja-annja sekalian, atau sabagian, pada iang kasi kerdja-an, boewat soewatoe tempo iang tentoe, dengan mendapet oepah, tida di perdoeli-in itoe orang kasi kerdja-an oetak sadja atau pekerdja-an badan.

Adapoen pemarentah Hindia Nederland tida di pandang seperti orang iang membri pakerdja-an (werkgever).

c. „Dari pada segala perkara penagian tida di perdoeli-in sebrapa djoemblanja iang di perkara-in dari sebab brani memindahken pertandahan wates atau laen-laen dari tanah, poehoen-poehoen, pager-pager, solokan-solokan, palangan- palangan, djalanan aer iang di perboewat dalem sataon dan mendjadi karoegiannja orang iang ada hak atas itoe tanah menoeroet hak orang anak negri.

d. „Dari pada segala penagian:

Ie. aken kaloewar dari pada barang koekoeh (roemah,

(10)

— 8 -

tanah) iang di sewah, ia itoe dari sebab waktoe persewahan soedah liwat, tida di pandang djoembla oeang sewah, laen perkara kaloe iang sewah sanggoep maoe oendjoeken kapada hakim satoe soerat kanjata-an persewa-an itoe, bahoewa persewa-an di baroe-in, atau di landjoetken, iang djoembla oewang sewahnja lebi dari anem ratoes roepia kapan di itoeng dalem satoe taon.

2e. „Aken petjah perdjandjian persewa-an barang iang koekoeh dan aken kaloewar dari sitoe dari sebab tida mem- bajar oewang sewah, ia itoe kaloe oewang sewah iang di oetang tida di bajar itoe tida lebi dari anem ratoes roepia.

e. „Aken minta di sahken penaro'an beslag kapan itoe beslag beralesan pada soewatoe penagian iang masoek di dalem koewasanja, dan kaloe itoe beslag bole di taro me- noeroet atoeran-atoeran dalem hal mendjalani ka-adilan di hadepan residentie gerecht.

f. aken minta di sahken atau aken minta di batalken soewatoe panerimahan baijaran atau soewatoe pasrahan oewang baijaran aken di simpan oleh hakim, kapan harga barang itoe atau djoembla oewang iang di pertarimah- ken atau iang di pasrahken tida lebi dari lima ratoes roepia.

g. „Penagian in reconventie djikaloe hal iang di per- tjideraken itoe masoek dalem koewasanja residentie gerecht, maski poen penagian reconventie ini djikaloe di tambah pada penagian in conventie ada lebi tinggi dari iang ma- soek koewasanja residentie gerecht.

h. „Dari segala perkara, lantaran perselesihan dalem hal kasi djalan atau pada waktoe kasi djalan vonnis-vonnis sakedarnja itoe vonnis-vonnis moesti di kasi djalan menoe- roet prentah tentang mendjalani ka-adilan boewat hakim residentie pada residentie gerecht."

Ini fatsal 116 f. iang paling besar pentingnja bagi se- kalian orang2 dagang sebab di sitoelah ada terseboet koe-

(11)

wasanja hakim penoeloengnja sahingga haroeslah ini fatsal di bikin terang sekali.

dalem bagian a. ka le ada terseboet sita-an orang, apa kah itoe, iang di nama-in sita-an orang, ia itoe: segala sita-an oepama dari sebab orang tida bajar rekening pakejan, rekening toekang roti, rekening toko, kreta sewa, toekang kajoe dan laen laen.

Apa sembarang orang misti di tarik de depan residentie gerecht? siapakah jang misti di tarik di sitoe?

Jang di tarik di sitoe ialah orang Blanda bangsa Europa, orang Japan dan orang Tjina, orang Arab orang Selam djikaloe perkara jang di sita itoe haroes di priksa oleh hakim orang Blanda, atau kapan dia orang dengan maoenja sendiri soedah toeroet hoekoem Blanda seperti dalem per- kara dagang.

Ini penagian oetang misti di kasi masoek kapada resi- dentie gerecht di tempat tinggalnja orang jang beroetang kaloe dia tinggal di tanah Djawa dan Madoera, dan kaloe dia ada di tanah sebrang, misti di kasi masoek pada resi- dentie rechter dari tempat di mana itoe orang sabetoel betoelnja berdiam diri.

Djadi tida perdoeli di mana orang jang menagi poenja roemah. Sandenja Baba Tong tinggal di Betawi abis toewan B. jang beroetang padanja pindah dari Betawi ka Se- marang, tida bajar2 oetangnja, maka baba Tong misti sita padanja di hadepan residentie gerecht di Semarang.

Adapoen kaloe sandenja orang Arab kasi oetang oewang pada itoe toewan B. di dalem soerat oetang itoe toewan berdjandji, katanja kaloe djadi perkara lantaran itoe oetang dia pilih tempat tinggal di residentie gerecht di Betawi, maka itoe Arab misti kasi masoek dia poenja penagian kapada residentie gerecht di Batavia.

Lantaran ini terbaiklah sobat2 kaloe bikin soerat oetang, hendaklah soeroeh jang beroetang mengakoejang dia memilih

(12)

— 10 —

tempat tinggal pada residentie rechter di tempat tinggalnja jang kasi oetang, soepaja gampanglah ia menagi.

Begitoe poen dalem soerat oetang itoe bole orang selam, jang mengoetang, mengakoe soeka toeroeL hoekoem Blanda dalem perkara oetangnja jang terseboet di dalem itoe soerat oetang. Kaloe dia mengakoe toeroet hoekoem Blanda maka perkaranja misti di hadepken pada residentie gerecht.

Di dalem bagian a ka 2e, dan 3e, ada terseboet segala sita-an menagi baijaran erfpacht, dan menagi barang2 jang terlepas.

Erfpacht ia itoe sewa-an tanah, sedang orang nama-in barang2 jang terlepas ia itoe barang soenggoe4 jang bole berpinda tempat dengan maoe sendirinja atau barang jang bole di pindahin oleh orang.

Saiaennja barang2 jang bole di pindahin maka ada djoega hak orang jang di kataken di dalem wet djadi barang2 jang terlepas, oepama :

1. hak aken memoengoet hasil atau memake barang jang terlepas.

2e. renten atau lijfrenten.

3e. perdjandjian4 dan penagian oewang atau barang jang terlepas.

4. Soerat4 aandeel dari maatschappij2 kendati itoe maat- schappij mengoesahain barang4 jang tida terlepas.

5. Aandeel4 dalem oetang negri di negri Olanda dan jang di pikoel oleh tanah Hindia.

6. Aandeel4 dalem oetang apa djoega kendati dari ne- gri4 jang asing.

Semoea penagian kaloe djoemblanja f 500.— ia itoelah masoek bilangan Residentie gerecht.

Sandenja orang menagi f 505, djangan kira dari sebab itoe djoembla tida sebrapa djaoe dari f 500 hakim Resi- dentie gerecht nanti maoe priksa itoe perkara, tentoe Residentie gerecht tolak tida maoe priksa.

Sjahdan, apabila soerat jang menetapken orang poen ja

(13)

hak jang di tjari itoe di perbantahi maka Residentiegerecht soedah tida berkoewasa lagi, sebab kaloe itoe soerat di perbantahi tidalah tetap lagi djoemblanja oewang jang di tagi atau bole djadi jang itoe djoembla akan lebi dari f 500.— Oepama soerat oetang di sangkal di kata palsoe lantas perkara tida bole di priksa, tjoema Raad van Justitie jang patoet priksa.

Boekan sadja kapalsoean bole di boewat lawan satoe soerat tetapi bole djoega orang lawan itoe soerat sebab djoemblanja dalem soerat oetang ada lebi tinggi dari ƒ500.

Oepama toewan B. poenja oetang f 600.— soedah di bajar f 300.— tinggal 300, djadi di bawah f 5Ö0.— kamoe- dian dia tida bajar2 lagi abis Arab jang poenja soerat oetang sita padanja di residentie gerecht maka toewan B. bole lawan katanja itoe oewang / 300 ada bagian dari oetang f 600 boekan Residentie gerecht poenja koewasa djadi Re- sidentie gerecht tida berkoewasa memeriksa itoe perkara.

Jang terseboet di atas, ia itoe penagiannja oewang atau barang jang terlepas, jang tida lebi dari / 500.

Adapoen dalem bagian b. dari fatsal 116 f ada terseboet:

„penagian kendati sebrapa besarnja."

1. aken minta karoegian jang di bikin pada barang jang tida bernjawa.

Perkara begini boekan misti di kasi masoek di Residentie gerecht, di mana orang tinggal, tetapi misti di bawa di hadepan Residentie gerecht di mana itoe barang jang roesak poenja tempat kadoedoekan.

Oepama toewan tanah di Betawi, tanahnja di Tangerang, ada satoe orang di Betawi lepas sampi2nja di Tangerang sampe meroesakin tanem2annja itoe toewan tanah maka perkara minta karoegian ini kendati dia minta karoegian f 1000 bole dia minta di hadepan Residentie gerecht di Tangerang tempat kadoedoekannja itoe tanah.

(14)

— 12 —

Baiklah di ingat jang orang tjoema bole minta karoegian kendati lebi dari f 500, kaloe itoe karoegian di bikin pada tanah, poehoen2an, dan laen2nja.

Hata orang poen bole djoega minta karoegian dari pada karoegian jang terkena pada orang sendiri, pada binatang2 dan laen2. Oepama orang menembak kena orang poenja sampi dan koeda sampe mati maka orang bole minta ka- roegian dari jang kasalahan tembak itoe barang, aken tetapi dalem ini perkara misti di pandang djoemblanja, kaloe lebi dari f 500 tentoe tida bole masoek Residentie gerecht ka- rena boekan karoegian pada barang jang tida bernjawa.

Kita rasa baik djoega kaloe di sini di kasi taoe apa Boekoe Burgerlijk Wetboek mengataken dari hal karoegian jang kedjadian, lantaran perboewatan orang jang tida sah.

Fatsal ]365 kataken. Barang sesoewatoe perboewatan jang tida sah sahingga mendjadiken karoegiannja orang laen, maka siapa jang mendjadi lantaran karoegian itoe dialah wadjib membajar itoe karoegian pada jang mendapat roegi.

Fatsal 1366 Barang siapa djoega misti menanggoeng karoegian boekan sadja aken apa jang perboewatannja sendiri, tetapi dia poen misti menanggoeng karoegian jäng terdjadi dari sebab' alpanja atau koerang ati2nja.

Fatsal 1367 Boekan sadja orang misti menanggoeng ka- roegian jang kedjadian dari sebab perboewatannja sendiri, tetapi dia misti tanggoeng djoega karoegian jang kedjadian dari sebab perboewatan orang2 jang djadi tanggoengannja, atau dari sebab apa djoega jang terbikin di bawah pen- djaga-annja.

Papa dan kaloe tida ada papa maka mama jang misti tanggoeng perboewatan anak2nja jang tinggal di roemahnja dan jang masih di bawah oemoer.

Pemadjikan2 dan siapa2 jang ada-in orang laen boewat djadi wakil pakerdja-annja, dia orang itoe misti tanggoeng

(15)

karoegian2 jang di bikin oleh boedjang2nja dan orang2 di bawahannja dalem pakerdja-an jang dia orang bikin boewat pemadjikan itoe.

Goeroe2 sekola dan baas toekang2an misti tanggoeng segala karoegian jang terbikin oleh moerid2 sekolanja dan oleh knecht (keneknja) di waktoe jang dia orang ada di djaga olehnja.

Adapoen tanggoengan itoe brenti apabila si papa, si mama, si goeroe sekola dan si baas toekang2an, bisa njataken jang dia orang tida bisa tjegah perboewatan2 jang dia orang

misti tanggoeng itoe.

1368. Orang jang poenja binatang, atau orang jang pake itoe binatang, misti tanggoeng karoegian jang terbikin oleh itoe binatang selamanja orang itoe misti djaga dan simpan, atau kaloe itoe binatang terlepas berdjalan koeliling.

1369. Orang jang poenja roemah misti tanggoeng segala karoegian jang terdjadi dari sebab itoe roemah roeboeh sama sekali atau sabagian sadja, ia itoe kapan roeboehan itoe terdjadi dari sebab lalei (alpanja) aken piara itoe roemah, atau dari sebab roemah itoe salah di bikin.

1370. Kapan memboenoeh mati dengan sengadja atau dari sebab koerang ati2 maka orang jang mati poenja bini atau laki jang katinggalan, dia poenja anak2 atau dia poenja orang toewa jang terpliarah dari pada pentjarihannja itoe orang jang mati, bolelah marika itoe menagi karoegian jang di taksir menoeroet pri ka-ada-annja kadoewa flhak (iaitoe jang mati dan jang memboenoeh).

1371. Kaloe orang dengan sengadja atau dari koerang ati2 bikin loeka atau bikin roesak sabagian dari pada orang poenja badan, maka jang di loeka-in itoe ada poenja hak boewat minta ganti ongkos obat sampe baik dan salaennja itoe dia bole minta karoegian jang terdapet dari sebab itoe loeka atau karoesakan.

1372. Orang kaloe di bikin maloe di fitnah dan di nis-

(16)

— 14 —

taken bole dia minta karoegian dan minta di betoel-in namanja dan kakoewatannja.

Hakim kaloe menaksir itoe karoegian misti dia timbang djoega besarnja itoe fitnah, dan pembrian maloe dengan pri ka-ada-annja kadoewa doewa fihak iaitoe tinggi rendah- nja dalem ka-idoepannja.

1373. Orang jang di bikin maloe itoe bole djoega minta soepaja hakim seboetken di dalem vonnis bahoewa per- boewatan orang itoe memang fitna, memang menistaken atau membri maloe adanja.

Lagi poen itoe vonnis bole di minta oleh jang di bikin maloe soepaja vonnis itoe di maloemken di tempel di mana2 sebagimana di titahken oleh hakim, semoewa itoe atas ongkosnja jang di hoekoem.

FATSAL 1374.

Aken tetapi jang bersalah di dalam itoe boleh ija meloe- poetken dirinja dari pada hoekoeman jang terseboet pada fatsal di atas ini djikaloe ija maoe kasih satoe kenjataän, aitinja verklaring, di hadapan hakim dan orang banjak, mengataken di dalamnja bahoewa menjesal ija sebab soedah berboewat jang demikian itoe, maka ija minta ampoen, dan ija mengakoe djoega bahoewa jang di fitnahken itoe sasoeng- goehnja saorang jang terhormat. Dalam pada itoepon tiadalah di koerangken oewang karoegian jang misti di bajar oleh jang bersalah itoe.

FATSAL 1375.

Bahoewa hal menoentoet hoekoem jang terseboet pada tiga fatsal jang di atasan ini, dapat djoega di toentoetken oleh laki bini, dan iboe bapa, dan nenek mojang, dan anak, dan tjoetjoe, djikaloe di fitnahken, atau di hinaken atau di bri maloe kepada soewaminja, atau istrinja atau anaknja,

(17)

atau tjoetjoenja, atau iboe bapanja, atau nenek mojangnja, sasoedahnja marika meninggal doenia.

FATSAL 1376.

Maka hal menoentoet hoekoem civiel sebab perkara mem- htnahken, atau menghinaken atau membri maloe, maka tiadalah di idzinken itoe djikaloe tiada njata niatannja aken membri maloe; oepamanja saorang terpaksa membri maloe pada saorang laen sopaja aken memaliharaken dirinja sendiri, atau misti mengadoe, atau misti membri saksian jang benar, atau misti mendjalanken djabatannja, sahingga misti tjelaken atau membri maloe pada sasoewatoe orang laen maka jang demikian itoe tiada boleh di persalahkan.

FATSAL 1377.

Dan lagi, djikaloe penoedohan (atau pertjelaän itoe) memang betoel dan benar, sebab memang soedah terang dari pada sasoewatoe kapoetoesan hakim atau dari pada sasoewatoe soerat akte jang tsah, maka jang kenaditjela itoe tiada boleh mendapat idzin aken menoentoet hoekoem.

Aken tetapi, maskipon salahnja saorang itoe soedah terang dari pada sasoewatoe kapoetoesan hakim atau dari pada sasoewatoe soerat akte jang tsah, djikaloe dengan senentiasa kita menghinaken padanja, dengan niatan aken membri maloe pada saorang itoe, sahingga ija kena soesah maka wadjib kita membajar karoegian jang mana soedah kena pada saorang itoe.

FATSAL 1378.

Segala pendawaän, jang terseboet pada anam fatsal di atas ini, mendjadi batal, apabila jang di fitnahken soedah kasih ampon kepada jang memfitnahken, dia dan djikaloe kadoewa belah pihak itoe soedah berdamei, maka dalem

(18)

— 16 - -

hal jang demikian itoe tiadalah boleh di tagih poela aken oewang karoegian atau aken di perbaiki kahormatan orang jang kena fitnah itoe.

FATSAL 1379.

Hak menoentoet oewang karoegian jang terseboet pada fatsal 1372, tiadalah hilang, maskipon ada jang meninggal doenia.

FATSAL 1380.

Adapon hak mendawa atas perkara fitnah dan menghina dan membri maloe, batallah apabila telah lampau satoe tahon, terbilang dari pada hari koetika perboewatan itoe di djadiken.

Segala hak aken menoentoet oewang karoegian, lantaran perboewatan-perboewatan jang mana boleh di toentoet hoe- koem sjiksa, maka ja itoe mendjadi batal apabila telah lampau temponja boewat menoentoet hoekoem sjiksa itoe.

Pada menjetaken hal membatalken dan mamitjahken per- djandjian-perdjandjian.

FATSAL 1446.

Maka perdjandjian-perdjandjian jang di bikin oleh orang orang jang belom sampei oemoer atau oleh orang orang jang ada di bawah prentah kurateel, maka segala itoe ba- tallah, oleh kerana oendang-oendang, maka djikaloe di pinta oleh marika itoe atau oleh wali-walinja, maka perdjandji- an-perdjandjian jang demikian itoe batallah.

GANTI KAROEGIAN ATAS BARANG KAPOENJAAN.

2e. aken minta betoelin atau minta ganti karoegian dari pada karoesaken pada barang-barang iang tida terlepas, iang

•menoeroet toet misti di pikoel oleh iang setoa itoe.

(19)

Ini perkara misti di bawa pada Residentie-rechter tem- pat di mana itoe barang ada terletak, tida di pandang lagi brapa besarnja karoegian jang di tagi itoe.

Dalem ini perkara orang misti ambil alesan pada soerat soerat perdjandjian jang sah atau pada djandji-djandji jang di trima sah oleh hakim. Kaloe orang bikin djandji de- ngan moeloet, abis di hadepan hakim orang tida.menjang- kal, maka djandji itoe sah djoega adanja.

Di bawah ini ada terseboet bebrapa fatsal di dalem Bur- gerlijkwetboek jang mengoendjoeken hak dan kawadjiban- nja orang jang sewa barang.

FATSAL 1547.

Maka perdjandjian sewa menjewa itoe ada doewaroepa;

pertama sewa barang-barang dan roemah dan tanah-tanah, kadoewa sewa pekerdjaän dan tenaga dan oesaha orang.

FATSAL 1548.

Adapon sewa barang dan roemah dan tanah itoe arti- nja soewatoe perdjandjian dalem jang mana sasoewatoe pihak ada djandji kepada pihak jang lain aken dapat ka- oentoengan atau hatsil dari pada sasoewatoe barang, sela- manja masa jang di tentoeken dan dengan membajar oe- wang jang di tentoeken djoemblahnja; maka pihak jang menjewa itoe misti berdjandji nanti bajar itoe oewang.

Segala roepa barang, baik jang tetap, baik jang terlepas, boleh di kasi sewa.

FATSAL 1549.

Hal sewa pekerdjaän dan tenaga dan oesaha orang maka jaitoe ada satoe perdjandjian (kontrak) dalam jang mana di djandji oleh sasoewatoe pihak aken membikin apa-apa aken goenanja pihak jang lain dengan membajar harga atau oepah jang di tentoeken pada antara marika itoe.

Bes. Ger. 2

(20)

— 18 — Bagian jang kedoewa.

Atoeran sewa menjeiva roemah dan tanah-tanah.

FATSAL 1550.

Maka jang kasi sewah itoe, oleh kerana prihal perdjan- djiannja,, wadjib atasnja:

No. 1. aken menjerahken roemah atau tanah jang di kasi sewah itoe kepada jang menjewa.

2. aken memaliharaken roemah atau tanah itoe, ijalah sopaja boleh di pakei, boewat perniatan aken jang mana di kasi sewa itoe-

3. aken djaga, sopaja roemah atau tanah itoe boleh di pakei dengan kasenangan hati oleh jang menjewa itoe, artinja djangan boleh di ganggoe orang.

Adapon tiga perkara jang di atas ini memangnja ferloe maka tiada oesah membikin perdjandjian sendiri dari pada itoe.

FATSAL 1551.

Siapa-siapa jang kasi sewa maka wadjib atasnja aken memaliharaken segala barang jang di kasi sewa itoe, de- ngan sepertinja, djanganlah koerang apa-apa.

Maka jang kasih sewa itoe, selamanja tempo persewaan itoe, misti membetoelken segala apa jang ferloe dibetoel- ken' ketjoewali barang apa jang wadjib di betoelken oleh jang menjewa itoe.

FATSAL 1552.

Siapa jang kasi sewa misti tanggoeng atas segala ka- koerangan atau karoesakan jang ada di roemah atau tanah jang di kasi sewa, sehingga barang itoe tiada boleh di pa- kenja, kendati poen pada koetika dia kasi sewa dia tiada tahoe jang itoe barang ada kakoerangan atau karoesakan.

(21)

Djikaloe, oleh kerana kakoerangan atau karoesakan itoe, terdjadi barang soewatoe keroegian bagi orang jang me- njewa itoe maka jang kasi sewa misti ganti roegi itoe.

FATSAL 1553.

Djikaloe selamanja persewaan itoe ada djalan, roemah atau tanah itoe terlinjap, oleh sebab sasoewatoe bahla jang datang dengan sekoenjoeng-koenjoeng maka pitjah per-

djandjian sewa-menjewa itoe dengan sendirinja, oleh ke- rana boenji oendang-oendang. Djikaloe roemah atau tanah itoe terlinjap pada sebahgiannja sadja, maka atas orang jang menjewa itoelah, boleh ija minta sopaja di koerang-

ken oewang sewanja, boleh djoega ija minta sopaja kontrak persewaan itoe di pitjahken toeroet sebagimana hal ah- walnja, aken tetapi di dalam doewa-doewa hal jangterse- boet, maka tiada sekali-kali ada hak baginja aken mendapat oewang keroegian.

FATSAL 1554.

Saörang jang menjewa, selama tempo persewaännja, tiada boleh merobahken bangoenan atau atoerannja roemah atau tanah sewaan itoe.

FATSAL 1555.

Djikaloe, selamanja tempo persewaan, ferloe di betoel- ken roemah atau tanah sewaan itoe sahingga tiada boleh di toenggohken sampei pada waktoe pengabisan sewa itoe, maka di betoelkenlah, dan orang jang menjewa tiada boleh tjegahken itoe kendati ija merasa soesah atau koerang enak, kendati djoega ija misti kaloewar dari pada sebahgiannja roemah itoe selamanja waktoe jang itoe barang di betoelken.

Aken tetapi djikaloe membetoelken roemah itoe, ada lama, lebih dari ampat poeloh hari lamanja, maka oewang sewah itoe misti di koerangken dengan di banding berapa

(22)

— 20 —

lama dan berapa besar dari pada roemah sewaan itoe tiada boleh di pakei oleh j an g menjewa itoe.

Djikaloe roemah sewaan itoe terlaloe banjak keroesakan- nja, sahingga tiada dapet di doedoeki oleh jang menjewa itoe dengan anak bininja maka jang menjewa boleh soeroeh pitjahken kontrak persewaan itoe.

FATSAL 1556.

Djikaloe tiba-tiba orang lain jang menggodah atau mem- boewat sangkoetan pada orang jang menjewa roemah atau tanah itoe dengan tiada ampoenja hak, maka jang kasi sewa tiada oesah tanggoeng dari itoe, melainken jang me- njewa boleh sitah pada orang jang memboewat soesah itoe..

FATSAL 1557.

Aken tetapi, djikaloe saörang jang menjewa, kemoedian di godah, sebab datang pendawaän atas hak kapoenjaän roemah atau tanah sewaan itoe, maka berkoewasa ija aken minta sopaja di koerangken oewang sewanja di banding:

dengan beratnja kasoesahan jang ija soedah dapat, itoepon djikaloe ija soedah kasi tahoe dengan sepertinja kepada jang ampoenja roemah atau tanah itoe bahoewa ija soedah

kena di godah dan mendapat sangkoetan sahingga ia tiada boleh doedoek dengan senang di sitoe.

FATSAL 1558.

Djikaloe jang memboewat kasoesahan itoe berkata ada poenja sasoewatoe hak atas tanah atau roemah jang ter- sewa itoe, atau djikaloe jang menjewa sendiri kena di sitah aken kaloewar dari pada roemah atau tanah itoe, atau.

dari pada sebahgiannja, atau di sitanja atas lain-lain perkara hak dan kewadjiban, maka misti ija membri tahoe dari pada sitahan itoe kepada jang kasi sewa itoe roemah atau itoe tanah dan boleh ija minta ketanggoengan atas roeginja..

(23)

Lain dari pada itoe, maka jang menjewa itoe boleh toen- 4oet sopaja dirinja djangan di tjampoer dalam perkara itoe asal ija toendjoek aken goenanja siapa ija ada pegang .roemah atau tanah di sitoe.

FATSAL 1559.

Djikaloe tiada di djandjiken lebih doeloe, maka jang menjewa tiada boleh kasi sewa poela itoe roemah atau itoe tanah kepada saorang lain, dan tiada boleh menjerahken persewaännja, itoepon di larang dengan hoekoem jang nanti -di pitjahken kontrak persewaännja serta dengan mengganti oewang ongkos dan keroegian dan boenganja; sjahadan jang ampoenja roemah atau tanah, apabila soedah di pitjahken kontrak itoe, tiada wadjib aken mendjalanken itoe kontrak Jang soedah di bikin di bawah tangan sama orang lain itoe.

Djikaloe saorang ada sewa roemah, jang dia tempatin sendiri, boleh ija kasi sewa sebahgian dari pada roemah itoe kepada saorang lain, atas tanggoengannja sendiri ia itoe .kapan tiada di larang di dalam kontraknja.

FATSAL 1560.

Maka atas jang menjewa roemah atau tanah di wadjibken doewa perkara jang ferloe dan jang misti di toeroet, ja-itoe : 1. misti ija pakei roemah atau tanah sewaan itoe dengan patoet seperti saorang bapa jang loeroes hatin j a ada memali- haraken isi roemahnja, dan lagi di pakeinja boewat maksoed jang soedah di tentoeken didalam kontrak 1).

Djikaloe tiada ada kontrak, melainken di pakeinja dengen djamak, toeroet sebagimana hal ahwalnja.

2. misti ija menbajar oewang harga sewa didalam tempo jang di tentoeken,

1) Oepamanja: Djikaloe kita sewa satoe roemah boewat tinggal di .dalamnja, maka kita tiada boleh pakei roemah itoe seperti goedang aken .menjimpan segala roepa barang boesoek di dalamnja.

(24)

— 22 —

FATSAL 1561.

Djikaloe jang menjewa ada pakei roemah-roemah atau tanah itoe boewat maksoed jang laen, jang boekan misti- nja, atau ija pakei itoe begitoe roepa sahingga mendjadi roegi pada jang kasi sewa maka jang kasi sewa boleh soe- roeh pitjahken kontrak perdjandjian dari pada persewaan itoe.

FATSAL 1562.

Djikaloe pada antara orang jang kasi sewa dan orang jang menjewa, soedah di bikin soerat, jang manerangken barang apa jang di sewahken, maka kamoedian jang me- njewa misti koembaliken itoe sebageimana jang ija soedah trima dan sebageimana jang tersoerat, ketjoewali barang apa jang soedah djadi hilang sebab katoewahan atau sebab bahla jang datang dengan sekoenjoeng-koenjoeng dan jang tiada boleh di tjegahken.

FATSAL 1563.

Djikaloe tiada di bikin soerat, maka jang menjewa itoe di pandang seperti soedah trima roemalr atau tanah itoe dengan baik-baik, maka wadjib atasnja aken memaliharaken itoe atas belandjanja sendiri, lain perkara djikaloe ada per- djandjian jang lain roepa, kemoedian misti ija koembaliken itóe dengan baik-baik.

FATSAL 1564.

Orang jang menjewa itoe wadjib tanggoeng atas segala, keroegian jang terdjadi di dalam tempo persewaänja, lain perkara djikaloe ija bisa toendjoek ketrangan bahoewa ka- roegian itoe soedah terdjadi boekau dengan salahnja.

FATSAL 1565.

Tetapi jang menjewa itoe tiada misti tanggoeng atas hal kebakaran melainken djikaloe jang kasi sewa bisa toen-

(25)

djoek ketr-angan bahoewa kebakaran itoe soedah terdjadi dengan salahnja jang menjewa roemah itoe.

FATSAL 1566.

Jang menjewa misti tanggoeng atas segala karoesakan atau keroegian jang di perboewatken oleh teman-teman di roemah itoe, atau oleh orang lain, pada jang mana ija soedah serahken dan kasi sewa itoe roemah (di bawah tangan).

FATSAL 1567.

Apabila kaloewar dari pada roemah atau tanah sewahan itoe, maka jang menjewa boleh bongkar bongkar dan am- bil segala apa jang ija soedah soeroeh bikin dengan be- landjanja sendiri, tetapi, sedang bongkar dan ambil itoe, tiada boleh meroesaken roemah atau tanah itoe.

FATSAL 1568.

Djikaloe hal sewa menjewa roemah itoe tiada dengan soerat perdjandjian dan belom sekali-kali di djalanken, kemoedian di sangkalken oleh salah soewatoe pihak, maka tiada boleh membawa saksi aken menerangken pekara itoe, kerena saksiannja tiadaken katrima, kendati oewang se- wanja berapa sedikit kendati djoega di kataken soedah bajar oewang pandjer, melainken boleh di minta soempah dari pada orang jang menjangkalken perdjandjian itoe.

FATSAL. 1569.

Apabila bertimboel katjideraän dari pada djoemlah oewang sewa, jang di perdjandjiken dengan moeloet, tiada dengan soerat dan sewanja soedah moelai djalan, dengan tiada ada kwitantie, maka misti di pertjaja perkataan orang jang kasi sewa, atas soempanja, lain perkara djikaloe jang me- njewa lebih soeka aken soeroeh taksir harga sewa itoe oleh orang-orang pandei.

(26)

— 24 —

FATSAL 1570.

Djikaloe hal sewa menjewa itoe soedah di perdjandjiken dengan soerat, maka sewanja brenti dengan sendirinja, oleh kerana boenji oendang-oendang, apabila soedah sampei tem- ponja, tiada oesah di kasi tahoe lagi jang misti kaloewar.

FATSAL 1571.

Djikaloe hal sewa menjewa itoe tiada di perdjandjiken dengan soerat maka persewaan itoe tiada brenti pada wak- toe jang di tentoeken, melainken sekedar soedah di kasi tahoe lebih doeloe oleh sasoewatoe pihak kepada lain pihak bahoewa perdjandjian itoe hendak di poetoesken, itoepon dengan memandang temponja, toeroet sebageimana adat di dalem negri itoe.

FATSAL 1572.

Djikaloe sasoewatoe pihak soedah kasi tahoe kepada pi- hak jang lain, bahoewa sewa roemah atau tanah itoe hen- dak di poetoesken, kemoedian jeng menjewa masih djoega tinggal doedoek di sitoe, tiadalah ija boleh berkata soedah sewa kombali dengan sendirinja.

FATSAL 1573.

Djikaloe sewa-menjewa dengan soerat dan soedah sampei temponja, tetapi jang menjewa roemah atau tanah itoe masih djoega doedoek di sitoe, dan di biarken, maka lantaran itoe terdjadi kontrak persewaan jang bahroe, perdjandjiannja di atoer sama seperti persewaan dengan moeloet.

FATSAL 1574.

Dalam hal jang terseboet pada fatsal 1572 dan 1573 di atas ini, maka soerat borgtogt (soerat tanggoengan) jang soedah di bikin dari pada persewaan itoe tiada kena pada persewaan jang di. teroesken, melainken kena pada perse- waan jang bermoela.

(27)

FATSAL 1575.

Adapon perdjandjian sewa meujewa itoe tiada sekali- kalipon terhapoes djikaloe jang kasi sewa atau jang me- njewa mati, melainken di teroeskenlah.

FATSAL 1576.

Djikaloe roemah atau tanah itoe di kasi sewa, kemoe- dian di djoewal maka kontrak persewaan jang doeloe itoe tiada pitjah, melainken djikaloe di djandjiken begitoe pada koetika jang di kasi sewa.

Djikaloe memang soedah terdjandji jang demikian itoe maka orang jang menjewa tiada ampoenja hak atas oewang keroegian, melainken djikaloe soedah di djandjiken oewang keroegian itoe, aken tetapi, dalem hal jang oewang keroegian itoe soedah di djandjiken, maka jang menjewa tiada wadjib kaloewar dari pada roemah atau tanah itoe selamanja belon di bajar ija poenja oewang keroegian.

FATSAL 1577.

Siapa-siapa sang membeli roemah atau tanah dengan sjart perdjandjian aken mendjoewal koembali kepada jang poenja, tiada boleh ija melakoeken hak aken soeroeh dan paksa kaloewar pada orang jang menjewa ifcoe melainken djikaloe soedah liwat tempo aken membeli koembali, sahingga mendjadi tetap bahoewa ija mempoenjai roemah atau tanah itoe.

FATSAL 1578.

Djikaloe di dalem kontrak persewaan ada terseboet ba- hoewa jang menjewa roemah misti kaloewar apabila roemah itoe di djoewal, kamoedian roemah itoe soedah di djoewal dan jang membeli itoe hendak melakoeken koewasanja aken soeroeh kaloewar pada orang jang menjewa itoe, maka wadjib atas jang membeli roemah itoe aken kasi tahoe dari pada kahendaknja kepada jang menjewa itoe,

(28)

— 26 —

dalam tempo jang patoet, toeroet sebagimana adat di negri itoe.

Djikaloe kasi sewa tanah-tanah dan hendak di soeroeh kaloewar pada jang menjewa itoe maka wadjib di kasi tahoe, sakoerang-koerangnja satahon di moeka.

FATSAL 1579.

Jang kasi sewa tiada boleh lantas brentikan persewaan itoe dengan berkata bahoewa ija sendiri hendak mendoe- doeki roemah atau tanah itoe, melainken djikaloe memang soedah di bikin perdjandjian sebagi jang demikian itoe.

FATSAL 1580.

Djikaioe didalam kontrak persewaan soedah di perdjan- pjikan bahoewa jang kasi sewa ada berkoewasa mendoe- doeki sendiri aken roemah atau tanah jang di kasi sewa maka wadjib atasnja aken membri tahoe lebih doeloe jang sewa itoe bakal di poetoesken maka membri taboeken itoe mistinja di dalam tempo jang patoet, sebagei jang di te- tapken pada fatsal 1578 itoelah adanja.

Bahagian jang katiga.

Atoeran sewa menjewa roemah dan perkakas roemah.

FATSAL 1581.

Barang siapa jang menjewa sasoewatoe roemah dan tiada menaroh perkakas roemah jang tjoekoep didalamnja,.

boleh di paksa aken kaloewar dari pada itoe roemah, me- lainken djikaloe ija kasi ketanggoengan jang ija nanti bajar oewang sewanja.

FATSAL 1582.

Saorang jang menjewa roemah di bawah tangan dari pada orang jang menjewa (djikaloe djadi stori) tiada oesah bajar apa-apa kepada jang ampoenja roemah, melainken djoemblah oewang sewanja jang pada waktoe beslag (me-

(29)

nahan barang) ija masih beroetang kepada orang jang per- tama-tama menjewa itoe maka tiada boleh ija meloepoet- ken dirinja dengan berkata soedah bajar oewang pandjarT

lain perkara djikaloe pembajaran pandjar itoe memang soe- dah di tentoeken didalem kontrak persewaännja atau dji- kaloe soedah di bajar itoe oleh kerana adat negri itoe.

FATSAL 1583.

Keroesakan jang ketjil-ketjil, sebagimana jang biasalah saban hari, di betoelken atas tanggoengan jang menjewa roemah itoe.

Djikaloe tiada ada soerat kontrak maka di anggep>

keroesakan jang ketjil-ketjil ja itoe keroesakan di almari- almari toko dan di kantjing-kantjingan djandela dan di koentji-koentji dari sabelah dalam dan di katja-katja djandela dari dalam dan dari loewar dan lain-lain sebagi- nja itoe jang oleh kerana adat negri di pandang seperti keroesakan ketjil.

Aken tetapi keroesakan jang demikian itoe wadjib di betoelken oleh jang kasi sewa roemah, djikaloe segala barang itoepon terlaloe roesak atau djikaloe soedah datang bahla dari pada Toehan jang Maha Koewasa jang memfer- loeken membetoelken segala itoe.

FATSAL 1584.

Hal membresihken soemoer-soemoer dan empang-empang dan djamban-djamban ja itoe atas tanggoengan jang kasi sewa roema djikaloe tida soedah di perdjandjiken lain roepa. Hal membresihken semprong-semprong boeat kasi kaloewar asap misti di tanggoeng oleh jang menjewa roemah djikaloe tiada ada perdjandjian jang lain roepa.

FATSAL 1585.

Djikaloe menjewa perkakas roemah, boewat perhiassan

(30)

— 28 —

saantero roemah aken di doedoeki orang, atau roemah lain (seperti sociteit dan kantien) atau toko atau satoe kamar sadja) maka perdjandjian persewa-an itoe djalan selamanja Jang memang biasa orang kasi sewa roemah atau toko-toko

atau kamar-kamar, toeroet sebageimana adat negri itoe.

FATSAL 1586.

Hal kasi sewa kamar-kamar dengan perkakas-perkakas- nja, ja itoe di pandang:

Seperti djalan satahon lamanja, djikaloe di tentoekan .membajar oewang sewa didalam satahon; seperti djalan :Seboelan lamanja, djikaloe di tentoeken membajar sadjoem-

blah oewang didalam saboelan ; seperti sahari lamanja, djikaloe di tentoeken membajar sadjoemblah oewang

•didalam satoe hari.

Djikaloe tiada di tentoeken bahoewa di kasi sewa aken satahon atau aken saboelan atau aken sahari lamanja maka lamanja persewaan itoe di pandang seperti soedah di per-

•djandjiken dengan menoeroet adat negri itoe.

FATSAL 1587.

Djikaloe soedah sewa satoe roemah atau satoe kamar,

•dengan soerat kontrak, kamoedian soedah habis temponja tetapi orang itoe di kasi tinggal di sitoe, dengan tiada di soeroeh kaloewar, maka saorang itoe di pandang seperti tetaplah di dalam persewaan roemah atau kamar itoe de- ngan menoeroet perdjandjian jan g lama, selamanja tempo jang biasa di negri itoe, maka tiada boleh ija tinggalken roemah atau kamar itoe, djoega tiada boleh soeroeh ka- loewar aken dia melainken djikaloe soedah di kasi tahoe lebih doeloe, dalam tempo jang patoet, bahoewa persewaan itoe bakal di poetoesken, itoepon dengan menoeroet adat negri itoe.

(31)

Bahgian jang ka-ampat.

Atoeran sewa menjewa tanah-tanah.

FATSAL 1588.

Djikaloe, didalam kontrak sewa tanah, ada terseboet oe- koeran (kaloewaran) jang lebih ketjil atau lebih besar dari pada jang sebetoelnja, maka, tiadalah boleh menambahken atau mengoerangken harga sewa, melainken didalam hal dan dengan menoeroet atoeran-atoeran jang termoewat pada bab jang kelima dari pada kitab ini.

FATSAL 1589.

Djikaloe saorang menjewa tanah, tiada pake itoe tanah aken angon binatang atau tiada menjediaken prabot-prabot jang ferloe boewat mengerdjai tanah itoe, djikaloe ija brenti mengangonken binatang atau mengerdjai tanah itoe, djikaloe didalam segala hal ahwal itoe tiada ija ber- lakoe seperti saorang baik saoepamanja orang jang djadi bapa jang mendjaga atas isi roemahnja, djikaloe ija ada pakei tanah itoe aken maksoed jang boekan mistinja, atau dengan oemoemnja, djikaloe tiada ija toeroet boenjinja soerat kontrak sewa itoe sahingga terdjadi keroegian bagi orang jang kasi sewa itoe tanah maka jang kasi sewa itoe sah dan berkoewasa akan menoentoet sopaja kontrak itoe di pitjahken dengan di gantiken oewang ongkos dan keroe- gian serta dengan boenganja.

FATSAL 1590.

Segala orang jang menjewa tanah wadjib menjimpan hatsil-hatsil tanah itoe didalam goedang-goedang jang di persediaken pada itoe.

FATSAL 1591.

Siapa-siapa jang menjewa tanah maka wadjib atasnja

(32)

— 30 -

aken membri tahoe kapada jang ampoenja tanah djikaloe ada orang jang berboewat sangkoetan di atas tanah sewaän itoe, ja itoe atas hoekoem aken dia menganti oewang ong- kos dan keroegian serta dengan boenganja.

Maka membri tahoe itoe mistinja didalam tempo jang patoet toeroet sebagimana jang di tentoeken pada oendang- oendang atas hal orang jang di sitah aken mengadap pada pengadilan dan hari mengadapnja, dengan memandang djaoeh dekat tempatnja.

FATSAL 1592.

Djikaloe soewatoe tanah soedah di sewahken aken be- brapa tahon lamanja kemoedian antero atau satengah hat- silnja dari satahon soedah hilang dari sebab bahla jang datang dengan sekoenjoeng-koenjoeng dan jang tiada boleh

•di tjegahken, maka jang menjewa boleh minta sopaja oe- wang sewanja di koerangken, laen parkara djikaloe ija soe- dah dapat oentoeng dari tahon-tahon jang telah laloe, sahingga tida ada keroegiannja.

Djikaloe jang menjewa tanah, jang hilang hatsilnja itoe, tiada lantas mendapat oewang keroegian, maka keroegiannja boleh di taksier, kemoedian di bajar pada hari pengabisan sewanja, maka hatsil dari pada samoewa tahon boleh di hitoeng dan di bandingken

Aken tetapi, dalam hal jang demikian itoe, hakim boleh membri idzien kepada jang menjewa tanah itoe aken potong doeloe separoh dari pada oewang sewanja, di banding sama djoemblah keroegiannja itoe.

FATSAL 1593.

Djikaloe sewa tanah itoe tjoema djalan satoe tahon lamanja dan hatsil dari satahon itoe soedah hilang, baik samoewanja baik satengahnja, maka jang menjewa itoe terlepaslah dari pada membajar antero oewang sewa atau dari pada sebah- gian sadja, di banding sama djoemblah keroegiannja.

(33)

Djikaloe kahilangan itoe ada koerang dari setengah bah- gian dari pada hatsil maka jang menjewa tiada ampoenja hak aken potong oewang sewa.

FATSAL 1594.

Jang menjewa tanah tiada boleh dapat koerangan dari pada oewang sewa djikaloe keroegiannja terdjadi tetkala jang hatsil itoe soedah di gali dari dalam tanah atau soedah di petik dari pada pohon, banjalah djikaloe didalam kontrak sewa ada di tentoeken bahoewa separoh dari pada hatsil misti di kasih masok kepada toean tanah, maka di dalam hal jang demikian itoe wadjib toean tanah djoega misti pikoel keroegian itoe sekedar bahgiannja, ada pon djikaloe jang menjewa tiada keblakangan dalam mengasi toean tanah poenja bahgian jang doeloe-doeloean.

Dan lagi, sang menjewa tiada boleh potong apa-apa dari pada oewang sewa djikaloe pada koetika maoe sewa tanah itoe memang ija soedah tahoe jang bakal djadi roegi dan ija tahoe sebabnja djoega.

FATSAL 1895.

Djikaloe di bikin perdjandjian lebih doeloe dengan tentoe maka jang menjewa tanah boleh di soeroeh tanggoeng atas keroegian-keroegian jang datang dengan sekoenjoeng koen- njoeng.

FATSAL 1596.

Aken tetapi perdjadjan jang demikian itoe tjoemakena pada tjilaka-tjilaka jang biasa, jang datang dengan sekoe- njoeng-koenjoeng seperti tjilaka dari goenoeng api jang pitjah dan dari tanah gojang (lindoe) dan dari kekringan jang terlaloe lama dan dari hoelat jang membinasakan hatsil tanah itoe, dan kilap dan dari kembang mekar jang rontok. Maka segala itoe boleh di soeroeh tanggoeng oleh jang menjewa tanah dengan perdjadjian jang tentoe.

(34)

— 32 —

Aken tetapi, per dj an dj ian jang demikian itoe tiada bo- leh di kenaken atas tjilaka-tjilaka jang lain dari pada biasa, seperti: kabinasaän dari sebab perang atau kebandjiran jang tiada biasa di negri itoe hanjalah djikaloe jang me- njewa soedah trima aken menanggoeng atas segala roe- pa tjilaka, baik jang biasa baik jang tiada biasa.

FATSAL 1597.

Djikaloe menjewa tanah dengan tiada pakei soerat ma- ka sewa itoe terbilang nanti djalan selamaDJa tempo jang ferloe bagi jang menjewa itoe, soepaja aken mengoem- poelken segala hatsil dari pada tanah sewaan itoe.

Demikian djoega, djikaloe sewa tanah-tanah roempoet dan kebon boewah-boewahan dan lain-lain roepa tanah jang hatsilnja dapat di koempoelkèn samoewanja dalam satahon maka sewanja itoe di pandang seperti djalan satoe tahon lamanja.

Djikaloe menjewa sawah atau ladang jang di peroesa- haken dengan berganti-ganti, toeroet moesinnja aken me- njebar bibit, maka sewanja terhitoeng moesin aken me- njebar itoe.

FATSAL 1598.

Apabila soedah liwat tempo persewaan, jang pakei soe- rat kontrak, dan orang jang menjewa itoe masih djoega tinggal pegang itoe tanah, dan di biarken, maka kedjadian dari persewaan jang bahroe itoe di atoer tjara bagimana di tentoeken pada fatsal 1597 di atas ini.

FATSAL 1599.

Saorang jang menjewa tanah, djikaloe soedah habis tempo persewaännja, dan saorang jang aken ganti dia wadjiblah doea2 toeloeng satoe sama lain sebrapa jang ferloe sopaja jang lepas sewa gampang boleh ambil segala hatsil dan

(35)

boewah boewah jang masih ada di tanah atau di pohon, dan sopaja jang masok sewa djoega gampang boleh ambil dan mengerdjaken tanah itoe bagi tahon jang aken daten g, segala itoe pon dengan menoeroet adat di itoe negri.

FATSAL 1600.

Jang menjewa itoe, bila pergi dari pada tanah-tanah itoe, misti kasi tinggal roempoet krin^ atau merang dan gemok pohon dari pada tahon jang soedah, itoepoen dji- kaloe dia djoega, tatkala moelai sewa tanah itoe, soedah trima merang atau roempoet kring dan gemok pohon, ken- dati ija tiada trima maka jang ampoenja tanah boleh pegang barang itoe, dengan membajar harga taksirannja.

PENAGIAN DALEM PERKARA OEPA-OEPAÄN.

3e. aken hajar oewang oepah bekerdja dan aken kasi dja- lan perdjandjian boeioat bekerdja.

Ini penagian misti di bawa di hadepan Residentie Rechter di tempat tinggalnja orang jang di tagi, djikaloe ada lebi dari satoe orang jang misti di tagi maka ini penagian misti di bawa di hadepan Residentie-Rechter dari salah satoe orang itoe menoeroet soekanja jang menagi.

Jang di nama in „perdjandjian bekerdja", ia itoe perdjan- djian antara orang iang bekerdja dengan orang iang kasi ker- dja-an, dalem itoe perdjandjian maka orang iang bekerdja itoe djandji persediaken pakerdja-annja sekalian, atau sabagian, pada iang kasi kerdja-an, boewat soewatoe tempo iang tentoe, dengan mendapet oepah, tida di perdoeli-in itoe orang kasi kerdja-an oetak sadja atau pekerdja-an badan.

Adapoen pemarentah Hindia Nederland tida di pandang seperti orang iang membri pakerdja-an (werkgever).

Res. Ger. 3

(36)

— 34 —

H A L S E W A B O E D J A N G D A N K O E L I - K O E L I .

FATSAL 1601.

Adapoen pekerdjaän boedjang-boedjang dan koeli-koeli hanjalah boleh di perdjandjiken aken soewatoe tempo jang tentoe atau aken soewatoe pentjakapan jang tentoe.

FATSAL 1602.

Apabila mendjadi katjideraän maka toeannja di pertjaja atas perkataännja dan djika di rasa ferloe boleh djoega di

minta soempahnja, ja itoe :

aken hal djoemblah gadji atau oepah jang soedah di perdjandjiken ;

aken hal pembajaran gadji atau oepah dari pada tahon jang telah laloe.

aken hal oewang pandjar (voorschot) jang soedah di bajar atas gadji atau oepah itoe dari pada tahon jang berdjalan itoe;

aken hal tempo djalannja kontrak persewaan boedjang atau koeli-koeli itoe.

FATSAL 1603.

Maka boedjang dan koeli-koeli itoe, djikaloe soedah di sewaken aken soewatoe tempo jang tentoe, maka marika itoe tiada boleh tinggalken pekerdjaännja djika tida ada sebab jang sah, djoega tiada boleh di lepas atau di soeroeh pergi pada dia orang, djikaloe belom liwat temponja.

Djikaloe boedjang atau koeli-koeli itoe tinggalken peker- djaännja tatkala belom sampei temponja, dengan tiada ada sebab jang sah, maka hilanglah gadji atau oepahnja itoe.

Aken tetapi toeannja itoe berkoewasa melepas pada boe-

(37)

djang dan koeli-koeli itoe, kendati tiada seboet sebabnja, asal ija bajar gadji atau oepah pada marika itoe dari tempo pekerdjaän jang telah laloe serta dengan oewang keroegian, terhitoeng gadji atau oepah dari anam minggoe poenja lama, terbilang dari pada hari koetika di lepas pada dia orang.

Djikaloe persewaan itoe soedah di perdjandjiken koerang

•dari pada anam minggoe lamanja atau pekerdjaän itoe memang tiada aken djalan anam minggoe maka dalam hal itoe pon ada hak bagi boedjang-boedjang dan koeli-koeli jang di soeroeh pergi, atas antero gadji atau oepah, dengan sapenoeh-penoehnja.

Atoeran barang pakerdjaän.

FATSAL 1604.

Djikaloe soeroeh bikin sasoewatoe pekerdjaän atau per- boewatan, boleh kita berdjandji sama toekang itoe sopaja ija bekerdja sadja dengan tenaga dan kepandéannja atau sopaja ija kasi masok perkakasnja djoega.

FATSAL 1605.

Djikaloe toekang itoe misti kasi masok perkakasnja djoe- ga, kemoedian pakerdja-an itoe goegoer, tatkala belom di pesrahkennja, maka keroegian itoe atas tanggoengan sitoe- kang itoelah, melainken djikaloe jang berpesan pekerdjaän itoe soedah alpa dan tiada trima perboewatan itoe (didalam tempo jang patoet).

FATSAL 1606.

Djikaloe toekang itoe tjoema misti kasi tenaganja dan kepandéannja, (tiada kasi masok perkakas) kemoedian pa- kerdja-an itoe goegoer, melainken ija misti tanggoeng se- kedar kasalahannja (kaloe-kaloe pekerdjaännja koerang baik.)

(38)

— 36 —

FATSAL 1607.

Djikaloe pakerdja-an itoe dalam hal jang terseboet pada fatsal 1606 di atas ini, soedah goegoer, boekan dengan salahnja si toekang itoe, tatkala belom di pesrahkennja,.

dan orang jang berpesan pekerdjaän itoe djoega tiada alpa aken preksa dan trima perboewatan itoe, maka si toekang tiada ampoenja hak atas oepahnja, laen perkara djikaloe pakerdja-an itoe soedah goegoer sebab perkakasnja koerang baik.

FATSAL 1608.

Djikaloe perboewatan itoe di kerdjaken dengan potong- potongan, atau dengan hitoeng oekoeran maka boleh di preksa sapotong-sapotongnja jang soedah habis. Apabila jang berpesan pekerdjaän soedah bajar oewang kepada si toekang, oepah dari sebahgian-sebahgian jang ija soedah habis bikin, maka di pandang seperti jang berpesan soedah preksa sapotong-sapotong dari perboewatan itoe.

FATSAL 1609.

Djikaloe soedah trima aken membikin soewatoe roemah dengan di bajar oewang harganja sebagimana jang di tentoe- ken kemoedian roemah itoe goegoer sekaliannja atau se- parohnja, sebab dandanannja koerang baik atau sebab tanahnja tiada baik, maka jang membikin dan memborong roemah itoe misti tanggoeng sapoeloh tahon lamanja.

FATSAL 1610.

Djikaloe saorang-orang toekang atau pemborong soedah trima aken membikin soewatoe roemah, dengan menoeroet tjonto jang telah di karangken dan di tetapken bersama- sama dengan jang ampoenja roemah maka si toekang atau

(39)

pemborong itoe tiada boleh menagih bajaran jang lebihan kendati dengan oedzoer katanja ija soedah misti tambah- ken oepah koeli-koeli atau tambahken perkakas, kendati

•dengan berkata jang pada roemah itoe soedah di bikin perobahan atau pertambahan jang tiada masok dalam tjonto itoe, laen perkara djikaloe hal merobahken atau membesar - ken roemah itoe soedah terdjadi oleh kerana soerat dan djikaloe soedah bikin perdjandjian dari pada bajarannja

•sana jang ampoenja roemah.

FATSAL 1611.

Siapa-siapa jang membri pekerdjaän dengan borongan, djikaloe soeka, boleh oeroengken pemborongan itoe, kendati pekerdjaän itoe soedah di permoelaikeri, asal ija bajar oewang kepada si pemborong boewat menggantiken segala ongkosnja dan tenaganja dan kahilangan oentoengnja."

FATSAL 1612.

Djikaloe toekang jang membikin atau jang memborong akan membikin roemah itoe dateng pada adjalnja maka kontraknja lantas brenti, tetapi jang ampoenja roemah itoe misti bajar kepada warits-waritsnja boewat sebrapa pe- kerdjaän jang mana soedah habis di kerdjaken dan barga perkakas-perkakas jang soedah di persediaken, itoepon djikaloe pekerdjaän atau perkakas itoe ada berfaedah bagi jang ampoenja roemah itoe.

FATSAL 1613.

Barang siapa jang memborong sasoewatoe pekerdjaän misti tanggoeng atas orang-orang jang ija ada pakei boewat mendjalanken pekerdjaän itoe.

(40)

— 38 —

FATSAL 1614.

Toekang batoe, toekang kajoe, toekang besi dan Iain-lain toekang jang di pakei oleh jang memborong pekerdjaänr

boewat membikin roemah atau lain-lain perboewatan, de- ngan borongan, tiada boleh menoentoet haknja atas orang jang soeroeh bikin, jang ampoenja itoe roemah atau itoe perboewatan, hanjalah sampe sebrapa jang di oetang oleh jang ampoenja roemah atau perboeatan itoe kepada si pemborong pada waktoe jang si toekang itoe ada menoentoet haknja.

FATSAL 1615.

Toekang batoe, toekang kajoe, toekang besi dan lain-lain toekang jang mengambil pekerdjaän atas tanggoengannja sendiri dengan berdjandji dapet bajaran jang di tentoeken wadjib menoeroet atoeran jang di titahken dalam kitab ini, bahgian ini djoega, marika itoe djoega di pandang seperti pemborong (aannemer) masing-masing didalam pe- kerdjaânnja sendiri.

FATSAL 1616.

Toekang-toekang jang ada pegang barang orang boewat di kerdjaken atau di betoelken, ada koewasa aken menahan barang itoe sahingga di bajar segala ongkos dan oepah pekerdjaännja dengan sagenapnja melainken djikaloe jang ampoenja barang itoe membri ketanggoengan jang samporna atas ongkos dan oepah pekerdjaännja si toekang itoe.

FATSAL 1617.

Hak dan kewadjibannja toekang grobak dan toekang pedati dan toekang2 prahoe ja itoe ada di tetapken dalam, kitab hoekoem perniaga-an, Wetboek van Koophandel-

(41)

MENGAMBIL HAK ATAS TANAHNJA ORANG SELAM.

(bangsa anak negri).

c. dari pada segala perkara penagian tida di perdoeli-in sebrapa djoemblanja jang di perkara-in dari sebab brani me- mindahken pertandahan wates atau laen2 dari tanah, poehoen, pager2, solokan2, alangan2, djalanan aer jang di pengadoeken dalem satoe taon sedari perboewatan itoe di bikin, dan men- djadi karoegiannja orang jang ada hak atas itoe tanah me- noeroet hak orang bangsa anak negri.

Adapoen dari sebab satoe orang Blanda, orang Japan orang Tjina atau Arab tida boleh mempoenjai tanah me- noeroet haknja orang anak negri di tanah Djawa danMa- doera, maka itoepoen dakwa jang terseboet diatas ini tjoema bole di kasi masoek oleh orang anak negri sadja. Ada- poen itoe dakwa misti di kasi masoek dalem satoe taon teritoeng sedari perboewatan memindahken itoe terbikin.

Kaloe di kasi masoek liwat satoe taon maka Residentie rechter tida aken trima itoe dakwa.

Boewat di oedik2 en tanah Djawa dan Madoera dimana ada banjak fabriek2 tembako dan nila maka ini fatsal ber- penting sekali (besar goenanja); di laen2 tempat tentoe djaranglah ada dakwa sabegitoe roepa.

KALOEWAR (OESIR) DARI BARANG2 JANG KOEKOEH (TETAP.)

d. l' dari pada segala penagian aken keloewar dari pada barang jang koekoeh (roemah, tanah) jang di sewah, ia itoe dari sebab waktoe persewahan soedah liwat, tida di pandang djoembla oewang sewah, laen perkara kaloe jang sewah sang- goep mengoendjoeken kapada hakim satoe soerat kanjata-an persewa-an itoe, bahoeiva perseiva-an itoe di baroein, atau di lendjoetken, dan sewahnja ada lebi dari f 600 kapan di itoeng dalem satoe taon.

(42)

— 40 —

Betoel didalem ini fatsal ada terseboet, tida di pandang djoembla oewang sewah, tetapi dalem hal se wah roemah, tanah, kapal atau praoe jang 4 kojang besarnja, orang jang mendakwa itoe lebi baik ingat doeloe apakah tida ada soerat2 katerangan jang sewah-an itoe disamboeng atau di bikin baroe dan oewang sewahnja dalem satoe taon tida lebih dari f 600. Kaloe jang sewah roemah atau tanah dan laenä itoe bisa oendjoekin soerat katerangan begitoe roepa maka Residentie rechter tolak itoe penagian. Ada- poen kaloe oewang sewah roemah atau tanah koerang dari f 600 satoe taon maka Residentie rechter wadjib priksa

ini perkara.

Kaloe orang maoe soeroeh kaloewar satoe orang dari roemah sewahan ia itoe dari roemah jang di taro hypotheek ia itoe sasoedahnja soerat hypotheek itoe di djalani, artinja sasoedahnja itoe roemah di djoewal maka tida perdoeli harga sewahnja, orang jang beli roemah itoe bole minta pada Residentie rechter soepaja orang jang sewah roemah itoe misti di soeroeh kaloewar.

Di Djawa dan Madoera sering kedjadian jang orang tida maoe pindah dari roemah kendatipoen itoe roemah soedah di poenjai orang laen, sebab orang* sewah itoe taoe jang doeloe orang misti minta pada Raad van Justitie aken mengoesir dia, dan dia poen taoe bahoewa orang jang mem- poenjai barang itoe tida gampang kasi masoek dakwanja pada Raad van Justitie.

Sandenja A ada poenja roemah jang dia kasi masoek hypotheek pada B tetapi dia teroes tinggal dale u itoe roemah, kamoedian dia tida bajar2 dan itoe roemah di djoewal pada C djikaloe A tida maoe kaloewar dari itoe roemah C. minta sadja pada Residentie rechter aken mengoe- sir A dari itoe roemah,

Adapoen baik soenggoe djikaloe didalam soerat hypotheek itoe jang sademikian di masoekin djoega perdjandjian se-

(43)

wah menjewah dan disitoe di tentoeken bahoewa sewah- nja brenti (abis) pada waktoe barang jang tergade itoe telah di djoewal.

P E T J A H PEBDJANDJIAN SEWAH MENJEWAH DAN KALOEWAR DAEI TEMPAT ITOE.

Ini perkara misti di kasi masoek kapada Residentie gerecht di mana itoe barang ada.

2e. aken petjah perdjandjian persewa-an barang jang koe- koek clan aken kaloewar dari sitoe dari sebab tida membajar oewang sewah, ia itoe kaloe oewang sewah, jang di oetang tida di hajar itoe, tida Ubi dari anem ratoes roepia.

Kaloe di batja fatsal ini ampir sama sadja seperti fatsal C ka le padahal beda sekali, sebab didalem ini fatsal ka 2 tjoema diseboet memetjah perdjandjian sewah dan mengoe- sir lantaran orang tida bajar oewang sewah.

Aken bole kasi masoek dakwa sabegini roepa, artinja memetjah perdjandjian dan soeroeh oesir maka perloelah ada sebab :

Ie. jang oewang sewah roemah masih di oetang.

2e. jang itoe oewang tida di bajar.

Serta djoemblanja tida lebi dari anem ratoes roepia.

Oepama satoe tanah di sewaken tiga taon lamanja de- ngan oewang sewahnja satoe hoelan / 100.— Abis jang sewah saliwatnja taon jang kadoewa dia tida bajar2 sewah lagi djadi dia beroetang / 1200. Kaloe jang poenja barang mendakwa padanja misti dia dakwa di hadepan Raad'van Justitie sebab djoembla oewang jang katinggalan belon di bajar itoe ada lebi dari ƒ 600.—

Kapan sandenja jang sewah itoe bajar baik tiga poeloe boelan tetapi anem boelan dia gantoeng tida di bajar maka dakwa ini masoek bilangannja Residentie rechter.

Beroentoeng djoega jang dakwa aken petjah sewah dan aken keloewar dari sitoe bole di tjampoer djadi satoe dakwa.

(44)

— 42 —

M E N S A H K E N PENAROHAN BESLAG CONSERVATOIR.

Ini dakwa misti di kasi masoek pada residentie Gerecht di mana orang taro itoe Beslag.

e. aken minta di sahken penaro-an beslag kapan itoe beslag berolesan pada soewatoepenagian jang masoek di dalem koewasa- nja, dan kaloe itoe beslag bole di taro menoeroet atoeran-atoeran dalem hal mendjalani ka-adilan di hadepan residentie gerecht.

Conservatoir beslag ia itoe beslag jarig di taro sabelon- nja ada vonnis besar.

Oepama si A kasi acceptatie pada si B besarnja f 500 (tida bole lebi sebab kaloe lebi boekan kawadjiban Residentie rechter) tetapi A tida bajar dan B koewatir jang A nanti bawa lari atau semboeni in barang-barangnja aken djangan kena di beslag maka orang minta permissie lebi doeloe boewat taro beslag tetapi beslag begini tjoema bole di taro atas barang2 jang terlepas.

Ini permissie perloe di minta dan di peroleh doeloe sebab deurwaarder tida bole mendjalanin beslag, kaloe dia tida ada soerat jang kasi taoe padanja bole dia beslag, soerat begitoe ialah vonnis, soerat grosse dari acte2 notaris dan soerat permissie (vonnis) dari hakim Residentie rechter.

Kapan soedah di beslag baroelah di minta pada hakim Residentie rechter aken sahken itoe conservatoir beslag, kapan dapet ini soerat jang sahken itoe beslag, baroelah bole di djoewal itoe barang2.

Adapoen orang jang poenja barang2 itoe ada poenja hak boewat melawan itoe beslag, dia misti melawan djoega di hadepan Residentie rechter, kaloe dia ada poenja sebab boe- wat melawan maka dia bole minta itoe beslag aken ditjaboet.

MFNSAHKEN ATAU MFMBATALKFN PEMBAJARAN ATAU PENARO-AN OEWANG BA J ARAN PADA HAKIM.

f. aken minta di sahken atau aken minta di batalken

(45)

soewatoe panerimahan hajaran atau soewatoe pasrahan oeivang- bajaran aken di simpan oleh hakim, kapan harga barang itoe atau djoemhla oewang jang di petarimahken atau jang di pasrahken tida lehi dari lima ratoes roepia.

Ini perkara misti di kasi masoek pada Residentie gerecht di mana orang misti taro dan minta taro oewang hajaran, adapoen djikaloe orang maoe taro oewang itoe sedang perkara itoe lagi di priksa maka orang misti masoeken permintaan itoe pada Residentie Rechter jang trima

perkara itoe.

Bagimanakah doedoeknja perkara begini?

Sandenja si A ada oetang kapada si B abis A maoe bajar tetapi B tida maoe trima maka lantas A bole minta soepaja.

A di paksa aken trima itoe hajaran.

Oewang jang maoe di bajar' itoe misti di tanja-in pada si B oleh satoe notaris, atau oleh satoe deurwaarder, tida bole di bikin oleh laen ambtenaar, maka notaris atau deurwaarder itoe misti bawa doewa saksi. Apabila B tolak, tida maoe trima itoe oewang maka sabelonnja die koentji (toetoep) soerat actenja dari serahen oewang itoe dia misti kasi taoe pada B di hari apa dan di djam apa notaris atau deurwaarder itoe masih toenggoe pada B aken serahken

lagi sekali itoe oewang dan kaloe B tida dateng maka notaris atau deurwaarder kasi simpan itoe oewang pada griffier.

Andenja sekarang soenggoe B tida maoe trima, maka A, kasi masoek soerat pada Residentie Rechter aken minta di sahken jang oewang itoe maoe di bajar. Kapan di sanken penaro-an oewang itoe maka B di tegorin boewat trima itoe oewang dan A terlepas dari membajar oetangnja sedang B di hoekoem membajar segala ongkos jang A soedah kasi kaloewar boewat sediaken itoe oewang atau barang jang terlepas sebab barang2 terlepas poen bole di trimaken seperti oewang.

(46)

— 44 —

Hâta maka B bole mengadap kasi taoe kenapa dia tiada maoe trima.

Oepama B kasi pindjem pada A oewang 450 roepiah, menoeroet boeninja acceptatie abis A maoe bajar padanja betoel sadjoembla f 450 tetapi dengan doewit gobangan atau tembaga. Na, kaloe begini maka A poenja penaro-an oewang itoe tida katrima dan A di hoekoem membajar ongkos.

PENAEO-AN BARANG ATAS TITAH HAKIM.

(gerechtelijke bewaargeving).

Jang di nama-in gerechtelijke bewaargeving, ia-itoe kapan hakim titahken jang soewatoe barang jang djadi perselesihan misti di simpan.

Kaloe A dan B bereboet barang abis perloe aken barang itoe di simpanken pada orang lain tetapi A sama B tida taoe pada siapa aken kasi simpan itoe barang, maka jang

•soeka maoe soeroe simpan itoe barang minta kapada hakim aken mengoendjoekin satoe orang jang nanti sempan atau pegang itoe barang.

Kaloe soedah, baroelah moelai perkara mensahken penaro- an itoe barang. Adapoen barang itoe harganja tida bole lebi dari f 500.— atau oewang itoe tida bole lebi dari ƒ 500.

P E N A G I A N I N C O N V E N T I E D A N R E C O N V E N T I E .

g. penagian in reconventie djikaloe hal jang di pertjideraken itoe masoek dalem koewasanja residentie gerecht, maski poen penagian reconventie ini djikaloe di tambah pada penagian in conventie ada lebi tinggi dari jang masoek koewasanja residentie gerecht.

Ini penagian misti di kasi masoek pada Residentie rechter jang bermoela pegang penagian in conventie.

Kaloe A menagi dari B bajaran oetang maka penagiannja

Figure

Updating...

References

Related subjects :